
Welcome Back To My Story
🌹HAPPY READING🌹
"Kau yakin tidak pulang?" tanya Grace setelah mereka sampai ke tempat yang di katakan oleh Aludra.
Aludra yang duduk di sebelah kemudi mengangguk. Setelahnya wanita itu menoleh ke belakang menatap zayn. "Zayn mau disini sementara waktu kan, nak?" tanya Aludra meminta persetujuan anaknya.
"Sama mama juga kan?" tanya Zayn memastikan.
Aludra mengangguk. "Kamu, mama sama adek. kita untuk sementara di panti dulu ya, Nak. lagian dirumah juga gak ada siapa-siapa, Nak," jawab Aludra lembut.
"Zayn mau. lagi pula disini Zayn banyak temannya," jawab anak itu mantap.
Aludra tersenyum. Setelahnya dia kembali menatap pada grace yang kini juga menatapnya. "Ada apa, alu?" tanya grace pelan penuh perhatian.
Aludra menggeleng dan tersenyum.
"Apa Tuan Zergan menyakitimu sampai kamu tidak pulang?" tanya Grace yang memang tidak mengetahui apa-apa.
Aludra menggeleng. "Mas Zergan lagi ke thailand, Grace. makanya aku sama Zayn disini dulu aja. lagian disini rame, di rumah kosong," jawab alu masuk akal.
Grace menghela nafas pelan. "Ya sudah. kalau butuh apa-apa aku siap membantumu. Dan sesekali pergilah ke galery tato ku jika kau butuh teman untuk bicara," ucap grace semangat. wanita itu sangat berharap jika aludra datang ke galerinya. dia ingin sekali memperlihatkan pada orang-orang bahwa dia punya sahabat, sekalipun itu pada karyawan-karyawannya.
Aludra mengangguk. "Nanti aku berkunjung kalau mas Zergan mengizinkan," ucap Aludra tersenyum.
"Aku turun dulu, ya. Kau hati-hati kalau menyetir," ucap aludra pamit yang dianggukki Grace.
"Ayo turun, Nak," ajak Aludra beralih pada Zayh.
__ADS_1
Zayn mengangguk. "Telimakasih, tante. Zayn sama mama kelual dulu, ya," ucap anak itu berpamitan dengan sopan.
Grace melambaikan tangannya kepada aludra dan zayn. dia menatap aludra sampai wanita itu benar-benar sudah masuk ke dalam panti untuk memastikan keselamatan sahabat barunya itu.
Grace menghela nafas pelan. Dia menoleh ke sebelah kiri. dimana rumah yang dulu merupakan neraka baginya itu masih berdiri kokoh tepat berhadapan dengan panti asuhan. Mata grace menatap tajam rumah gelap itu. Tangannya mencengkram kuat stir mobil meluapkan sakit hati yang tiba-tiba dia rasakan ketika mengingat masa lalu. "Semoga kalian mendapat hukuman yang seimbang dengan semua perbuatan bejat kalian," gumam Grace benci.
Sekarang rumah yang dulu ditinggali grace itu kosong tak berpenghuni. Sepasang suami istri yang dulu menyiksa grace dan kedua orang tuanya kini tengah mendekam di penjara menjalani hukuman yang sudah diputuskan pengadilan. Tidak butuh drama panjang untuk itu. Kekuasaan pak fredi meminta keadilan serta bukti yang kuat membuat sepasang suami istri itu dihukum penjara seumur hidup.
Grace kembali menjalankan mobilnya. pasti saat ini kedua orang tuanya sudah menunggu. kini mereka tinggal di rumah pemberian Pak fredy yang cukup dekat dengan galery tato grace. Awalnya mereka menolak, tapi atas paksaan pak fredi akhirnya grace dan kedua orang tuanya menerima.
.....
Aludra tersenyum menatap wajah bu lestari yang nampak bertanya-tanya.
"Zayn ke kamar duluan ya, Nak," ucap Aludra yang dianggukki oleh Zayn. anak itu menurut tanpa menolak karena matanya yang sudah tidak bisa diajak kerja sama karena mengantuk.
Zayn berjalan menuju kamar aludra yang memang ada disini. Zergan sengaja membuatkan kamar untuk istrinya disini agar bisa beristirahat dengan nyaman mengingat aludra yang sering berkunjung ke panti.
Bu lestari tersadar. dia mengangguk dan segera menyusul aludra. "Ini malam, Nak. kenapa kamu kesini?" tanya Bu lestari penuh tanya.
"Ibu gak izinin alu kesini?" tanya aludra merajuk lucu.
Bu lestari menggeleng. "bukan begitu, Nak. tapi ini udah malam, zergan bagaimana?" tanya Bu lestari khawatir.
Aludra tersenyum. "Mas Zergan ke thailand, bu. makanya alu kesini sama Zayn. di rumah gak ada siapa-siapa," jawab aludra tak sepenuhnya berbohong. dia hanya tidak menyebutkan apa yang terjadi diantara dia dan Zergan. tapi mengenai keadaan rumah yang kosong? Aludra jujur kan?
"Gak biasanya kamu kesini, Nak. Zergan sering kerja di luar, tapi ini pertama kali kamu juga gak dirumah lho, Nak. Ada apa?" tanya Bu lestari yang sangat paham dengan Aludra.
"Kangen aja nginap disini, Bu," jawab Aludra singkat.
__ADS_1
"Lalu mama mertua kamu?" tanya Bu lestari lagi.
"Ikut mas Zergan, Bu. ada keperluan disana dan mama harus ikut," jawab aludra lagi.
Bu lestari mengangguk. tapi tatapannya tetap tak. percaya dengan apa yang aludra sampaikan. "Apa terjadi sesuatu?" tanya Bu lestari lagi.
Aludra terdiam. Mata wanita itu berkaca-kaca. air mata yang sejak tadi dia tahan kini menetes melihat tatapan Bu lestari. dengan tangisnya Aludra mengangguk.
Bu lestari yang melihat itu langsung memeluk aludra dari samping memberikan ketenangan. "Ibu tidak memaksa kamu untuk bercerita, tapi jika kamu butuh pelukan, ada ibu Nak," ucap Bu lestari tulus.
Aludra menangis tanpa mengeluarkan sepatah katapun. dia hanya butuh pelukan saat ini. semua ini biar aludra yang memendam. Tidak baik baginya menceritakan masalah rumah tangga kepada orang luar. bu lestari memang orang baik dan sudah dianggapnya sebagai ibu sendiri. tapi tetap saja, ia harus tetap menjaga martabat rumah tangga dan suaminya.
Sedangkan dari balik tembok, Zayn melihat dan mendengar tangisan mamanya. Anak itu tadi hendak keluar kamar untuk meminta ditemani tidur oleh aludra. tapi melihat mamanya yang menangis seperti itu membuat Zayn menghentikan tujuannya.
"Pasti Papa," gumam anak itu dengan wajah marahnya.
Zayn membalikkan badanya dan kembali ke kamar. Anak itu mengeluarkan iPad nya dan menghubungi nomor laki-laki yang dia panggil Papa. Namun sayang, nomor itu tidak aktif.
"Papa buat mama nangis untuk kesekian kalinya. nanti Zayn jodohin Mama sama Papa Bima balu tahu lasa!" ucap anak itu mendumel kesal.
Mendengar suara langkah kaki, Zayn merebahkan tubuhnya di kasur dan menyembunyikan iPad di balik bantal.
Aludra masuk ke kamar. dia bersyukur karna zayn sudah tidur dan tak perlu melihat wajah sembabnya karena menangis. Aludra duduk di sisi kasur.
Senyumnya mengembang menatap wajah tenang sang anak. sedangkan sebelah tangannya mengusap lembut perut buncit itu. "Kalian penyemangat mama. Tetaplah jadikan mama rumah tempat kalian bercerita dan berkeluh kesah ya, Nak. Karena hanya kalian yang selalu menganggap keberadaan mama," gumam aludra sendu.
Zayn membuka mata setelah mendengar langkah kaki menjauh. dia melihat aludra yang sudah memasuki kamar mandi. "Papa pasti ketelaluan!"
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ (ganti nama dari yus_kiz ke nonamarwa_) untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!