Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 51


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Zergan tidak marah, lebih tepatnya cemburu dan kesal. Zergan tahu Rio adalah orang baik, tapi tetap saja dia tidak rela ada lelaki lain baik kepada istrinya.


Zergan menormalkan nafasnya yang memburu sebelum membuka pintu.


"Assalamu'a- AAAAAAAA MAMAAAAAAA!!!" teriak Zergan begitu melihat sesuatu yang sangat menjijikan dan menakutkan baginya.


"SAYAAAAANGG!!! ZAAAAYYYNNN!!! teriak Zergan sambil menaiki sofa ruang tamu dengan sepatunya.


Terdengar tawa yang sangat keras dari balik gorden pintu yang ada di belakangnya. Zergan menoleh dengan wajah takut. Dari sana Zayn keluar dengan tawa yang tak henti dan wajah anak itu yang sudah merah karena tertawa. Diikuti Bima dengan kondisi yang sama seperti Zayn.


"Sofa aku, Mas!" ucap Aludra tegas setelah berhasil menghentikan tawanya melihat Zergan menaiki sofa dengan sepatu.


Zergan langsung menarik tangan Aludra. "Sayang itu," ucap Aludra bergetar mengadu pada Aludra sambil menunjuk anak yang sangat banyak di lantai berkeliaran.


"Masa sama anak Ayam takut? Anak Ayam lucu begitu. Warna-warni lagi. Coba ambil, Nak," ucap Aludra lembut dan semakin jahil pada Zergan hingga meminta Zayn untuk mengambil salah satu anak ayam lucu itu.


Zayn menurut. Masih dengan tawanya anak itu mengambil seekor anak ayam berwarna merah.


"BAAAAAAAA!!" teriak Zayn mengagetkan Zergan dengan mendekatkan anak ayam itu pada Papanya.


"Jauh-jauh, Zayn. Atau Papa akan marah!" ucap Zergan memeluk Aludra.


"Kamu marahi anak aku, kamu berurusan sama Mamanya," ucap Aludra mengancam menatap tajam Zergan. Wanita itu berubah menjadi wanita tegas deni hukuman untuk suaminya.


"Sayang, itu anak Ayam. Geli sayang. Takut juga. Mending hadapi buaya atau harimau aja, ya. Takuuut," ucap Zergan merengek bagaikan anak kecil pada Aludra dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Om lemah. Masa anak ayam takut. Lucu tahu Om," ucap Bima mengambil salah satu anak Ayam yang berwarna ungu.


"Jangan sok tahu, Bocah. Siapa juga yang takut!" ucap Zergan kesal. Tidak bapak tidak anak, sama-sama membuat Zergan kesal.


"O jadi Papa tidak takut, ya," ucap Zayn meledek Zergan. Anak itu saling pandang dengan Bima. Setelah sama-sama mengangguk.


"Lasain Om!!" teriak Bima mendekatkan anak ayam yang ditangannya dengan berlari cepat agar Zergan tak bisa lari.


Dugh.


Zergan langsung melompat dari sofa begitu Zayn dan Bima mengejarnya. Saking takutnya, lelaki itu sampai menginjak anak yang lain karena tak tahu arah kemana akan berlari.


"Hahaha, kejar, Nak. Kejar terus Bima. Hahaha," ucap Aludra tak kuasa menahan tawanya melihat Zergan.


"Badan segede itu takut sama anak Ayah. Anak ayam rainbow lagi," ucap Aludra tak habis pikir dengan phobia yang dimiliki suaminya.


Ya, Zergan sangat phobia terhadap Anak Ayam. Padahal anak ayam itu lucu, tapi suaminya ketika melihat anak ayam sudah seperti melihat setan dan malaikat pencabut nyawa.


"Zayn, Papa marah ya," ucap Zergan terus berlari mengelilingi sofa.


"Heh bocil. Gue balikin sama bapak Lo tau rasa!" ucap Zergan menunjuk Bima.


"Sayang," rengek Zergan pada Aludra.


Zergan kembali naik ke sofa dan memeluk tubuh Aludra yang masih berdiri diatas sofa itu.


Zergan menyembunyikan wajahnya di cermin leher Aludra.


"Mas," ucap Aludra merasakan lehernya yang sedikit basah.


Aludra mengangkat kepala Zergan. "KAMU NANGIS?!" tanya Aludra tak percaya melihat Zergan yang menangis hanya karena takut dengan anak ayam.


Hanya? Bagi Aludra itu hanya anak ayam, tapi bagi Zergan itu hewan paling menakutkan.


Aludra memberi kode pada Zayn dan Bima agar berhenti. "Yah, gak selu. Mainnya nangis," ucap Bima meledek.


"Papa cepat nyelah," ucap Zayn.

__ADS_1


Kedua anak itu mengusap-usap kepala anak ayam ditangan mereka.


"Zayn, Bima, bawa anak Ayamnya lagi kebelakang, ya," ucap Aludra.


"Tapi mau main sama mereka dulu, Ma," ucap Zayn.


Aludra mengangguk. "Tapi setelah main langsung cuci tangan, ya. Cuci kaki juga," ucap Aludra yang dianggukki oleh kedua anak itu. Zayn dan Bima dengan mudah menangkap beberapa Anak ayam itu. Cukup banyak, ada sekitar tiga puluh anak ayam rainbow disana. Pantas Zergan menangis, satu saja dia takut apalagi tiga puluh, Zergan ini menghilang dari bumi ini rasanya.


"Udah ilang tuh anak Ayamnya," ucap Aludra menjauhkan wajah Zergan dari bahunya.


Aludra sebenarnya tak tega, tapi Zergan harus diberi banyak pelajaran karena kesalahannya.


"Sayang takut," ucap Zergan merengek.


"Badan segede ini takut dengan anak ayam. Gak malu sama anak," ucap Aludra jutek.


Zergan yang mendengar suara Aludra jutek menghela nafas pelan. Dia tahu Aludra marah, tapi tidak dengan anak ayam juga. Kan masih ada harimau atau singa yang lebih lucu menurut Zergan.


"Mending harimau atau singa, Sayang. Lebih lucu," ucap Zergan membela dirinya.


Aludra yang mendengar itu menatap Zergan kesal. "Jadi kamu minta dibawa harimau atau singa kesini biar anak kamu ketakutan? Biar kami digigit binatang buas itu? Biar kamu bisa hidup tenang sendiri? Iya?!" tanya Aludra mendelik kesal.


"Bukan begitu, Sayang," rengek Zergan merutuki mulutnya. Padahal dia hanya mencoba membela diri, tapi istri kesayangannya itu malah beranggapan lain Oke, Zergan! Sekarang Aludra adalah wanita yang sesungguhnya dengan semua kebenaranya.


"Sana ganti baju. Nanti sakit repotin orang!" ucap Aludra masih dengan nada juteknya. Setelah mengatakan itu, Aludra langsung berjalan menuju dapur untuk menghangatkan kembali sarapan tadi. Dia tahu Zergan pasti belum makan.


Zergan menghela nafas pelan. Melihat reaksi Aludra, membuat badan Zergan panas dingin. "Kesal saja, Sayang. Tapi jangan benci atau marah, ya," gumam Zergan menatap punggung Aludra yang sudah menghilang dari balik dinding dapur.


Zergan melihat kebawah dan menengok ke lantai sekitarnya. "Anak Ayam sialan!" umpat Zergan turun dari sofa dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Aludra melihat Zergan menaiki tangga. Wanita itu mengelus dadanya dan tersenyum bangga. "Bisa juga aku bersikap jutek dan ngeselin. Ternyata menyenangkan," gumam Aludra dengan senyumnya menatap Zergan.


Aludra menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah suaminya tadi, membuat Aludra sedikit terhibur. Inilah tugas Zergan seharusnya, dia yang membuat Aludra dan Zayn menangis, dia juga yang harus membuat Aludra dan Zayn tertawa. "Kamu yang menyebabkan air mata, harus kamu yang menciptakan kembali senyumnya, Mas."


......................


Kirain Zergan laki, gak taunya takut Anak Ayam rainbow bestie.

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Masih dalam suasana lebaran, aku ucapin selamat hari raya idul Fitri teman-teman. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan kembali fitrah 😉😉. Minal aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin 🤗🙏


__ADS_2