
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Adam dan Rea bergumul nikmat dibalik selimut menikmati setiap sentuhan dan erangan yang mereka berikan satu sama lain. Hingga beberapa menit mereka mencapai puncak kenikmatan yang bergelimang akan dosa dan sangat menjijikan bagi mereka yang tidak halal untuk bersentuhan. Sedangkan Rea dan Adam merupakan dua insan yang sangat haram untuk bersentuhan apalagi melakukan hubungan suami istri diluar ikatan pernikahan. Sungguh, dua manusia tidak pernah takut akan dosa.
Selesai dengan kegiatan, tubuh Adam ambruk diatas tubuh Rea. Setelahnya Adam turun dari tubuh Rea dan memeluk wanita itu dengan lengannya sebagai bantalan oleh Rea.
Saat asik berbincang dan mengecup ringan, ponsel yang tergeletak di meja sebelah ranjang berdering. Dengan segera adam mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau untuk menerima panggilan
"Ya?" ucap Adam setelah mengangkat sambungan teleponnya.
"Perusahaan kacau, Tuan," ucap seseorang diseberang sana terdengar panik.
"Apa maksudmu?" tanya Adam mendudukkan tubuhnya karena kaget.
"Harga saham kita turun drastis, Tuan!"
"APA?!" teriak Adam reflek dan langsung terduduk sehingga membuat Rea terkejut bukan main.
"Kau dimana sekarang?" tanya Adam lagi pada seseorang dibalik telepon yang tak lain adalah anak buahnya sendiri.
"Saya masih di perusahaan, Tuan," jawab sekretaris Adam.
"Saya kesana dalam setengah jam," ucap Adam dan langsung memutus sambungan teleponnya.
"Ada apa?" tanya Rea lembut mengusap pelan bahu Adam.
"Ada masalah di perusahaan. Aku pergi sebentar, ya," ucap Adam menatap Rea.
Rea mengangguk. "Hati-hati," ucap Rea dan dibalas anggukkan oleh Adam.
__ADS_1
Dengan tergesa Adam memakai kembali pakaiannya di depan Rea tanpa ada rasa canggung sedikitpun diantara mereka.
"Aku pergi dulu," ucap Adam setelah selesai dan mengecup singkat dahi bibir Rea.
Rea menatap kepergian Adam dengan pandangan yang tak bisa diartikan. "Entah sampai kapan aku akan begini. Mendapatkan Zergan rasanya akan sangat mustahil sekarang. Aku sudah terlanjur basah. Haruskan aku menyelam saja dan menjadi pendamping hidup Adam?" gumam Rea bimbang akan masa depannya nanti. Meskipun bejat, tapi Rea akui dia juga takut jika nanti masa depannya akan hancur. Walaupun memang sekarang sudah hancur, tapi dia tidak mau membuatnya semakin rumit.
.....
"Apa yang terjadi?" tanya Adam pada sekretarisnya begitu sampai di ruangannya.
"Harga saham benar-benar turun drastis, Tuan," jawab sekretaris lelaki Adam dengan paras bule yang sangat kental.
Adam beralih duduk di sofa dan mengambil alih laptop yang ada di depan sekretarisnya. Dengan jeli mata Adam menatap setiap pergerakan garis-garis itu yang membuat orang awam pusing saat melihatnya.
"Apa berita ini sudah sampai pada investor kita, Mark?" tanya Adam tanpa mengalihkan pandanganya.
Mark menggeleng. "Belum Tuan. Tapi saya khawatir, sepat atau lambat para investor akan mengetahui ini. Bukan hal mustahil bagi mereka untuk mengetahui ini dengan cepat, Tuan," jawab Mark.
Adam menghela nafas kuat. Tangannya mengepal melihat layar laptop itu. Satu nama yang kini ada dibenak Adam.
Zergan.
Kau terlalu berani bermain dengan Papamu, Zergan. Batin Adam penuh kemarahan.
"Aku akan ke Indonesia besok. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan, Mark. Dan untuk para investor, aku percayakan padamu bahwa mereka tidak akan menarik saham dari perusahaan kita," jawab Adam cukup tenang.
Mark hanya bisa mengangguk. Meskipun dalam hati dia sedikit ragu akan bisa melaksanakan perintah Adam.
.....
"Kenapa sangat mendadak sekali?" tanya Rea membantu Adam mengemasi pakaiannya ke dalam koper.
"Aku harus bertemu Zergan, Rea," jawab Adam.
"Tapi kenapa?" tanya Rea menuntut.
Lelaki paruh baya itu mengentikan aksinya di depan cermin dan berbalik menatap Rea. "Saham perusahaan turun. Dan aku curiga ada campur tangan Zergan dalam hal ini," jawab Adam.
"Kau lebih berpengalaman dari anakmu itu. Aku yakin kau pasti bisa menyelesaikannya," jawab Rea menatap Adam lembut.
__ADS_1
Adam berjalan mendekati Rea.
"Apa kau akan bertemu istrimu disana?" tanya Rea lagi.
Adam terkekeh. "Ibu tirimu?" tanya Adam yang dibalas anggukan dan senyum oleh Rea.
"Tentu. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Tapi percayalah, kau segalanya Rea," jawab Adam menatap lekat mata Rea.
Rea menghela nafas pelan. Entahlah, perasaan Rea sangat bimbang saat ini. Mengabiskan waktu dengan Adam dan memberikan tubuhnya pada lelaki setengah abad itu, membuat Rea memiliki rasa pada Adam. Entahlah, Rea juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri
.....
Zergan terkekeh melihat hasil kerja ibu jarinya beberapa waktu lalu. Dalam sekejap, harga saham perusahaan Adam turun drastis.
Wira yang memijat Zergan ikut tersenyum. Tapi sedetik kemudian, wajahnya berubah sendu. "Ini semua untuk membalas Adam, tapi Kakek Fatih juga kena imbasnya, Gan," ucap Wira.
Zergan balas menatap Wira dan mengangguk. "Tenang aja. Gue udah minta izin pada Kakek. Gue rasa, beberapa hari Adam Bailey akan datang kesini," ucap Zergan tenang.
"Perusahaan yang sedang kita usahakan kehancurannya adalah perusahan yang di bangun oleh Kakek Fatih dengan keringatnya, Gan," ucap Wira lagi.
Zergan mengangguk. "Gue gak sekejam itu untuk menghancurkan kerja keras Kakek, Wir. Semuanya udah gue pertimbangkan dengan segala resikonya," jawab Zergan menerawang.
Beberapa detik mereka berdua terdiam. Zergan dan Wira asik dengan pemikiran mereka masing-masing. Hingga Zergan kembali dengan kabar yang tadi dia dengar dari Aludra.
"Wir," panggil Zergan pelan.
"Hem," jawab Wira menatap Zergan.
"Hubungi Rio. Minta dia untuk datang ke perusahaan besok. Kita harus bicarakan apa yang tadi dikatakan Aludra. Dia harus tau semua ini, atau mungkin dia juga terlibat dalam semua ini," ucap Zergan yang dianggukki oleh Wira.
Semua harus jelas. Mereka harus bisa mencari siapa sebenarnya lelaki itu yang ikut dalam membuat kesalahpahaman antara Aludra dan Zergan. Apapun motifnya, dia harus bertanggungjawab.
Sedangkan di sebuah ruang besar, Fatih duduk tenang di kursi goyangnya dengan menatap layar laptop yang kini diperlihatkan oleh Anwar. "Zergan melangkah lebih cepat, Tuan besar," ucap Anwar menatap Fatih.
Fatih mengangguk. "Wajar jika Zergan melakukan ini. Apa yang diperbuat Adam sungguh diluar kendali, Anwar. Sulit untuk memberi maaf atas apa yang dia lakukan," ucap Fatih tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku tidak menyangka. Hasil kerja kerasku dulu, kini hancur karena darah daging ku sendiri."
................
__ADS_1
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉