Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setalah Salah Paham - BAB 38


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Tangannya mengepal melihat Aludra yang duduk bersama seorang lelaki. Memang hanya punggung, tapi dia tahu bahwa itu memang Aludra. Dan Zergan paling tak suka jika Aludra tertawa bersama lelaki lain selain dirinya.


"Cari masalah!" desisi Zergan tajam tak terima.


Dengan cepat lelaki itu melangkahkan kakinya mendekati Aludra.


"Ayo pulang, Aludra!" ucap Aludra langsung memegang tangan Aludra tanpa sepengetahuan wanita itu.


Aludra yang merasakan gerakan tiba-tiba pada pergelangan tangannya menoleh kaget. "Mas," ucap Aludra.


"Ayo pulang!" ucap Zergan tegas.


"Aku masih mau disini, Mas," ucap Aludra menolak lembut.


"Ngobrol sebentar, Tuan Zergan," ucap Rio ikut membela Aludra.


"Cih, ngobrol dengan istri orang? Begitu maksudmu Tuan Rio?" ucap Zergan sarkas.


Rio yang mendengar jawaban Zergan hanya terkekeh pelan. Rio tahu lelaki itu sedang cemburu padanya. "Jangan cemburu, Tuan Zergan. Nyonya Aludra adalah orang yang setia," ucap Rio.


"Aku yakin dengan istriku. Tapi aku tidak percaya padamu," ucap Zergan. Tangan lelaki itu masih setia memegang tangan Aludra.


Aludra yang menyadari sikap cemburu Zergan tersenyum lembut. Ada kesenangan dalam dirinya melihat sikap Zergan yang cemburu. Itu artinya, lelaki itu memang masih mencintainya.


"Pulanglah, Nyonya Aludra. Bujuklah suamimu ini agar tidak cemburu lagi," ucap Rio meledek.


"Kau!"


"Mas udah ih," ucap Aludra menghentikan tangan Zergan yang akan menunjuk Rio. Laki-laki ini masih saja sering lupa diri jika sudah emosi. Sudah jelas tempat umum, masih saja bicara dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Tuan Rio, kalau begitu saya pulang lebih dulu. Salam untuk Bima," ucap Aludra sopan.


"Kenapa juga titip salam sama anak orang. Anak sendiri ditinggal di rumah," gerutu Zergan tidak suka dengan perkataan Aludra pada Rio.


Aludra hanya bisa tersenyum kikuk dan segera menarik Zergan untuk pergi dari taman. Lama-lama disana bisa membuat mereka malu karena lelaki itu yang mengamuk tidak mengenal tempat.


"Duduk berdua di taman dengan laki-laki lain, anak dan suami ditinggal di rumah berdua. Anak kita nyariin kamu," ucap Zergan menggerutu setelah mereka duduk di dalam mobil.


"Iya maaf, Mas," ucap Aludra memilih mengalah.


"Bicara apa saja sama dia? Kau tidak tertarik untuk menjadi ibunya Bima, bukan?" tanya Zergan yang membuat Aludra tertawa pelan. Sungguh, Aludra suka sekali melihat wajah Zergan yang merajuk karena cemburu seperti ini. Aludra seperti melihat Zergannya kembali setelah sekian lama.


Kerjain ah. Batin Aludra jahil.


"Kalau aku mau jadi Ibu sambung Bima gimana?" tanya Aludra menatap polos pada Zergan.


Zergan yang mendengar perkataan Aludra langsung menoleh dan menatap tajam pada wanita itu. "Ingat Zayn," jawabnya singkat dengan wajah masam.


Aludra tertawa besar dalam hati melihat reaksi Zergan.


"Zayn pasti senang. Dia dan Bima kan teman dekat, jadi mereka akan senang jika menjadi saudara," ucap Aludra lagi.


"Kalau sudah suka, yang apa saja yang dilihat pasti bagus, Mas," jawab Aludra semakin jahil.


"Aku tidak bercanda, Aludra!" ucap Zergan tak suka.


"Aku juga serius, Mas Zergan," balas Aludra menatap Zergan balik dengan mata membesar.


Zergan mengalihkan pandanganya dan menatap lurus ke depan.


"Kau serius dengan ucapanmu, Aludra?" tanya Zergan serius.


Aludra mengangguk.


"Jika iya, pergilah. Mungkin memang Rio lebih baik segalanya dariku," ucap Zergan sendu.


Aludra yang mendengar jawaban Zergan menjadi tak enak dan merasa bersalah. "Mas."


"Mungkin aku memang bukan suami yang baik untukmu. Jika memang Rio bisa memberikanmu kenyamanan, maka aku akan ikh-"


Perkataan Zergan terpotong begitu saja ketika Aludra membungkam bibir lelaki itu dengan bibirnya. Aludra mengecup lama bibir Zergan agar lelaki itu tak meneruskan perkataanya.

__ADS_1


Zergan yang mendapatkan itu tersenyum senang dalam hati. Dia merasa berhasil mengerjai Aludra balik. Zergan tahu, saat tadi melihat ekspresi Aludra yang menjahilinya, Zergan berpikiran untuk menjahili istrinya itu balik. Kadal di kadalin. Batin Zergan senang.


Saat Aludra melepas tautan bibir mereka, Zergan kembali memasang wajah sendunya. Lelaki itu benar-benar menikmati wajah bersalah sang istri saat ini.


"Mas bukan begitu maksudnya. Tadi itu cuma bercanda. Aku gak serius, Mas. Kamu satu-satunya suami aku. Kamu satu-satunya lelaki yang aku ingin dan aku cintai. Kamu satu-satunya lelaki yang akan menjadi pendamping aku sampai ke surga. Gak mau yang lain, Mas. Maaf tadi aku bercanda," ucap Aludra menunjuk mengakui kesalahannya.


Zergan tersenyum lembut menatap Aludra. Inilah keistimewaan Aludra yang membuat Zergan tergila-gila. Wanita itu selalu mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya sendiri.


"Jangan bercanda seperti itu lagi, Aludra," ucap Zergan lembut.


Aludra mengangkat kepalanya dan mengangguk. "Tidak akan, Mas," jawabnya yakin.


Zergan tersenyum singkat. Ingin sekali dia memeluk dan menerkam Aludra saat ini juga. Wajah polos istrinya itu membuat Zergan harus menahan hasrat yang harus dia tahan sekuat mungkin. Jika dia lepas kendali, maka alat sialan yang menjadi mata-mata di mobilnya akan menghancurkan semua yang sudah dia usahakan.


Aludra membalas senyum Zergan. Setidaknya, suaminya itu tersenyum lembut padanya dan tidak marah-marah seperti biasanya.


Ingat akan sesuatu, Zergan segera menjalankan mobilnya. Jika dia terlambat sampai dirumah, maka bos kecil yang sedang menunggunya akan marah dan mengamuk nanti.


.....


Makan malam kali ini terasa sangat hangat. Zayn yang saling bicara dengan Zergan, dan Aludra yang sesekali tertawa mendengar cerita anaknya itu. Kali ini Zergan juga terlihat sangat bahagia. Tidak ada kemarahan yang laki-laki itu berikan pada Aludra sejak mereka pulang dari taman tadi. Beruntung Zergan dan Aludra pulang telat waktu, jadi Zayn tidak mengamuk dan marah padanya.


Setelah selesai makan malam, keluarga kecil itu duduk di ruang keluarga untuk menonton TV. Zayn meminta untuk diputarkan film Spiderman dari DVD kesukaanya. Zergan dan Aludra hanya bisa menurut. Zayn adalah bos diatas segalanya jika dirumah.


"Aludra," panggil Zergan pada Aludra yang duduk di sampingnya.


"Iya Mas," jawab Aludra pelan.


"Lusa aku akan ke New Zealand," ucap Zergan memberitahu.


"Apa ada urusan pekerjaan?" tanya Aludra lagi yang dianggukki oleh Zergan.


"Dengan Kak Wira?" tanya Aludra lagi.


Zergan menggeleng. "Bersama Rea."


......................


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.

__ADS_1


__ADS_2