Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 30


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Wira dengan seksama mendengar apa yang diceritakan oleh Zergan. Berbagai ekspresi keluar dari wajahnya. Ada marah, sedih, tak percaya dan kesal bercampur menjadi satu.


"Jadi kau mencurigai Ayah dan Adik tirimu?" tanya Wira.


Zergan mengangguk. "Kita selidiki semua ini, Wira," ucap Zergan dengan pandangan lurus ke depan.


"Bagaimana?" tanya Wira menatap Zergan lekat.


"Kita bermain bodoh, Wira. Menjadi bodoh untuk membongkar semuanya," jawab Zergan dengan seringai licik di wajahnya.


Wira yang mendengar perkataan Zergan terkekeh pelan. "Aku senang jika begini," ucap Wira semangat.


"Berani mengganggu istri dan keluargaku, berarti siap mati di tanganku. Meskipun itu keluargaku sendiri!" desis Zergan menatap tajam ke depan.


.....


Zergan berjalan memasuki rumahnya. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Lelaki itu sengaja pulang tepat waktu karena rindu dengan anak dan istrinya.


"Papa pulang," teriak Zayn yang berlari saat melihat Zergan yang sampai di ruang tamu.


Zergan langsung merentangkan tangannya dan menangkap Zayn. Lelaki itu menggendong Zayn dan memutar-mutar tubuh anaknya.


"Pusing Papa," keluh Zayn merasakan dunianya berputar.


Zergan langsung menghentikan aksinya dan menggendong Zayn dengan sebelah tangannya. "Anak Papa udah mandi?" tanya Zergan.


Zayn dengan semangat mengangguk. "Mana hadiahnya?" tanya Zayn menyodorkan tangannya.


Zergan tersenyum. "Masih ingat aja, ya. Zayn mau apa?" tanya Zergan menepati janjinya. Zergan berjanji pada anak itu untuk selalu memberi hadiah jika Zayn selalu patuh atas apa yang dikatakan oleh Aludra. Termasuk untuk mandi tepat waktu.


Zayn nampak berpikir sebentar. "Zayn minta nanti," jawab anak itu akhirnya. Karena mainan sudah banyak, uang tidak perlu, jadi tidak ada yang dia minta untuk saat ini.


"Baiklah anak baik. Sekarang Mama dimana?" tanya Zergan.

__ADS_1


"Tadi masih mandi di kamal. Soalnya Zayn mandi dulu, abis itu balu mama mandi sendili," jawab Zayn.


Mata Zergan berbinar mendengar jawaban Zayn. Ide licik muncul di pikirannya untuk kenikmatan duniawinya.


"Sekarang Zayn main dulu, ya. Main di ruang keluarga aja, jangan di luar. Papa mau ke kamar dulu," ucap Zergan.


Dengan patuh Zayn mengangguk tanpa ada curiga sedikitpun pada otak Zergan.


Dengan senang hati Zergan menurunkan Zayn. Anak itu langsung berlari menuju ruang keluarga dan Zergan yang berjalan sambil bersiul menuju kamarnya.


Sampai di depan pintu kamar, Zergan membuka pintu dengan perlahan. Lelaki itu tersenyum senang saat mendengar suara gemercik air dari kamar mandi.


Tanpa pikir panjang, Zergan membuka asal sepatunya dan membuang tas kerjanya ke ranjang. Setelahnya lelaki itu langsung berlari menuju kamar mandi tanpa membuka jas dan kemejanya.


BRAK.


"MAS!" reflek Aludra berteriak ketika pintu kamar mandinya ditutup dan dikunci oleh Zergan secara mendadak.


Zergan tersenyum polos menatap tubuh Aludra yang tidak terlapis oleh sehelai benangpun. "Mandi bareng, yuk," ajak Zergan dan langsung melepaskan pakaiannya begitu saja tanpa mendengar jawaban Aludra.


Aludra hanya cuek dan melanjutkan untuk memanjakan dirinya. Wanita itu terus mengguyur tubuhnya dibawah air shower yang terasa menyegarkan.


"Mas," panggil Aludra lembut saat tangan Zergan dengan lincah menggerogoti tubuhnya.


Aludra merasakan tubuh Zergan yang sudah tak tertutup apapun sama seperti dirinya. Jika sudah begini, Aludra tidak bisa menolak dan hanya menurut apa yang akan terjadi selanjutnya.


.....


"Bibirnya biasa aja. Mau minta cium?" tanya Zergan menatap Aludra tanpa rasa bersalah. Bibir wanita itu maju lima senti layaknya bebek.


Aludra memandang masam pada suaminya. Bagaimana tidak kesal, bagaimana jika nanti Zayn melihat bagian lehernya, dia akan menjawab apa pada anak itu.


"Udah dibilangin lehernya jangan, masih aja dikasi," gerutu Aludra kesal.


Zergan terkekeh pelan. Dia berjalan mendekati Aludra yang masih berdiri di depan meja rias hanya dengan memakai handuk kimononya.


"Jangan kesal gitu. Dosa lho," ucap Zergan memegang kedua bahu Aludra dari belakang.


"Lagian kamu keenakan, kan aku nggak tega kalau mau berhenti," tambah Zergan lagi yang membuat Aludra semakin kesal bukan kepalang.


Melihat Aludra yang sudah kesal setengah mati, Zergan langsung berlari keluar kamar. Tapi sebelumnya lelaki itu mencuri kecupan manis dibibir Aludra dengan secepat kilat.


"MAS ZERGAN!"


.....

__ADS_1


Zergan memasuki ruangan kerjanya dengan wajah berseri. Sudah beberapa hari ini, Aludra selalu bersikap manis dengannya sebagai permintaan maaf. Tentu saja itu terjadi karena akal licik Zergan.


Saat Zergan membuat Aludra kesal karena peristiwa mandi bersama, Zergan berbalik ngambek pada istrinya itu. Alhasil Aludra memilih untuk mengalah dan menuruti keinginan lelaki itu asal sikap bayi besarnya tak berlebihan.


"Seneng banget," celetuk Wira yang baru saja memasuki ruangan Zergan.


Zergan terkekeh pelan. "Makanya nikah. Biar ngerasain nikmatnya surga dunia," jawab Zergan meledek.


Wira hanya mencibir mendengar perkataan Zergan. Lelaki itu akan selalu kalah jika sudah membahas mengenai cinta dan perempuan.


"Kapan kita akan menjalankan rencana?" tanya Wira duduk di sofa ruangan Zergan.


"Aku akan minta Aludra kesini. Aludra harus tahu semua ini agar tak ada salah paham antara aku dan Aludra," ucap Zergan.


Wira mengangguk setuju. "Aku akan kirimkan sopir untuk menjemput Aludra nanti menjelang makan siang. Jadi, kita bisa mendiskusikan ini sambil makan siang bersama nanti," jawab Wira.


"Apa kau ada mencurigai sesuatu?" tanya Zergan menatap Wira.


Wira nampak diam sebentar. Setelahnya lelaki itu mengangguk menatap Zergan. "Mendengar ceritamu kemarin, aku curiga jika ini memang sudah direncanakan dengan sangat rapi," ucap Wira.


"Kau benar," jawab Zergan setuju. "Merek terlalu tikus untuk kucing ganas seperti kita," sambung Zergan terkekeh hambar.


"Boleh aku bertanya?" tanya Wira lagi.


"Apa?" jawab Zergan.


"Jika memang-" ucapan Wira terputus begitu Zergan memberi pertanda padanya untuk berhenti bicara. Zergan meletakkan jari telunjuknya di depan bibir menginterupsi agar Wira diam.


Zergan berjalan dengan pandangan fokus pada sesuatu objek yang nampak aneh dimatanya. Pandangan Zergan tertuju pada vas bunga yang ada di sofa. Dia melihat seikit benda aneh yang terselip di dalam bunga itu.


Tangan Zergan bergerak mengambil benda tersebut.


"Kamera," ucap Zergan sedikit berbisik menunjukan pada Wira yang duduk dibelakangnya.


Wira mengangguk. Lelaki itu benar-benar menutup rapat bibirnya karena tidak mau ada yang merekam pembicaraan penting mereka.


"Ganti rencana, Wira."


......................


Flashbacknya dikit lagi ya bestie, jadi sabar nunggu ya 🤗😉


Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.


__ADS_2