
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
"Udah gue kirim," ucap Wira.
Zergan mengangguk dan memeriksa ponselnya. Mata lelaki itu membulat sempurna melihat apa yang ada di layar ponselnya. "Lo serius?" tanya Zergan tak percaya.
Wira mengangguk.
"Kalau gitu, aludra selama ini belanja pakai apa?" tanya Zergan heran.
wira juga heran awalnya. Tapi melihat kehidupan aludra yang sederhana dia jadi tahu bahwa wanita itu tidak suka belanja barang mewah.
"Kan itu di rekening pribadinya aludra ada uang keluarnya," ucap wira memberitahu Zergan.
Zergan kembali melihat ponselnya. Benar ternyata. tagihan di kartu kredit sangat sedikit, tapi aliran dana rekening aludra cukup banyak, tapi zergan mengira itu masih dalam jumlah yang normal.
"Jadi aludra gak pernah pake uang bulanan yang gue kasih?" tanya Zergan lagi.
"Jangan salah paham dulu. Bisa jadi aludra memang sengaja menabungnya. Takut nanti suaminya berulah," ucap Wira sedikit menyindir Zergan.
Zergan menghela nafas pelan. "Apa aludra masih kerja, ya?" tanya Zergan lagi.
"Bisa jadi juga. Lagian pekerjaan aludra juga tidak mengharuskan dia untuk keluar rumah," jawab Wira ikut menebak.
"Tapi gue udah minta aludra untuk berhenti," jawab zergan lagi.
"Mending tanyain dulu, Gan. Jangan mengada-ngada hal yang belum tentu. nanti ujung-ujungnya lo bakal nethink dan berakibat buruk buat rumah tangga lo," ucap wira menasehati Zergan.
Zergan mengangguk. "Ayo pulang," ucap Zergan bangun dari duduknya dan hendak berjalan keluar ruang meeting.
Dahi wira berkerut. "Kok pulang? ini baru jam makan siang," jawab Wira heran.
"Jangan terlalu keras dan mengekang, Gan," ucap Wira santai.
"itu penting buat kebaikan aludra dan rumah tangga gue, Wir. Nanti kalau lo udah nikah, lo bakal tahu," jawab Zergan serius.
Wira menghela nafas pelan. Tidak ingin adu mulut dengan zergan akhirnya wira membiarkan zergan pergi.
"Nanti gue balik lagi," teriak zergan yang sudah berjalan keluar ruangan meeting.
Wira menggeleng pelan. "Posesifnya gak ilang-ilang," gumam lelaki itu heran dengan sikap sahabatnya yang over kepada Aludra. Sebenarnya wajar-wajar saja jika posesif terhadap istri sendiri, tapi menurut wira sahabatnya sedikit berlebihan.
.....
Rea menatap hidangan di depannya. Dia tersenyum saat semua sudah tertata dengan rapi. Sekarang hanya tinggal memanggil Adam untuk ikut makan malam bersama.
__ADS_1
Dengan langkah yakin Rea berjalan menaiki tangga menuju lantai dua. Sampai di depan kamar adam, Rea langsung mengetuk nya namun tidak ada jawaban apa-apa.
Dengan sedikit ragu Rea langsung membuka pintu kamar adam. Rea bernafas lega melihat adam yang Duduk bersandar di kepala ranjang sambil menonton televisi.
"Ayo makan malam, Mas adam," ucap Rea lembut.
Adam tadinya fokus melihat televisi menoleh sebentar. Setelah itu dia kembali menatap layar datar itu.
"Mas."
"Jangan menggangguku, Rea," jawab Adam datar.
"Kamu harus ma-" perkataan Rea terhenti ketika dia ikut melihat layar televisi.
Pantas saja adam menolak. lelaki itu sedang menyaksikan wajah yang begitu cantik dari layar televisi. Layar televisi itu menampilkan ana dan fatih serta beberapa petinggi Bailey group yang lain untuk mengumumkan struktur kepemimpinan yang baru dari perusahaan itu. Ana nampak sangat cantik dengan riasan elegan dan pakaian yang sopan. inilah tipe adam sebenarnya, tapi siapa yang sangka, noda yang dia berikan sudah terlalu tebal sampai mustahil rasanya untuk dihilangkan.
"Mama ana jadi pemilik Bailey group?" tanya Rea pelan.
Adam terkekeh. "Dia benar-benar wanita sempurna sekarang," jawab adam dengan binar bangga di matanya.
"Kau tidak marah dia menggantikan posisimu?" tanya Rea menatap adam.
"Bahkan itu saja belum cukup untuk mengobati rasa sakitnya. Ada apa? kau iri?" tanya Adam menatap Rea.
Rea tersenyum dan menggeleng. "Aku tidak iri dengan apa yang Mama Ana dapatkan. tapi aku iri dengan segala sabar dan tabahnya," lanjut Rea membatin.
sudah tidak ada waktuku untuk berbuat jahat. Untuk bertaubat saja rasanya masih sangat kurang. Batin Rea jujur.
"Kau benar-benar masih mencintai mama ana?" tanya Rea ragu.
Adam terkekeh pelan. "Cintaku pada ana adalah murni, sedangkan denganmu hanya nafsu," jawab adam menohok.
Rea hanya bisa tersenyum. "Apa kau tidak bisa mencintaiku sama seperti kau menaruh hati pada mama ana?" tanya Rea sendu.
"Jelas tidak!" jawab Adam tegas dan jelas.
Rea mengangguk dan tersenyum pedih. bulat sudah tekad Rea untuk tetap menyembunyikan janin yang masih ada dalam perutnya.
"Ayo makan malam," ajak Rea lagi menyampaikan kembali maksud kedatangannya ke kamar adam.
"Aku sudah kenyang," jawab adam singkat.
"Kau sudah makan?" tanya Rea lagi.
Adam hanya mengangguk.
Rea yang bingung menoleh sekeliling kamar adam. ternyata benar, di meja sudut kamar ternyata sudah ada box bekas makanan cepat saji. Entah kapan lelaki itu membelinya Rea tak tahu.
__ADS_1
"Jangan terlalu sering makan makanan cepat saji, tidak baik untuk kesehatanmu," ucap Rea lembut menasehati adam.
Memang itu yang aku harapkan. Dengan sakit keras nanti ana pasti akan kasihan dan kembali padaku. Batin Adam dengan segala rencana dalam pikirannya.
"Jika nanti kau lapar lagi, turunlah. Aku sudah masak banyak untuk malam ini," ucap Rea dan segera berbalik keluar dari kamar adam.
"Segala usaha untuk menggoda," gumam adam tersenyum remeh tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.
.....
Sedangkan di Indonesia, waktu baru menunjukan waktu makan siang. Zergan keluar dari mobilnya begitu sampai di rumah.
"Mama kemana, Nak?" tanya Zergan pada Zayn yang main bersama teman kompleknya yang bernama Bima di teras rumah.
"mama di kamar, Pa," jawab Zergan yang dianggukki oleh Zergan.
lelaki itu langsung meninggalkan Zayn dan berjalan memasuki rumah.
Zergan membuka pintu kamarnya. Lelaki itu melihat aludra yang sibuk dengan laptopnya sambil selonjoran di ranjang.
"Kamu sibuk?"
Aludra yang tadinya fokus reflek menutup laptopnya begitu saja ketika mendengar suara zergan. jantung wanita itu berdegup kencang melihat kedatangan Zergan.
"Mas udah pulang?" tanya aludra berdiri dan tersenyum menatap Zergan.
"Kamu sibuk?" tanya Zergan lagi.
"Eng-enggak, Mas. cuma main-main aja di laptop," jawab aludra gugup.
"Bukankah aku memintamu untuk beristirahat?" tanya Zergan menatap aludra lembut. Lelaki itu benar-benar tak bisa marah pada aludra sama sekali.
"Maaf, Mas. Aku pegel tiduran terus, makanya duduk sambil main laptop," jawab Aludra.
Zergan mengangguk. "Ayo makan siang. Temani aku, ya," ucap Zergan dan langsung berbalik untuk keluar kamar.
Sampai di ambang pintu, Zergan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap aludra. "Kamu tahu aku paling tidak bisa marah sama kamu, Sayang. Tapi jangan manfaatkan itu."
DEG
......................
Wah wah, aludra cari gara-gara.
Oiya, buat yang mau lihat chatnya zergan dan aludra yang buat zergan mabuk kepayang udah bisa lihat postingan di instagram aku yaaa
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
Selamat membaca!!!!!!!!