
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Zergan sampai di basemen perusahaanya. Lelaki itu sengaja duduk di mobil sampai menunggu seseorang yang dia tunggu datang. Kepala Zergan menoleh mendengar bunyi mesin mobil yang berhenti tepat disebelah mobilnya. Tidak lama setelah itu, seseorang masuk ke mobil Zergan.
Zergan mendengus kesal. Dia mengambil sebuah note kecil di atas dashboard mobilnya dan mengambil pulpen yang ada di saku jasnya.
Sampai kapan aku harus begini? Tidak bisakah semua kita percepat?
Lelaki yang duduk di kursi penumpang sebelah Zergan menggeleng. Dia mengambil note itu dan menuliskan sesuatu.
Tidak bisa. Kita harus tunggu dulu dia lengah. Baru akan kita bongkar semuanya.
Zergan memukul keras stir mobilnya. Ingin rasanya dia mengumpat atas semua yang terjadi. Karena semua ini benar-benar menyiksanya dan Aludra.
Aku ingin semuanya cepat selesai. Kau tahu, anakku saja sudah bersikap dingin karena sering mendengar pertengkaran aku dan Aludra.
Lelaki yang ada disebelah Zergan itu terkekeh pelan. Zergan yang melihat itu melototkan matanya kesal.
Aku tidak bercanda, Wira!
Tulis Zergan lagi dengan sangat kesal dan memperlihatkan pada lelaki yang disebelah Zergan.
Ya, laki-laki yang tadi masuk ke dalam mobil Zergan adalah Wira. Semalam Zergan mengubungi lelaki itu agar datang cepat karena ada hal yang ingin dia bicarakan.
Saat dia merasa kau dan Aludra benar-benar tidak bisa berbaikan, maka disana kita akan manfaatkan keadaan. Kau tunggu saja.
Zergan yang membaca tulisan itu mendengus kesal. Tangannya mengepal kuat menyalurkan rasa marah yang ada dalam dirinya saat ini. Lawannya kali ini bukan orang yang mudah. Oleh karena itu Zergan harus sangat berhati-hati.
Saat kau dan si tua itu aku hancurkan, maka jangan harap ampunan dariku. Batin Zergan dengan tekad untuk membalas semuanya.
Tidak ingin semakin kesal, Zergan segera keluar dari mobil dan disusul oleh Wira yang mengikuti lelaki itu berjalan dari belakang.
Zergan berjalan dengan penuh wibawa menuju ruangannya. Sampai di depan ruangannya, Zergan melihat Rea yang sudah berdiri di pintu dengan senyum merekah.
"Kau sudah datang, Rea?" tanya Zergan lembut.
__ADS_1
Rea tersenyum hangat. "Iya, Kak. Tadi Rea bangun cepat biar nggak telat," jawab wanita itu bangga.
Wira yang melihat itu hanya menatap datar Rea dari atas sampai bawah.
"Kamu sudah sarapan, Dek?" tanya Zergan lagi.
Rea mengangguk. "Tadi Rea juga sempat masak dulu, Kak. Jadi sarapan dirumah," jawab Rea.
"Syukurlah. Itu lebih baik daripada kamu sarapan cepat saji setiap hari," ucap Zergan dan berlalu masuk keruangannya.
Kini tinggal Wira dan Rea di depan ruangan Zergan.
"Apa?" tanya Rea saat melihat Wira yang terus menatapnya dengan pandangan yang sangat menjengkelkan bagi Rea.
Wira menggeleng. Lelaki itu berlalu begitu saja dari depan Rea dan masuk keruangannya sendiri.
"Dasar asisten aneh. Tunggu saja. Sebentar lagi nasibmu akan buruk karena berani mencampuri urusanku," gumam Rea dengan seringai kecil di bibirnya.
.....
Zergan mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya. Pikirannya kembali mengingat perkataan Zayn semalam yang dia dengar dari balik pintu kamar anaknya itu.
Ya, semalam Zergan mendengar setiap perkataan Zayn dan Aludra. Dan itulah yang membuat dia resah hingga melampiaskan pada sebungkus rokok untuk mengurangi sedikit kemelut dalam hati dan pikirannya.
Aku tidak akan membiarkan diantara kita ada yang pergi, Alu. Kita akan tetap bersama. Tapi aku harap kamu akan setia menunggu dan memiliki banyak lagi kesabaran untuk semua ini. Batin Zergan.
Saat asik dengan pikirannya, pintu ruangan Zergan terbuka. Dia membuka mata dan melihat Wira yang masuk bersama Rea.
"Ini file yang anda minta, Pak," ucap Wira dengan gaya formalnya.
Zergan mengangguk. Tatapannya beralih pada Rea yang memegang sebuah iPad.
"Ini jadwal anda untuk hari ini, Pak," ucap Rea memberikan iPad itu pada Zergan.
Zergan menerima iPad itu dan membaca jadwal yang sudah diatur oleh Rea.
"Jadwalku selalu padat akhir-akhir ini," ucap Zergan setelah selesai membaca jadwalnya.
"Untuk pemulihan perusahaan, Pak," jawab Rea lembut.
Zergan hanya mengangguk.
"Kau boleh kembali ke ruanganmu, Rea. Aku dan Wira akan membahas file ini terlebih dahulu sebelum meeting," ucap Zergan.
Rea mengangguk. Dengan hormat wanita itu pamit dan undur diri dari ruangan Zergan.
__ADS_1
"Ikut aku," ucap Zergan singkat pada Wira setelah memastikan Rea sudah keluar dari ruangannya.
Zergan membawa Wira ke ruangan pribadinya.
Di dalam kamar itu, ada sebuah ruangan yang hanya diketahui oleh Zergan. Lelaki itu menekan sebuah tombol seperti saklar lampu. Hingga dinding di sebelah tombol itu terbuka. Dan ternyata itu adalah sebuah pintu menuju ruangan rahasia milik Zergan.
Wira hanya bisa menatap itu. Jujur saja, dia tidak pernah tahu ruangan ini. Ini pertama kali Zergan membawanya kesini. Dia akui, temanya itu benar-benar hebat.
Setelah masuk, mata Wira menatap ruangan yang sedikit luas itu. Hanya ruangan kosong tanpa ada benda apapun yang menguasainya semakin lampu yang memberi cahaya.
Wira menatap Zergan seolah memberi pertanyaan lewat matanya.
Zergan mengangguk. "Disini aman. Tidak ada alat-alat sialan itu disini," ucap Zergan tegas.
Wira bernafas lega. "Ternyata kau tak sebodoh yang aku pikir," ucap Wira meledek Zergan.
"Kalau aku bodoh mana mungkin bisa menjadikanmu bawahan," jawab Zergan kembali meledek.
"Ya, ya, ya, atur saja apa yang kau suka," jawab Wira.
"Lalu kenapa kita ke ruangan ini? Aku baru tahu kau punya ruangan rahasia seperti ini," ucap Wira.
"Karena aku tak percaya siapapun, makanya aku peluk ruangan ini," jawab Zergan.
"Ya, bahkan kau tak percaya padaku," jawab Wira.
"Aku hanya berharap kau tidak seperti yang lain Wira. Berkhianat untuk mengaburkan aku," ucap Zergan sendu.
Wira yang mendengar perkataan Zergan menatap sendu lelaki itu. "Kita tidak berteman setahun dua tahun, Zergan. Kau tahu bagaimana aku," jawab Wira.
"Aku minta maaf jika aku sempat mencurigainya waktu itu," ucap Zergan tulus.
Wira mengangguk. "Lupakan itu. Jadi apa tujuanmu membawaku kesini," ucap Wira.
"Aku ingin melakukan sesuatu agar semua ini cepat berakhir," ucap Zergan.
"Apa?" tanya Wira waspada. Karena ide dari Zergan selalu memacu adrenalin dan menantang ketenangan.
"Bermain-main dengan permainan mereka. Seperti yang mereka lakukan saat ini."
"Apa maksudmu?"
................
Semuanya akan terjawab di part flashback nanti yaa
__ADS_1
Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗