
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Tanpa aba-aba Zergan langsung melahap bibir Aludra dan menguasainya atas dan bawah. Aludra dengan senang hati menerima perlakuan Zergan. Kedua tangannya melingkar di leher Zergan.
Dirasa mereka berdua sudah mulai kekurangan oksigen, Zergan segera menghentikan kegiatannya. Mata mereka saling bertemu dan saling menatap penuh cinta.
"Malam pertama untuk kesekian kalinya," ucap Zergan mengedip nakal sebelah matanya pada Aludra.
"Dengan senang hati lelaki kesayanganku," ucap Aludra menantang dengan semakin menempelkan dadanya pada dada bidang Zergan.
Zergan menggendong Aludra ala koala. Kedua tangannya menahan bokong Aludra, sedangkan bibirnya kembali mencicipi bibir manis Aludra. Aludra membalas setiap perlakuan Zergan dengan baik. Gairahnya saat ini sungguh-sungguh besar ingin disentuh oleh suaminya.
"Apa kita akan bermain disini?" tanya Zergan setelah melepas penyatuan bibir mereka.
Aludra menoleh dan menatap sofa yang ada di belakang mereka. Matanya menatap sekeliling ruang kerja Zergan. Kepala Aludra mengangguk mengiyakan. "Ditempat yang limited begini akan lebih nikmat," jawab Aludra nakal menatap Zergan.
"Istriku nakal ya," ucap Zergan segera mendudukkan tubuh mereka di sofa dengan Aludra yang berada di pangkuannya.
Tangan Zergan sudah menjalar ke seluruh tubuh Aludra. Baju dengan tali spaghetti dan bahan tipis itu sudah terlepas dari tubuh Aludra. Bibir Zergan turun ke leher Aludra menghirup aroma yang begitu memabukkan bagi Zergan.
Aludra mendongakkan kepalanya memberi akses Zergan untuk mempermudah permainan mereka.
"Ah Mas," suara indah Aludra mengalun ketika Zergan melahap salah satu bukit kembarnya.
Zergan tidak ingin pilih kasih. Bibirnya di sebelah kanan, sedangkan tangannya kirinya tidak membiarkan dada Aludra sebelah kiri merasa tidak dipedulikan. Tangannya memijat lembut dan sesekali mencubit kecil buahnya.
__ADS_1
Zergan tidak ingin terburu-buru. Dia menidurkan Aludra di sofa. Kini tubuh Aludra sudah tidak tertutup apapun. Begitu juga dengan dirinya. Mereka saling bekerja sama untuk menambah kenikmatan permainan mereka.
Bibir Zergan perlahan turun ke perut Aludra. Hingga sampai pada inti tubuh Aludra. Aludra menggeliat tak menentu dan semakin menekan kepala Zergan untuk memperdalam ciuman lelaki itu pada inti tubuhnya. Lidah dan bibir Zergan begitu membuat Aludra melayang. Apalagi pusakanya? Bisa-bisa Aludra terbang sampai ke khayangan.
"Mash," desah Aludra dengan kepala mendongak merasakan sensasi indah yang diberikan Zergan.
Zergan mengangkat kepalanya dan menghentikan permainan bibirnya disana.
"Mas," protes Aludra yang merasa di permainkan oleh Zergan.
Zergan tersenyum. Dia menyejajarkan wajahnya dengan wajah Aludra. "Aku tidak akan membiarkan kamu nikmat hanya dengan bibir aku, Sayang," ucap Zergan lembut.
Zergan mendekatkan bibirnya ke kening Aludra dan mencium lama kening istrinya itu. Sungguh, Zergan telah jatuh sangat dalam pada pesona Aludra.
"Demi Tuhan, aku mencintai kamu, Sayang. Sungguh," ucap Zergan tulus menatap Aludra dalam.
Kedua tangan Aludra mengusap lembut kedua sisi rahang Zergan. "Demi seisi dunia, aku lebih mencintai kamu, Mas. Suami dunia dan akhiratku, insyaallah," balas Aludra lembut dengan senyum manisnya.
Kedua manusia itu saling tersenyum menyalurkan perasaan bahagia dan cinta yang mereka miliki. Sungguh, tidak sanggup rasanya jika mereka harus dipisahkan. Bahkan membayangkannya saja bisa membuat salah satu dari mereka mati sebelum waktunya.
"Aakkhh," suara indah Aludra keluar begitu merasakan tubuhnya dipenuhi oleh milik Zergan.
Zergan menghentakkan miliknya dengan lembut. Bibir mereka terus saja bertemu dengan pinggul yang saling bergoyang.
Tidak ada yang lebih nikmat dari semua ini. Mencapai kenikmatan dengan orang yang kita cintai dalam sebuah ikatan yang sudah halal, rasanya pahala berbondong-bondong untuk mendatangi Zergan dan Aludra.
Zergan dan Aludra terus melakukannya hingga mereka sama-sama lelah setelah pukul empat pagi. Zergan dan Aludra benar-benar melepas dan saling mengungkapkan cinta mereka malam ini.
Di sofa itu keduanya tidur dengan saling memeluk dalam keadaan tubuh yang belum tertutup apapun. Hanya jubah tidur Aludra yang mereka gunakan sebagai selimut.
"Setiap malam ku adalah malam pertama dengan kamu, Sayang," ucap Zergan lembut menatap wajah Aludra.
Aludra hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Dia sudah sangat lelah dan mengantuk saat ini. Karena usapan lembut di kepalanya, Aludra tertidur dalam pelukan Zergan. "Selamat terlelap, wanitaku," gumam Zergan tulus mengecup puncak kepala Aludra. Setelah itu dia ikut memejamkan mata menyusul Aludra ke dunia mimpi. Mana tahu di mimpi mereka kembali malam pertama.
.....
__ADS_1
Disaat Aludra dan Zergan asik dengan surga dunianya, berbanding terbalik dengan Adam yang sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk mengembalikan baiknya.
Seharusnya pagi ini dia melakukan konferensi pers untuk membuat keterangan yang bisa menguntungkannya, tapi Zergan sudah lebih dulu menyabotase semuanya.
Sejak semalam setelah melakukan hubungan secara paksa dengan Rea, Adam belum keluar dari kamarnya sama sekali. Dia masih setia termenung diatas tempat tidur dengan pandangan lurus ke depan.
"Andai aku tidak berkhianat," gumam Adam mengingat Tangis dan senyum Mama Ana silih berganti. Hanya kata andai yang bisa dia ucapkan sekarang. Karena semuanya sudah begitu terlambat untuk memperbaiki hubungan mereka.
Adam menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang dengan kepala menengadah ke atas. Matanya terpejam hingga bayang-bayang Mama Ana terlintas dalam ingatannya.
Pikiran Adam kembali berputar saat dulu dia dengan susah payah mendapat cinta Ana. Perjuangan mereka berdua hingga bisa diterima oleh keluarga Bailey. Karena Mama Ana juga berasal dari kalangan sederhana, berbeda dengannya yang merupakan anak seorang konglomerat.
"Begitu sulit aku untuk mendapatkannya, kenapa dengan bodoh aku merusak semuanya?" ucap Adam frustasi menjambak rambutnya sendiri.
"Aku menyesal, Ana," gumam Adam lagi dengan air mata yang menetes di sudut matanya.
Pandangan Adam menajam dan pikirannya kembali kalut. Kemarahannya tiba-tiba saja memuncak saat mengingat Rea. "Andai aku tidak bertemu dengan wanita itu, maka aku tidak akan mengkhianati keluargaku," ucap Adam tajam.
"Kau harus menerima semuanya, Rea," ucap Adam penuh amarah.
Tidak sadarkah Adam, semua karena nafsu yang mengendalikan dirinya. Andai dia bisa mengendalikan nafsu dengan baik, maka semua ini tidak akan pernah terjadi.
Adam turun dari ranjang. Saat dia akan melangkah keluar, ponselnya berdering. Dia melihat nama sekretarisnya tertera disana
"Ya," ucap Adam singkat.
"Ada masalah Tuan."
"Katakan," jawab Adam dengan perasaan yang sudah tak menentu.
"Para investor mencabut semua saham mereka dari Bailey Group."
......................
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉