
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Aludra menjauhkan wajah ketika Zergan akan menciumnya. "Kenapa Sayang?" tanya Zergan bingung melihat Aludra yang menahan sesuatu di mulutnya.
Aludra memberontak dalam gendongan Zergan hingga terpaksa Zergan melepaskan tubuhnya. "Hoek, Hoek, Hoek."
"Sayang kenapa?" tanya Zergan panik.
Aludra menggeleng. Dia berlari menuju kamar mandi yang ada diruangan Zergan dan mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi sangat mendesak untuk keluar.
"Hoek, Hoek, Hoek," cairan bening yang agak kekuningan keluar dari mulut Aludra.
Zergan yang khawatir mengusap tengkuk Aludra dan mengumpulkan rambut istrinya itu kebelakang agar tidak terkena cairan muntah dari Aludra. "Kenapa Sayang?" tanya Zergan lagi khawatir.
Aludra mencuci mulutnya dengan air dan berbalik menatap Zergan. Wanita itu menggeleng menjawab pertanyaan Zergan. "Mual banget, Mas. Perutnya rasa diaduk-aduk," ucap Aludra lirih.
Aludra menyandarkan kepalanya di dada Zergan. Dengan sigap lelaki itu memeluk tubuh istrinya agar tidak jatuh karena kehabisan tenaga.
"Kamu belum makan?" tanya Zergan perhatian.
Aludra mengangguk. "Aku udah makan, Mas. Tapi kenapa ini pusing banget ya?" tanya Aludra tak mengerti.
"Ya sudah, kalau begitu kita ke-"
"Hoek, Hoek, Hoek," Aludra kembali muntah sebelum Zergan menyelesaikan perkataanya.
Mata Aludra membesar melihat muntahnya mengenai kemeja yang digunakan Zergan. Dengan mata yang berkaca-kaca wanita itu menatap Zergan. "Mas maaf, hiks," ucap Aludra menangis.
"Hei, kenapa menangis, Sayang? Ini tidak apa-apa," ucap Zergan membujuk Aludra. Lelaki itu sekarang nampak bingung harus berbuat apa menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Tapi baju kamu kotor kena muntah aku, maafin Mas. Aku benar-benar gak sengaja, hiks," ucap Aludra memohon dengan kedua tangan menyatu di depan dadanya.
"Aku tidak marah, Sayang," ucap Zergan lembut.
"Maaf," ucap Aludra lagi. Dia tahu suaminya itu tidak akan marah, tapi tetap saja dia ingin menangis dan terus meminta maaf kepada Zergan.
"Iya, aku maafkan. Sekarang kita ke dalam lagi, ya. Kamu harus istirahat dulu," ucap Zergan membantu Aludra kembali ke ruangannya. Zergan merebahkan Aludra di sofa ruangannya dan menutupi kaki istrinya yang terbuka hingga batas lutut dengan jas yang tadi dia gantung di lengan sifa.
"Kamu tunggu disini, ya. Aku telfon dokter dulu," ucap Zergan lembut.
"Tidak usah, Mas. Aku baik-baik aja," ucap Aludra menahan tangan Zergan.
"Tapi sayang-"
"Aku baik-baik aja, Mas. Aku mau dipeluk kamu," ucap Aludra manja.
Zergan mengernyit bingung. Biasanya istrinya itu akan bersikap jual mahal. Tapi sekarang kenapa Aludra yang meminta untuk di peluk? Matahari masih terbit di Timur kan? Kiamat belum datang kan?
"Mas kenapa lama, ayo sini," rengek Aludra lagi.
Sungguh, tidak pernah Zergan melihat istrinya yang semanja ini. Berbeda dengan dirinya yang seperti bayi singa jika sudah bersama Aludra.
Dengan sedikit bingung Zergan mengangguk dan duduk di sebelah Aludra. Dia membawa Aludra kedalam pelukannya. Tapi belum sampai Aludra bersandar di dadanya, wanita itu kembali mengangkat kepala. "Buka baju kamu, Mas."
"Buka bajunya, Mas. Aku lebih nyaman seperti itu," ucap Aludra merajuk.
Dengan patuh Zergan mengangguk. Tentu saja dia dengan senang hati melakukannya. Apalagi ini permintaan Aludra sendiri, sangat jarang istrinya itu bersikap seperti ini.
"Ah kamu lama," ucap Aludra dan langsung membantu Zergan membuka kancing kemejanya.
Aludra juga melepaskan kaos tipis yang menutup tubuh Zergan. Hingga kini lelaki itu benar-benar bertelanjang dada.
Setelah selesai, dengan segera anaknya itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zergan. Menghirup wangi sang suami membuat dia sedikit nyaman dan rasa mualnya perlahan mulai berkurang.
Beberapa menit, suara dengkuran halus terdengar dari bibir Aludra. Zergan menunduk melihat istrinya yang sudah tertidur dengan mulut mungilnya yang sedikit terbuka.
Zergan gemas sekali. Ingin rasanya dia melahap bibir mungil itu. Namun dia tahan karena tak mau mengganggu tidur sang istri.
Zergan mengangkat tubuh Aludra untuk memindahkannya ke kamar pribadinya yang ada diruangan itu. Setelah merebahkan Aludra disana, Zergan mengambil salah satu kemejanya yang ada di lemari kamar itu. Zergan memang menyimpan beberapa kemeja serta jas dan juga celana disana untuk kebutuhan mendesaknya nanti.
__ADS_1
Zergan kembali mendekati ranjang. Menyelimuti tubuh sang istri hingga batas leher agak tak kedinginan. Tidak tahan rasanya, Zergan mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Aludra yang sedikit terbuka itu. ********** lembut agar sang istri tidak terbangun.
Setelah puas, Zergan tersenyum senang. "Entah apa yang terjadi, aku senang dengan kamu yang manja seperti ini, Sayang," gumam Zergan pelan. Zergan mengecup dalam dahi Aludra dan setelah itu keluar dari kamar untuk melanjutkan pekerjaannya. Rencana awal mereka yang akan menemui Kakek Fatih mungkin akan mereka lakukan nanti setelah Aludra terbangun.
.....
"Gan," panggil Wira begitu memasuki ruangan Zergan.
Zergan yang sibuk dengan laptopnya mengangkat kepala. "Kenapa?" tanya Zergan.
"Adam Bailey akan melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi kasusnya," ucap Wira memberitahu Zergan.
"Lo tahu darimana?" tanya Zergan.
"Orang kepercayaan kita. Dia bilang Adam tidak akan mengakui itu dan akan memutar balik fakta untuk memfitnah kita," ucap Wira menyebutkan rencana yang akan dilakukan Adam berdasarkan informasi dari orang kepercayaannya.
Tangan Zergan mengepal. "Dia benar-benar bukan manusia," ucap Zergan tajam.
"Kapan itu akan dilaksanakan?" tanya Zergan serius menatap Wira.
"Jam tujuh pagi waktu disana. Itu artinya pukul dua dinihari waktu Jakarta," beritahu Wira.
"Benar-benar licik. Dia tahu perbedaan waktu disini dan disana hingga benar-benar memanfaatkannya," desis Zergan.
Wira mengangguk setuju. Tapi kelicikan Adam tidak apa-apanya dari kecerdasan mereka. Buktinya, Adam tidak tahu jika Zergan memiliki orang dalam disana yang selalu mengintainya.
Zergan tersenyum menyeringai setelah memikirkan apa yang akan dia lakukan. "Sebelum dia melakukan itu, kita lakukan terlebih dahulu. Kita akan konferensi pers nanti malam setelah sholat isya. Hadirkan ahli IT dan beberapa orang yang dapat membuktikan keaslian video itu. Semua akan kita kerjakan di depan media agar tidak ada yang ragu atas kebenaran yang kita sampaikan. Gue akan temui Kakek buat bicarakan masalah ini, Wir. Lo yang urus semuanya untuk nanti malam," ucap Zergan tegas.
Wira mengangguk. "Setuju. Semua akan beres nanti," ucap Wira.
Wira mengedarkan pandanganya. Setahunya tadi Niko, sekretaris Zergan mengatakan bahwa Aludra datang. Tapi dia tidak melihat keberadaan wanita itu.
"Aludra mana?" tanya Wira.
"Istirahat. Tadi tiba-tiba mual dan pusing," jawab Zergan.
Wira terdiam demi mencerna setiap perkataan Zergan. "Aludra hamil?"
......................
__ADS_1
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉