Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 94


__ADS_3

WELCOMEBACK TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Berbadan dua itu apa?" tanya Zayn yang sejak tadi hanya diam.


Zergan tersenyum. "Mama hamil, Nak. Zayn akan jadi abang," jawab lembut.


Tangan mungil Zayn mengepal. anak itu maju beberapa langkah untuk mendekati aludra yang terbarin di ranjang pemeriksaan. tanpa peduli apa yang akan terjadi anak itu melayangkan tangannya pada perut aludra.


BUGH


"Aws!"


"ZAYN GAK MAU PUNYA ADIK!"


"ZAYN!" teriak zergan reflek membuang kasar tangan zayn dari perut aludra.


Zayn memberontak saat zergan menahan tubuh dan tangannya. Anak itu menatap benci perut aludra yang kini sudah nampak menonjol.


"Lepasin! zayn gak mau punya adik! zayn mau pukul adik saja!" teriak anak itu terus memberontak.


Mama ana dan dokter arumi begitu shock melihat reaksi zayn. Mama ana kira zayn akan sangat senang jika dia memiliki adik karena bisa menjadi temannya nanti saat dirumah. Tapi ternyata semua diluar dugaannya.


"Zayn! Kamu menyakiti mama mu!" ucap zergan memeluk erat tubuh anaknya agar tak menyakiti perut aludra lagi.


Aludra memeluk erat perutnya yang kini terasa sakit akibat pukulan Zayn. "Tolong, dokter," ucap alidra menatap sendu pada dokter arumi.


Dokter arumi langsung mengangguk. Dia dengan segera memeriksa keadaan perut dan janin yang ada di dalamnya dengan dibantu oleh seorang perawat yang menjadi asistennya.


Tidak ingin Zayn kembali berulah, zergan segera membawa Zayn keluar dari ruangan tersebut.


"Bagimana janinnya, arumi?" tanya Mama ana khawatir.


Aludra yang diperiksa berusaha menahan sakit dan menampilkan senyumnya pada mama ana agar wanita itu tidak terlalu khawatir. Mama ana menggenggam lembut telapak tangan aludra sebagai bentuk rasa khawatirnya.

__ADS_1


Dokter arumi menghela nafas pelan. "Syukurlah pukulan Zayn tidak terlalu keras. Jadi semuanya baik-baik saja. kamu harus lebih banyak istirahat dan berhati-hati, nak aludra. Pada usia kandungan muda seperti ini sangat rentan sekali. Jadi jangan terlalu paksakan dirimu, ya," ucap dokter arumi menjelaskan kondisi kandungan aludra.


"Alhamdulillah," lirih mama ana dan aludra secara bersamaan. ada kelegaan yang mereka rasakan setelah mendengar kabar baik dari arumi.


"Kita lanjutkan pemeriksaan?" tanya Arumi.


Mama ana menatap Aludra. Aludra terdiam sejenak seraya berpikir. "Kandungan ku benar-benar baikkan, Dokter?" tanya Aludra yang dianggukki oleh dokter arumi.


"Jika aku membuat janji untuk pemeriksaan berikutnya saja, bisa tidak? Aku ingin membujuk anakku dan baru akan memeriksakan kandungan ini agar dia bisa ikut melihat calon adiknya, dokter, " tanya Aludra lagi.


Dokter arumi tersenyum dan mengangguk. "Baiklah. semua bisa diatur, Aludra," jawab dokter arumi lembut.


"Terimakasih banyak, Dokter," ucap aludra tulus.


"Terimkasih banyak, Arumi. Nanti kita akan bertemu lagi," ucap Mama ana lembut.


"Sama-sama. Sudah tugasku untuk menjaga dan melayani pasienku," ucap Dokter arumi dengan senyum lembutnya.


.....


Zayn menunduk menghindari tatapan zergan. Anak itu masih emosi sekaligus takut atas apa yang sudah dia lakukan.


Zergan menghela nafas pelan. "Zayn," panggil zergan lembut. Bagaimanapun marahnya, dia tidak boleh berbicara dengan nada tinggi seperti tadi.


Zayn hanya diam. Melihat keterdiaman Zayn, zergan menggenggam lembut tangan mungil anaknya. "Papa minta maaf, Nak," ucap zergan lembut.


Dengan perlahan zayn mengangkat kepalanya. dengan mata berkaca-kaca dia menatap zergan. "Zayn juga minta maaf, Papa," ucap anak itu memeluk tubuh Zergan dari samping.


"Papa minta maaf karena tadi sudah bicara dengan nada keras pada, Zayn. Maafkan papa, ya?" ucap zergan lembut sambil mengusap rambut anaknya.


"Maafin Zayn karena sudah memukul perut Mama tadi," ucap anak itu. Dia ikut mengatakan seperti yang dikatakan oleh Zergan. Dia mengatakan alasan atas permintaan maafnya, sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Zergan.


Zergan mengangguk. Dia melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang membasahi pipi Zayn.


"Boleh papa tanya kenapa Zayn pukul perut mama?" tanya zergan lembut.

__ADS_1


"Zayn gak mau punya adik. Belum lahir saja adik sudah buat mama pingsan. Apalagi nanti sudah lahir, mama bisa sakit terus, Papa," ucap Zayn menyebutkan alasan kemarahannya pada zergan.


"Nanti kalau punya adik, mama sama papa juga gak sayang sama Zayn lagi. Tadi saja saat papa tahu kalau mama hamil, papa tidak lihat Zayn lagi. Zayn telus sama nenek. Nanti kalau punya adik juga papa sama mama lupa sama Zayn. Zayn gak mau. Zayn balu aja ngerasain tidur bertiga lagi sama papa sama mama, Zayn gak mau ada orang lain," ucap anak itu mengeluarkan isi hatinya pada zergan.


Zergan menghela nafas pelan. Salahnya juga yang tidak bisa membendung rasa bahagia sehingga melupakan keberadaan anaknya tadi. Salah dia juga yang sudah bersandiwara selama berbulan-bulan untuk tidak akur dengan aludra.


"Maafkan papa, ya, Nak. Papa salah karena sudah buat Zayn merasa terabaikan. Papa salah karena sudah membuat Zayn sedih. Tapi satu hal yang harus Zayn tahu, sampai kapanpun Zayn tetap anak kesayangan Papa sama Mama, sama seperti adik Zayn nanti. Dan satu lagi, adik itu bukan orang lain, Nak. Dia adalah saudara kandung Zayn. kalian berasal dari benih yang sama, kalian keluar dari tempat yang sama, Nak. adik jiga nanti akan jadi tempat Zayn bercerita dan saling berbagi," ucap Zergan lembut memberi pengertian pada Zayn.


Zayn nampak terdiam. Meskipun dia belum bisa memcerna semuanya, tapi dia sedikit paham apa yang disampaikan zergan. Tapi satu hal yang membuatnya bingung. "Zayn sama adik belasal dali benih yang sama dan kelual dali tempat yang sama juga, emang benih apa dan tempatnya dimana, Papa?" tanya Zayn dengan kepala terangkat menatap polos pada zergan.


Astagfirullah. Gue lupa kalau anak gue masih bawah lima tahun. Batin zergan merutuki mulutnya yang bicara sok bijak dengan kata-kata indah. Tadinya dia sangat bangga dengan apa yang dia katakan, tapi sekarang lelaki itu menyesalinya.


"Nanti tanya sama Mama, ya. Yang penting sekarang Zayn gak boleh gitu lagi. kalau Zayn menyakiti adik, Zayn juga menyakiti mama. Zayn gak mau mama sedih dan kesakitankan?" tanya zergan yang dianggukki oleh Zayn.


"Zayn gak suka mama sedih. Dan Zayn gak mau mama sakit," jawab Zayn sendu.


"Kalau begitu, Zayn juga harus sayang adik, ya. Kita akan rawat adik sama-sama," ucap Zergan.


Zayn terdiam sebentar hingga akhirnya anak itu mengangguk dengan senyum tampannya. "Zayn akan minta maaf sama mama dan juga adik nanti," ucap Zayn tulus.


Zergan ikut tersenyum dan memeluk tubuh mungil anaknya. Tidak harus dengan kekerasan dan suara yang tinggi, bahkan kelembutan lebih mudah diterima dengan ikhlas oleh anaknya ini.


Sedangkan aludra dan mama ana yang sejak tadi mendengar dari sudut lorong yang tidak jauh terkekeh pelan sekaligus bangga. Zergan bisa menahan emosinya dan bicara lembut untuk menasehati Zayn.


.....


Sedangkan dibelahan negara lain, Rea nampak duduk di kamarnya dengan air mata yang tak henti menetes. tangannya terangkat mengusap perut yang masih rata itu. "Aku harus bagaimana?" Ucap Rea lirih dengan dagu bergetar.


"apa aku harus mempertahankanmu atau menyerahkanmu kembali pada Tuhan? Kau hadir disaat yang tidak tepat, Nak."


................


Hai temanku semua Aludra dan Zergan masih berlanjut, ya. Bagi yang sedikit lupa, kalian bisa baca bab sebelumnya ya, dijamin tetap seru.


Selamat membaca!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2