
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Ada apa? Apa ada sesuatu? Atau kau memang terlibat?" tanya Zergan beruntun.
Rio berdiri dari duduknya.
"Kau akan kemana?" tanya Zergan sedikit emosi.
"Ikut aku," ucap Rio dan langsung berjalan keluar dari ruangan Zergan.
Zergan dan Wira saling pandang. Tidak lama kedua pria itu berdiri dan berjalan mengikuti Rio.
"Ayo masuk," ucap Rio setelah membuka pintu kemudi mobil yang akan dia kendarai.
"Kita pakai mobil sendiri. Aku ikuti dari belakang," ucap Zergan dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan perusahaanya.
Rio mengangguk. Dia memasuki mobilnya dan langsung menginjak gas menjalankan mobil keluar dari area perusahaan Zergan.
"Kita mau kemana ini?" tanya Wira saat dia dan Zergan sudah mengikuti laju mobil Rio.
"Entah, yang pasti kita ikuti saja dulu. Rio tidak akan berbuat yang tidak-tidak dengan kita," jawab Zergan yang dianggukki oleh Wira.
Lima belas menit, mobil Rio memasuki gerbang perumahannya dengan Zergan.
"Inikan komplek gue," ucap Zergan bingung.
"Komplek gue komplek gue, komplek tempat Lo tinggal kali," ucap Wira meledek.
"Ya sama aja," ucap Zergan kesal menatap Wira.
"Adik iparnya ada di rumah dia kali. Kan dia satu komplek sama Lo," ucap Wira yang dianggukki oleh Zergan.
Mobil Rio dan Zergan berhenti setelah seorang satpam membukakan pagar rumah dan kedua mobil itu langsung masuk begitu saja.
Rio turun dari mobilnya diikuti oleh Zergan dan Wira.
"Ayo masuk," ajak Rio yang Zergan dan Wira mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"Papa," sambut seorang anak kecil ketika Rio melangkahkan kakinya memasuki rumah.
Zergan yang melihat anak itu menatap kesal. Dia masih ingat saat Bima ikut mengerjainya bersama Zayn dan Aludra dengan memberikan anak ayam.
"Hai sayang. Bima dari mana?" tanya Rio melihat baju anaknya yang terkena noda tanah.
"Dari taman belakang, Pa. Berkebun sama Nenek. Terus diminta nenek ke dapur buat ambil cangkul kecil. Terus lihat Papa datang Bima kesini dulu," ucap anak itu menjelaskan.
Rio tersenyum dan mengangguk. "Uncle Dewa dimana, Nak?" tanya Rio.
"Tadi ada di kamarnya, Pa," jawab Bima jujur.
Rio mengangguk. Bima menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat lelaki yang dia ketahui adalah papa dari temannya. "Paman Zergan," ucap Bima senang.
"Bima dibelakang ada anak ay-"
"Diem bocah," tukas Zergan cepat karena kesal dengan anak temannya itu.
"Rio cepatlah. Aku tidak mau bertemu anakmu yang menyebalkan ini," ucap Zergan berjalan duduk ke sofa ruang tamu.
Wira yang sudah mengetahui semuanya hanya ikut terkekeh pelan, begitu juga dengan Rio.
"Bima kembali ke belakang aja, ya. Atau ke dapur ambil cangkul kecilnya. Papa mau panggil uncle Dewa dulu," ucap Rio yang langsung dianggukki dengan patuh oleh anak itu.
"Kalian tunggu disini. Aku akan panggil seseorang dulu," ucap Rio dan beranjak pergi dari sana.
Tidak berselang lama, Rio turun dengan seorang lelaki yang sangat Zergan ketahui wajahnya.
Dewa, lelaki yang berjalan menuruti Abang iparnya itu membelalakkan matanya saat melihat siapa lelaki yang kini duduk di sofa rumah mereka. Tapi dengan setenang mungkin dewa mengendalikan dirinya.
Lo cukup bicara jujur, Dewa. Batin Dewa meyakinkan dirinya. Bagaimanapun, jika masalah ini sudah sampai pada Abang iparnya, maka dewa tidak akan berani untuk berkata tidak jujur. Rio adalah satu-satunya keluarga yang dewa miliki saat ini setelah kematian kakak perempuan yang tak lain adalah istri Rio.
"Ayo keruang kerjaku," ajak Rio pada Zergan dan Wira.
Zergan menatap sinis lelaki yang sejak tadi hanya diam dan menunduk.
.....
Kini keempat pria itu sudah duduk di sofa ruang kerja Wira yang ada dirumahnya.
"Apa kamu mengenal lelaki ini, Dewa?" tanya Rio menatap Dewa.
Dewa menghela nafas pelan. Setelahnya dia mengangguk dengan kepala menunduk. "Kenapa, bang," jawab Dewa jujur.
"Tapi aku tidak mengenalmu," ucap Zergan cepat.
Dewa mengangkat kepalanya. "Aku adalah lelaki yang ada di video itu," ucap dewa jujur menatap Zergan.
__ADS_1
Wira langsung menahan tangan Zergan yang hendak bangun dan menghajar dewa. Jika tidak lelaki itu bisa hilang kendali saat ini juga.
Zergan menghela nafas pelan meredakan amarahnya. Untung saja wanita yang di video itu bukan Aludra, karena jika itu Aludra bisa-bisa saat ini dewa hanya tinggal nama.
"Gue minta maaf, Bang," ucap Dewa menatap Zergan. Setelahnya Dewa juga beralih menatap Rion. "Dewa minta maaf udah buat Abang malau karena semua ini. Maaf," ucap Dewa menatap Rio penuh penyesalan.
"Kamu memang salah. Tapi sesalahnya kamu, akan lebih salah jika kamu berbohong," jawab Rio tegas.
Dewa mengangguk. Dia kembali menatap Zergan. "Laki-laki di video itu memang gue, bang. Dan perempuan itu bukan istri Lo," ucap Dewa mulai menjelaskan semuanya. Tanpa diminta pun, dia akan menjelaskan semuanya. Sudah cukup selama ini dia menjadi orang bodoh.
"Gue terpaksa melakukan itu semua. Gue adalah teman satu kampusnya Rea, Bang. Kami cukup dekat. Karena Rea tahu kalau gue ahli IT, makanya dia minta tolong sama gue buat tembusin pertahanan sistem perusahaan Lo. Tapi saat itu gue masih bisa sedikit kontrol, hingga akhirnya gue gak bobol sampai ke data penting perusahaan Lo bang," ucap Dewa menjelaskan.
"Kamu salah gunakan skill kamu untuk hal jahat seperti ini, Dewa?" tanya Rio dengan wajah datarnya.
"Dewa punya alasan untuk itu, Bang," ucap Dewa membela diri.
"Alasan apa?" tanya Zergan. Sedangkan Wira sejak tadi diam mendengarkan.
"Sekitar tiga bulan yang lalu, Adam Bailey menemui gue secara pribadi. Dia datang dan minta gue untuk kerjasama semua ini. Tapi gue nolak bang, demi apapun gue menolak mentah-mentah semua ini. Tapi karena satu hal, gue gak bisa buat gak nurutin keinginan Adam Bailey," jawab Dewa.
Tangan Zergan mengepal kuat mendengar perkataan Dewa. Lagi dan lagi lelaki yang berstatus sebagai ayah kandungnya itulah yang melakukan semua ini.
"Jangan ada yang kamu tutupi, Dewa," ucap Rio tegas.
Dewa menghela nafas pelan. "Zayn dan Bima," jawab Dewa yang membuat mereka semua menatap Dewa meminta penjelasan.
"Zayn dan Bima akan menjadi korban kalau gue gak mau melakukan itu semua, Bang. Dan gue gak bisa nolak," ucap Dewa.
"Brengsek!" umpat Zergan dengan kemarahan dan kekesalan setengah mati pada ayahnya sendiri.
"Jika memang Lo gak mau, kenapa di video itu Lo sangat menikmati?" tanya Wira kini angkat bicara.
"Obat perangsang. Minuman gue dicampur obat perangsang sama Rea," jawab Dewa.
Zergan, Wira dan Rio yang mendengar itu semua tak habis pikir.
Satu hal yang menjadi tanda tanya besar dalam diri Zergan. Untuk apa Adam dan Rea melakukan ini semua? Apa tujuan mereka sebenarnya?
Zergan menjambak rambutnya pelan menetralkan pikirannya yang terasa kalut. Marah, kesal, kecewa dan luka bercampur aduk di dalam dirinya.
"Tolong jujur, Dewa. Siapa wanita di video itu?" tanya Zergan dengan yakin.
Dewa nampak terdiam sebentar. Setelahnya dia menghela nafas pelan dan menatap Rio, Wira dan Zergan secara bergantian. "Dia bukan orang lain. Wanita itu Rea sendiri."
................
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉