Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 147


__ADS_3

WELCOME BACK TO MY STORY


🌹HAPPY READING🌹


Aludra membantu Zergan untuk kembali ke kasur. Wanita itu menyelimuti zergan dan duduk di kursi sebelah ranjang.


"Sayang," panggil Zergan pada aludra setelah lelaki itu berbaring di kasur.


"iya mas?" jawab aludra tersenyum.


"harus bener-bener tungguin aku pulang, ya sayang. aku janji bakal pulang dengan sehat," ucap Zergan serius.


Aludra mengangguk. "Anak-anak pasti akan sangat senang jika nanti papa mereka pulang," ucap aludra tersenyum.


"Sayang," panggil Zergan lagi.


Aludra kembali menoleh sedikit karena sekarang wanita itu fokus memotong buah di tangannya.


"Kamu adalah korban dari semua sikap aku, tapi kenapa sama sekali tidak ada pembelaan yang kamu berikan untuk diri kamu sendiri, sayang?" tanya Zergan menatap lekat istrinya yang sedang menunduk.


"pembelaan?" tanya Aludra tak paham.


Zergan mengangguk. "Kamu bilang apa yang harus aku lakukan biar kamu bisa memaafkan aku sepenuhnya. Sejak kamu mengetahui semuanya, kamu hanya menyalahkan diri kamu, sayang. bahkan kamu tidak mengatakan jika aku bersalah disini," ucap Zergan lembut.


Aludra menghela nafas pelan. Suaminya ini suka sekali membahas hal yang sudah coba untuk aludra redakan.


"itu gak penting, Mas," jawab aludra singkat.


Zergan menggeleng. "Katakan, Sayang," ucap Zergan kekeuh.


"Aku bisa apa? semua yang kamu lakukan untuk aku, kan? aku bisa apa? saat kamu bilang bahwa semua yang kamu lakukan adalah untuk hubungan kita," jawab aludra yang membuat zergan terdiam.


"kalau bisa, aku sudah ninggalin kamu sejak awal kamu bersandiwara dengan cara buat aku sakit hati, mas. memang semua demi hubungan kita, tapi caranya salah. dan jika aku marah lagi, maka aku akan seperti orang tak tahu diri karena alasan kamu melakukan itu semua adalah untu hubungan kita," lanjut aludra tenang.


Zergan memandang lekat wajah istrinya itu. "Jangan tinggalin aku, ya sayang," ucap zergan penuh penyesalan.


Aludra tersenyum dan mengangguk. "Aku sayang dan cinta sama kamu, Mas. Sesalah apapun kamu, rasanya aku yang akan selalu minta maaf. membuat kamu merasa benar dan aku salahpun aku rela agar kamu tidak merubah sikap kamu sama aku. segitunya aku cinta sama kamu, mas. Dan terkadang karena itu juga aku rela melupakan semua pengorbanan tak kasat mata yang aku lakuin demi menonjolkan pengorbanan kamu sama aku dan hubungan kita, " jawab aludra menyampaikan perasaannya.

__ADS_1


"Maaf," satu kata yang beberapa jam ini selalu rutin keluar dari mulut zergan.


Aludra menghela nafas pelan. "sekarang kamu makan buah, ya. semakin banyak kamu bertanya, maka bakal semakin kamu menyesal nanti," ucap Aludra menyuapi zergan agar lelaki itu berhenti mengatakan hal yang menyakiti mereka.


Zergan tersenyum menatap istrinya. dia tidak marah. apa yang dikatakan Aludra memang benar. Selama ini dia merasa paling benar sampai berani mengambil keputusan untuk berbohong seperti ini. bahkan saat istrinya memberikan alasan pun akan dianggap sebagai pembelaan untuk kesalahannya dan bantahan dari nasehat yang dia sampaikan. Begitulah zergan dulu dan beberapa waktu yang lalu. sekarang dia bertekad akan menjadi zergan yang baru dengan cinta yang semakin gila untuk aludra.


.....


Grace duduk di ruang pribadinya yang ada di galeri tatto miliknya. Wanita itu lebih banyak melamun akhir-akhir ini. apalagi setelah orang tuanya bebas. Grace bahagia, tapi seperti ada yang kosong dalam hatinya. dan grace sangat tahu betul apa penyebabnya, Wira. Satu nama yang selalu menganggu Grace. Sejak kepulang kedua orang tua grace dari rumah sakit, wira seolah menjauh dan tidak pernah lagi bicara banyak dengannya. bahkan lelaki itu tidak pernah lagi datang ke galery grace.


pernah sekali mereka bertemu di super market. grace sangat senang bertemu dengan wira. tapi lelaki itu hanya sekedar menyapa dan pergi begitu saja dari hadapan grace.


"bukankah ini yang aku mau? kenapa sekarang aku seperti tidak rela begini," gumam Grace tak tenang.


Grace menghela nafas pelan. Sungguh, sekarang andai-andai sangat menguasai pikirannya.


andai dia dari keluarga bahagia.


andai dia gadis islam.


andai dia gadis yang hidup dengan ketenangan.


kebahagiaan pasti kini sudah berada di tangannya. Tapi grace bisa apa? semua sudah terjadi. menyesal pun hanya akan dapat dinikmati tanpa bisa di perbaiki.


"Kak grace," salah satu karyawan grace datang menghentikan lamunan wanita itu.


"Ya," jawab grace mengangkat pandangannya.


"Ini makanan pesanan kakak. ini udah sore, kak. Kakak belum makan sejak siang," ucap Karyawan itu perhatian sambil memberikan kresek berisi makanan grace.


Makanan itu sudah datang sejak tadi siang. tapi wanita itu sama sekali tidak keluar dari ruangan pribadinya.


grace tersenyum. dia beruntung mendapat karyawan yang baik dan perhatian dengannya. "Kalian semua sudah makan?" tanya Grace lembut.


Karyawan itu mengangguk dan tersenyum. Setelah itu dia berpamitan untuk kembali melanjutkan pekerjaanya.


Grace membuka makanannya. wanita itu menghela nafas pelan saat dia baru teringat sesuatu. grace berdiri dan berjalan keluar ruangannya. Dia meminta tisu yang baru kepada resepsionis untuk mengisi kotak tisu ruangannya yang sudah kosong. Saat sampai di meja resepsionis, mata grace tak sengaja melihat sosok lelaki yang tak asing baginya.

__ADS_1


"Bukankah itu wira?" gumam grace bertanya.


"itu laki-laki yang biasa cari kakak disini. Tapi tadi dia datang katanya mau hapus tato," ucap resepsionis yang tak sengaja mendengar gumaman Grace.


Menghilangkan tato? Batin Grace bertanya-tanya.


Grace berjalan mendekati salah satu bilik itu. disana ada karyawan laki-lakinya yang membantu menghapus tato wira.


Grace ikut meringis ketika tak sengaja dia mendengat ringisan Wira. Menghapus tato bahkan lebih sakit daripada saat membuatnya.


Bukankah ditubuhnya hanya ada gambar setengah wajahku dan namaku? Apa wira benar-benar ingin memulai semuanya tanpa melibatkan aku lagi dalam hidupnya? Batin grace bertanya-tanya.


Tanpa sadar grace berjalan memasuki bilik itu.


"Eh Kak!" sapa karyawan laki-laki grace saat sadar atas kedatangan atasannya itu.


wira yang tadi memajamkan mata kini membukanya. Matanya bersitatap dengan grace yang memandangnya lembut.


"Kau menghapus tatomu?" tanya Grace tertuju untuk wira.


Wira mengangguk. "Dosa," jawab wira singkat dan jelas.


Grace tersenyum getir.


"Biar aku yang lanjutkan," ucap grace meminta karyawannya untuk memberikan alat itu pada grace.


"tapi-"


"biar aku yang lanjutkan. kau kerjakan yang lain," ucap Grace meminta karyawannya untuk pergi.


Wira hanya diam. dia membiarkan grace melakukan apa yang seharusnya dilakukan lelaki itu.


"Kau semakin menyakiti dirimu," ucap grace sembari melakukan pekerjaannya.


"demi kesembuhan hatiku tidak apa."


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ (ganti nama dari yus_kiz ke nonamarwa_) untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2