Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 26


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Anwar mengangguk. "Tertutup rapat, Tuan," jawab Anwar sopan.


Fatih beralih menatap Zergan. "Jadi tidak ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Fatih beralih pada Zergan.


Zergan menghela nafas pelan. Lelaki itu menunduk sedikit. Setelahnya Zergan mengangkat kepala dan memandang lekat Fatih. "Anakmu, Kakek. Yang sialnya adalah Ayah kandungku," ucap Zergan dengan nada penuh penekanan.


Fatih yang mendengar itu hanya terkekeh pelan. Lelaki tua itu memangku sebelah kakinya diatas kaki lainnya dengan menyilang. "Tempatmu ini tidak aman. Bisa kita bicara di tempat lain? Aku berharap siapapun tidak sedang memantau mu saat ini," ucap Fatih.


Zergan dan Wira yang mendengar perkataan Fatih menatap tak percaya pada lelaki itu. "Bagaimana Kakek mengerti?" tanya Wira penasaran.


Fatih yang mendengarnya terkekeh pelan. Diikuti oleh Anwar yang ikut terkekeh mendengar pertanyaan anaknya itu.


"Kau bertanya pada orang yang salah, Wira," jawab Fatih. Lelaki tua itu langsung berdiri setelah menjawab pertanyaan Wira.


"Ayo ikut aku," ucap Fatih mengajak mereka semua dan berjalan keluar ruangan Zergan.


Anwar dengan setia mengikuti tuannya dari belakang. Sedangkan Zergan dan Wira saling pandang. Mereka seakan waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh Fatih.


"Cepatlah. Aku tidak akan membunuh orang," ucap Fatih yang menyadari bahwa Zergan dan Wira tidak mengikutinya.


Zergan dan Wira langsung mengangguk patuh dan langsung berjalan mengikuti Fatih dan Anwar.


Zergan melewati ruang Rea. Ruang kerja Rea nampak kosong. "Kemana?" tanya Zergan sedikit berbisik pada Wira.


Wira mengangkat bahu pertanda tak tahu kemana Rea pergi. "Yang perlu sekarang kita mengikuti Tuan Besar," ucap Wira.


Mereka semua pergi dari ruangan Zergan dengan meninggalkan Aludra dan Zayn yang bermain di ruang pribadi Zergan. Bicara di luar mengenai masalah ini nampaknya lebih aman. Meskipun pintu ruangan pribadi Zergan sudah tertutup, tetap saja nanti bisa terjadi hal yang tak diinginkan.


.....


Zayn sangat asik dengan segala permainannya. Anak lelaki itu nampak sibuk sendiri sehingga tak memperhatikan Mamanya yang duduk termenung di ranjang.


Tidak biasanya Kakek datang kesini. Biasanya dia lebih memilih di villa daripada disini. Pasti ada sesuatu hal penting hingga Kakek sampai bela-belain kesini untuk ketemu Mas Zergan. Batin Aludra heran.

__ADS_1


Karena pasalnya, jikapun Fatih ada kepentingan dengan Zergan, maka Zergan akan diminta untuk terbang ke New Zealand, tempat Fatih menghabiskan masa tuanya seorang diri ditemani berbagai hewan peliharaan pilihannya.


"Mama kenapa bengong?" tanya Zayn.


Aludra terlonjak kaget mendengar pertanyaan Zayn yang cukup keras. "Kenapa ngomong keras, Nak?" tanya Aludra.


"Zayn udah panggil Mama lembut empat kali. Tapi mama nggak jawab, jadi Zayn naikin nada sualanya. Maaf ya, buat Mama kaget," ucap Zayn lembut.


Aludra tersenyum. Dia senang dengan sikap anaknya yang tidak pernah gengsi untuk meminta maaf.


"Tidak apa-apa, Nak. Mama yang minta maaf karena udah nggak denger tadi. Zayn mau tanya apa?" tanya Aludra lagi.


"Mama kenapa melamun?" tanya Zayn lagi.


Aludra menggeleng. "Tidak Sayang. Mama hanya sedikit mengantuk," ucap Aludra berasalan.


"Mama tidul aja dulu. Bial Zayn main sendili. Nanti kalau udah selesai Zayn bangunin Mama," ucap anak itu perhatian.


"Zayn tidak apa-apa kalau tidak Mama temani?" tanya Aludra.


Zayn tersenyum dan mengangguk.


"Tidak, Nak. Mama akan ikut main sama Zayn," ucap Aludra. Dia tadi hanya beralasan. Dan matanya sama sekali tidak mengantuk. Akan semakin menyiksa jika dia pura-pura tidur. Lebih baik dia bermain dengan Zayn dan menghabiskan waktu berdua.


.....


"Jadi bagaimana, Zergan?" tanya Fatih setelah mereka semua duduk dengan nyaman dalam mobil Limousine mewah milik Fatih.


Zergan dan Wira masih sama-sama diam. Mereka berdua nampak masih ragu untuk bicara.


"Tenanglah. Tidak ada yang berani menyadap tempatku," ucap Fatih yang paham akan keraguan mereka berdua.


Zergan dan Wira saling tatap. Zergan menghela nafas pelan, begitu juga dengan Wira. "Seperti yang aku bilang, Kakek. Adam Bailey dalang dari semuanya," jawab Zergan datar namun terdengar sangat tegas.


Anwar yang mendengar itu cukup terkejut. Sedangkan Fatih hanya diam dengan tetap memasang wajah datar dan dinginnya.


"Darimana kau mendapat semua informasi ini, Zergan?" tanya Fatih.


Zergan diam.


"Bisa kau ceritakan?" tanya Fatih lagi.


Zergan yang mendengar itu mengangguk lemah.


*Flashback On*

__ADS_1


Dua bulan yang lalu, saat malam yang sangat tidak diinginkan oleh Zergan terjadi.


Zergan pulang dari perusahaanya cukup malam, yaitu pukul sebelas karena harus lembur. Sampai lelaki itu dirumah, dia tidak menemukan keberadaan wanita kesayangannya dimanapun.


Zergan mencari ke kamar Zayn, ternyata anaknya itu sudah tertidur lelap. "Dimana Aludra?" gumam Zergan bertanya.


Zergan mencari ke setiap sudut rumahnya. "Alu, kamu dimana, Sayang?!" tanya Zergan dengan sedikit berteriak di lantai bawah.


Tidak dapat jawaban, Zergan beralih mencari ke dapur.


"Gelap," gumam Zergan saat melihat pintu dapur yang padam dan gelap.


Zergan berbalik hendak menaiki tangga. Namun, saat menaiki tangga, langkah kakinya terhenti kala mendengar ketukan pintu dari luar.


Zergan berbalik dan berjalan menuju pintu. "Siapa yang datang bertamu malam begini? Apa Aludra?" gumam Zergan lagi. Dari tadi laki-laki itu hanya bisa bergumam pada angin tanpa mendapat jawaban sama sekali.


Zergan mempercepat langkahnya. Lelaki itu memutar kunci dan membuka pintu.


"ALU!" teriak Zergan kaget melihat Aludra yang tertidur dengan digendong ala bridal style oleh seorang lelaki.


Dengan cepat Zergan segera mengambil alih Aludra. Meskipun begitu, wanita itu sama sekali tidak bangun dari tidurnya.


"Maaf, Tuan. Saya sopir taksi yang mengantar Nona ini," ucap lelaki itu sopan.


"Bagaimana bisa?" tanya Zergan tak paham.


"Tadi ada seseorang yang memesan taksi saya dan meminta untuk mengantar Nona ke alamat ini, Tuan," jawab sopir taksi itu sedikit takut melihat Zergan yang nampak marah.


"Siapa orang yang memesan taksi?" tanya Zergan.


"Saya tidak tahu, Tuan, karena pesanannya lewat aplikasi dengan nama Aludra," jawab sopir tersebut yang membuat Zergan mendengus kesal.


"Kau boleh pergi," ucap Zergan dan langsung berbalik membawa Aludra masuk.


Dengan sedikit keras Zergan menutup pintu rumahnya. Lelaki itu menidurkan Aludra terlebih dahulu di sofa rumah.


Aludra masih berada dalam dekapan Zergan. Saat akan memindahkan Aludra ke sofa, Zergan merasakan gerakan dari pelukannya. Dia menunduk dan melihat Aludra yang mulai menggerakkan matanya.


"Mas."


......................


Semuanya akan terjawab di part flashback ini. Nantikan kelanjutannya ya


Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan. Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah


__ADS_2