Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 173


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!!


Grace yang melihat itu menjadi kecil hati. Dari yang dia dengar, sepertinya Wira dan Khadijah memang sudah berbalas pesan sebelumnya. Grace merasa menjadi pengganggu diantara keduanya.


Wira menatap Grace dari ujung matanya. Lelaki itu tersenyum kecil melihat Grace yang nampak sedih. Saatnya membuat Grace cemburu. Batin Wira senang karena ada kesempatan untuk membuat Grace merasa cemburu dan panas dingin melihat orang yang kita harapkan malah asik bersama perempuan lain. Memang grace tidak melakukan itu dulu terhadap Wira, tapi penolakan yang grace lakukan tetap saja membuat Wira sakit hati hingga badannya panas dingin.


"Kamu tahu makanan kesukaanku?" tanya Wira dengan mata berbinar menatap makanan yang dibawakan oleh Khadijah.


"Ayah Anwar yang bilang," jawab Khadijah lembut.


Bahkan dia udah manggil Om Anwar dengan panggilan Ayah. Batin Grace semakin berkecil hati.


Grace menghela nafas pelan. Tidak apa-apa, Grace. Ayo semangat lagi! Batin wanita itu menyemangati dirinya sendiri.


"Oiya, Kak Grace bawa makanan apa?" tanya Khadijah beralih menatap kotak bekal grace.


"Ah ini," ucap Grace lalu membuka kotak bekalnya dan menunjukan kepada Khadijah dan Wira.


"Rendang? Kak Wira alergi Santan, Kak," ucap Khadijah yang membuat Grace manatap tak percaya. Ada orang alergi santan? Grace baru mendengarnya kali ini.


"Maaf, Grace, aku memang alergi Santan," ucap Wira tersenyum menatap Grace.

__ADS_1


Sungguh, Grace merutuki dirinya sendiri yang sama sekali tak tahu mengenai ini. Malu? sedih? kesal dan kecewa? semua grace rasakan pada dirinya sendiri. Bukan orang lain yang membuatnya malu, tapi dirinya yang melakukan itu.


Rasanya Grace ingi menangis dan kabur saat ini juga. Dia merasa menjadi benalu diantara Khadijah dan Wira.


"Tidak apa, Kak, Dija suka rendang, kita makan sama-sama aja," ucap Khadijah yang mengerti bahwa grace merasa tak enak hati.


Grace mengangguk menatao Khadijah, setelahnya sia beralih menatap Wira. "Maaf, aku tidak tahu jika kamu alergi santan," ucap Grace menyesal.


"Tidak apa, lagian aku lebih suka makanan yang dibawa Khadijah," jawab Wira dan mulai menyuapi makanan yang dibawa Khadijah ke mulutnya dengan sendok.


Grace tersenyum miring, sakit sekali rasanya mendengar apa yang Wira sampaikan. "Syukurlah, makanlah yang cukup," ucap Grace lembut menutupi sendu hatinya dengan memberi senyum lembut.


Akhirnya ketiga manusia itu makan bersama, Khadijah dengan sangat telaten memberi minum dan tisu kepada Wira saat lelaki itu membutuhkannya, berbeda dengan grace yang hanya bisa menatap dengan duka dari pandangannya. Rasanya Grace ingin cepat-cepat menghabiskan makanan itu saat ini juga agar bisa pergi dari sana.


"Ini masih banyak, kak. Kita habiskan dulu makanannya, nanti sayang, kakak udah masak capek pasti," ucap Khadijah menahan agar grace tidak pergi.


Sedangkan Wira masih asik dengan makanannya, walaupun sebenarnya lelaki itu sesekali melirik grace dengan ekor matanya.


Grace mengangguk, dia tidak ada alasan lagi untuk pergi sekrang. lagi pula, hatinya grace rasanya tak rela meninggalkan Khadijah berdua dengan Wira di ruangan ini, hatinya tidak akan tenang nanti.


Setelah selesai makan, Grace dan khadijah membereskan kotak bekal mereka dan membersihkan sisa makanan yang sedikit berserakan.


"Kakak suka rasanya, gak?" tanya Khadijah meminta pendapat Wira mengenai masakannya.

__ADS_1


Wira mengangguk. "Enak sekali. Terimakasih," ucao Wira lembut.


Khadijah tersenyum. "Makanannya kak Grace juga enak, tapi sayang Kak Wira gak bisa makan," ucap Khadijah menatap Grace.


Grace hanya tersenyum. Andai Wira dan Khadijah tahu bahwa rendang yang grace bawa bukanlah hasil olahan tangannya sendiri, melainkan dia beli di rumah makan padang, sudah dipastikan Grace menghilang saja dari dunia ini, malunya sampai ke tulang.


"Oiya, Kak Wira," panggil khadijah yang dijawab deheman oleh Wira.


"Gimana obrolan kita malam itu?" tanya Khadijah lembut.


"Obrolan yang mana?" tanya Wira bingung. Grace juga menantikan apa yang dimaksud oleh Khadijah, dan semoga hatinya tetap tegar mendengar apapun itu.


"Tentang perjodohan kita."


DEG


...----------------...


MAKJLEEEB SEKALI!!!!!!! Peluk untuk Grace dulu biar kuat 🤗


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**


Jangan lupa masukan cerita ini ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya teman-teman, dan follow juga akun penulis aku untuk dapatin notifikasi karya baru, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2