
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Kamu sudah berjanji akan menjawab jujur," ucap Aludra cepat menangkap gelagat Zergan yang tidak akan menjawab.
Zergan hanya bisa mengangguk. Disembunyikan pun sudah tidak ada gunanya. Aludra sudah terlanjur mengetahui semuanya. "Mama dipasung saat Adam Bailey dan Rea menghabiskan waktu bersama," jawab Zergan yang membuat tubuh Aludra rasanya sangat lemas saat itu juga.
"Sungguh tidak aku sangka, Mas," ucap Aludra yang tak tahu harus berekspresi bagaimana.
"Begitulah jahatnya lelaki, Sayang," ucap Zergan kecut.
"Hem, lelaki memang begitu," jawab Aludra dengan nada kesal tanpa melihat bagian ekspresi Zergan sedikitpun.
Zergan tidak marah atas apa yang Aludra sampaikan. Karena memang begitu, dia juga sama jahatnya dengan Adam Bailey, hanya caranya saja yang berbeda. Jika Zergan brengsek, maka Adam Bailey lebih dari kata brengsek dan biadab.
"Tidak ada wanita lebih kuat dari Mama sekarang ini," ucap Aludra lirih.
"Sama kuatnya dengan kamu, Sayang," ucap Zergan menatap Aludra.
"Fokus bawa mobil, Mas," ucap Aludra sedikit jutek yang tidak mau mendebar gombalan dari Zergan saat ini juga.
"Kamu masih marah?" tanya Zergan hati-hati.
"Alasan aku untuk tidak marah apa?" tanya Aludra bingung.
"Kamu sudah mengetahui semuanya. Alasan kenapa aku melakukan sandiwara itu dan menyembunyikan semuanya, Sayang," ucap Zergan memperjelas maksudnya.
__ADS_1
"Ya, dan alasan aku untuk tidak marah sama kamu atas semuanya apa?" tanya Aludra lagi yang membuat Zergan rasanya sedang di wawancara oleh seorang investor penting sehingga membuat tubuhnya sedikit panas dingin.
"Ya, aku melakukan itu semua demi kebaikan kita, Sayang," jawab Zergan gugup.
"Karena itu memang tugas kamu sebagai suami untuk menjaga rumah tangga kita, Mas. Tapi tidak ada hak kamu untuk membohongi aku dan menjadikan aku objek kebohongan," ucap Aludra menjawab serius.
"Bagi kamu memang sebuah sandiwara, tapi setiap kata kasar, tamparan dan umpatan yang kamu tujukan padaku, apakah itu sandiwara?" lanjut Aludra bertanya menatap Zergan yang terdiam.
"Maaf Sayang," ucap Zergan menyesal. Hanya itu yang bisa dia sampaikan. Mau pembelaan bagaimanapun, apa yang Zergan lakukan memanglah sangat salah.
"Kamu bersandiwara, tapi kamu menampar aku, Mas. Kamu bersandiwara, tapi kamu memperjelas posisiku bahwa aku dari kalangan yang sangat rendah. Kamu bersandiwara, tapi kamu memperjelas bahwa aku adalah wanita rendahan," ucap Aludra mengeluarkan isi hatinya.
"Boleh aku katakan sesuatu?" tanya Aludra menatap Zergan dari samping.
Zergan hanya bisa mengangguk dengan wajah sendirinya. Beruntung saat ini Zayn sudah tidur, jika tidak dia akan menertawakan wajah Papanya yang nampak sangat suram dan mengiba.
"Kamu sama seperti Adam Bailey," ucap Aludra singkat yang membuat Zergan menghentikan mobilnya saat itu. juga.
"MAS!" pekik Aludra melihat ke belakang. Beruntung Zayn masih baik-baik saja dan tidak sampai terdorong ke depan karena Zergan yang memberhentikan mobilnya secara mendadak.
Zergan mengatur nafasnya. Dia tidak boleh marah dan kelepasan saat ini. Mendebar perkataan Aludra yang menyamakan dia dengan Adam membuat hati Zergan sedikit tak terima.
Setelah mendengar bunyi klakson dari belakang, Zergan menepikan mobilnya untuk memberi akses mobil lain untuk lewat.
"Jangan gegabah, Mas," ucap Aludra pelan.
"Aku hanya reflek. Maaf," ucap Zergan menyesal. Dia ikut menoleh ke belakang dan melihat Zayn yang masih tidur dengan tenang. Jika saja Zayn jatuh, sudah dipastikan kemarahan Aludra semakin bertambah kepadanya.
Aludra menghela nafas melihat Zergan. "Apa kamu marah dengan apa yang aku katakan?" tanya Aludra lagi.
Zergan hanya bisa menggeleng. Sungguh, dalam hati dia sedikit kecewa mendengar apa yang Aludra katakan. Apa sesulit itu untuk memahami bagaiman posisinya? Apa Aludra tidak bisa melihat sama sekali bahwa dia juga tersakiti sebagai seorang anak disini? Entahlah, ingin marah tapi Zergan harus bisa menutupi dengan kelembutan dan kesabarannya.
"Mungkin kamu akan tersinggung, Mas. Tapi maaf, aku tidak akan menarik kata-kataku. Hanya satu hal yang berbeda, Adam Bailey melakukan itu dengan keadaan sadar dan atas keinginannya, sedangkan kamu melakukan itu sadar, tapi dengan maksud yang berbeda," ucap Aludra memperjelas maksudnya.
"Tapi aku tidak bermain wanita, Sayang," ucap Zergan menatap sendu Aludra.
__ADS_1
"Tapi sama-sama memberi luka, bukan?" tanya Aludra telak membungkam mulut Zergan.
"Aku berharap semoga anakku kelak tidak seperti Papa dan Kakeknya," lanjut Aludra lirih menatap keluar jendela.
Zergan yang mendengar itu beralih menatap Zayn sebentar. Dalam hati dia ikut mengaminkan apa yang Aludra ucapkan. Zergan aku dia brengsek, tapi setidaknya dia masih punya hati nurani dan iman untuk tidak melakukan hal rendah seperti Adam Bailey, yang sialnya adalah ayah kandungnya sendiri.
Zergan kembali menjalankan mobilnya. Hanya ada keheningan di dalam mobil itu. Aku kira setelah tahu semua ini, kamu tidak akan marah lagi, Sayang. Tapi aku salah. Aku lupa bahwa sandiwara ini memberi luka yang nyata untukmu. Aku akan lebih berusaha. Batin Zergan tulus yang sesekali mencuri pandang kepada Aludra.
Aludra mengusap dadanya dalam diam. Wanita itu mencoba untuk mengontrol dirinya agar tak bicara dengan penuh emosi. Aludra hanya menatap luar jendela. Setiap orang hidup dengan luka dan bahagianya sendiri. Batin Aludra mengingat masalah besar yang kini menggerogoti keluarganya.
Aludra kita, dialah wanita yang paling tersakiti dan kuat. Tapi dia salah, ada orang yang memiliki kesakitan lebih daripadanya. Ada orang yang lebih kuat karena cobaan hidupnya. Aludra sungguh malu sudah bersikap seolah dialah wanita yang paling tersakiti di dunia ini.
.....
Sedangkan di tempat lain, Wira duduk di hadapan seorang wanita yang nampak serius dengan pekerjaannya.
"Apa pekerjaanmu hanya melihatku saja?" tanya wanita itu jengah melihat Wira.
Sudah dua jam lelaki itu disini, tapi tidak ada tanda-tanda dia akan pergi.
"Ya. Karena itu membuatku semangat," jawab Wira santai.
"Bahagiaku receh sekali," jawab wanita itu dengan tawa meledeknya.
"Sampai kapan kau akan mengatakan tidak untuk perasaanku?" tanya Wira dengan serius.
Wanita itu menghentikan kegiatannya. Dia menatap Wira lekat dan tidak lama langsung mengalihkan pandanganya. "Jangan menunggu hal yang tak pasti. Kita ini berbeda," jawab wanita itu pergi dari sana meninggalkan Wira yang menatap sendu punggung wanita itu.
"Sekalinya jatuh cinta, aku jatuh cinta pada wanita sepertimu."
................
Kira-kira wanitanya siapa yaaaa????
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉