
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Mama Ana mengangguk dengan tangisnya.
"Ma," ucap Aludra dengan suara bergetar.
"Papa mertuamu memiliki hubungan dengan anak angkatnya sendiri."
DEG
Apalagi ini? Jantung Aludra rasanya ingin meninggalkan tubuhnya saat ini juga untuk berlari karena tak sanggup rasanya mendengar apa semua ini.
Aludra memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mama mertuanya sendiri. Tapi melihat bagaimana tangis Mama Ana, tidak mungkin jika wanita itu berbohong.
"Ma," ucap Aludra dengan suara bergetar memeluk Mama Ana yang sudah menangis.
"Su-sudah berapa lama, Ma?" tanya Aludra lirih.
"Sejak awal, Nak," jawab Mama Ana sendu.
"Maksud Mama?" tanya Aludra tak paham.
"Papamu membawa Rea kesini saat dia berumur enam belas tahun. Awalnya kami sangat senang karena Rea akan menjadi anak perempuan keluarga Bailey. Papa mertuamu bilang dia menemukan Rea di panti asuhan. Karena kepolosan Rea dan kelihaian Papa mertuamu dalam berbohong, akhirnya kami semua percaya dan mengadopsi Rea sebagai anak. Namun siapa sangka, wanita polos yang kami sayangi itu ternyata selingkuhan Papa mertuamu sendiri," jawab Mama Ana menceritakan.
Aludra menghirup udara banyak mendengar cerita Mama Ana yang sangat menyesakkan dadanya. Dia saja yang mendengarnya sudah merasakan sangat sesak, apa lagi Mama Ana yang mengalaminya sendiri? Aludra tidak bisa bayangkan bagaimana bentu hati wanita kuat di depannya ini.
"Dan Mama tahu sejak kapan, Ma?" tanya Aludra dengan suara bergetar.
"Sejak awal Papa mertuamu meminta kami tinggal di New Zealand. Tiga tahun lalu," jawab Mama Ana lirih.
__ADS_1
"Dan selama itu Mama menahannya sendiri?" tanya Aludra tak percaya.
Mama Ana menatap sendu Aludra. "Mama tak punya kuasa untuk melawan, Nak. Karena rumah tangga kalian adalah taruhannya. Mama Tidak mau kalian merasa tersakiti karena perbuatan Papa mertuamu. Mama tidak mau kalian kecewa terhadap lelaki yang kalian jadikan contoh. Terutama Zergan, dia sangat menyayangi Papanya. Mama tidak ingin semua kecewa," jawab Mama Ana menangis.
"Dan membiarkan hati mama sakit tidak berbentuk sendiri tanpa ada yang mengobati?" tanya Aludra sendu dengan segala perhatiannya.
"Apapun akan seorang ibu lakukan untuk kenyamanan anak-anaknya, Nak," jawab Mama Ana.
"Tapi tidak begini juga, Ma," ucap Aludra tak percaya.
"Dan sejak kapan Mas Zergan tahu semua ini, Ma?" tanya Aludra hati-hati.
"Sejak dua bulan lalu. Sejak sandiwara itu dimulai. Zergan sudah mengetahui semuanya," jawab Mama Ana.
Ana menghela nafas pelan dan membuangnya perlahan. Sungguh, tidak mudah untuk menerima semua ini. Meskipun dia hanya anak menantu, tapi dia tetap merasakan sakitnya dibohongi oleh lelaki yang dia anggap sebagai ayah kandungnya sendiri. Lalu bagaimana dengan suaminya? Lelaki yang dia jadikan panutan ternyata seorang lelaki brengsek yang tidak lebih tinggi dari sampah.
"Karena itu mama minta maaf karena sudah menganggap kamu yang tidak-tidak, Nak. Kasih sayang papa mertuamu padamu hanya untuk menutupi hubungannya dengan Rea," ucap Mama Ana tulus dengan penuh penyesalan menatap Aludra.
"Aludra selalu memaafkan Mama," ucap Aludra memeluk Mama Ana.
"Mulai sekarang Mama tidak sendiri. Ada Alu dan Mas Zergan yang akan menjadi tempat Mama pulang. Kami adalah anak Mama. Mama adalah wanita tangguh yang kami miliki," ucap Aludra jujur.
Aludra mengangguk singkat. "Apa Ma?" tanya Aludra lembut.
"Apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan Zergan, Alu. Mama tidak tahu bagaimana hidupnya jika.kamu pergi meninggalkannya. Mungkin kehancuran akan di depan mata, Nak," ucap Mama Ana memohon.
"Jika memang berniat pergi, sudah sejak awal Alu pergi, Ma," jawab Aludra tersenyum sambil menggenggam pergelangan tangan Mama Ana.
Mama Ana sedikit meringis dan merintih. Aludra yang melihat itu menautkan alisnya bingung. "Kenapa, Ma?" tanya Aludra heran.
Mama Ana hanya tersenyum dan mengangguk. Merasa curiga, Aludra semakin menekan pergelangan tangannya dan itu membuat Mama Ana semakin merasakan ngilu dan sakit.
Dengan perlahan, Aludra menundukkan pandanganya menatap kebawah bagian pergelangan tangan Mama Ana.
Luka.
"Ini kenapa Ma?" tanya Aludra melihat bekas memar dan juga kebiruan di pergelangan tangan Mama Ana.
"Bukan apa-apa, Nak. Hanya sakit sedikit," ucap Mama Ana segera menarik pergelangan tangannya dari genggaman Aludra.
__ADS_1
"Bukankah Alu sudah menjadi anak Mama? Lalu kenapa masih saja ada yang disembunyikan?" tanya Aludra sendu.
Mama Ana menunduk. Wanita itu tidak kuasa jika menceritakan bagaimana dia di pasung saat Adam dan Rea menghabiskan waktu bersama di New Zealand. Sungguh, itu sangat menyakitkan sekali.
Melihat reaksi Mama Ana, Aludra menghela nafas pelan. "Aludra mengerti jika Mama belum bisa bicara. Tapi sampai kapanpun, ada Alu dan Mas Zergan yang akan menjadi tempat Mama bersandar. Mama jangan merasa sendiri karena itu, Ma," ucap Aludra lembut.
Mama Ana mengangguk. Wanita paruh baya itu memeluk erat tubuh Aludra untuk menyalurkan sedikit rasa sesak yang kini hinggap di dadanya. Aludra membalas pelukan Mama Ana. Bukan hanya pelukan, saat ini Mama Ana sangat membutuhkan sosok anak dan teman untuk saling berbagi.
.....
Disepanjang perjalanan pulang, Aludra hanya diam dengan pandangan menatap luar jendela. Sedangkan Zayn sudah tidur di kursi belakang.
Zergan yang melihat itu menghela nafas pelan. Apa mungkin Aludra ada tersinggung dengan perkataan Mama Ana? Atau Aludra semakin marah padanya karena menyembunyikan semua ini? Zergan sungguh sangat tidak bisa mengartikan diamnya Aludra saat ini.
"Sayang," panggil Zergan lembut.
Aludra sedikit menoleh. "Hem," jawab wanita itu singkat.
"Ada apa?" tanya Zergan.
"Tidak ada apa-apa," jawabnya lagi apa adanya.
"Jangan bohong, Sayang. Ada apa?" tanya Zergan lagi.
"Jika aku bertanya apa kamu akan jawab jujur?" tanya Aludra sebelum buka suara.
"Tentu Sayang," jawab Zergan yakin.
Aludra terdiam sebentar. Dia menatap Zergan lekat. "Apa selain selingkuh, Adam Bailey juga melakukan kekerasan?" tanya Aludra pelan.
Zergan mengalihkan pandangannya mendengar pertanyaan Aludra.
"Kamu sudah berjanji akan menjawab jujur," ucap Aludra cepat menangkap gelagat Zergan yang tidak akan menjawab.
Zergan hanya bisa mengangguk. Disembunyikan pun sudah tidak ada gunanya. Aludra sudah terlanjur mengetahui semuanya. "Mama dipasung saat Adam Bailey dan Rea menghabiskan waktu bersama."
......................
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉