Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 167


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Kini semuanya sudah tertidur, namun ada sepasang mata yang sejak tadi menatap Zergan tanpa henti. wajahnya nampak sedih dengan tatapan iba pada Zergan. dia membayangkan bagaimana sakitnya. jika jarum dan selang itu menancap di tubuhnya.


"Papa bohong lagi sama Zayn," ucap anak itu menghapus air mata yang tiba-tiba jatuh membasahi pipinya. Anak itu kini duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang Zergan, sedangan aludra sudah tiduran di kasur penunggu bersama Mama ana dan Fatih yang tidur di sofa.


anak itu baru saja membuka mata setengah jam yang lalu saat semua orang sudah tidur. Dan sekarang dia mengerti kenapakenapa Mamanya sedih waktu mau berangkat kesini, ternyata Papanya sedang sakit.


tangan mungil Zayn bergerak menyentuh pipi Zergan yang sedikit berbulu dan tirus itu. Anak itu sedih, papanya yang dulu tegap dan gagah kini nampak kurus dan wajahnya yang pucat. "Kenapa gak ada yang bilang sama Zayn, ya? kalau Zayn tahu, Zayn pasti rawat papa sampai sembuh," ucap anak itu sendu.


Aludra yang sayup-sayup mendengar suara dan tangisan membuka matanya. Tatapan wanita itu langsung jatuh ke ranjang Zergan dan dia melihat Zayn yang sudah duduk di kursi sebelah ranjang itu.

__ADS_1


aludra bangun dari tidurnya, wanita itu duduk dan. langsung berdiri dengan pelan untuk segera berjalan mendekati Zayn. Sampai di dekan Zayn, aludra tidak langsung menyadari Zayn mengenai keberadaanya, wanita itu ingin mendengar apa yang anak itu katakan kepada Papanya.


"Apa Zayn nakal, makanya Papa gak kasih tahu Zayn kalau papa itu sakit? apa Zayn karena Zayn masih kecil makanya Zayn gak di kasih tahu kalau papa sakit? Zayn sedih papa sakit terus," ucap anak itu mengelus-ngelus rahang papanya dengan lembut.


"Semua gak ada yang ngasih tahu Zayn, pa. Semua gak ada yang bilang kalau papa sakit," ucap anak itu lagi menangis, tangan yang tadinya mengelus rahang Zergan kini berganti menghapus air matanya sendiri.


Aludra menatap sendu anaknya dari belakang. Sungguh, rasa bersalah semakin menusuk di hati Aludra melihat anaknya yang menyalahkan diri sendiri.


"Nak," panggil Aludra lembut dengan tangan menyentuh bahu Zayn yang bergetar karena menangis.


Zayn memeluk perut buncit mamanya dan menyandarkan kepalanya disana. Anak itu menangis tanpa suara karena takut akan membangunkan yang lainnya.


"Mama Minta maaf karena gak kasih tahu Zayn, ya," ucap aludra lembut mengusap kepala anaknya.

__ADS_1


Zayn tidak menjawab. sungguh, hati anak itu terluka melihat papanya yang terbaring dengan jarum dan selang yang tertancap di tangan dan dada papanya. memang, saat tidur zergan memang harus di pasang selang di hidung serba kabel di dadanya untuk memantau pernafasan lelaki itu.


Zergan, lelaki itu membuka matanya karena menangkap suara dari telinganya. pandangannya langsung bertemu dengan tatapan sendu aludra. Setelahnya, zergan beralih menatap Zayn yang membelakanginya karena memeluk Aludra.


"Zayn," panggil Zergan lembut.


Zayn yang tadinya menangis kini menghentikan tangisnya dan berbalik menatap Zergan. benar saja, lelaki itu tidak bisa menahan suara tangisnya lagi saat melihat Zergan.


"Hati Zayn sakit melihat Papa seperti ini."


...****************...


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.

__ADS_1


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰


__ADS_2