Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 115


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


"Mas Adam," panggil Rea lembut. wanita itu duduk di pinggir kasur adam. Sedangkan laki-laki itu hanya tidur dengan mata terbuka dan menatap kosong ke langit-langit kamarnya.


Dengan keberanian penuh, Rea mengambil kertas yang ada di tangan adam dan membacanya.


seketika jantung Rea berdegup kencang. "Mama ana tahu kehamilan ku?" gumam Rea pelan dengan raut terkejutnya.


Adam menoleh pada Rea. Dia bukan orang yang bodoh yang tidak mengerti apa maksud dari pesan Ana. "Apa kau hamil?" tanya Adam menatap lurus mata Rea.


Rea menelan ludah kasar melihat tatapan Adam yang seperti menusuknya. Suara yang keluar dari bibir adam bagaikan sebuah pisau yang kapan saja siap untuk membunuhnya.


Rea menggeleng menatap adam sebagai jawabannya. wanita itu mencoba menetralkan wajahnya agar tidak nampak ketakutan oleh Adam.


"Ana ku tidak mungkin berbohong. Jujurlah, Rea," tanya adam lagi dengan suara yang lemah.


"Aku tidak hamil, Mas adam," jawab Rea kekeh.


Adam lantas duduk mendengar jawaban Rea. Dengan reflek Rea berdiri dari duduknya dan mengambil posisi sedikit jauh dari ranjang. dia takut nanti adam akan melakukan sesuatu yang jahat hingga menyakiti calon anaknya.


"kenapa kau menjauh?"


Rea menggeleng.


"Kau sengaja melakukan ini, Rea?" tanya adam menatap datar Rea.


Rea menggeleng lagi. "Aku tidak hamil, Mas adam," jawab Rea meyakinkan adam.


"Jadi kau mengatakan jika ana berbohong padaku?" tanya Adam menatap tajam wanita itu.


rea menggeleng kuat. "Mungkin mama ana keliru, Mas," jawab Rea takut.


Adam tersenyum miring. "Keluarlah, Rea. Tinggalkan aku sendiri," ucap adam yang dianggukki cepat oleh Rea. Wanita itu harus cepat pergi dari kamar adam sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada dia dan anaknya.


"Tapi Rea."


"Ya," ucap Rea terhenti di ambang pintu dan berbalik menatap adam yang juga menatapnya.


"Aku lebih percaya ana daripada dirimu."


DEG


Jantung Rea berdetak kencang mendengar perkataan adam yang singkat namun terdengar sangat tajam di telinganya.

__ADS_1


Rea mengangguk singkat. wanita itu segera berjalan keluar dan menutup rapat pintu kamar adam.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Rea pada dirinya sendiri.


"Haruskah aku pergi?" gumamnya lagi dengan kebingungan yang tak henti. Rea segera menggeleng menepis pikirannya. "Bagaimanapun juga aku harus temani adam. dia membutuhkan seseorang disampingnya," ucap Rea meyakinkan dirinya. Setelah agak sedikit tenang, Rea berjalan menuruni tangga dan kembali ke kamar tamu.


.....


Mata Zergan mulai terbuka pelan saat sesuatu tercium oleh hidungnya.


"Pak Zergan sudah sadar?" tanya Niko yang merupakan sekretaris Zergan khawatir melihat atasannya yang sudah mulai bangun. lelaki itu sejak tadi mendekatkan botol minyak angin ke hidung zergan agar atasanya itu segera bangun.


Zergan mengangguk pelan. Setelahnya dia duduk dengan perlahan. Zergan kembali mengingat bagaimana dia bisa pingsan seperti ini. "Kamu yang mengangkatku kemari?" tanya Zergan.


Niko mengangguk. "Tapi dibantu karyawan lain juga, Pak. Saya heran kenapa bapak tak kunjung keluar dari ruang meeting. Akhirnya saya nyusul bapak dan lihat bapak pingsan di lantai," jawab Niko menjelaskan.


"Berapa lama saya pingsan?" tanya Zergan lagi.


"Lima jam, Pak."


"APA?" tanya Zergan reflek karena tak menyangka jika dia akan pingsan selama itu.


"Sekarang jam berapa?" lanjut Zergan bertanya.


"Sudah jam delapan malam, Pak," jawab Niko jujur.


"Apa bapak baik-baik saja jika sendiri?" tanya niko.


Zergan mengangguk. "Saya sudah tidak apa-apa. kamu boleh pulang," ucap Zergan lagi.


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi, Pak. Dan juga, tadi ponsel bapak terus berbunyi. Saya sempat lihat nama Nyonya Aludra yang menelpon, Pak. Tapi saya tidak berani untuk mengangkat," ucap Niko memberitahu Zergan.


Zergan mengangguk. Dia yakin pasti Aludra sedang khawatir sekarang. "Kamu pulanglah. saya juga akan pulang," ucap Zergan yang dianggukki oleh Niko.


Setelah Niko keluar, Zergan segera menuju meja kerjanya. Dia mengambil ponsel, dan benar saja, sudah ada sepuluh panggilan dari Aludra dan lima panggilan dari Mama ana. dengan segera Zergan menekan tombol panggilan pada kontak Aludra.


" Assalamu'alaikum, mas kamu dimana?" ucap Aludra dari balik telepon. panggilan itu langsung tersambung dalam hitungan satu detik. itu artinya wanita itu benar-benar khawatir dengan Zergan.


Zergan tersenyum. "Waalaikumsalam, aku masih di kantor, Sayang. Meetingnya baru selesai. Maaf ya, tadi HP aku ketinggalan di ruangan," jawab Zergan. Jika dia memberitahu yang sebenarnya, maka sudah dipastikan istrinya akan cemas dan itu akan berbahaya untuk kandungan Aludra.


"Beneran baru selesai?" tanya Aludra curiga.


Zergan tersenyum lagi. Dia membayangkan wajah Aludra saat ini pasti sangat lucu dengan bibir maju dan mata yang menatap tajam.


"Iya sayang. ini aku udah mau pulang," jawab Zergan lagi.

__ADS_1


"Yaudah. aku tunggu dirumah, ya. Hati-hati mas pulangnya," ucap Aludra berpesan.


"Siap istriku. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Zergan menghela nafas pelan dan duduk di kursi kerjanya. Kondisinya akhir-akhir ini benar-benae drop. Mungkin karena permasalahan dan pekerjaan yang begitu banyak sehingga dia kelelahan seperti ini.


Tidak ingin membuat Aludra menunggu semakin lama, Zergan segera bangkit dan bergegas untuk pulang.


.....


"Zergan bilang apa, Nak?" tanya mama ana yang duduk di sebelah Aludra. Kedua wanita berbeda usia itu sejak tadi mengkhawatirkan Zergan yang tak kunjung memberi kabar.


"Mas Zergan baru selesai meeting, Ma. Dia udah mau pulang katanya. tadi hpnya ketinggalan di ruangan jadi gak bisa angkat telepon kita," jawab Aludra menenangkan mama ana.


"Alhamdulillah kalau Zergan baik-baik aja. kalau begitu mama ke kamar dulu, ya. Kamu gakpapa kan kalau mama tinggal?" tanya mama ana.


Aludra tersenyum dan mengangguk. "Mama istirahat dulu aja. Lagian alu mau nemenin zayn juga yang masih fokus nonton," jawab aludra lembut sambil menoleh sebentar pada Zayn yang sibuk dengan film barunya.


Setelah mama ana kembali ke kamarnya, Aludra segera duduk mendekat ke arah Zayn. "Istirahat yuk, Nak," ajak aludra lembut.


"Bental lagi ya, Ma. Bental lagi filmnya selesai," jawab Zayn memohon.


"Kalau lewat lima belas menit filmnya gak selesai, zayn harus tetap istirahat di kamar, ya," ucap aludra lembut yang dianggukki oleh anak itu.


5 menit


10 menit


15 menit


"Sekarang waktunya anak mama istirahat. filmnya masih bisa dilanjut besok, ya," ucap alidra membujuk Zayn.


Zayn mengangguk patuh karena matanya juga terasa mulai berat. Setelah membereskan semuanya aludra membawa Zayn ke kamarnya untuk membantu anak itu tidur.


Setengah jam sudah setelah Zayn tidur, zergan belum juga kembali. Wanita itu sudah mondar-mandir di ruang tamu menunggu kedatangan Zergan.


tidak mau berpikir buruk, Aludra mengambil ponselnya hendak menghubungi zergan. Baru akan melakukan panggilan, suara mobil terdengar dari luar. "Mas zergan," gumam aludra senang dan langsung berjalan ke teras rumah.


"Maaf aku terlambat, ya sayang. tadi nyetirnya pelan-pelan aja," ucap Zergan turun dari mobil dan langsung merangkul tubuh aludra.


Aludra menatap wajah suaminya yang nampak sangat lelah, dan "Kok wajahnya pucat, Mas? kamu baik-baik aja kan?"


......................

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2