
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPY READING🌹
"Ikuti saran dokter jika kamu gak mau aku semakin marah, Mas," ucap aludra yang membuat zergan terdiam.
"Baiklah. Mama akan disini," ucap mama ana lembut setelah melihat anaknya yang tak bisa berkutik setelah mendapat ancaman dari aludra.
"Kakek antar kamu, Nak," tawar fatih yang dianggukki oleh aludra.
"Kamu baik-baik ya, Mas. Aku pamit dulu. nanti aku kesini sama zayn. Gakpapa kan kalau aku bawa zayn kesini? Walaupun gak tahu, tapi dia berhak bertemu dan mendoakan papanya," ucap aludra sedikit menyindir zergan.
Zergan mengangguk. "Tapi kamu balik, ya," ucap zergan merengek sedikit memaksa.
"Kalau kamu izinin aku bakal kseini lagi," jawab aludra lembut namun sangat mengena di hati zergan.
"Sayang," ucap zergan tak suka.
Aludra hanya tersenyum. wanita itu berlalu keluar ruangan Zergan bersama Fatih.
Kini hanya tinggal mama ana dan zergan disana. Mama ana mendekat dan duduk di kursi yang tadi didudukki aludra. "Lebih baikkan?" tanya Mama ana yang dibalas anggukkan zergan.
"Harusnya zergan memang jujur dari awal, Ma. Harusnya Zergan gak raguin kekuatan diri istri zergan sendiri. Harusnya zergan percaya sama aludra. dan pastinya dia gak bakal merasa dibodohi, Ma," jawab Zergan dari hati.
Mama ana mengangguk. "Dan mama dengan patuhnya ikuti semua permintaan kamu. Padahal mama tahu perasaan aludra pasti bakal tersakiti. Tapi tetap aja mama lakuin," ucap mama ana menggerutu.
"Maaf ya, Ma," ucap Zergan menyesal.
Mama ana tersenyum. "Bukan salah kamu, Nak. Mulai sekarang jangan diulangi lagi, ya. ini bukan pertama kalinya kamu merahasiakan sesuatu dari aludra kan? jadi nanti jangan sampai ini menjadi solusi kamu dalam menyelesaikan masalah, Nak," ucap Mama ana menasehati Zergan.
Zergan mengantuk. Padahal gue yang laki-laki, tapi gue yang gak pegang omongan. Gue yang imam, malah gue yang khianati makmum sendiri. maafin aku sayang. Betapa tak beruntung kamu dapetin akun yang kayak gini. tapi aku janji bakal ubah kekurangan ini jadi perekat cinta kita berdua, Sayang. Batin Zergan bertekad untuk menjadi lebih baik demi aludra.
.....
Di mobil kini hanya ada keheningan. Aludra sejak tadi tidak membuka suaranya dan mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Alu," panggil Fatih yang duduk di kursi depan sebelah kemudian. Sedangkan kursi kemudian diisi oleh sopir dan aludra yang duduk di kursi belakang.
"Iya kakek," jawab aludra menatap ke depan.
"Kakek minta maaf," ucap Fatih yang membuat aludra tak enak.
__ADS_1
"Jangan terus meminta maaf, Kakek. Kakek buat alu jadi gak enak," ucap aludra jujur.
"Tapi memang kami semua sudah keterlaluan karena menyembunyikan ini semua dari kamu, Nak," ucap Fatih mengakui kesalahannya.
"Memang salah, kakek. alu memang marah dan kecewa. tapi mau bagaimna lagi? alu harus bisa berlapang dada sekarang ini. toh jika pun marah itu hanya akan membuat kondisi mas zergan semakin buruk dan alu gak mau itu terjadi. lebih baik berdamai dan menerima semuanya, kan kakek? semua akan lebih baik," ucap aludra bijak.
Fatih tersenyum dan mengangguk. "Sebesar ini hati kamu, nak," ucap fatih tulus.
dua puluh menit berkendara mereka sampai di rumah.
"Aludra lansung ke kamar ya, kek," pamit aludra yang dianggukki oleh fatih.
Setelah aludra pergi, fatih langsung pergi menuju belakang rumah untuk menemui cucu buyutnya. tentu fatih tahu jika zergan memberi singa putih untuk zayn. karena semua juga atas persetujuannya.
"Assalamu'alaikum," salam fatih yang langsung membuat zayn menoleh.
Anak itu menatap penuh binar dan juga sedikit terkejut pada kakek buyutnya yang datang dengan tiba-tiba. "Kakek buyut," ucap zayn riang dan langsung berlari memeluk kaki fatih.
"Salam kakek tidak dijawab?" tanya Fatih.
"Eh, waalaikumsalam, Kakek buyut," jawab zayn dengan semangat.
Fatih tersenyum. dia sangat senang melihat perkembangan cucu buyutnya yang semakin hari semakin pintar.
"Senang kakek buyut. namanya Moci," jawab zayn sambil memberitahu.
"Moci?" beo fatih yang dibalas anggukkan oleh zayn.
"Nama yang sangat bagus, Nak," puji Fatih yang membuat zayn semakin senang karena nama pemberiannya itu banyak disenangi orang lain.
"Eh?"
"Kenapa, Nak?" tanya fatih ikut kaget.
"Kok kakek disini? Bukannya ada kelja sama papa, ya? mama bilang kemalin papa pelgi bantu kakek kelja," ucap zayn mengingat perkataan Aludra.
"Ah itu, sudah selesai, Nak," ucap Fatih beralasan.
Zergan benar-benar keterlaluan karena menjadikan dirinya alasan untuk menyembunyikan sakitnya. Waktu itu zergan juga menggunakan namanya saat menemui Ferdy. Zergan benar-benar pandai memanfaatkan kekuasaanya.
"Kakek sama zayn dulu disini, ya. Mama lagi kelual juga tadi kata bibi. mungkin sebental lagi pulang," ucap zayn memberitahu.
__ADS_1
"Mama zayn udah di kamar, Nak. Tadi pulang sama kakek," jawab fatih jujur.
"Iyakah?"
fatih mengangguk. Tanpa aba-aba anak itu langsung berlari meninggalkan fatih untuk segera ke kamar mamanya. Ada hal yang ingin segera dia sampaikan pada Aludra dan semoga aludra bisa mengabulkan.
Fatih menggeleng sambil tersenyum. Kemudian dia beralih menatap moci yang juga menatapnya. "Akun harap kau bisa jadi teman sejati bagi cucu buyutku," ucap Fatih tulus. entah mengerti entah tidak, yang pasti moci membalas tatap dalam fatih.
.....
"Mama mau kemana?" tanya Zayn menatap aludra dengan mata berkaca-kaca.
saat sampai di kamar mamanya, dia langsung melihat aludra yang sedang memasukan baju ke dalam sebuah koper besar. Pupus sudah keinginannya untuk menyampaikan sebuah permintaan kepada aludra.
Aludra yang melihat kedatangan anaknya tersenyum. "Mama gak kemana-mana, Nak," jawab aludra lembut.
"Itu?" tanya zayn menunjuk ke arah koper.
"Sini, Nak," panggil aludra lembut.
Zayn menurut. dia langsung naik ke atas kasur dan duduk di depan ibunya.
"Zayn mau ketemu papa?" tanya Aludra yang dibalas anggukan oleh zayn.
"Papa udah pulang ya, Ma? Soalnya kakek buyut udah di bawah," jawab Zayn sekaligus bertanya.
Aludra mengangguk. "Nanti kalau ketemu papa, zayn harus kuat dan gak boleh buat papa sedih sampai kepikiran, ya. zayn harus kasih semangat terus buat papa biar bisa sama-sama terus dengan kita sampai lama-lama," ucap aludra yang membuat Zayn mengangguk semangat.
Tentu dia akan terus menyemangati papanya. tentu dia akan terus berdoa untuk kedua orang tuanya karena itu adalah hal yang penting dalam hidupnya.
"Sekarang zayn ganti baju dan ikut mama, ya," ucap aludra penuh perhatian.
"Kita ketemu papa sekarang, Ma?" tanya Zayn antusias. Baru dua hari tidak bertemu membuatnya merasa kangen dengan zergan.
"Abis ketemu papa kita jalan-jalan beltiga, ya Ma," pinta zayn berbinar.
aludra hanya tersenyum. "Sudah. ganti baju dulu, Nak."
Aludra menatap sendu punggung anaknya yang kini menghilang dari balik pintu kamar. "Mama gak bisa janji apapun sekarang, Nak."
................
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!