
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Apa kita beritahu Aludra semua ini?" tanya Wira yang dibalas gelengan kepala oleh Zergan.
"Kau tahu bagaimana Aludra, bukan. Dia tidak akan tinggal diam jika mengetahui semua ini. Kita lanjutkan hingga waktunya semua akan terbongkar."
*FLASHBACK OFF*
"Begitu Kakek," ucap Zergan setelah selesai menceritakan semua yang terjadi pada Fatih tanpa ada yang terlewat.
Fatih menghela nafas pelan. Pria itu menggeleng dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya menyatu dengan lutut sebagai tumpuan. Nampak sekali lelaki tua itu sedang berpikir.
"Kakek," panggil Zergan lagi.
Zergan dan Wira saling pandang melihat Fatih yang hanya diam tanpa menjawab panggilan Zergan. Wira menatap pada Anwar seolah bertanya ada apa. Anwar hanya menggeleng pelan menjawab kode dari Wira.
Beberapa detik, Fatih mengangkat kepalanya. "Sejauh mana kau melukai cucu menantuku?" tanya Fatih pelan.
Zergan cukup terdiam mendengar pertanyaan Fatih. Ada sedikit kebingungan dalam dirinya ketika Fatih bertanya mengenai Aludra. Karena yang dia tahu, Fatih sangat kaku dan dingin terhadap Aludra. Bahkan lelaki tua itu lebih cenderung memperlihatkan bahwa dia tidak ingin dekat dengan Aludra.
"Aku memang dingin pada Aludra. Tapi aku menyayanginya sebagai cucu menantuku, Zergan. Dia wanita yang berhasil merubahmu menjadi lebih baik sekarang," ucap Fatih mengerti kebingungan Zergan.
"Jadi sudah sejauh mana kau melukainya?" tanya Fatih lagi.
"Sangat besar luka yang aku berikan, Kakek," jawab Zergan pelan.
Mendebar jawaban Zergan, Fatih beralih menatap Wira. "Apa kau tidak memberi ide yang lebih bagus pada lelaki ini untuk mencari rencana lain tanpa menyakiti Aludra, Wira?" tanya Fatih.
"Maaf Kakek," jawab Wira menunduk. Wira tahu cara mereka salah dalam hal ini. Tapi jika bukan begini, maka mereka tidak akan bisa menjebak Adam dan Rea.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Zergan.
Fatih menatap Zergan menaikan sebelas alisnya. "Apa?" jawab Fatih singkat.
"Darimana Kakek tahu semua ini?" tanya Zergan sedikit ragu.
Fatih terkekeh pelan. "Anakmu lebih cerdas dari bapaknya," jawab Fatih yang membuat Zergan langsung menatap tak percaya setelah mendengar jawaban Fatih.
__ADS_1
"Maksud Kakek Zayn?" tanya Zergan lebih jelas.
Fatih mengangguk. "Zayn memberitahuku, kalau Papanya sering memarahi mamanya dengan suara yang tinggi," ucap Fatih.
Zergan menghela nafas pelan. "Mungkin karena itu sikap Zayn agak dingin padaku," jawab Zergan.
"Kau boleh menjalankan rencana, Zergan. Tapi jangan sampai melukai cucu buyut dan cucu menantuku," ucap Fatih tegas.
"Maaf Kakek," ucap Zergan menyesal.
"Bukan padaku. Tapi bicaralah pada Zayn," jawab Fatih menatap lurus ke depan.
"Zayn?" beo Zergan tak paham.
"Cobalah bicara empat mata dengan anakmu, Zergan. Dan kembalikan jiwa anak-anaknya," jawab Fatih.
Zergan semakin bingung mendengar perkataan Fatih yang penuh akan isyarat. "Apa maksud semuanya, Kakek?" tanya Zergan lagi.
Fatih berdecak malas mendengar Zergan yang selalu bertanya. "Kau banyak tanya sekali. Aku bilang bicaralah dengan anakmu!" jawab Fatih tegas bercampur kesal.
"Kalian keluarlah. Aku akan pergi," ucap Fatih mengisi Wira dan Zergan.
"Begitu saja?" tanya Zergan ketika mereka diusir begitu saja.
"Apalagi? Urusanku sudah selesai. Selanjutnya jalankan rencanamu, tapi ingat! Jangan melukai Zayn dan Aludra," ucap Fatih penuh ketegasan.
.....
Perkataan Fatih yang meminta Zergan untuk bicara dengan Zayn selalu terngiang dalam ingatannya. Entah apa yang diketahui anak itu, yang penting saat ini Zergan benar-benar dilanda pemasaran.
"Kau kemana?" tanya Zergan melihat Wira yang akan masuk keruangannya.
"Ke ruanganku," jawab Wira singkat.
"Tidak! Kau ikut aku ke ruangan," ucap Zergan tanpa mau dibantah dan langsung menarik kerah kemeja Wira untuk ikut dengannya tanpa bisa menolak.
"Kau tunggu disini. Aku akan ke dalam sebentar," ucap Zergan setelah mereka sampai di ruangannya.
Wira mengangguk. Lelaki itu duduk di sofa sambil menunggu Zergan yang masuk ke kamar pribadinya.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka. Zayn dan Aludra yang bermain di ranjang belum menyadari bahwa pintu kamar sudah terbuka dan Zergan masuk kedalam kamar.
"Aludra," panggil Zergan pelan.
Aludra dan Zayn yang sedang sibuk dengan ular tangga mengentikan kegiatan mereka. "Mas," jawab Aludra lembut. Sedangkan Zayn hanya diam tanpa menatap Zergan sama sekali.
__ADS_1
Zergan berjalan mendekat kearah Aludra. Lelaki itu mendekatkan bibirnya ke telinga Aludra seraya berbisik. "Bisa tinggalkan aku berdua dengan Zayn, Aludra. Aku perlu untuk minta maaf," ucap Zergan berbisik sangat pelan.
Aludra yang mendengar itu mengangguk. Mungkin memang anak dan suaminya butuh waktu untuk berdua saling bicara. Kesibukan Zergan akhir-akhir ini juga membuat lelaki itu jarang ada waktu bersama Zayn.
"Diluar ada Wira. Minta bantuan padanya jika kau ingin sesuatu," ucap Zergan pada Aludra setelah wanita itu turun dari ranjang.
Aludra mengangguk. "Bersikap lembutlah, Mas," ucap Aludra menasehati Zergan. Setelahnya, wanita itu benar-benar keluar dari kamar pribadi.
Zergan mengunci pintu kamar. Lelaki itu kembali duduk di ranjang dan memandang Zayn yang masih setia menunduk sibuk dengan ular tangganya.
"Tidak mau bicara dengan Papa?" tanya Zergan lembut.
Zayn hanya diam. Anak itu nampak hanya menyibukkan diri sendiri. Zergan yang melihat itu merebut dua dadu yang ada di tangan Zayn. "Maafkan Papa, Nak," ucap Zergan lembut.
Zayn yang mendengar itu langsung berhambur memeluk Zergan. Dia sudah menahan takut dan cemas sejak tadi Zergan masuk. Dia takut Zergan akan marah padanya atas sikapnya tadi pagi yang cuek dan dingin.
"Maaf Papa," ucap anak itu dalam pelukan Zergan.
Tangan Zergan bergerak mengusap lembut punggung Zayn. "Kenapa minta maaf, Nak?" tanya Zergan.
"Zayn minta maaf kalena sudah cuek sama Papa tadi pagi. Zayn minta maaf kalena sudah tidak sopan tadi pagi sama Papa," ucap anak itu menjelaskan maksudnya.
Zergan tersenyum. Ajaran Aludra untuk sadar akan kesalahan dan tidak malu untuk minta maaf benar-benar lekat dalam diri anak itu.
"Papa juga minta maaf karena sudah buat Zayn marah sama Papa," ucap Zergan lembut.
"Janji jangan malah-malah sama Mama lagi?" ucap Zayn menatap Zergan dengan mata berkaca-kaca.
Zergan mengangguk.
"Janji jangan bicara kelas lagi sama Mama? Mama suka nangis kalau Papa selalu bicala kelas. Mama suka nangis didalam selimut Zayn," ucap anak itu mengatakan apa yang dia ketahui pada Zergan.
Zergan mengangguk yakin. Ternyata sesakit itu akibat dari semua yang dia lakukan hanya untuk membongkar kebusukan Adam dan Rea.
"Boleh Papa tanya sesuatu, Nak?" tanya Zergan pelan.
Zayn mengangguk.
"Apa ada sesuatu yang Zayn ketahui?"
......................
Akhirnya Flashback selesai juga. Tunggu kelanjutannya ya bestie 😉🤗
Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.