
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
"Semoga semua baik-baik aja. Dan tidak ada hal yang mengkhawatirkan, ya Mas. Aku benar-benar takut kamu kayak gini. Aku bingung nanti harus jelasin gimana sama zayn saat dia tanyain keadaan kamu, Mas," ucap aludra lagi dengan sebelah tangannya yang bebas mengusap lembut dahi zergan.
"Aku nungguin kamu sama anak-anak kita, Mas." lanjut aludra dengan mata berkaca-kaca. jika sudah begini keadaannya, maka pikiran aludra sudah sangat jauh saat ini. membayangkan hidup tanpa zergan dia tidak akan sanggup. Dirinya sudah sangat bergantung pada sang suami. Jika zergan pergi, dia harus bagaimana?
"Kamu udah buat hidup aku sangat begantung pada kamu, Mas. Jadi kamu harus bertanggung jawab. Ingat, mas! kamu sendiri yang gak bolehin aku buat mandiri. Jadi kami harus selalu patuhi janji kamu buat temanin setiap kemanjaan aku. Dan ingat, Mas! kamu masih punya kewajiban juga buat adzanin anak kita yang akan lahir ini. jadi, cepat sadar ya suamiku," ucap aludra dengan senyum manisnya meskipun hati wanita itu benar-benar gundah saat ini.
Mama ana yang menyaksikan dan mendengar perkataan aludra dari balik pintu ruang inap hanya bisa menatap dalam diam. Dia sengaja tidak masuk saat mendengar aludra mencurahkan isi hatinya pada zergan yang masih belum sadarkan diri.
Saat keluar dari ruangan dokter David, mama ana langsung bertanya pada bagian informasi mengenai ruangan tempat zergan di rawat. setelah itu baru dia bergegas menyusul. Dia tidak ingin menelpon aludra karena takut nanti menantunya itu tahu jika dia berusaha menahan tangis.
"Kuatkan hamba untuk tidak menangis di depan menantu hamba, Ya Allah," ucap mama ana berharap diberi ketegara saat berhadapan dengan aludra.
menghirup nafas banyak dan membuangnya perlahan, mama ana meyakinkan diri untuk memasuki ruangan zergan.
Aludra yang mendengar langkah kaki sontak menoleh ke arah pintu. "Mama," panggil aludra.
Mama ana tersenyum. "Maaf mama lama ya, Nak. Tadi mama sempat ngobrol dulu sama dokter arumi," jawab mama ana beralasan menyebut nama dokter arumi.
Aludra tersenyum dan mengangguk. "Mama capek?" tanya aludra berdiri dan beranjak duduk di sofa sebelah mama ana.
Mama ana menggeleng. "Kamu yang harusnya mama ganya, Nak. Sejak tadi kamu belum istirahat siang," jawab mama ana perhatian.
Aludra tersenyum dan menggeleng. "Aludra baik-baik aja, Ma. Aludra mau minta tolong sama mama," ucap aludra tak enak.
"Minta tolong apa, Nak?" tanya mama ana lembut.
"Em, aludra minta tolong mama buat jagain mas zergan disini. alu mau ke rumah buat ambil keperluan mas zergan selama disini. Sekalian aku juga mau bawa zayn, Ma. Kasihan kalau harus lama-lama sama. bibi dirumah," ucap aludra menjelaskan.
__ADS_1
Mama ana tersenyum dan mengangguk. Seharusnya aludra tidak perlu takut untuk menyampaikan ini. Tapi menantunya itu sangat menghormatinya sebagai mertua dan seorang ibu.
"Kamu pulanglah dulu, Nak. Mama akan disini menjaga zergan. kamu juga istirahatlah sebentar. tak baik juga untuk kandungan kamu nanti kalau kamu sendiri kelelahan, Nak. Nanti malam saja kembali kesini. dan mama akan kasih kabar nanti kalau zergan udah bangun," ucap mama ana lembut.
"Makasi banyak ya, Ma."
"Jangan bicara seperti itu, Nak. Zergan itu anak mama juga. jadi udah kewajiban mama," jawab mama ana yang dibalas anggukan dan senyuman oleh aludra.
Setelah aludra pulang, Mama ana berpindah posisi dan duduk di kursi sebelah ranjang zergan yang tadi juga di duduki oleh aludra.
Tangan mama ana bergerak menggenggam lembut tangan zergan. "Laki-laki kecil mama sekarang udah besar. udah punya keluarga. udah mau punya anak ke dua. Dan sekarang, udah bisa buat mamanya nangis karena khawatir, ya," ucap mama ana sedikit bercanda menghibur kegelisahannya.
.....
Aludra berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk segera keluar dan pulang. Saat sampai di lobi, matanya tak sengaja menangkap sosok seorang yang tak asing menggendong seorang wanita yang tidak sadarkan diri.
"Kak Wira," gumam aludra. Dia juga menatao grace yang berjalan cepat menyusul wira dengan wajah khawatir bersama laki-laki yang tadi lagi ke rumahnya dan seorang lelaki yang tidak aludra ketahui siapa.
Aludra berjalan mendekati wira dan yang lain. "Kak Wira," sapa aludra setelah wanita yang tadi digendongnya masuk ke UGD.
Aludra tersenyum. Dia juga menyapa graca yang tersenyum padanya. "Aludra," ucap grace berdiri memeluk aludra. Aludra membalas pelukan aludra dengan lembut.
Setelahnya mata aludra menatap seorang lelaki yang ikut tersenyum ramah padanya. Dapat aludra lihat jika laki-laki itu tidak baik-baik saja. Terlihat dari wajahnya yang tedapat lebam dan sudut bibir yang berdarah namun sudah mengering.
Grace yang menyadari tatapan aludra tersenyum lagi. "Dia ayahku, Aludra. Dan yang di dalam ibuku. Kami sudah bebas," ucap grace ruang memberitahu aludra.
Aludra menatao berbinar setelah mendengar perkataan grace. "Akhirnya," ucap aludra lega.
"Selamat menjemput kebahagiaan lagi, Grace. Aku harap kamu bisa hidup bahagia dengan ayah dan ibu kamu. Juga bersama pamanmu yang baik ini," ucap Aludra menatap pak fredy yang tersenyum.
"Terimakasih banyak, Aludra. Semua ini juga berkatmu dan pak Zergan," jawab grace penuh terimakasih.
__ADS_1
Aludra tersenyum. dia menatap sejenak pada ayah grace yang kini sudah menunduk. Pantas saja orang tua angkat grace menjadikan orang tua kandung grace budak seksnya. Orang ayahnya ganteng begini. Pasti ibu grace juga cantik. Batin aludra menduga.
"Alu," panggil wira yang mengalihkan pandangan Aludra.
"Eh, iya kak," jawab aludra kaget.
"Kamu ada apa disini? apa ada yang sakit?" tanya wira.
"Mas zergan dirawat, Kak."
"Zergan?!" tanya Wira terkejut. pasalnya tadi saat kembali dari rumah oak Fredy, sahabatnya itu baik-baik saja.
"Bagaimana bisa? aku melihat tadi zergan sehat-sehat aja," jawab wira gak percaya.
"Tadi setelah kak wira dan grace pergi, mas zergan masuk ruang kerja dan ternyata pingsan disana," jawab aludra sekenanya.
"Kok bisa?" tanya wira lagi tak paham. Grace dan pak fredy yang mendengar itu juga ikut terkejut.
"Nanti saja alu jelaskan, Kak. Sekarang mas zergan di rawat di ruang VVIP 1. alu mau pulang dulu buat ambil perlengkapan masa zergan. Disana ada mama yang nemenin," jawab aludra tidak mau membuat wira semakin khawatir.
"Baiklah, apa perlu aku antar?"
Aludra menggeleng. "Kak wira disini saja. Alu pulang sama sopir," jawab aludea sopan.
"Baiklah. Nanti aku akan keruangan zergan bersama grcae," ucap wira yang dianggukki Aludra.
setelah pamit, aludea segera pergi ke parkiran untuk menuju mobil.
Wira menatap kepergian aludra dengan pandangan sendu. Gue tahu ada yang lo sembunyiin dari kami semua tentang kesehatan lo, Gan. Ini bukan pertama kalinya lo pingsan. kalau lo gak bisa kasih tahu, gue yang bakal cari tahu sendiri.
................
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!