Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 114


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Grace yang mendengar kekehan wira memutar badannya.


"Atau kamu takut bahwa mereka akan melaporkanmu ke polisi karena telah menghabisi nyawa anak mereka?"


DEG


Grace reflek menatap wira dengan mata tajamnya. Tubuh wanita itu gemetar mendengar apa yang baru saja terucap dari bibir wira. "Kamu tidak tahu apa-apa, Wira," ucap grace dengan mata berair. dada wanita itu naik turun karena nafasnya yang memburu.


"Justru karena aku tahu makanya aku berani bicara, grace," jawab wira yang kini sudah berdiri di depan grace.


grace menengadah menatap wira. wanita itu berdiri dan berhadapan langsung dengan wira. "Kamu terlalu jauh untuk ikut campur urusan orang lain, wira," ucap grace menatap wira.


"Kamu bukan orang lain untukku, grace. harus berapa kali aku mengatakan bahwa aku mencintaimu," jawb wira tak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh grace.


"apakah aku pernah menerima setiap pernyataan cintamu? kau tidak lebih dari orang asing, wira. jadi jangan terlalu percaya diri hingga kau bisa memerintah dan mengatur seenakmu," jawab grace tegas yang membuat rasa pedih begitu terasa di hati wira.


Wira tersenyum lirih. "Kalau begitu anggaplah aku orang lain yang datang untuk mengulurkan tangan membantumu keluar dari lubang dalam sebuah luka, Grace," ucap wira menatap sendu wanita itu.


"Tidak usah. aku tidak mau kau terlibat banyak dalam hidupku," ucap Grace kekeh.


"Aku harus apa biar kau percaya bahwa aku tulus membantumu, grace. terserah kau mau menolak atau tidak, aku akan tetap membantumu. meskipun kau bukan wanita yang aku cintai sekalipun, aku akan tetap membantumu," ucap Wira meyakinkan grace.


"Sekarang kau pergilah! Semua pertolongan tidak harus dijawab dengan kata iya. lagi pula masih banyak orang yang butuh pertolonganmu. Pergilah!" ucap grace keras hati.


"Entah kenapa sekeras ini hatimu, grace. apa memang seperti ini yang kau dapatkan sedari kecil?" tanya wira lagi.


"Jangan sok tahu!" jawab grace tegas.


Wira menyapu kasar rambutnya frustasi menghadapi keras hati wanita itu. padahal ini semua untuk kebaikannya, tapi wanita itu bersikeras untuk menolak penawaran wira.


maaf jika aku harus mengatakan ini, grace. Batin wira setelah memantapkan hati untuk melakukan cara terakhir demi membujuk grace.


"Aku kan berikan bukti pembunuhanmu pada polisi!" ucap wira yang membuat grace membeku.

__ADS_1


kedua pasang mata itu saling beradu dengan tatapan yang berbeda. Wira dengan tatapan tenang namun dalam, sedangkan grace yang menatap tajam pada lelaki itu.


beberapa detik saling tatap, akhirnya grace memilih untuk memutuskan kontak mata mereka terlebih dahulu.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan, wira?" tanya grace dengan suara pelan, sirat akan kesedihan.


"Bukankah sejak tadi aku mengatakan bahwa aku ingin membantumu, grace. Jangan pendam ini sendiri. sekuat apapun dirimu, kamu pasti butuh orang lain untuk keluar dari kubangan luka ini," jawab wira menatap sendu wanita yang dia cintai.


Grace hanya diam. dia sibuk menghapus air mata yang kini mengalir membasahi pipinya.


"Ayo bangkit, grace. kamu tidak mungkin bisa terus-terusan hidup seperti ini."


Grace mengangkat kepalanya dan menatap Wira. "Akan sangat bahaya jika kamu memasuki kehidupanku, wira. Aku tahu pasti kamu mengetahui bagaimana kehidupan keluargaku," ucap grace memberitahu wira.


"Aku tidak pernah tahu kehidupan keluargamu. yang aku tahu, wanita yang saat ini berdiri dihadapanku adalah wanita yang sangat merindukan keluarga kandungnya," jawab wira lagi yang membuat grace semakin pilu.


"Kamu tahu semuanya?"


"Sudah aku katakan bahwa aku mencintaimu, grace. dan satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak jatuh cinta pada perempuan biasa," jawab wira yakin.


Grace mengangguk dengan senyum dalam tangisnya. "Ya, kamu sudah salah karena jatuh cinta pada wanita penuh luka ini, wira."


Grace terduduk dengan kedua tangan menutupi wajahnya. bahu wanita itu naik turun kareja menangis tersedu. "Aku harus mulai darimana? masalah yang mana yang harus aku selesaikan? Jalan keluar mana yang harus aku tempuh?" tanya wanita itu frustasi dalam tangisnya.


"Ayo keluar dari rumah itu, grace," ucap wira lembut.


"Jika bisa, sudah sejak lama aku melakukannya, wira, hiks," jawab Grace menangis.


Wira bersimpuh di depan grace yang duduk di kursi. lelaki itu mengambil kedua tangan grace yang menutupi wajahnya.


"Percayalah, jika kau yakin maka pasti bisa," ucap wira menatap penuh kasih pada grace.


Grace menggeleng sambil menangis. "Kau tidak tahu, wira. Kebebasanku dari rumah itu berarti kematian untuk kedua orang tuaku."


.....


Zergan bernafas lega setelah selesai melaksanakan meetingnya sore ini. Meskipun aludra sudah melarang keras zergan untuk kembali ke kantor, tapi lelaki itu tetap harus pergi demi kerjasama barunya ini.

__ADS_1


"Apa saya sudah boleh keluar, pak?" tanya sekretaris Zergan. kini di ruangan meeting hanya ada mereka berdua. Kali ini zergan tidak didampingi Wira. zergan tahu, temannya itu pasti belum selesai dengan urusannya bersama grace.


Zergan mengangguk dan tersenyum. Setelah kepergian sekretarisnya, kini di ruangan itu hanya ada zergan sendiri. "Sedikit keteteran juga gak ada wira," cuman zergan berdiri.


laki-laki itu mengambil file yang tadi dia bawa dan kembali ke ruangannya.


langkah kaki zergan terhenti ketika pintu yang ada di depannya nampak buram dari pandangannya. "Astagfirullahalazim," gumam zergan menghentikan langkahnya dan berpegangan erat pada pinggiran meja.


File yang tadi dipengangnga kini terlepas begitu saja saat tangannya terasa tidak bertenaga. Zergan memukul kepalanya agar dapat melihat dengan jelas dan mengerjapkan matanya berkali-kali. laki-laki itu juga mengucek matanya.


Kaki zergan terasa lunglai. Kaki yang biasanya bisa menahan bobot tubuhnya kini tidak bertenaga.


BRAK.


"Ya Allah," gumam Zergan terduduk dilantai.


Zergan melonggarkan dasinya dengan tangan dan membuka satu kancing kemejanya yang paling atas saat merasa kesulitan dalam bernafas.


"Hah, hah, hah, A-A-Astagfirullahalazim," gumam zergan dengan nafas terengah dan wajah yang pucat.


Semakin lama pandangan itu semakin kabur hingga zergan hilang kesadaran di ruang meeting.


.....


Sedangkan di belahan dunia lain, Rea menatap sedih menyaksikan adam yang kini jauh dari kata baik. setelah kembali dari kantor Bailey Group dua hari yang lalu, Rea langsung menyerahkan kertas yang diberikan oleh mama ana kepada adam.


Dan beginilah sekarang. lelaki itu sama sekali tidak bangun dari tempat tidurnya dan terus menggenggam kertas yang ada di tangannya. Itu adalah surat pesan dari Ana. Rea tidak tahu apa isinya, wanita itu merasa tidak berhak membaca isinya.


"Mas Adam," panggil Rea lembut. wanita itu duduk di pinggir kasur adam. Sedangkan laki-laki itu hanya tidur dengan mata terbuka dan menatap kosong ke langit-langit kamarnya.


Dengan keberanian penuh, Rea mengambil kertas yang ada di tangan adam dan membacanya.


seketika jantung Rea berdegup kencang. "Mama ana tahu kehamilan ku?"


................


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!

__ADS_1


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2