Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 92


__ADS_3

WELCOME BACK TO THE STORY!!!!


🌹HAPPY READING🌹


Mama kenapa, Nek?" tanya Zayn khawatir melihat Aludra yang tidak bergerak.


"Telfon Papa kamu cepat, Nak. Telfon dari telepon rumah dan tekan angka dua. Akan langsung terhubung sama Papa kamu," ucap Mama Ana panik.


"Zayn halus bilang apa?" tanya Zayn ikut bingung.


"Bilang Mama kamu pingsan."


Setelah mendengar apa yang disampaikan neneknya, zayn tidak langsung turun untuk melakukan perintah ana. anak lelaki itu berdiri mematung dengan mata berkaca-kaca karena takut aludra akan kenapa-napa.


"Zayn cepat, nak!" ucap anna gemes sendiri pada anaknya.


Zayn terkesiap. anak itu segera berlari untuk turun ke bawah menghubungi zergan.


Tangan ana mengelus lembut rambut aludra. dalam hati wanita itu merutuki anak lelakinya yang tidak bisa menahan sedikit hasratnya. "Zergan gila!" umpat ana kesal setengah mati.


"Zayn kenapa lama sekali, sih!" ucap ana karena benar-benar khawatir dengan apa yang terjadi dengan aludra. Sekarang dirumah hanya ada mereka, pembantu dan sopir pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur.


Sedangkan di lantai satu, zayn dengan tergesa-gesa menekan tombol angka dua sesuai dengan apa yang dibilang oleh ana. tidak berselang lama setelah itu, zayn langsung mendapat jawaban dari zergan.


"Papa cepat pulang, Mama pingsan!" ucap zayn dengan suara khawatir. setelah mendapat jawaban dari zergan, zayn nampak mengangguk dan panggilan pun berakhir.


.....


Di perusahaan AluZer zergan, wira dan fatih masih nampak duduk bersama di ruangan zergan membicarakan keputusan fatih mengenai Bailey Group.


Saat sedang asik berbincang, ponsel yang ada isaku zergan berdering sehingga semua atensi beralih padanya.


"Rumah?" bingung zergan menatap semuanya. tanpa pikir panjang, zergan langsung mengangkat panggilanya.


"Hal-"


"APA?" reflek zergan berteriak setelah mendengar kabar yang disampaikan oleh anaknya.


"Kenapa?" tanya wira dan fatih bersamaan karena ikut kaget sekaligus khawatir melihat wajah zergan yang nampak cemas.


"Oke. Papa segera pulang. Zayn tenangin nenek, ya," ucap Zergan menenangi anaknya yang hampir menangis saat berbicara.


"Aku harus pulang!" ucap zergan dan langsung berdiri dari duduknya.


"Kenapa?" tanya Wira dan fatih lagi.


"Aludra pingsan. Zergan harus pulang. Kakek disini sama wira," uca Zergan dan langsung berjalan keluar ruangannya.

__ADS_1


Fatih geleng kepala mendengar apa yang disampaikan oleh zergan. dalam hatinya dia sangat khawatir atas apa yang terjadi dengan aludra, tapi disisi lain dia juga ingin sekali tertawa mengingat penyebab semua ini adalah zergan.


"Kakek kenapa?" tanya Wira heran. bukannya khwatir lelaki tua ini malah terkekeh tak jelas.


"Si zergan benar-benar predator," jawab fatih yang membuat Wira bingung.


"Maksudnya?"


Fatih yang mengangguk. Anggukan kepala fatih membuat wira mengerti dengan apa yang terjadi. "Zergan benar-benar gila!" umpat wira tak habis pikir. hasrat dan nafsu lelaki itu benar-benar tak terkendali jika sudah bersama Aludra.


Tidak ingin buang waktu, wira dan fatih kembali membicarakan apa yang akan mereka bawa dan lakukan saat nanti pergi ke Perusahaan pusat Bailey Group.


.....


Zergan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. tidak sampai lima belas menit dia sudah sampai di rumah. Dengan tergesa lelaki itu berlari kencang memasuki rumah dan langsung menuju lantai dua.


"Ma," ucap Zergan di ambang pintu.


"Ayo bawa aludra ke rumah sakit," ucap Mama ana yang sudah menatap tajam pada anaknya itu. Nampak zayn yang sudah duduk di sisi sebelah kanan aludra dan memijat-mijat kaki aludra.


Zergan menelan ludah dalam, tidak menyangka permainan mereka semalam seliar itu sehingga membuat aludra sampai pingsan seperti ini. Bisa-bisa semua orang tahu bagaimana permainan ranjang mereka jika aludra dibawa ke rumah sakit.


"Ayo zergan!" teriak mama ana kesal.


Ah bodo amat, yang penting sekarang adalah kondisi istrinya. Zergan segera mendekat dan menggendong aludra ala bridal style untuk segera membawa wanita itu ke mobil menuju rumah sakit.


Mama ana mengangguk. mereka mengikuti langkah kaki zergan yang besar untuk segera menuju mobil.


mobil yang dikendarai zergan berhenti tepat di depan UGD.


"Periksa istri saya!" titah zergan dan langsung dianggukki oleh perawat yang mendorong brangkar rumah sakit.


BUGH


"Aww. sakit Ma!" ucap zergan protes karena mama ana tiba-tiba saja memukul lengannya dengan sangat keras.


"Sakit ma sakit ma, itu istri kamu sampai pingsan karena kamu!" ucap mama ana melampiaskan kekesalan yang setengah mati pada Zergan.


"Kok aku?" tanya zergan polos dan tak berdosanya.


Karena semakin kesal, jengkel bercampur gemas dengan sikap anaknya, mama ana menjewer telinga zergan. "Kalau bukan karena kamu, aludra gak bakal pingsan kayak gini," ucap mama ana keras.


"Sakit ma! lepas dulu! zergan mana tahu kalau aludra sampai pingsan begini. biasanya lebih dari itu juga gak pingsan," jawab zergan membela diri.


"HIH!" pekik mama ana tertahan dan melepaskan telinga zergan yang sudah memerah.


Zergan mengusap telinganya. dia seperti anak muda yang ketahuan nakal oleh ruang tua. padahal mereka sudah halal, jadi itu sah sah saja.

__ADS_1


"Papa yang buat mama pingsan?" tnya zayn yang sejak tadi hanya memperhatikan kemarahan Ana pada Zergan.


Zergan menghela nafas pelan. Lelaki itu bersimpuh untuk menyamakan tinggi badannya dengan Zayn. Kedua tangan Zergan mengusap lembut kedua bahu Zayn.


"maafin Papa, ya. Tapi papa juga tidak mau seperti ini. lain kali papa akan hati-hati agar mama kamu gak kecapean," ucap zergan lembut.


"Memang kenapa mama bisa kecapean?" tanya Zayn lagi.


"Papa buat adik sama mama."


BUGH


"Aw, sakit ma!" ucap Zergan protes karena lagi-lagi Ana memukul bahunya.


"Ngomong itu di pikir dulu," ucap ana pelan namun matanya menatap tajam pada Zergan.


Zergan hanya cuek, dia kembali tersenyum menatap Zayn.


"Apa buat adik harus buat mama pingsan?" tanya Zayn lagi.


Zergan menggeleng. "Mungkin mama kelelahan dan badannya juga kurang enak, Nak," jawab zergan lagi.


"Kalau buat adik bayi bisa bikin mama pingsan, Zayn gak mau punya adik. Mama lebih penting," ucap Zayn yang membuat Zergan melotot.


Sedangkan Mama ana tersenyum mengejek pada Zergan.


Papa bisa mati kalau gitu, Nak. Batin Zergan menangis. Lelaki itu hanya bisa menjawab dalam hati karena tidak mau membuat Zayn semakin berpikir buruk.


Tidak berselang lama, pintu pemeriksaan aludra terbuka.


"Bagaimana istri saya, dokter?" tanya Zergan khawatir.


Dokter wanita itu tersenyum. Entahlah, dokter itu ingin sekali tertawa menatap lelaki di depaannya ini. tapi dia harus profesional dengan kerjaanya dan tidak mau karirnya hancur karena menertawakan penguasa seperti Zergan.


"Ibu aludra tidak apa-apa. Tapi saya sarankan tuan untuk membawa nyonya aludra ke dokter kandungan," ucap dokter itu lembut.


"Dokter kandungan?" tanya zergan bingung.


Dokter itu tersenyum dan mengangguk. "Saya menduga bahwa saat ini Nyonya Aludra sedang berbadan dua, Tuan."


................


Hai temanku semua, lama tak jumpa membuat kerinduan ini sangat dalam ya, hehe.


Aludra dan Zergan masih berlanjut, ya. Bagi yang sedikit lupa, kalian bisa baca bab sebelumnya ya, dijamin tetap seru.


Terimakasih untuk kalian karena masih setia menunggu kisah ini. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗

__ADS_1


__ADS_2