
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Wira membuka email masuknya dan membaca sebuah pesan yang tadi dikirim oleh anak buah mereka.
"Apa?" tanya Zergan menatap Wira.
Aludra yang juga ikut penasaran ikut menatap Wira tak sabaran.
"Laki-laki itu adik dari mendiang istrinya Rio," ucap Wira setelah membaca email yang dikirim oleh anak buahnya.
Tadi, saat melihat foto yang dikirim oleh Aludra, Zergan langsung meminta Wira untuk mencaritahu siapa lelaki yang ada di foto itu. Dan tidak butuh berhari-hari, mereka bisa menemukan identitas lelaki itu dengan sangat mudah.
Aludra menutup mulut tak percaya mendengar berita yang disampaikan oleh Wira. "Apa mungkin Tuan Rio juga terlibat? Tapi untuk apa? Setahuku dia adalah orang baik," ucap Aludra mencoba untuk tidak percaya.
"Setiap orang bisa buat salah, Sayang. Kita tidak tahu baik dan buruknya orang. Bahkan keluarga kandung kita sendiri mampu berbuat jahat," ucap Zergan yang membuat Aludra menghela nafas pelan.
"Tapi gue setuju sama Aludra, Gan. Rio adalah orang baik. Tidak mungkin dia ikut campur dalam urusan ini. Dan jangan lupa, perusahaan dia lebih besar dari Lo. Jadi untuk apa dia ngelakuin ini semua?" ucap Wira yang membuat Zergan ikut berpikir.
"Mungkin ada maksud lain," ucap Zergan sambil melirik Aludra.
Aludra yang sadar dilirik oleh suaminya menatap bingung. "Kenapa lirik aku?" tanya Aludra heran.
"Mana tahu Rio mau rebut kamu dari aku. Kan kamu sering senyum sama dia," jawab lelaki itu sedikit jutek.
Aludra memutar bola matanya malas. "Alhamdulillah kalau begitu," ucap Aludra yang semakin memanas-manasi Zergan.
"Kok Alhamdulillah?" tanya Zergan tak percaya dengan mata melotot.
"Lepas dari laki-laki tukang bohong, ketemu sama laki-laki sempurna, ya Alhamdulillah," ucap Aludra bercanda memasang wajah senangnya menatap Zergan.
"Maaf jika kamu haru hidup dengan orang sepertiku, Alu," ucap Zergan sendu dan pergi begitu saja dari ruang kerjanya meninggalkan Wira dengan Aludra.
"Lho, Mas! Aku bercanda," ucap Aludra sedikit berteriak memanggil Zergan.
Wira yang melihat itu menghela nafas pelan. Lelaki itu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya dan mengusap kasar. "Ngambek," gumamnya.
__ADS_1
"Ini gimana, Kak?" tanya Aludra tak enak menatap Wira.
"Kamu bujuklah," ucap Wira.
Aludra menghela nafas pelan. Kan sekarang dia lagi ngambek, mana mungkin dia mau bermanis-manis untuk membujuk Zergan. Gengsi dong!
Dengan sedikit ragu Aludra berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerja Zergan. Baiklah, sekarang dia akan membujuk Zergan dengan cara seorang wanita.
"Sensitif banget kaya perempuan. Belum kelar satu, yang ini udah ngambek aja," gumam Wira tak habis pikir dengan Zergan dan Aludra.
.....
Dengan langkah pelan Aludra berjalan memasuki kamarnya. Wanita itu menatap setiap sudut kamar yang tidak terdapat Zergan disana. Melihat pintu balkon yang terbuka, Aludra berjalan menuju balkon. Dia yakin pasti Zergan ada disana.
Dan benar saja, Zergan berdiri di balkon dengan ke dua tangan di saku celananya dan memandang lurus ke depan.
"Ekhem," dehem Aludra mengalihkan pandangan Zergan.
Zergan hanya menoleh sebentar dan kembali melihat ke depan.
"Aku minta maaf sudah bicara ngawur, Mas. Aku tadi cuma bercanda, tapi kamu malah anggapnya serius," ucap Aludra.
Gak ada bujukan gitu? Batin Zergan greget dengan Aludra.
"Aku gak mau bujuk kamu, Mas. Karena aku gak salah. Aku cuma becanda, kamunya yang sensitif kayak perempuan datang bulan," ucap Aludra.
"Kok nyalahin aku?" ucap Zergan karena tak terima dengan apa yang Aludra katakan.
"Terus aku yang salah gitu? Kamu nyalahin aku? Ya sudah kalau aku yang salah. Gak ada jatah satu tahun," ucap Aludra menatap garang Zergan.
"Eh, eh enggak Sayang. Aku yang salah. Aku minta maaf, ya," ucap Zergan mengalah. Bisa seperti mayat hidup dia nanti kalau tidak diberi jatah oleh Aludra selama satu tahun. Satu malam saja dia sudah kelimpungan, apa lagi satu tahun? Zergan bisa mati putus asa.
"Kembali ke ruang kerja. Kak Wira nungguin kamu," ucap Aludra jutek dan langsung pergi meninggalkan Zergan ke kamar mandi.
"Perempuan memang selalu benar," gumam Zergan geleng-geleng kepala. Tapi dia tetap mengikuti perkataan Aludra untuk kembali ke ruang kerjanya.
.....
"Udah selesai ngambek Lo?" tanya Wira yang asik dengan laptopnya.
"Niat gue mau ambil keuntungan, malah ancaman yang dapat," jawab Zergan menghela nafas pelan dan duduk di depan Wira.
"Gimana?" tanya Zergan lagi.
"Gak salah lagi, Gan. Dia memang adik iparnya Rio," jawab Wira.
__ADS_1
"Besok minta Rio ke perusahaan. Kita harus bicarakan ini. Gue juga gak yakin kalau dia orang jahat," ucap Zergan yang dianggukki oleh Wira.
Setelah mengatakan itu, Zergan ikut mengambil laptopnya dan dengan lincah melihat pergerakan kurva dan garis-garis yang membuat kepala pening. Namun nampak senyum mengembang di wajah lelaki itu.
"Oke," ucap Zergan puas setelah menekan enter di keyboard laptopnya.
"Kenapa?" tanya Wira.
"Gue udah oke buat hack kemananan perusahan Adam Bailey. Kita dengar besok penuruan sahamnya," jawab Zergan dengan senyum puas diwajahnya.
"Sekejap mata?" tanya Wira tak percaya.
Zergan mengangguk yakin. "Bukan hal sulit," jawab Zergan enteng.
Perlu Wira akui, keahlian Zergan dalam hal ini tidak perlu dia ragukan lagi. Temannya itu benar-benar ahli dalam teknologi seperti ini.
.....
Sedangkan dibelahan dunia lain, kedua pasang manusia dengan jenis yang berbeda sedang merenggut kenikmatan.
"Kau selalu membuat puas, Sayangngghh," ucap Adam yang dengan lihainya menggoyangkan tubuh Rea yang berada di atasnya.
Rea dengan mata terpejam dan mulut terbuka tak hentinya mendesah nikmat. Hingga tubuh mereka berdua menegang kala mencapai puncak kenikmatan itu.
Rea ambruk diatas tubuh Adam dan memeluk tubu lelaki itu. Adam memindah Rea ke sebelahnya dan menidurkan wanita itu dengan lengannya sebagai bantal.
"Puas?" tanya Adam mengusap bibir Rea yang bengkak.
"Sangat," jawab Rea tersenyum di sela lelahnya.
Saat akan kembali memulai perbuatan menjijikan itu, ponsel Adam yang berada di atas meja kecil sebelah ranjang berdering.
"Ya?" ucap Adam setelah mengangkat sambungan teleponnya.
"Perusahaan kacau, Tuan," ucap seseorang diseberang sana terdengar panik.
"Apa maksudmu?" tanya Adam mendudukkan tubuhnya karena kaget.
"Harga saham kita turun drastis, Tuan!"
................
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉
__ADS_1