
🌹HAPPY READING🌹
Baru saja Wira akan menjawab. Aludra sudah duduk dengan tak tenang di tempat duduknya.
"Kamu kenapa, Aludra?" tanya Wira khawatir.
"Panas banget, Kak. Gerah," ucap Aludra tak tenang mengibaskan dress nya.
"Oh ****!" umpat Wira setelah sadar apa yang terjadi pada Aludra.
"Aludra tahanlah," ucap Wira bingung.
Wira bingung. Jika dia memegang Aludra, maka itu akan memberikan efek terhadap tubuh wanita itu. Tapi jika tidak, maka ini akan berbahaya bagi Aludra.
"Kak, ini kenapa gerah banget, ya. AC cafe ini hidupkan," ucap Aludra dengan terus mengipas tubuh dengan dressnya.
"Sabarlah, Aludra," ucap Wira. Lelaki itu terus menekan tombol pada teleponnya untuk menghubungi seseorang.
"Ya Allah, Kak. Ini gerah sekali," ucap Aludra menurunkan lengan dressnya hingga memperlihatkan bahu wanita itu yang sangat mulus.
"APA YANG KAU LAKUKAN, ALUDRA?!" teriak Wira tak percaya.
Saat ponsel Wira kembali bergetar, lelaki itu langsung mengangkatnya.
"Ada apa, Tuan?" tanya seseorang dibalik sana.
"Kirimkan mobil perusahaan dengan sopir wanita ke cafe seberang kantor. Cepat dan jangan banyak tanya!" ucap Wira tegas dan langsung memutus sambungan teleponnya.
Wira mengalihkan atensinya pada Aludra yang sudah bergerak tak karuan.
"Sabarlah, Aludra. Ini, kau minum punyaku," ucap Wira memberikan minum miliknya yang memang belum dia sentuh sedikitpun.
Aludra menggeleng. "Ini gerah banget loh kak. Ini kenapa?" tanya Aludra tak paham dengan keadaan dirinya sendiri.
Sepuluh menit, seorang wanita dengan pakaian sopir dan lambang perusahaan Zergan di dadanya datang menghampiri. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Sopir wanita itu sopan.
"Ah, ya. Kau tolong bawa Nyonya Aludra ke mobil. Nanti sampai di basemen, kau tinggal saja. Nanti akan ada Tuan Zergan yang menjemputnya," titah Wira.
Sopir wanita itu mengangguk. "Mari saya bantu, Nuoa," ucap wanita itu sambil membawa Aludra yang sudah kalang kabut dengan dirinya sendiri.
Para pengunjung lainnya hanya memandang aneh ke mereka. Tapi tidak terlalu urus karena mereka lebih mementingkan kegiatan masing-masing.
Sebelum benar-benar pergi, Wira menemui salah satu pelayan di cafe itu. "Bilang pada managermu untuk datang ke AluZer nanti sore. Jika tidak, siap-siap cafe ini berhenti hari ini juga!" ucap Wira tegas namun sangat penuh dengan nada ancaman.
__ADS_1
Pelayan itu ketakutan dan langsung berlari menuju sebuah ruangan yang Wira yakin itu adalah ruangan manajernya.
.....
Wira memasuki mobilnya. Sebelum dia kembali ke perusahaan, Wira menelpon Zergan terlebih dahulu.
"Kenapa?" tanya Zergan saat sambungan telepon mereka sudah terhubung.
"Pergilah ke basemen perusahaan. Disana Aludra sangat membutuhkanmu," ucap Wira.
"Ada apa?" tanya Zergan tak paham dari sebrang sana.
Wira berdecak malas. Temanya itu memang sangat sulit jika diminta untuk menurut dalam waktu sempit seperti ini. "Pergilah ke basemen sekarang juga. Dan langsung masuk ke mobil perusahaan yang biasa kau gunakan," ucap Wira mengintruksi.
"Kau menyuruhku?" tanya Zergan lagi.
"Ayolah, dude. Aludra sangat membutuhkanmu sekarang. Atau jika tidak, maka Aludra akan kehilangan kendalinya," ucap Wira balik mengancam.
Tanpa mendengar jawaban dari Zergan, sambungan telepk mereka telah terputus. Wira berdecak kesal. Temannya itu suka sekali memutus telepon dengan sepihak.
Tidak ingin terjadi apa-apa, Wira langsung menjalankan mobilnya untuk kembali ke perusahaan.
.....
"Tapi Aludra?" gumam Zergan setelah ingat apa yang dikataka oleh Wira. Dengan segera lelaki itu berdiri dan berjalan keluar ruangan dengan tergesa-gesa. Lelaki itu hanya menggunakan kemejanya dengan lengan yang sudah digulung hingga siku. Sangat menambah kesan tampan dari seorang Zergan Bailey.
Zergan menaiki lift dan langsung menekan tombol menuju basemen.
Ting.
Pintu lift berbunyi, Zergan langsung keluar dari lift dan berjalan dengan tergesa-gesa. Lelaki itu mengedarkan pandangannya mencari mobil yang dimaksud oleh Wira.
Hingga pandanganya terhenti pada mobil yang baru saja terparkir tepat disebelhnya berdiri. Zergan dapat melihat Aludra yang duduk di kursi penumpang dengan gelisah dan terlihat seperti menahan sesuatu.
"Istriku kenapa?" tanya Zergan pada sopir wanita itu.
"Masuklah, Tuan. Nyonya Aludra sangat membutuhkan anda sekarang," ucap Sopir wanita itu.
Tanpa banyak tanya, Zergan memasuki mobil dan duduk di bangku penumpang sebelah Aludra.
"Mas," panggil Aludra lemah setelah menyadari kedatangan sauminya.
"Kamu kenapa, Aludra?" tanya Zergan kaget setelah melihat dahi Aludra yang sudah basah karena keringat. Wanita itu juga bergerak tak karuan dengan pakaian yang sudah setengah terbuka.
__ADS_1
"Mas tolong aku. Ini sangat tidak enak. Gerah banget, Mas. Gatal juga," ucap Aludra meraba-raba tubuh Zergan.
"What the-"
Umpatan Zergan terputus kala bibirnya dibungkam eh Aludra dengan begitu cepat. Aludra bergerak sangat liar mempermainkan bibir mereka.
"Kamu kenapa, Aludra?" tanya Zergan saat tautan bibir mereka terlepas.
Aludra menggeleng lemah. "Tadi aku minum air, setelahnya jadi gerah banget, Mas," jawab Aludra dengan suara mendayu tak karuan.
"Oh ****! Kita tidak mungkin melakukannya dimobil begini, Aludra!" ucap Zergan tegas saat Aludra dengan liar mulai membuka kancing baju lelaki itu.
Aludra hanya diam. Dia tetap dengan apa yang ada dipikirannya sekarang ini. Melihat wajah istrinya yang sudah kacau dan terlihat eemm ,,,, sangat seksi, Zergan juga tidak bisa menahan hasratnya.
"Let's make a new experience, Aludra," ucap Zergan dan langsung menyambar bibir Aludra dengan bibirnya.
Sepasang suami istri itu melakukan hubungan di dalam mobil yang ada di basemen perusahaan. Tangan Zergan tak tinggal diam. Lelaki itu membuka semua pakaian Aludra dengan secepat kilat hingga istrinya benar-benar polos tanpa sehelai benangpun.
Hati Zergan kembali teecubit melihat tato yang masih ada di punggung bagian dalam Aludra yang dekat dengan dadanya.
"Mas, aku nggak tahan," ucap Aludra yang sudah melepaskan kemeja Zergan dari tubuh lelaki itu.
Zergan tak mengindahkan itu. Yang penting dia lakukan sekarang adalah membantu Aludra agar obat perangsang yang dia minum segera mendapat penawarnya.
Zergan menidurkan tubuh Aludra di kursi mobil. Lelaki itu menaiki tubuh sang istri dengan begitu lembut. Namun nampaknya, permainan mereka saat ini akan sedikit menguras tenaga karena Aludra yang begitu ganas pada Zergan. Sepasang manusia yang sudah halal itu merenggut kenikmatan dalam mobil yang menjadi saksi penyatuan cinta mereka setelah beberapa bulan tidak saling memadu kasih.
Dari arah lain, Wira melihat mobil yang tadi dinaiki Aludra bergoyang tak karuan. Lelaki itu menghela nafas lega dan tertawa pelan. "Aku harus mendapat bonus setelah ini," ucap Wira dan langsung keluar dari mobil. Lelaki itu harus segera menuju ruangannya untuk tugas selanjutnya.
.....
Selama tiga jam memadu kasih di dalam mobil, akhirnya Zergan dan Aludra mencapai nikmat mereka. Aludra sudah terbaring lemah di pelukan Zergan yang masih setia menatap wajah polos istrinya itu. Mereka saat ini masih berada di dalam mobil dengan tubuh yang masih melekat sempurna.
"Aku ingin sekali mempercayaimu, Aludra. Tapi ini? Aku harus bagaimana?" ucap Zergan sendu mengelus tato yang ada di tubuh Aludra itu. Tubuh keduanya sudah sangat basah karena keringat cinta mereka.
Zergan terkekeh pelan mengingat betapa ganas dia dan Aludra tadi. "Andai semua baik-baik saja. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan, Sayang," cicit Zergan pelan.
......................
Gimana dengan part ini bestie? ðŸ¤ðŸ˜‰
Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1