
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
"Buatkan aku tato," ucap wira lagi.
Grace menghela nafas pelan. "Dimana?" tanya grace.
Wira menunjuk area yang mau di buat tato. Grace yang melihat itu melotot tak percaya. "KAU GILA!"
"Aku tidak gila, Sayang. Ayo buatkan," ucap wira dan langsung membuka kemeja yang saat ini dia kenakan.
Setelah kaos tipis dan kemejanya terlepas, wira segera tidur telentang diatas kasur yang sudah disediakan. Lelaki itu sedikit melorotkan celananya karena dia ingin grace membuat tato di perut bagian bawah dan juga di dadanya.
"Wira kau jangan gila," ucap grace masih enggan menatap wira.
"Bersikaplah profesional grace. lagi pula tidak ada lerangan untuk dibagian mana pada tubuhku yang akan aku gambar," ucap Wira tanpa menoleh pada grace.
"Apa kau yakin?" tanya grace lagi.
"Tentu saja," jawab Wira yakin.
"Kadang kita harus mengalah pada ego, Wira," ucap grace lagi dengan tangan yang sibuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melukis tubuh Wira.
"Maksudmu?" tanya Wira lagi.
"Kau ingin membuat tato sedangkan agama tidak mengizinkan itu," ucap Grace.
"Kau tahu, apapun agamanya pasti melarang umat untuk menyakiti tubuhnya, termasuk membuat tato ini, bukan. Lalu apa yang ditubuh mu itu?" tanya Wira telak pada grace.
"ini mata pencarian ku, Wira!" ucap grace tegas.
"Menikah denganku. maka kau tidak harus bekerja seperti ini, grace," jawab wira kembali duduk menatap dalam mata grace.
"Mungkin pekerjaanku memang tidak sebaik pekerjaanmu, Wira. Tapi setiap orang punya jalan rezekinya masing-masing," jawab Grace.
"Pintu rezeki itu banyak. Dan kau bisa memilih pintu mana yang akan kau masuki untuk menjemput rezekimu, Grace," jawab wira lagi. Wira benar-benar ingin membuat grace menjadi wanita sesungguhnya. dia benar-benar ingin merubah wanita keras itu menjadi wanita yang manja dan memiliki tempat bersandar seperti wanita lainnya. wira sangat tidak suka wanita yang ada dihatinya itu begitu mandiri sampai-sampai dia tidak membutuhkan laki-laki.
"Kembalilah berbaring. Aku akan melukis tubuhmu," ucap Grace mengalihkan pembicaraan yang sangat sensitif itu.
__ADS_1
Dengan patuh wira berbaring. lelaki itu juga melepaskan ikat pinggangnya agar grace nanti lebih leluasa melukis tubuhnya.
Dengan perlahan tangan grace memulai kegiatannya. Wira memperhatikan tinta yang digunakan grace. secara reflek lelaki itu menghentikan tangan grace. "Aku mau tato yang sama dengan yang ada di tubuhmu. bukan tato hena begini," ucap wira tegas.
grace menghela nafas pelan. ternyata sangat sulit sekali untuk mengecoh wira. "Tapi-"
"ikuti saja apa yang aku katakan jika tidak mau aku melakukan hal gila disini," ucap wira mengancam dengan tegas.
Grace hanya bisa mengikuti tanpa protes. lelaki ini terlalu nekat untuk dibantah perkataannya.
"Gambar apa?" tanya grace singkat.
"Di perutku gambar wajahmu, dan di bawah leher tulisan namamu dalam bahasa arab dengan bentuk sedikit melengkung seperti kalung dengan ukuran tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar," jawab wira yakin tanpa keraguan.
Grace menatap dalam mata wira. Apakah begitu besar perasaan lelaki ini sampai-sampai menyakiti tubuhnya sendiri.
"Aku menyebabkanmu berdosa, Wira," ucap grace pelan.
Dahi wira berkerut. "Apa maksudmu?" tanyanya tak paham.
"Kau melakukan larangan agamamu hanya karena aku. jangan bodoh karena cinta, Wira," ucap grace.
Grace mengalihkan pandangannya. Mata wanita itu tiba-tiba terasa buram dan dengan cepat dia alihkan. Tanpa banyak bertanya grace langsung melakukan apa yang diminta oleh wira.
Mata wira memicing kuat saat benda panas itu menyentuh tubuhnya. sedikit ngilu dan pedih yang dia rasakan. namun tidak lama Wira kembali membuka matanya. dia menatap grace yang nampak sedikit gemetar. "Jika tanganmu gemetar akan membuat gambarnya meleset nanti, dan itu akan membuatku semakin sakit, Grace. fokuslah," ucap wira yang membuat grace menatap lelaki itu.
Grace melanjutkan pekerjaannya. Rasa sakit yang tadi wira rasakan seketika teralihkan karena menatap wajah grace yang fokus melukis di tubuhnya.
Ini saja sudah sangat sakit, Grace. Apalagi dulu kau melakukan ini tanpa sedikitpun pereda sakit di tubuhmu. Batin wira yang mengetahui masa lalu grace melalui orang suruhannya.
Tekad ku kuat untuk membawamu pada takdir yang indah, Grace.
.....
Senyum zergan tak berhenti ketika kakinya menyentuh tanah Indonesia setelah dua hari di negeri orang. "Aku sudah tak sabar untuk mengecup dan memeluk istriku," gumam zergan dengan senyum manisnya.
keluar dari pintu kedatangan zergan langsung disambut oleh sopir pribadinya. "Aludra tidak tahu kalau aku pulangkan, Pak?" tanya Zergan setelah masuk mobil. dia memang belum mengabarkan aludra jika pekerjaannya selesai dengan cepat.
"Tidak, Tuan. Nyonya tidak tahu kalau tuan pulang hari ini," jawab pak sopir sopan.
__ADS_1
"Nyonya nampak uring-uringan karena tidak mendapat kabar anda seharian ini, Tuan," tambah pak sopir memberitahu.
"Zayn juga tidak memberitahukan, Pak?" tanya zergan lagi. dia takut Zayn akan luluh melihat wajah memelas aludra dan memberitahu rahasia kepulangannya ini.
"Tuan muda sangat jago berakting, Pak," ucap pa sopir sambil terkekeh pelan.
"Karena dia anakku, Pak," ucap zergan bangga akan kepintaran anaknya. setelahnya di mobil hanya terdengar keheningan. Sopir yang fokus menyetir dan zergan yang fokus menatap foto indah di ponselnya.
.....
Aludra memandang sengit pada anaknya yang kini tersenyum manis. "Zayn pasti tahu kabar papa kan?" tanya aludra menatap Zayn curiga. sudah sangat malam tapi mereka berdua masih duduk di ruang keluarga sambil menonton film. Lebih tepatnya mereka yang di tonton oleh televisi.
"zayn tidak tahu, Ma. Orang zayn sejak tadi sama mama," jawab anak itu santai.
"Papa tidak akan hilang, Mama sayang. Dia sudah besal," tambah zayn seolah menasehati aludra agar tak berlebihan.
Aludra berdecak kesal. "Kalau kamu sudah besar dan jatuh cinta, maka kamu akan tahu sendiri nanti."
"Cinta sangat lumit," gumam anak itu menggeleng bak orang dewasa.
"Tidur sana," ucap aludra jutek karena terlanjur kesal dengan Zayn.
"Dilalang malaaaaah, mama cantik," rayu Zayn.
aludra menoleh ke arah lain dan menyembunyikan senyumnya agar Zayn tak melihat. Dia tidak mau ketegasannya hancur dalam sekejap mata hanya karena rayuan Zayn.
Aludra yang ingin mempertahankan egonya langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya. meninggalkan Zayn sendiri disana. Mata Zayn membola saat aludra berjalan menaiki tangga.
"MAMA!"
"ALUDRA!"
......................
Btw, masih ingat grace kan? itu lho, wanita galak kesayangan wira. tapi sayang, tembok mereka tinggi bangeeeet.
Oiya, buat yang mau lihat chatnya zergan dan aludra yang buat zergan mabuk kepayang bisa lihat di instagram aku yaaa
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
Selamat membaca!!!!!!!!