
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Niko yang berada di luar tentu tidak bisa mendengar panggilan Wira. Karena ruangan Zergan yang kedap suara. Dengan segera wira mengeluarkan ponselngmya mengubungi niko.
"Ke ruangan zergan sekarang!" ucap wira tegas.
Tidak lama, niko masuk dan terkejut melihat atasannya yang sudah tidak sadarkan diri. "Kita bawa zergan ke rumah sakit."
"Ba-baik, pak," ucap niko dengan sigap membantu Wira untuk mengangkat zergan.
Tidak hanya berdua, wira dan niko dibantu oleh beberapa karyawan yang juga lewat saat mereka sudah keluar dari lift menuju lantai satu. Banyak karyawan yang berbisik sambil bertanya-tanya apa yang terjadi dengan atasan mereka.
"Terimakasih, Niko. Saya akan ke rumah sakit. kamu pastikan berita ini tidak tersebar kemanapun. Dan satu lagi, jangan sampai beritahu ibu aludra mengenai ini," ucap wira saat akan naik ke mobil menyusul zergan yang sudah terbarin di kursi belakang.
"Baik, pak," ucap niko patuh meski begitu banyak pertanyaan yang kini berseliweran dalam benaknya.
"Saya titip kantor sama kamu," pesan wira dan setelahnya lelaki itu benar-benar pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan zergan.
Lima belas menit berkendara, mobil wira sampai di rumah sakit. Wira berlari mencari perawat agar membantunya membawa zergan keluar dari mobil dan dipindahkan ke UGD.
"wira," panggil dokter David yang kebetulan juga baru sampai dirumah sakit setelah kembali dari dinas luar rumah sakit.
"Ah alhamdulillah. tolong zergan, dokter," ucap wira khawatir.
"Apa zergan kambuh?" tanya David menebak.
wira mengangguk.
"Kamu tunggu disini. Saya akan menghubungi dokter rizal untuk segera kesini dan memeriksa zergan," ucap dokter David menenangkan Wira.
"Tolong dokter," ucap wira lagi yang dibalas anggukkan oleh dokter David.
Wira menunggu dengan khawatir di luar ruang perawatan. Dia bingung harus bagaimana sekarang. apakah dia harus menghubungi aludra atau bagaimana. tidak ada hak baginya untuk memeberitahu aludra. akan lebih baik. jika zergan sendiri yang berkata jujur.
"Gue bakal telfon tante ana nanti setelah zergan sadar," gumam wira. lelaki itu duduk di kursi tunggu sambil dengan perasaan yang harap-harap cemas. mengingat tadi bagaimana zergan kesusahan u tuk bernafas membuat wira tak kuasa menahan air matanya. Sungguh, dia tidak pernah melihat zergan benar-benae kesakitan seperti ini.
Sedangkan di dalam UGD, dokter rizal yang sudah datang sejak beberapa menit kini memeriksa kondisi zergan bersama dokter David dan beberapa perawat.
"Otot pernafasan pasien semakin lemah, Dokter. ALS nya benar-benar mengincar motorik pernafasan," ucap salah satu perawat laki-laki yang baru saja memeriksa organ dalam zergan dengan sebuah alat yang hasilnya akan keluar dari layar yang ada di sebelah kepala zergan.
"Ya Allah zergan. bertahanlah," ucap dokter David bergumam penuh harap.
"Tapi syarafnya masih berfungsi kan?" tanya dokter Ryan penuh penekanan.
__ADS_1
Perawat itu mengangguk.
"Usahakan agar denyut nadi pasien stabil. Dan jangan sampai kita lengah hingga dia kehilangan motoriknya," ucap dokter Ryan tegas pada timnya.
.....
setengah jam sudah Wira menunggu dengan perasaan cemas di luar UGD. hingga beberapa menit setelahnya dokter Ryan keluar dari UGD bersama dokter David.
"Gimana, dokter?" tanya Wira cemas.
"Alhamdulillah, zergan sudah baik-baik saja. kita akan segera memindahkannya ke ruang perawatan," jawab dokter Ryan yang dianggukki oleh dokter David.
Wira bernafas lega. Rasa syukur terucap dengan sangat besar dalam hatinya atas keselematan zergan.
"Terimakasih banyak, Dokter," ucap Wira tulus.
Dokter Ryan dan dokter David mengangguk. "Tolong temani dia, Wira," ucap David penuh perhatian.
Dokter David mengangguk. "Tentu, dokter. dia bukan hanya sahabat tapi juga saudara saya," jawab Wira jujur.
"Kalau begitu kami permisi dulu. Nanti saya akan kembali keruangan zergan untuk memeriksanya lagi," ucap dokter Ryan pamit bersama dokter David.
.....
"Bagaimana keadaan di Indonesia, Anwar?" tanya fatih pada anwar.
Ya, fatih dan anwar memang mengetahui semuanya. meskipun mereka tidak berada di Indonesia, tapi mereka mengirim beberapa orang kepercayaan untuk memantau keluarga yang ada disana. Bukan tanpa alasan fatih melakukan semua ini. dia hanya takut jika tiba-tiba nanti adam dan rea berulah dengan datang ke Indonesia.
Tapi bukannya kabar mengenai kedatangan adam atau rea, fatih malah menerima kabar yang sangat membuatnya terpukul. cucu satu-satunya yang sangat dia sayangi sekarang tidak baik-baik saja.
"Aku heran kenapa zergan malah menyembunyikan semua ini," ucap Fatih bingung.
"Alasan utamanya adalah kehamilan Nona aludra, Tuan," jawab anwar memberitahu.
"Tapi akan semakin buruk dampaknya jika aludra tahu belakangan," ucap fatih tak habis pikir dengan jalan pikiran Zergan.
"Lalu apa yang akan lakukan sekarang, tuan?" tanya anwar sopan.
"Siapkan jet dan kita terbang ke Indonesia satu jam lagi, Anwar!" perintah Fatih tegas yang tak bisa diganggu gugat. Dengan patuh anwar melaksanakan apa yang diperintah oleh fatih.
Fatih menghela nafas pelan. ada perasaan cemas mengingat kondisi zeegan dan ada perasaan kesal. karena zergan mencari masalah dengan menyembunyikan semua ini. "Tidak anak tidak bapak, suka sekali membuat masalah."
.....
Zergan sudah di pindahkan keruang perawatan. Lelaki itu sudah sadar dan sedang menatap kesal pada sang sahabat yang terus mengomelinya.
__ADS_1
"Yang namanya sakit juga mau gimana," jawab zergan kesal. Pasalnya sejak tadi Wira terus nyinyir mengatakan jika dia malas minum obat. padahal menurut zergan dia sangat rutin dan tidak pernah ketinggalan obatnya.
Wira menghela nafas pelan. "Terus sekarang gimana?" tanya Wira sabar.
"Apa?" tanya Zergan. lelaki itu masih lemas tapi dia sudah mengeluarkan tenaga adu mulut dengan Wira.
"Bilangin aludra gimana? Lo harus dirawat dulu disini, gan. atau kasih tahu aludra aja yang sebenarnya?" tanya Wira.
"Pinjam ponsel lo," ucap Zergan menatap Wira tanoa menjawab pertanyaan lelaki itu.
Wira yang tidak tahu apa-apa hanya menurut dan memberikan ponselnya pada Zergan.
Tangan zergan menekan nomor aludra yang sudah dia hapal di luar kepala untuk melakukan panggilan.
Sedangkan di rumah, Aludra sibuk dengan urusan dapurnya. wanita itu membuatkan makan siang kesukaan zayn atas permintaan anak itu. saking sibuknya, dia tidak mendengar suara ponsel yang berbunyi di meja bar.
"Itu ponsel mama bunyi, Ma," ucap zayn yang duduk di meja makan. dia saja yang duduk di meja makan bisa mendengar suara ponsel mamanya. tapi aludra yang berada di dapur tidak mendengar karena saking fokusnya.
Aludra menoleh dan benar saja itu suara ponselnya. Aludra mencuci tangan dan segera melihat siapa yang menelpon.
"Kak wira," gumam Aludra bingung. tanpa pikir panjang dia langsung menggeser ke tombol hijau untuk menerima panggilan.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, sayang. ini aku," jawab sebuah suara yang tidak asing baginya. ternyata itu adalah suaminya, Zergan.
Sedangkan zergan yang berada di rumah sakit berusaha menetralkan suaranya agar terdengar biasa dan tak membuat aludra curiga.
"Lho, Mas. ponsel kamu kemana?" tanya aludra bingung.
"ketinggalan di kantor, Sayang," jawab zergan dari balik telepon yang membuat dahi aludra berkerut.
"Emang kamu sekarang lagi dimana, Mas?" tanya Aludra bingung.
Zergan terdiam sebentar. matanya beralih menatap wira yang juga menatapnya penuh tanya.
"Maaf aku gak sempat izin, sayang," ucap zergan dengan nada penuh penyesalan.
"Kenapa, Mas?" tanya aludra masih dengan kebingungannya.
"Aku harus ke New Zealand, Sayang."
......................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!