
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Zergan duduk di dalam mobil dengan menatap kosong pada jalanan dari balik kaca mobil. Setelah pulang dari rumah sakit, laki-laki itu sungguh tidak bersemangat untuk melakukan apapun.
"Anda baik-baik saja, pak?" tanya sopir yang sedang mengendarai mobil. Pak sopir juga heran karena sejak keluar dari rumah sakit, majikannya itu hanya diam tanpa ada suara sama sekali.
zergan menoleh dan tersenyum. "Saya baik. jangan bilang ibuk kalau kita ke rumah sakit, ya Pak," ucap zergan mengajak sopir bekerja sama.
"Kalau ibuk memaksa saya menjawab bagaimana, pak?" tanya pak sopir lagi.
"Jika bapak diam, maka tidak akan ada yang tahu kalau kita ke rumah sakit," ucap Zergan lagi.
Pak sopir mengangguk. Setelahnya hanya ada keheningan di dalam mobil. zergan kembali sibuk dengan pikiran dan segala bisikan hatinya.
.....
Zergan turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah. "Zayn," panggil Zergan pada anaknya yang asik bermain di ruang tamu.
"Papa," ucap anak itu senang dan berlari memeluk papanya.
Zergan mengangkat Zayn. Lalu dia duduk di sofa sambil memangku anak itu. "Zayn," panggil zergan lembut.
"Iya Pa," jawab Zayn menatap zergan dengan mata polosnya.
"Zayn udah janji sama papa bakal selalu jagain mama apapun yang terjadi, kan?" tanya Zergan menatap dalam mata anaknya.
Zayn mengangguk. "Zayn bakal jagain mama, adik dan papa," jawab anak itu semangat.
"Nak," panggil Zergan lagi lembut.
Zayn hanya diam dan terus menatap papanya.
Mata zergan nampak berkaca-kaca. Tapi sekuat mungkin lelaki itu menahan agar tak menangis dihadapan zayn.
"papa kenapa?" tanya anak itu sendu begitu sadar mata papanya memerah dan berair.
"Papa sayang sekali sama zayn. Tetaplah jadi anak berbakti ya, Nak. Tetap sayang dan hormati mama sampai nanti, ya. Meskipun zayn udah punya keluarga sendiri nanti, tetaplah jadikan mama wanita terhebat dalam hidup zayn. tetaplah jadi kesatria untuk mama dan papa ya, Nak," ucap Zergan memberikan pesan yang sudah seringkali dia ucapkan untuk zayn.
"Zayn akan selalu jadi kesatlia untuk mama, papa dan asik. Zayn janji," jawab anak itu dengan penuh semangat.
Zergan tersenyum. "Sekarang Zayn lanjut main, ya. Papa mau ke mama dulu," ucap Zergan menurunkan Zayn dari pangkuannya. Anak itu menurut dan melanjutkan permainannya yang tadi sempat terhenti.
"Oiya, mama dimana, Nak?" tanya Zergan berbalik menatap Zayn.
__ADS_1
"Tadi dihalaman belakang sama nenek," jawab Zayn yang dianggukki oleh Zergan.
"PAPA!" panggil Zayn berteriak yang reflek menghentikan langkah kaki Zergan.
"Kenapa, nak?" tanya Zergan heran.
"Singa Zayn mana?" tanya anak itu ingat dengan janji Zergan padanya.
Mampus, lupa! batin zergan merutuki dirinya sendiri.
Zergan tersenyum. dia tidak mungkin mengatakan jika dia lupa pada Zayn. Bisa-bisa anaknya itu mengamuk saat ini. "Masih dalam proses pengiriman, Nak. Zayn sabar, ya. tidak lama lagi singanya datang," jawab Zergan tenang.
Zayn mengangguk. anak itu percaya saja pada apa yang dikatakan oleh papanya.
Zergan kembali berbalik dan berjalan menuju taman belakang. Lelaki itu sambil bermain ponsel untuk mengirim pesan pada wira.
Wir, beliin singa putih buat gue. Harus datang dalam satu minggu!
Semudah itu zergan mengirim pesan tanpa memikirkan bagaimana reaksi terkejut wira saat menerima pesan itu.
.....
Sedangkan di kantor, wira yang sedang makan siang tersedak oleh makanannya begitu mendapat pesan dari zergan.
Untuk memastikan lagi, wira mencoba melakukan panggilan pada nomor zergan, namun tidak diangkat oleh lelaki itu. Kalau sudah begini, zergan tidak main-main dengan pesan yang dia kirim.
"Bodo amat soal harga lah. dia Sultan, pasti bisa bayar. gue beli yang paling mahal," ucap wira senang mendapat ide yang mungkin akan membuat zergan sedikit kelimpungan.
.....
Zergan menatap punggung istri dan mamanya yang duduk di kursi taman belakang. kedua wanita kesayangannya itu nampak tertawa entah apa yang mereka bicarakan.
Perlahan zergan berjalan mendekat. Dia menghentikan langkah tepat di punggung sang istri. Dia ikut tersenyum mendengar tawa lepas istrinya.
Mama ana yang menyadari kedatangan seseorang menoleh. Zergan yang melihat itu memberi pertanda untuk diam pada mama ana dengan meletakkan jari telunjuk pada bibirnya.
Mama ana tersenyum dan mengangguk. "Kalau begitu mama masuk dulu, ya Nak. Alu mau ikut masuk?" tanya mama ana. Mama ana tahu jika anak dan menantunya ini sedang tidak baik-baik saja. karena tadi dia sempat melihat wajahnya gelisah zergan saat pergi kerja dan wajah Murung aludra karena ditinggal suaminya.
"Alu masih mau disini, Ma. Disini lebih adem," jawab aludra menatap air terjun mini di kolam ikan.
"Kalau gitu mama masuk, ya Nak," ucap mama ana yang dianggukki oleh aludra.
Aludra menghela nafas setelah mama ana pergi. wanita itu berdiri dan berjalan mendekati kolam yang berisi ikan.
Zergan yang melihat itu ikut berjalan kecil agar tak ketahuan.
__ADS_1
Tangan zergan melingkat di perut Aludra sehingga membuat wanita itu kaget. "Mas!" peliknya tertahan.
"Tahu aja kalau aku yang datang," ucap zergan tersenyum.
"Karena cuma kamu yang suka bikin kaget begini," jawab aludra ketus.
Zergan tersenyum. "Jadi istriku masih ngambek ceritanya," ucap zergan mendayu.
"Iya! aku masih marah ya. Lagian disuruh istirahat malah kerja! kalau gak mau dengerin aku seenggaknya pikiran kesehatan kamu," ucap Aludra tegas. .
"Maaf, sayang. Nanti gak ulangin lagi," ucao zergan meletakkan dagunya di bahu aludra.
Aludra menghela nafas pelan. niat hatinya tadi ingin sekali marah lama pada zergan. tapi mendapat perlakuan seperti ini saja sudah membuatnya luluh. Wanita berbalik dan menatap Zergan. "Mas sudah makan siang?" tanya aludra lembut.
Zergan menggleng.
"Kalau gitu aku temani makan, yuk," ucap aludra mengajak zergan masuk ke rumah.
"Aku mau makan disini, ya?" ucap Zergan meminta.
Aludra mengangguk. "Aku ambilin makannya dulu," ucap aludra pamit dan segera memasuki rumah.
Zergan ikut berbalik dan duduk di kursi yang tadi diduduki oleh aludra dan mama ana. lelaki itu mengambil sebuah amplop putih yang dia selipkan di saku jasnya. Rasa tidak tenang itu kembali menyerang tubuh zergan mengingat bagaimana penjelasan dokter mengenai kesehatannya.
Mendengar langkah kaki aludra, zergan kembali memasuki amplop putih itu ke dalam jasnya.
"Ayo mas," ucap aludra meletakkan piring berisi nasi di depannya.
"Suapin ya, Sayang," ucap zergan manja.
"Manjanya suamiku," ucap aludra tapi tetap menuruti permintaan zergan.
"Aku takut nanti kalau gak bisa disuapin kamu lagi, sayang," ucap Zergan keceplosan yang membuat aludra menatap suaminya penuh tanya.
"Maksudnya kan nanti kerjaan aku bakal numpuk, jadi pasti jarang waktu berdua kayak gini," ucap zergan lagi begitu mendapat tatapan tak suka dari aludra.
Aludra menatap memicing pada suaminya. "Kamu lagi gak coba buat nyembunyiin sesuatu dari aku kan, Mas?"
......................
Zergan sakit apa yaa?? nanti di flashback akan diceritakan ya
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
Selamat membaca!!!!!!!!
__ADS_1