
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Saat asik melihat sekeliling, suara langkah kaki terdengar memenuhi ruang tamu.
Zergan dan Wira serentak menoleh pada seorang lelaki paruh baya yang kini berjalan mendekati mereka.
"Selamat datang, Zergan."
Zergan dan wira tersenyum. sekarang saatnya mereka menjadi orang baik sebelum mengeluarkan taring.
"Maaf jika kedatangan saya mengganggu hari minggunya, Pak," ucap Zergan sopan.
Mereka bertiga bersalaman hangat.
"Silahkan duduk," ucap Pak Fredy sopan mempersilahkan Zergan dan Wira untuk duduk. di meja ruang tamu sudah tersedia minuman yang entah kapan datangnya Zergan dan wira juga tidak tahu.
"Sama sekali tidak menganggu. Beruntung ini hari minggu, jadi tidak jadwal apa-apa," jawab Pak Fredy tersenyum.
"Karena biasanya menteri juga sibuk dengan tugas negara, Pak," ucap Zergan pelan.
"Ah, tidak usah di pikirkan, Nak Zergan. Bagaimana kabar kakekmu?" tanya Pak Fredy.
Zergan mengangguk. "Kakek baik. Saya kesini ingin menyampaikan pesan kakek pada Pak fredy," ucap Zergan.
"Sepertinya pesan yang sangat penting sampai kamu repot-repot kesini. padahal Pak Fatih bisa menelponku," ucap Pak fredy menatap zergan dan Wira bergantian.
Zergan tersenyum miring. "Kakek sangat sibuk sampai tidak ada waktu, Pak," jawab zergan singkat.
Pak fredy mengangguk. "Kalau begitu minumlah dulu sebelum kita mulai pembicaraan yang nampak serius ini," ucap Pak fredy menawarkan pada wira dan Zergan.
"Bisa saya minta minuman yang baru?" tanya Zergan yang membuat alis Pak fredy terangkat.
Zergan dan Wira terkekeh. "Maaf, sebelumnya, Pak. Bukannya kami bermaksud menyinggung anda, tapi kami hanya meminum minuman mineral jika di tempat umum. semua demi keselamatan, Pak. Musuh bisa ada dimana saja. Anda tahu jika kami ini bukan orang sembarangan, bukan?" ucap wira angkat suara.
Pa fredy yang mendengar itu terkekeh pelan. "Ternyata benar, kalian adalah dua orang yang cukup protektif seperti yang pernah diceritakan oleh Pak Fatih. Tunggulah sebentar, pelayan akan segera datang membawa air mineral untuk kalian," ucap Pak fredy sambil memberi kode pada salah satu pelayan yang berdiri di dinding pembatas ruang tamu dan ruang keluarga.
"Apa anda sendiri di rumah, Pak?" tanya Wira basa-basi.
Pak fredy mengangguk. "Istri saya ada pertemuan dengan ibu negara, sedangkan dua anak saya memilih menetap di luar negeri bersama keluarga kecil mereka masing-masing. Beginilah jika sudah tua," ucap Pak Fredy terkekeh miris diakhir katanya.
__ADS_1
Zergan dan wira hanya ikut terkekeh. Cukup kasihan juga mendengar apa yang disampaikan oleh Pak fredy mengenai betapa kesepiannya lelaki itu.
"Jadi ada pesan apa, zergan?" tanya Pak fredy.
Zergan air mineral yang baru saja datang dan meminumnya sebelum mulai bicara.
Zergan memberi kode pada wira untuk memulainya. Wira mengangguk. lelaki itu mengeluarkan ponselnya dan mencari sesuatu untuk ditunjukan pada Pak fredy.
"Apa bapak mengenal dua orang ini?" tanya wira memperlihatkan sebuah foto dari ponselnya pada Pak fredy.
Pak fredy menerima ponsel wira. Dahinya berkerut menatap foto tersebut. "Ini adik saya bersama istrinya. Apa kalian saling mengenal?" tanya Pak fredy menyerahkan kembali ponsel kepada Wira.
"Apa bapak juga mengenal gadis ini?" tanya Wira tanpa menjawab pertanyaan Pak fredy. lelaki itu kembali menyerahkan ponselnya pada Pak fredy.
"Tentu kenal. Ini grace, anak angkat dari adik saya. setelah kematian anak mereka satu-satunya, adik saya meminta izin untuk mengadopsi seorang anak untuk menghilangkan kesedihan mereka. Dan sekarang grace sudah besar tumbuh menjadi gadis yang cantik," ucap Pak fredy tersenyum menatap foto grace.
"Dia memang tumbuh menjadi gadis yang cantik. Tapi dia tidak menjalani proses tumbuh dengan baik, Pak," ucap Wira tegas.
"Maksudnya?" tanya Pak fredy tak paham.
"Adik bapak memang mengadopsi grace dan membesarkannya. Tapi satu hal yang harus bapak tahu, tujuan adik anda untuk mengadopsi grace adalah untuk menyiksanya serta kedua orang tua kandungnya," ucap wira to the point.
"Orang tua kandung? apa maksud kalian? bukankah orang tua grace sudah tidak ada?" tanya Pak fredy sangat bingung dengan apa yang disampaikan oleh wira.
"Jika itu benar dan kalian bisa memberikan bukti, maka saya akan pertimbangkan," jawab Pak fredy yakin.
"Maaf jika saya harus mengatakan ini, Pak. Tapi adik anda dan juga istrinya bukanlah manusia baik. Bahkan mereka tidak pantas disebut manusia melainkan binatang," ucap Wira menatap Fredy.
"Jangan memberi fitnah," ucap Pak fredy tajam.
"Kami tidak fitnah, Pak. Saya akan berkata jujur disini. Mereka mengadopsi grace memang untuk balas dendam. Karena,,,"
"Karna apa?" tanya Pak fredy menatap wira yang menggantung ucapannya.
"Grace yang telah menghilangkan nyawa anak kandung mereka," ucap wira yang membuat Pak fredy terkejut.
"Tapi dengar dulu, Pak. Grace punya alasan untuk melakukan itu. Saat itu grace berusaha membela kakaknya yang selalu di bully oleh keponakan kandung anda. Hingga tanpa sengaja dia mendorong keponakan anda sampai jatuh ke jalan dan tertabrak mobil. Ini hanya persoalan anak usia lima dan tujuh tahun, Pak. Tapi apa daya, kejadian itu membuat keponakan kandung anda meninggal," ucap Wira menceritakan pada Pak Fredy sebelum lelaki itu menyela.
"Karena dendam itu, adik anda mengadopsi Grace sejak kecil. Dan anda tahu dimana orang tua kandung grace?" tanya Wira yang dijawab gelengan kepala oleh Pak Fredy.
"Anda nonton video ini. Saya tahu video ini tidak pantas, tapi ini adalah bukti betapa kejamnya adik anda beserta istrinya," ucap Wira memberikan ponselnya pada Pak fredy agar lelaki itu bisa melihat bukti yang dia dapatkan.
__ADS_1
Beruntung saat menyelamatkan grace Wira masih bisa berpikir jernih hingga dia merekam apa yang terjadi disana sebelum benar-benar membantu melepaskan grace.
bola mata Pak fredy serasa akan keluar dari tempatnya melihat video tak pantas di ponsel Wira. Video itu memperlihatkan bagaimana kejamnya sang adik bersama sang istri memperlakukan seorang wanita dan pria sebagai budak **** mereka. Ini sungguh memalukan dan mencoreng arang di wajah Pak fredy.
Tangan Pak fredy mengepal kuat hingga tak sadar ponsel Wira hampir saja hancur di tangannya.
"Ponsel saya, Pak," ucap wira mengingatkan Pak fredy karena tak mau ponselnya hancur.
Pak fredy dengan segera menyerahkan ponsel itu pada Wira karena tak sanggup melihat melanjutkan video itu.
"Wa-wanita dan laki-laki itu siapa?" tanya Pak fredy dengan badan gemetar menyaksikan kebejatan adik dan adik iparnya.
"Dia orang tua kandungnya grace, Pak. Orang tua kandung grace tidak meninggal. Tapi mereka disekap oleh adik anda hingga dijadikan budak ****. Dan semua itu untuk menghancurkan mental grace dan menyiksa batinnya," jawab Wira yang membuat Pak Fredy semakin terdiam.
"Tapi kenapa Grace tidak pernah mengatakan semua ini pada saya?" tanya Pak fredy heran masih dengan wajah terkejutnya.
"adik anda mengancam akan melenyapkan kedua orang tua grace jika grace kabur dan buka suara mengenai semua ini. Dan sebagai anak, grace tidak mau kehilangan kedua orang tuanya," jawab Wira lagi.
Pak fredy memijat pangkal hidungnya. Sungguh, tidak Pak fredy sangka jika dia memiliki adik yang begitu kejam. ternyata kelembutan yang selama ini dia lihat menjadi senjata untuk menyembunyikan semua kejahatan.
"Lalu pesan apa yang ingin kamu sampaikan, zergan?" tanya Pak fredy kembali menatap Zergan.
Zergan terkekeh pelan. "Kakekku selalu mendukung kebaikan. Dia berpesan agar Pak fredy segera mengambil tindakan. Maaf Kakek? Zergan harus menjual nama kakek seperti ini," ucap Zergan membatin diakhir perkataannya.
"Tapi ini semua akan mencemarkan nama baik saya," ucap Pak fredy lirih.
"Cobalah berpikir kearah yang baik, Pak. Jika memang anda tidak mau mengusut semua ini, saya yang akan menyebarkan video ini. berita keluarga anda akan ada di mana-mana. Dan satu lagi, akan ada berita jika seorang pejabat negara yang terhormat malah merahasiakan kejahatan adiknya selama ini. Anda tentu tahu bagaimana pengaruh dari kakek saya, Pak," ucap Zergan sedikit memberi ancaman.
"dan jika bapak mengusut semua ini, maka bapak akan mendapat nama baik karena berani membuka kejahatan meski itu adik Anda sendiri," tambah wira meyakinkan.
"Apa kalian mengancam?" tanya Pak fredy.
Wira dan Zergan terkekeh.
"Anda sudah cukup umur untuk mengetahui mana yang baik dan yang tidak, Bapak Menteri," ucap Zergan menatap lurus mata Pak Fredy.
Pak fredy terdiam. hati dan pikirannya saat ini sedang bertengkar mengenai langkah apa yang akan dia ambil.
Pak fredy menghela nafas pelan. "Saya ingin bertemu grace terlebih dahulu.
......................
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!