Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 45


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


"Memang. Ada hal yang lebih mengejutkan nanti. Kejutan untuk mu, dan Ayah tirimu ini," ucap Zergan berani. Lelaki itu nampak tak ada takut untuk bicara pada Adam dan Rea.


"Jangan mengintimidasi adikmu, Zergan!" ucap Adam Bailey tegas.


"Lebih tepatnya selingkuhan mu, bukan?" jawab Zergan menatap tegas Adam.


Deg


Jantung Rea berdetak cepat mendebat perkataan Zergan. Wanita itu terkejut bukan main mendengar Zergan yang mengetahui semuanya.


"Jangan mengatakan fitnah, Bang," ucap Rea dengan wajah sendunya.


Zergan terkekeh pelan. Lelaki itu memandang sinis Rea yang berdiri tak jauh darinya. "Sekali ******, akan tetap jadi jalan!" ucap Zergan sama sekali tak memikirkan perasaan Rea.


Tentu! Untuk apa Zergan memikirkan perasaan Rea. Yang penting baginya hanya perasaan Aludra, Zayn dan Mama Ana.


Adam yang melihat itu tetap memasang wajah tenang. Lelaki paruh baya berusaha untuk tidak terpancing atas apa yang Zergan katakan.


"Mulutmu omong kosong, Zergan!" ucap Adam tegas.


Zergan mengangkat bahu acuh. "Aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi," jawab Zergan santai.


"Tapi Abang bohong!" ucap Rea tak terima.


"Anggaplah aku berbohong. Lalu kenapa kau cemas begitu?" tanya Zergan.


Rea langsung memasang wajah normalnya. Wanita itu nampak sangat gugup dengan apa yang terjadi. Dia memandang Adam yang nampak sangat tenang. Adam mengangguk memberi kode pada Rea agar wanita itu tetap tenang dan tidak terpancing atas apa yang Zergan katakan.


"Jadi apa maksudmu ingin bebas dari perusahaan Papa?" tanya Adam berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Aku ingin menjadi perusahaan mandiri. Bukan lagi anak perusahan ini!" jawab Zergan tegas.


Adam terkekeh pelan. "Kau yakin bisa terus bertahan? Aku harap kau bukan kacang yang lupa akan kulitnya, Zergan. Aku ini Papa kandungmu!" ucap Adam.

__ADS_1


"Aku tidak menyangkal akan hal itu. Mau memang Papaku. Tapi dalam keadaan saat ini, kita adalah rekan bisnis," jawab Zergan menatap Adam.


"Abang kenapa sih? Pasti Kak Aludra yang buat Abang begini. Padahal Papa sudah sangat baik sama dia," ucap Rea bicara dengan wajah polos dan nada kesalnya.


"Jangan bawa-bawa istriku dalam hal ini!" jawab Zergan tegas.


"Apa Abang lupa dengan apa yang sudah dilakukan sama Kak Aludra? Dia itu penghianat. Dia bukan hanya mengkhianati Abang, tapi juga semua keluarga Bailey," ucap Rea mencoba untuk menghasut Zergan.


"Jadi bagaimana, Papa?" tanya Zergan menatap Adam tanpa menghiraukan apa yang dikatakan oleh Rea. Sangat malas sekali bagi Zergan untuk membalas perkataan Rea yang terdengar omong kosong.


"Itu tidak akan pernah terjadi, Zergan. Dan aku menyesal menghadiri rapat kosong ini!" ucap Adam menatap tajam Zergan.


Zergan mengangguk. "Jadi permintaanku di tolak?" tanya Zergan lagi.


"Tentu! Tanpa bertanya pun kau tau jawabannya!" jawab Adam tegas.


"Tapi aku tidak mau penolakan!" ucap Zergan tegas menatap Adam tajam. Sungguh, lelaki itu sama sekali tidak takut akan kemarahan Adam. Justru kemasan Adam adalah tujuannya saat ini.


"Abang! Jangan keras kepala," ucap Rea memegang bahu Zergan.


Dengan kasar Zergan menghentakkan tangannya hingga Rea sedikit terhuyung ke samping dan akan terjatuh jika wanita itu tidak berpegangan pada meja rapat.


"Bersikap lembut lah pada adikmu, Zergan!" tegas Adam.


"Abang fitnah Rea," ucap wanita itu dengan wajah sedihnya.


Zergan terkekeh pelan. "Fitnah? Jika tentangmu, aku tidak bisa membedakan fitnah dengan kenyataan," jawab Zergan terkekeh pelan meremehkan Rea.


Tangan Rea mengepal mendengar perkataan Zergan. Wanita itu memandang marah pada Zergan. "Abang benar-benar keterlaluan!" ucap Rea berteriak.


"BERHENTI MEMANGGILKU ABANG DENGAN MULUT KOTORMU!" bentak Zergan jengah dengan sikap Rea yang keterlaluan dengan segala sandiwaranya.


PLAK.


Kepala Zergan menoleh ke samping ketika tangan Adam mendarat sempurna di pipinya.


"JANGAN BERANI MENAMPAR ANAKKU!"


Mereka semua menoleh ke arah pintu ruang rapat. Disana, diujung pintu Mama Ana berdiri dengan wajah marah memandang Adam.


"Jangan pernah menampar anakku, Tuan Adam Bailey!" ucap Mama Ana menekankan sekali lagi di setiap perkataanya.


"Mama," panggil Zergan pelan.


Mama Ana segera menangkup pipi Zergan dengan lembut yang terdapat sedikit robekan di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Turuti keinginan anakku atau aku akan menuntut perceraian dan segala perbuatannya!" ancam Mama Ana tegas menatap Adam Bailey.


"Anak dan Ibu sama-sama tidak tahu diri!" desis Adam tajam.


"Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman mu!" lanjut Adam menatap Mama Ana.


Rea yang melihat itu hanya diam. Entahlah, wanita itu bingung harus mengatakan apa saat ini. "Mama k-"


"Jangan memanggil mama ku dengan mulut KOTORMU!" ucap Zergan menekankan kata kotor di akhir kalimatnya.


"Sekali lagi, turuti permintaan anakku atau aku akan menuntut mu di pengadilan!" ancam Mama Ana menatap berani pada Adam Bailey.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu!" jawab Adam tegas.


Zergan yang mendengar itu terkekeh. Dia mengusap pelan darah yang ada di sudut bibirnya. Setelahnya lelaki itu berdiri mengambil alih posisi Ana. Hingga saat ini, dia berada tepat di depan Adam dan Mama Ana di belakangnya.


"Kau tetap tidak mau?" tanya Zergan dengan nada pelan namun tegas.


"Tentu!" jawab Adam Bailey tegas.


Zergan menoleh kebelakang mendengat jawaban Adam. Lelaki itu menatap Mama Ana dengan pandangan lembut. "Maaf, Ma," ucap Zergan lembut.


Lelaki itu memasangkan penutup mata dan sebuah handset di telinga Mama Ana yang sudah tersambung dengan ponsel miliknya yang memutar sebuah lagu kesukaan Mama Ana.


Mama Ana yang bingung hanya diam dan mengangguk. Dia akan mendukung apa yang akan Zergan lakukan. Setelah berpikir panjang, akhirnya wanita paruh baya itu memberanikan diri untuk melawan Adam. Setelah bicara panjang lebar dengan Zergan, akhirnya wanita itu mantap untuk membela Zergan. Jika Adam adalah lelaki baik dan suami idaman, mungkin Mama Ana akan memilihnya. Tapi dengan segala kesakitan yang dia terima, Mama Ana lebih mementingkan semua kebenaran yang ada.


Adam menatap laptopnya yang sudah tersambung ke layar proyektor. Lelaki itu menekan enter hingga sebuah video terputar di layar besar itu.


"Ahhh, Baby," sebuah suara dari video itu membuat Rea dan Adam menegang di tempatnya.


Tidak main-main, Zergan memutar video berdurasi sepuluh menit yang menayangkan permainan panas Rea dan Adam di atas ranjang.


Tangan Adam mengepal kuat. Rea yang melihat itu hanya bisa menunduk dalam menyembunyikan rasa malu dan marahnya sekaligus.


"Bagaimana Tuan Adam?" tanya Zergan menatap Adam remeh.


"Bagaimana ******?" tanya Zergan beralih pada Rea yang menunduk.


Tidak kuat, Zergan segera mematikan video tersebut. Dia tersenyum penuh kepuasan menatap Adam yang juga menatapnya penuh kebencian. "Kau dapatkan apa yang kau mau."


................


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat hari raya idul Fitri teman-teman. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan kembali fitrah 😉😉. Minal aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2