
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Aku harus pintar untuk menghadapi orang sepertimu, Ayah," jawab Zergan.
"Menghancurkan perusahaan pusat Bailey, itu artinya kamu menghancurkan kerja keras Kakek mu, Zergan."
"Tapi aku sudah memberi Zergan izin untuk itu!" teriak seseorang dari pintu dan berjalan memasuki rumah Zergan.
Zergan dan Adam menoleh. Disana sudah ada Fatih, Anwar dan juga Wira yang datang bersamaan.
"Saya sudah mengizinkan Zergan untuk melakukan itu semua," ucap Fatih lagi menatap Adam.
"Pa," ucap Adam tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Fatih terkekeh pelan dan mendudukkan dirinya di sofa yang singel dan menatap Zergan serta Adam secara bergantian.
"Anakmu saja lebih menghargai ku dibandingkan kamu sendiri, Adam, yang merupakan anak kandungku. Dia meminta izin padaku untuk melakukan semua ini. Sedangkan kau, apakah kau ada memikirkan aku ketika melakukan semua kebejatan ini?" tanya Fatih menatap Adam penuh kekecewaan.
"Kamu sama sekali tidak menganggap keberadaan ku," ucap Fatih lagi.
Zergan yang mendengar perkataan kakeknya memandang sendu lelaki tua itu. Fatih adalah lelaki dengan penuh tanggung jawab, ketegasan dan juga pekerja keras. Tapi entah kenapa dia memiliki anak seperti Adam Bailey yang sangat jauh dari kata baik.
Zergan terkekeh miris dalam hatinya. Dia sebagai lelaki sangat malu karena harus tercipta dari benih lelaki seperti Adam Bailey.
"Tidak harusnya Zergan mencampurkan urusan pribadi dengan perusahan, Papa," ucap Adam membela diri.
"Aku tidak akan melakukan semua ini jika Ayah tidak memulai semuanya!" jawab Zergan tak terima.
__ADS_1
"Turunkan nada suaramu, Zergan!" ucap Adam memandang tajam pada anaknya itu.
Bukanya takut, Zergan malah menatap Adam dengan tawa mengejeknya. "Jangan sok menasehati, Ayah. Diri ayahlah yang butuh nasehat. Aku masih menghormati ayah dengan tidak menyebut nama ayah saja saat ini. Jangan sampai apa yang ayah lakukan membuatku benar-benar melupakan bahwa kau adalah ayahku," ucap Zergan.
"Kau memang benar tidak tahu diri. Berani sekali kau bicara seperti itu pada ayahmu, Zergan. Ayah yang mengajarimu bicara, tapi kau malah berdebat denganku," ucap Adam bijak.
"Itu hanya berlaku untuk Ayah bertanggung jawab di dunia ini. Sedangkan kau? Aku tidak tahu harus menyebutmu bagaimana, Ayah," jawab Zergan sama sekali tak takut.
"Sekarang apa yang kau inginkan, Adam?" tanya Fatih meredakan sedikit emosinya.
"Aku hanya ingin Zergan mengembalikan posisi perusahan pusat. Dia membuat harga saham menurun drastis, Papa," ucap Adam menjawab perkataan Fatih.
"Saham itu turun karena kinerja Ayah yang tidak baik," ucap Zergan tak terima.
"Tahu apa kamu tentang kinerjaku, Zergan? Aku disana dan kau sibuk disini dengan keluargamu," jawab Adam.
"Jangan pikir aku tidak tahu, Ayah. Satu bulan lalu, saat investor tetap ingin bertemu denganmu dan membicarakan mengenai ekspor barang, kau malah berasalan tidak bisa karena ada keluarga sakit yang tidak bis akau tinggalkan. Tapi nyatanya apa? Kau liburan bersama selingkuhan mu dan meninggalkan Mama ku sendiri di rumah itu!" ucap Zergan meluapkan semua kekesalan dan emosinya yang sejak tadi dia tahan.
Adam cukup terkejut mengetahui bahwa Zergan tahu apa yang dia lakukan. Tapi sebisa mungkin, lelaki itu bersikap tenang dan tidak terpancing.
"Kendalikan diri Lo, Gan," ucap Wira mencoba menenangkan Zergan.
"Jangan bahas sesuatu diluar pembahasan ini, Zergan," ucap Adam.
"Tapi Ayah yang lebih dulu memancing amarahku," jawab Zergan.
"Adam?" panggil Fatih lembut. Seolah dia memanggil anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Ya Papa," jawab Adam.
"Kenapa kau melakukan semua ini? Semua ini tidak akan kacau jika kau tidak berulah, Nak," ucap Fatih mencoba lembut.
"Aku bisa apa saat aku jatuh cinta, Papa," jawab Adam.
"Kau bukan lagi anak muda, Adam," jawab Fatih mengingatkan Adam.
"Kurang apa menantuku padamu?" tanya Fatih lagi.
__ADS_1
Zergan, Wira dan Anwar yang melihat itu hanya diam. Fatih memang orang yang sangat bijak. Saat melihat Adam yang tengah menahan emosinya, tapi Fatih mencoba air agar meredakan emosi itu dan bicara lembut dengan Adam.
Adam terdiam mendengar pertanyaan Fatih. Tidak ada yang bisa dia ucapkan. Ana memang istri yang sangat baik dan tidak ada kurangnya.
"Dia baik, dia cantik, dia lembut dan selalu menghormatimu sebagai istrinya. Dia selalu menomor satukan mu dari yang lain. Kurang apa lagi, Adam? Dulu kau yang memaksa kami untuk menerima Ana. Dulu kau begitu mencintainya, tapi sekarang? Kau mencampakkannya dan memberinya luka yang tidak terkira. Kau tidak menikah dengan Ana setahu dua tahu, Adam. Tapi sudah mencapai puluhan tahun," ucap Fatih mencoba membuka pikiran Adam.
Adam menunduk mendengar perkataan Fatih. "Aku tidak bisa mengendalikan diri, Papa. Rea perempuan sempurna," jawab Adam.
"Sempurna?" ucap Zergan tak percaya.
Setelahnya Zergan terkekeh. "Perempuan sempurna tidak akan menjadi selir, Ayah. Perempuan sempurna tidak akan menjadi ular dalam pernikahan Ibu dan Ayah tirinya sendiri. Astaga, dimana otakmu sebagai lelaki."
"Zergan."
"Maaf Kakek. Tapi dia sungguh tak punya pikiran," ucap Zergan menjawab peringatan Kakeknya.
Tidak tahan berada di suasana seperti ini, Adam berdiri. Jika memang kau tidak mau membantuku, maka katakan saja, Zergan. Tapi setelah ini, kau akan melawan ayahmu sendiri," ucap Adam menatap tajam Zergan.
"Dan satu lagi, jangan hina Rea. Kalian tidak tahu dia seperti apa," ucap Adam pergi dari sana.
Setelah kepergian Adam, semua terdiam.
"Harusnya kita beritahu rekaman ini tadi, Gan," ucap Wira membuka suara.
Zergan tersenyum. "Sebentar lagi. Kita akan beritahu rekaman ini, setelah dia melakukan hal yang akan dia sesali. Penyesalan adalah hukuman paling sakit dan mengerikan dari sebuah kesalahan. Kita akan ke rumah Mama sekarang," ucap Zergan berdiri yang memang menebak kemana tujuan Adam selanjutnya. Tidak dapat kemudahan disini, maka Adam akan menggunakan ana untuk mempermulus jalannya membujuk Zergan.
Zergan tahu rasanya menyesal. Karena dia sudah merasakannya saat dulu salah paham pada Aludra.
Aku tidak menyangka, salah paham ini membuatku semakin cinta padamu, Sayang. Aku kira kita akan berpisah. Tapi salah paham tidak selalu memberi hal buruk. Batin Zergan mengingat istrinya dengan segala kelapangan hati Aludra.
"Rekaman apa?" tanya Fatih bingung membuyarkan lamunan Zergan.
"Nanti Kakek akan tahu."
......................
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉