Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 27


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


"Kau boleh pergi," ucap Zergan dan langsung berbalik membawa Aludra masuk.


Dengan sedikit keras Zergan menutup pintu rumahnya. Lelaki itu menidurkan Aludra terlebih dahulu di sofa rumah.


Aludra masih berada dalam dekapan Zergan. Saat akan memindahkan Aludra ke sofa, Zergan merasakan gerakan dari pelukannya. Dia menunduk dan melihat Aludra yang mulai menggerakkan matanya.


"Mas," panggil Aludra lirih dengan suara pelan.


Zergan yang melihat itu langsung merengkuh Aludra dengan keadaan duduk di sofa.


"Kamu baik-baik aja kan, Sayang?" tanya Zergan khawatir.


Aludra mengangguk. "Ngantuk banget, Mas," ucap Aludra menyenderkan kepalanya ke dada bidang Zergan.


"Ngantuk?" beo Zergan yang dianggukki oleh Aludra. Mata wanita itu tertutup dan terbuka karena kantuk yang tidak bisa dia tahan.


"Ngantuk banget, Mas," jawab Aludra lagi manja.


"Boleh aku bertanya, Sayang?" tanya Zergan lembut.


Diam. Zergan tidak mendapat jawaban apapun. Zergan yang melihat itu menghela nafas pelan dan menatap Aludra dengan senyuman. "Aku akan bertanya besok," gumam Zergan.


Zergan memilih untuk kembali mengangkat Aludra dan membawanya ke kamar mereka.


Sampai di kamar, Zergan langsung merebahkan Aludra di ranjang. Zergan memandang lekat wajah Aludra yang nampak sangat damai. Wajah Aludra yang nampak polos membuat Zergan tak tahan untuk tidak mengecup seluruh wajah istrinya itu.


"Kamu kemana sebenarnya?" tanya Zergan dengan sedikit penasaran.


Pikiran buruk mulai bersarang di otak Zergan. Karena pasalnya, jika memang Aludra pergi keluar, maka dia akan meminta Zergan untuk menjemputnya pulang. Tapi ini, Aludra malah memesan taksi online. Bukankah seperti ada yang sembunyikan?


Karena tidak mau larut dengan penasarannya, Zergan dengan pelan menyingkap dress selutut Aludra. Mata Zergan tertutup rapat saat menyingkap dress Aludra.


Dengan perlahan, Zergan membuka matanya. Dengan sedikit ragu, Zergan melihat area wanita Aludra. Zergan menyingkap celana pendek Aludra dan juga pakaian dalamnya.

__ADS_1


Zergan bernafas lega karena tidak ada tanda-tanda bahwa area wanita Aludra baru saja dijamah oleh seseorang. "Ini hanya punyaku, dan semuanya," gumam Zergan tersenyum menatap wajah Aludra.


"Aku tahu kamu tidak akan mengkhianati ku, Alu," ucap Zergan tersenyum.


"Tapi apa yang terjadi? Kenapa Aludra pulang larut dengan keadaan mengantuk seperti ini?"


"Ah, aku akan menanyakan besok," gumam Zergan yang bertanya sendiri dan juga menjawabnya sendiri.


Zergan kembali menaikan pakaian dalam Aludra untuk menutupi area itu. "Melihatnya membuatku sangat ingin. Tapi akan lebih seru jika kita sama-sama bangun. Besok pagi kami harus bekerja keras untuk obat malam ini, Sayang," ucap Zergan dengan senyum jahil menatap Aludra.


Setelah selesai, lelaki itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sekalian mengganti pakaiannya dan Aludra menjadi pakaian tidur.


Selesai dengan semua kegiatannya, Zergan segera menyusul Aludra ke ranjang. Lelaki itu tidur dengan memeluk Aludra yang meringkuk bak bayi dalam dekapannya. Zergan terkekeh. "Janjiku adalah membuat kenyamanan untukmu, Sayang," gumam Zergan memberikan kecupan di dahi Aludra. Dan setelah menyambar bibir pink Aludra yang sedikit terbuka karena tidur yang sangat nyenyak.


"Bibir mu adalah canduku," ucap Zergan terkekeh dan segera menyusul Aludra ke dunia mimpi.


.....


Mata Aludra terbuka perlahan saat suara adzan memasuki gendang telinganya. Wanita itu tersenyum ketika yang pertama kali dia lihat adalah wajah tampan seorang lelaki yang sangat dia cintai.


Aludra mengecup lembut pipi Zergan.


"Selamat pagi," suara Zergan terdengar saat Aludra asik memandangi wajah lelaki tampan itu.


"Mas udah bangun?" tanya Aludra.


Aludra yang masih kaget hanya bisa mengikuti apa yang Zergan lakukan.


"Mas, sholat subuh, yuk," ajak Aludra disela peraduan bibir mereka.


"Setengah jam, Sayang. Please," ucap Zergan memohon dengan nada frustasi.


"Jangan memohon, Mas. Udah tugas aku buat bahagiain kamu," ucap Aludra yang memulai lebih dulu permainan mereka.


Bohong. Zergan melakukannya lebih dari satu jam. Saat ini waktu sudah menunjukan pukul enam lewat lima belas menit. Tapi kedua insan itu masih tetap saja saling menyatu. Aludra yang berada diatas Zergan hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Dia diatas, tapi semua pergerakannya dikendalikan oleh Zergan.


Zergan mengerang keras saat mereka berdua sampai pada puncak untuk kesekian kalinya. Tubuh itu sudah penuh oleh peluh keringat sejak subuh tadi. Sensasi ah raga subuh memang sangat menyegarkan bagi Zergan.


Aludra ambruk diatas tubuh sang suami. Nafas mereka berdua masih tak beraturan karena permainan yang sangat menyenangkan itu.


Zergan tersenyum. Lelaki membalikan posisi mereka. Tangan Zergan bergerak menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Aludra. "Hanya kamu yang bis buat aku begini, Sayang. Tidak ada yang lain," gumam Zergan senang.


Aludra membuka matanya ketika mendengar perkataan Zergan. Wanita itu balas tersenyum. "Dan tidak ada laki-laki yang berhak atas aku kecuali kamu, Mas," jawab Aludra lembut.


"I love you, Sayang."

__ADS_1


"I love you more, Suamiku," ucap Aludra. Tanpa aba-aba Zergan menyerang lagi bibir Aludra dengan sangat lembut.


"Kita bersih-bersih dan sholat subuh, ya Mas," ucap Aludra lembut agar Zergan paham.


Zergan mengangguk. Dengan tubuh tanpa pakaian itu dan inti yang masih menyatu, Zergan menggendong Aludra ala koala dan membawanya ke kamar mandi.


.....


Aludra menyender manja di dada bidang Zergan. Setah mandi, Zergan memutuskan untuk ke kantor agak sedikit siang. Ada sesuatu yang harus dia pastikan dengan istrinya saat ini.


"Sayang," panggil Zergan lembut.


"Iya, Mas," jawab Aludra pelan.


"Kemarin kamu kemana? Kenapa pulang larut?" tanya Zergan lembut sambil mengelus rambut halus Aludra.


Aludra nampak diam. Wanita itu mencoba berpikir sebentar sebelum menjawab.


"Malam sekitar pukul delapan, Zayn minta dibeliin kinder Joy, Mas. Karena persediaan di kulkas habis. Kamu tahukan bagaimana gilanya anak kita karena cemilan mahal itu?"


"Nggak mahal Sayang. Selagi mampu ya nggak mahal lah."


Aludra hanya diam. Suami dan anaknya memanah sama-sama suka menghabiskan uang.


"Karena itu, aku pergi ke swalayan depan komplek dengan jalan kaki. Aku ajak Zayn, tapi anak itu sudah kelihatan mengantuk. Makanya aku tiduri Zayn dulu, baru aku pergi ke swalayan. Aku takut nanti kalau dia bangun, terus apa yang dia cari nggak ada, bisa ngamuk," ucap Aludra.


"Terus?" tanya Zergan lagi.


"Terus? Em,,," Aludra nampak berpikir apa yang terjadi setelah itu.


"Kayaknya aku ngantuk banget dan tertidur di swalayan deh, Mas. Kamu yang bawa aku pulang ya?" tanya Aludra polos.


Zergan yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangguk. Ada yang nggak beres. Batin Zergan yang tidak mau bertanya lebih lanjut lagi. Jika bertanya sekarang, maka itu bisa membuat Aludra bingung dan menyulitkan wanitanya.


"Eh tapi aku ingat, Mas," ucap Aludra tiba-tiba.


"Apa Sayang?"


"Di swalayan kemarin, aku ketemu Papa dan Rea."


................


Flashback masih panjang ya bestie, jadi sabar nunggu ya 🤗😉


Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah


__ADS_2