Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 145


__ADS_3

WELCOME TO MY STORY


🌹HAPPY READING🌹


"Abis ketemu papa kita jalan-jalan beltiga, ya Ma," pinta zayn berbinar.


aludra hanya tersenyum. "Sudah. ganti baju dulu, Nak."


Aludra menatap sendu punggung anaknya yang kini menghilang dari balik pintu kamar. "Mama gak bisa janji apapun sekarang, Nak," gumam aludra menghapus air mata yang kini menetea tanpa bisa dia cegah.


sungguh, hati aludra tidak seikhlas itu sekarang ini. bibirnya memang mengatakan tidak marah pada zergan. tapi hatinya terlalu sakit. istri mana yang tidak sakit hati dan kecewa saat sang suami menyembunyikan masalah kesehatan yang serius seperti ini. terlebih hanya dia yang tidak mengetahui mengenai ini. sungguh, aludra merasa seperti orang asing bagi suaminya sendiri.


"Zayn udah selesai, ma," ucap Zayn yang tiba-tiba datang mengagetkan aludra.


aludra dengan segera menghapus air matanya dan tersenyum. "berangkat sekarang?" tanya aludra lembut.


Zayn mengangguk. dengan senyumnya mereka berjalan keluar kamar dengan aludra yang menyeret koper dengan sebelah tangannya.


"kalian sudah siap?" tanya fatih yang menunggu di ruang tamu.


"sudah, kakek buyut. ayo ke tempat papa," ucap Zayn dengan senang hati.


fatih tersenyum kecil. anak itu sangat antusias karena akan bertemu dengan zergan. tapi apa dia masih bisa tersenyum jika nanti tahu bahwa papanga di rumah sakit? fatih berharap Zayn adalah anak yang cerdas dan kuat.


pandangan fatih beralih pada aludra. mata wanita itu masih nampak bengkak dan berair. fatih dapat menebak jika diam-diam. cucu menantunya itu masih menangis.


"ayo," ajak fatih. dia akan mencoba untuk bicara dengan aludra nanti. di depan Zayn bukanlah hal yang tepat untuk membicarakan semuanya saat ini.


mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membuat mereka sampai di rumah sakit dua puluh menit kemudian. aludra turun dan mobil dan mengeluarkan kopernya. sedangkan Zayn yang duduk di kursi depan sebelah kemudi bersama fatih menatap bingung rumah sakit.


"kok kita kesini, ma? siapa yang sakit?" tanya Zayn heran.


Aludra hanya tersenyum.


"biar kakek yang bawa, nak," ucap fatih menawarkan diri membantu membawa koper untuk zergan.


aludra menggeleng. "kakek bantu gandeng Zayn ya, kek," jawab aludra.


fatih mengangguk. dia langsung menggandeng tangan Zayn dan mengajaknya berjalan masuk. sedangkan aludra berjalan di belakang fatih sambil menyeret koper.


berjalan menelusuri lorong dan menaiki lift, akhirnya mereka sampai di ruang perawatan Zergan.

__ADS_1


fatih membuka pintu. Zayn yang melihat papanya terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang di tangannya membuat mata anak itu berkaca-kaca. jadi papanya sakit lagi? jadi papanya dirawat lagi? jadi ini yang membuat mamanya tadi menangis sendiri? pikir Zayn bertanya-tanya.


Dengan pelan anak itu berjalan agar tak membangunkan papanya. sedangkan mama ana yang menjaga zergan sedang menemui dokter rizal mengurus keberangkatan Zergan ke thailand.


sampai di sebelah ranjang rumah sakit, tangan mungil Zayn terulur menyentuh lembut tangan zergan. sedangkan aludra duduk di sofa bersama Fatih. tidak lama kemudian mama ana masuk ke ruangan. "kalian sudah datang?" tanya mama ana sedikit terkejut.


Mereka mengangguk. Zergan yang tadinya tidur kini membuka mata ketika pendengarannya tak sengaja menangkap suara mama ana.


zergan menoleh dan matanya langsung bersitatap dengan mata mungil yang kini sudah berair. "nak," ucap zergan lirih.


Zayn yang sejak tadi menahan tangis kini tak kuasa jika harus menahannya lagi. air mata anak itu jatuh seiring dengan bibirnya yang melengkung ke bawah. "papa," panggil Zayn dengan suara bergetar.


Zergan tersenyum. lelaki itu beralih posisi menjadi duduk. "Papa baik, Nak," ucap zergan menenangkan anaknya.


"papa seling sakit sekalang. Zayn gak suka," ucap anak itu menatap Zergan.


Zergan tersenyum. "papa baik, nak. hanya kelelahan saja," jawab Zergan.


Zergan menoleh pada sofa. disana ada aludra, fatih dan juga mama ana.


Zergan menatap lama pada wajah san istri yang masih sembab. Dia sadar betul akan kesedihan aludra yang tersebab karena dirinya.


"kemana?" tanya Zayn penasaran.


"Nanti malam, papa mau pergi ke thailand."


"thailand?" beo Zayn lembut.


zergan mengangguk. "papa ada urusan disana. dan papa disana akan lama, nak. Zayn ikut papa, ya? nanti kalau papa kangen sama Zayn gimana kalau zayn gak ikut?" tanya Zergan memasang wajah memelasnya menatap Zayn.


"Kalau Zayn ikut terus mama sama siapa?" tanya Zayn polos.


"Zayn bantu bujuk mama, ya," ucap Zergan berbisik pada anaknya.


Zayn nampak berpikir sejenak. anak itu nampak menimbang keputusan apa yang akan dia ambil. "tapi nanti adik yang dalam perut mama gakpapa kalau mama ikut, pa?" tanya Zayn menatap zergan.


zergan terdiam. sekarang kandungan istrinya sudah memasuki bulan ke delapan. Pasti sudah cukup kuat untuk ikut dengannya ke thailand.


"bisa kok, nak. kan adeknya kuat. Zayn coba bujuk mama, ya," ucap Zergan lagi.


Zayn mengangguk. anak itu turun dari kasur zergan dan berjalan menuju sofa tempat Aludra duduk bersama Fatih dan mama ana.

__ADS_1


"Mama," panggil Zayn lembut dan langsung duduk di sebelah mamanya. dia sengaja untuk tidak duduk di pangkuan aludra takut nanti adiknya akan kesakitan di dalam perut Sang Mama.


"kenapa, nak?" tanya aludra mengalihkan pandanganya dari ponsel kepada Zayn.


wanita itu sejak gadi hanya diam dan sesekali bicara dengan fatih dan ana. Itupun jika ana dan fatih yang bertanya. jika tidak, maka aludra akan tetap membisu. sungguh, dia masih kecewa dengan keluarganya sekarang.


"kenapa, sayang?" tanya aludra lembut.


"kita ikut papa yuk, ma?" ucap anak itu meminta dengan suara manjanya.


Alis aludra naik sebelah. dia beralih menatap Zergan yang juga menatapnya penuh permohonan. Mama ana dan fatih melihat semuanya dengan harapan aludra bisa ikut dan menemani Zergan.


Aludra tersenyum dan menggeleng menatap Zayn. "mama gak bisa, Nak," jawab Aludra yang membuat mereka semua kecewa.


"kenapa? papa lama lho ma," ucap anak itu lagi.


Aludra tetap menggeleng. andaikan anaknya sudah besar, maka dia akan mengatakan semuanya. tapi anaknya masih terlalu kecil untuk menerima semua ini. biarlah aludra dianggap egois karena lebih memilih suasana hatinya daripada keinginan Zayn. Hatinya terlanjur kecewa saat ini.


"Kalau mama ikut maka nanti kerjaan papa tambah lama selesainya. biar papa fokus sama kerjaanya, Nak," jawab Aludra.


Zayn terdiam. benar juga apa yang dikatakan oleh Mamanya ini. jika dia dan mamanya ikut, pasti papanya kurang fokus nanti dalam bekerja.


"Maaf, Papa. Zayn sama mama tetap di rumah aja, ya," ucap Zayn sedikit mengeraskan suaranya.


"Sayang," panggil Zergan sendu pada Aludra.


Mama ana yang menyadari kondisi ini langsung inisiatif mengajak Zayn keluar untuk membeli es krim.


Kini di ruangan itu hanya ada aludra, zergan dan fatih. aludra masih setia duduk di sofa. begitu juga fatih yang duduk bersebrangan dengan aludra.


Zergan turun dari kasur dan berjalan mendekati aludra dengan sebelah tangan mendorong tiang infusnya.


"Sayang," panggil Zergan setelah dua duduk di sebelah aludra.


"Aku memaafkan bukan berarti melupakan, Mas."


...----------------...


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ (ganti nama dari yus_kiz ke nonamarwa_) untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!

__ADS_1


__ADS_2