Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 141


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Fatih dan anwar baru saja mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Lelaki tua itu benar-benar memutuskan untuk pulang ke Indonesia menemui zergan. Dia juga sudah meminta orang kepercayaannya untuk berjaga-jaga di bailey group. waspada jika nanti tiba-tiba adam baikey berulah.


"Apa kita tidak perlu istirahat dulu, Tuan?" tanya anwar saat mereka sudah menaiki mobil yang menjemput kedatangannya.


"Kita langsung ke rumah sakit, anwar," jawab fatih menatao ke luar jendela.


"Kesehatan anda juga harus diperhatikan, Tuan," ucap fatih perhatian. sungguh, anwar sangat iba melihat tuannya ini. padahal sudah usia senja, tapi dia masih mengurusi urusan yang bahkan sangat rumit. Tapi Allah memang maha adil. Allah berikan masalah, Allah juga yang memberikan kesehatan kepada fatih untuk mengurus semua ini.


"Aku baik-baik saja Anwar. Aku sungguh memikirkan cucuku," jawab fatih sendu.


"Zergan pasti baik-baik saja, Tuan," jawab Anwar menyemangati Fatih.


"Kenapa tidak pernah habis masalah yang menimpa keluarga ku, Anwar? Kesalahan apa yang aku lakukan hingga sepertinya kehidupan keluargaku tidak pernah ada tenangnya," ucap anwar sendu. Jujur saja, dalam hati kecilnya dia sangat berharap semua baik-baik saja.


"Jangan menyalahkan diri anda sendiri, Tuan. Masalah bukan berarti sebuah karma atau kutukan. masalah juga sebuah ujian dari Allah untuk mengangkat derajat hambanya," ucap Anwar bijak.


Fatih menghela nafas pelan. "Kamu benar. tidak seharusnya aku mengeluh seperti ini," ucap fatih pelan.


"Kita tidak dilarang mengeluh, Tuan. Tapi jangan sampai keluhan kita menjadi sebuah umpatan untuk semua nikmat yang Tuhan berikan," ucap anwar.


Fatih menoleh pada anwar dan tersenyum. mereka duduk berdua di bangku belakang mobil sedangkan di kursi kemudi ada sopir yang sudah anwar siapkan lebih dulu. "Terimakasih, Anwar. Jika tidak ada dirimu, entah bagaimana aku sekarang," ucap fatih tulus.


"Sama-sama, tuan. saya juga tidak akan seperti sekarang jika bukan karena semua kebaikan anda," jawab anwar sopan.


"Kau memang pantas mendapat semuanya, Anwar. Ketulusan dan kesetiaanmu adalah hal paling mahal dalam dirimu. Pertahankan itu," ucap fatih yang dianggukki oleh Anwar.


Satu jam dari bandara, mobil yang dinaiki fatih dan anwar sampai di rumah sakit tempat zergan di rawat. Dengan langkah yakin kedua lelaki tua itu berjalan memasuki rumah sakit dan segera menuju ruangan Zergan yang sudah mereka ketahui orang kepercayaan mereka.


Fatih menatap pintu di depannya yang tidak tertutup sempurna. Dia dapat mendengar semua yang dibicarakan termasuk usulan dokter rizal yang akan membawa zergan ke thailand.


melihat keraguan dalam diri Zergan, fatih memutuskan untuk segera masuk ke ruangan zerga.


"Urus keberangkatannya, Dokter," ucap fatih dengan suara tegasnya.


Semua yang ada diruangan terkejut dan menoleh. betapa terkejutnya mereka melihat siapa yang datang.


"Kakek."


"Ayah."


Fatih dan anwar berjalan medekat. "Ikuti saran dokter rizal, Zergan!" ucap fatih lagi yang kini sudah berdiri di sebelah ranjang zergan.


Sedangkan wira yang masih terkejut hanya bisa mengikuti saat ayahnya menarik tangan lelaki itu untuk duduk di sofa. "Bisa-bisanya kau menyembunyikan semua ini," ucap anwar berbisik tajam pada anaknya.


"Ayah pasti tahu kalau zergan sudah memaksa bagaimana," jawab Wira juga berbisik.

__ADS_1


Anwar menghela nafas pelan. kini ayah dan anak itu duduk di sofa membiarkan fatih bicara dengan zergan dan yang lain.


banyak yang ingin wira tanyakan pada ayahnya. mengapa mereka bisa kesini? mengapa mereka bisa tahu semua ini? tapi wira hanya bisa menahan karena situasi sekarang sangat tidak memungkinkan baginya untuk bertanya.


Ah iya! Wira baru ingat. Dia tidak perlu bertanya karena kakek fatih memiliki kata-kata dimana saja. Dia dan zergan benar-benar kecolongan kali ini.


"Kenapa kakek bisa disini?" suara zergan bertanya menatap fatih dengan raut terkejutnya.


"Tidak usah banyak tanya. kau tentu tidak lupa dengan siapa kakekmu ini. Kali ini kau benar-benae kecolongan dariku, Cucuku," ucap kakek fatih mereka coba mencari perlawanan agar cucunya itu kembali semangat.


Zergan mendelik dan berdecak kesal. "Kekuasaan adalah hal utama," jawabnya malas.


"Tentu. karena jika tidak, kau akan tetap diam mengenai semua ini," ucap fatih santai.


"Jadi, karena aku berkuasa, kau harus mengikuti saran dokter rizal untuk berobat ke thailand!" ucap fatih tegas.


"Aku tak mau!" jawab Zergan tanpa berpikir.


fatih berdecak malas. "Ayolah! Kau ini bukan lagi anak kecil yang harus dibujuk dengan segenggam. permen agar mau berobat. kau sudah suami orang. Pikirkan anak dan istrimu. mereka pasti juga menginginkan kesembuhanmu," ucap fatih kesal dengan zergan.


"aludra itu lagi hamil, Kakek. Tidak mungkin aku meninggalkannya dalam keadaan seperti itu. dan aku percaya kalau waktu berobat ini pasti tidak akan sebentar. Aku tidak mau!" tolak zergan.


"Ck! siapa suruh juga kau menyembunyikan semua ini dari Istrimu. Dasar bodoh!" ucap fatih yang membuat zergan semakin kesal.


Mama ana, dokter rizal dan dokter David yang melihat itu ikut tersenyum. secara tidak langsung, perkataan yang diberikan oleh Fatih menjadi sebuah rangsangan bagi Zergan untuk memancing syaraf motoriknya. Dan itu sangat baik untuk saat ini.


Bukannya tersinggung, fatih malah terkekeh pelan. "Tidak apa-apa. tapi yang pasti aku tidak sepertimu yang menyembunyikan semuanya dari istri sendiri. dasar pengecut!" jawab Fatih santai namun sangat memancing kekesalan Zergan.


.....


Di luar rumah sakit, aludra berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan dokter David. Dia sudah sangat hafal ruangan dokter David karena sering menemani Zergan untuk memeriksa kesehatan rutinnya.


"Permisi," ucap aludra sopan pada asisten dokter David yang ada disana setelah membuka pintu ruangan dokter David.


"ada yang bisa saya bantu?" jawab dokter muda perempuan itu.


"Apa dokter David ada?" tanya aludra sopan.


"Maaf, Nyonya. Saat ini dokter David sedang kunjungan bersama dokter rizal ke ruangan pasiennya," jawab dokter muda itu sopan.


"Berapa lama?" tanya aludra.


"saya kurang tahu, Nona. Karena ini adalah pasien pribadi dokter David sendiri," jawabnya jujur.


"Pasien pribadi?" tanya aludra dengan perasaan tak karuan. Karena pasalnya, zergan juga merupakan pasien pribadi dokter David.


Aludra menggeleng. suaminya sedang di New Zealand saat ini, jadi tidak mungkin juga berasa disini.


"Boleh saya tahu ruangannya?" tanya aludra sopan.

__ADS_1


Dokter muda itu mengangguk. "Ruang VVIP 1, nyonya," jawab dokter muda itu jujur.


"Baiklah. terimakasih, Dokter. Saya permisi," ucap aludra pamit.


Aludra berjalan menaiki lift untuk menuju ruangan yang tadi disebutkan oleh asisten dokter David. setahu aludra, itu adalah ruangan yang sama tempat zergan dirawat bulan lalu. "Ya Allah, semoga perasaan ini gak bener," ucap aludra memohon.


Aludra sampai di depan pintu ruangan yang tadi disebutkan oleh Asisten dokter David. Dengan perlahan di membuka pintu agar tak menimbulkan suara yang mengganggu.


DEG


Jantung aludra berdetak cepat melihat semua keluarganya ada disini. Ditambah lagi melihat orang yang kini duduk di ranjang itu adalah suaminya. Dari pintu, aludra dapat mendengar semuanya. Perasaan sakit, kecewa dan marah bercampur saat mengetahui semua ini. ternyata hanya dirinya saja yang tidak mengetahui penyakit zergan. bahkan wira dan anwar yang merupakan ibarat orang luar mengetahui semua ini.


Wira dan Anwar yang menyadari seseorang membuka pintu menoleh.


DEG


Jantung mereka berdetak tak karuan menangkap seorang wanita dengan perut buncit nya berdiri di pintu dengan mata yang sudah berair.


Aludra membalas tatapan wira dan anwar dengan mata berairnya. aludra menggeleng menatap wira dengan perasaan kecewa.


Mulut anwar dan wira rasanya terkunci saat tak bisa mengatakan apapun saat ini. sedangkan di depan sana, zergan dan fatih masih asik beradu pendapat.


"Tidak apa-apa. tapi yang pasti aku tidak sepertimu yang menyembunyikan semuanya dari istri sendiri. dasar pengecut!"


"Jangan asal bicara, Kakek. aku melakukan ini karna tidak mau kandungan aludra kenapa-napa," jawab Zergan dengan suara kesal.


"Berapa lama pengobatan di thailand, Dokter?" tanya fatih yang tidak lagi menjawab perkataan Zergan.


"Aku tidak bisa memastikan. tergantung seberapa cepat perkembangan zergan disana," jawab dokter Ryan.


"Dua bulan?" tanya fatih lagi.


"Mungkin saja dan bisa lebih," jawab dokter Ryan yang membuat fatih mengangguk.


Tangan aludra mengepal erat mendengar semuanya. Ini adalah hal penting tapi zergan menyembunyikan semuanya.


"Kau harus terima, gan. Ini demi kesembuhanmu. Aludra biar aku yang mengatakan nanti," ucap fatih pada Zergan.


Zergan menghela nafas pelan. Dia mengangkat kepalanya. Saat hendak menoleh menatap fatih, mata zergan lansung membola melihat seorang wanita yang sudah berdiri di pintu.


DEG


Posisinya sangat terlihat dari tempat zergan. Badan zergan panas dingin. "Sa-Sayang."


......................


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!

__ADS_1


__ADS_2