
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Dengan sesegukan grace menatap wira. Mata wanita itu sungguh memancarkan luka, kecewa, takut, benci, trauma dan semua sakit yang dia rasakan.
"Aku harus bagaimana, wira? Haruskah aku melawan? Orang yang mereka perlakukan layaknya budak **** itu adalah kedua orang tuaku."
DEG
Tubuh Wira rasanya sangat lemas mendengar apa yang baru saja grace katakan. "A-apa maksudmu?" tanya wira lagi memperjelas apa yang dia dengar.
Grace mengangguk. "Orang tuaku yang selama ini kamu cari keberadaanya adalah orang yang tadi dijadikan budak **** mereka, wira. Ayahku dipakai bergilir oleh istri dan teman-temannya, sedangkan ibuku dipakai bergilir oleh suami dan temannya juga. Jika aku melawan, maka nyawa mereka bisa dihabisi kapanpun. aku tidak sanggup jika harus kehilangan kedua orang tuaku," ucap grace sambil menangis bercerita pada wira.
"Rasanya aku lebih baik melihat orang tuamu mati dari pada disiksa seperti itu, grace," jawab wira lirih.
"Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya, Wira. kamu tidak akan pernah mengerti, hiks," ucap grace menunduk menangis.
"tapi orang tuamu tersiksa seperti itu, grace," ucap wira lagi.
"Aku sangat takut kehilangan lagi. Mungkin karena kamu memiliki banyak orang yang menyayangi dan mengenalmu. sedangkan aku, aku hanya memiliki ayah dan ibuku untuk aku sayangi, Wira. Aku hanya punya sedikit," jawab grace menangis.
"Aku penyebab mereka seperti ini. harusnya aku yang pantas dihukum, bukan ayah dan ibu," lanjutnya sendu.
"Bukan salahmu. Kau hanya berusaha menyelamatkan kakakmu, grace," ucap Wira membela grace.
"Tapi tetap saja kakakku tidak selamat, wira. kakaku tetap pergi meninggalkan dunia ini," jawab grace menangis.
"Nyawa itu bukan urusan manusia, grace. Kamu hanya melakukan tugas sebagai seorang adik. Jangan menghakimi dirimu sendri," jawab wira tegas.
"Masih ada aku grace. jangan memendam kesedihanmu sendiri. itu akan semakin buruk untuk mental dan batinmu," ucap Wira lirih.
Tangis grace semakin keras mendengar apa yang dikatakan wira. Mungkin wira memang menyukainya, tapi untuk keluarga? grace tidak punya lagi selain ayah dan ibunya.
Wira yang mendengar tangis grace memeluk tubuh wanita itu. "maaf jika aku berbicara seperti tidak mengerti dirimu. Aku hanya ingin kau keluar dari neraka ini, grace," ucap wira mengusap lembut rambut grace.
grace hanya diam. Wanita itu meluapkan segela perasaan buruk yang ada di hatinya dalam pelukan wira. "Aku harus apa? Jika aku pergi, maka ayah dan ibuku akan semakin tersiksa," ucap Grace lagi.
"Mereka manusia sama dengan kita, Grace. kenapa kita harus takut," ucap wira mencoba meyakinkan grace.
"Kekuasaa mereka kuat, wira. Mereka bukan orang sembarangan," ucap Grace lagi.
"Seberapa kuat mereka? bukan kekuasaan yang membuat manusia nampak terhormat, tapi adabnya, Grace. dan orang seperti mereka harus diberikan pelajaran," ucap Wira lagi.
"Kita harus segera bertindak, grace," lanjut wira menyemangati grace.
"Aku harus melakukan apa?" tanya grace mengangkat kepalanya menatap wira.
__ADS_1
"Sekarang ikut aku, ya. Kita akan selesaikan ini dengan cepat."
.....
Zergan duduk di ruang kerjanya. setelah makan malam, dia pergi ke ruang kerja untuk menyelesaikan beberapa proposal kerjasama penting untuk perusahaannya.
Zergan meregangkan ototnya. lelaki itu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dengan pandangan menerawang. ucapan dokter mengenai penyakitnya selalu berputar dalam benak lekaki itu.
*Flashback on*
Zergan sampai dirumah sakit dan langsung menuju ruang dokter pribadinya. Setelah sampai zergan mengetuk pintu.
Terdengar suara dari dalam yang memintanya untuk masuk. zergan masuk dengan senyumnya menyapa Dokter paruh baya dengan Name tag David Oscar.
"Sudah lama kamu tidak cek kesehatan, Zergan," ucap David menyambut anak dari adam bailey yang merupakan sahabatnya.
Zergan tersenyum. "Banyak kerjaan, Om," jawab Zergan.
"Om ikut sedih mendengar kabar mengenai kasus yang terjadi di keluarga kamu, gan," ucap David ikut perihatih.
"Mau bagaimana lagi, Om. om saja yang orang luar terkejut, apalagi aku anaknya. Tapi sudahlah, om. semua sudah berlalu," ucap zergan mencoba santai.
David tersenyum dan mengangguk. "Om harap kamu selalu kuat dan mampu membimbing keluargamu ke jalan yang benar, Gan," ucap David tulus.
"Aamin, Om. terimakasih banyak doanya," jawab zergan ramah.
Dengan santai zergan menceritakan apa yang selama ini dia rasakan. Bagaimna kesehatan badannya dan juga dia kerap sekali kehilangan tenaga diwaktu yang tidak terduga hingga membuatnya sampai sesak nafas dan pingsan.
"Itu kenapa, ya Om?" tanya zergan setelah menceritakan kondisinya pada David.
David mendengar dengan seksama. "Apa sebelumnya kamu pernah jatuh atau terbentur sesuatu?" tanya David.
"Setahu saya gak pernah, om," jawab Zergan yakin.
"Sejak kapan kamu mulai mengalami ini?" tanya david lagi.
Zergan terdiam. lelaki itu nampak mengingat kapan dia mulai merasakan semua kejanggalan ini. "Sewaktu mengurus urusan Bailey group di New Zealand, Om. tapi itu tidak begitu terasa. setelah pulang dari sana baru sampai membuat saya sampai linglung dan pandangannya kabur tiba-tiba," ucap zergan menceritakan pada David.
"Untuk lebih lanjut kita akan cek dan melihat apa hasilnya, gan. nanti om juga akan berdiskusi dengan ahli saraf mengenai ini," jawab dokter David.
"Ahli saraf?"
David mengangguk. "Berdasarkan gejala yang tadi kamu katakan, om takut jika ini berhubungan dengan lemahnya saraf motorik kamu, gan. Makanya kita perlu diskusi dengan dokter saraf," jawab dokter David menjelaskan.
"Berapa lama hasilnya akan keluar, om?" tanya zergan dengan perasaan tak menentu.
"kira-kira dua jam lagi keluar," jawab David jelas.
__ADS_1
Zergan menatap jam tangannya. "Aku akan tunggu hasilnya, om," jawab zergan yakin. jika dia hanya menunggu dua jam, dia bisa sampai rumah saat makan siang nanti.
"Kalau begitu ayo," ucap David yang dianggukki oleh zergan.
David memeriksa semua tubuh zergan dan juga mengambil sampel darahnya untuk di cek. selain itu, zergan juga akan melakukan pemeriksaan
electromyography.
Setelah menjalankan serangkaian tes, kini zergan hanya tinggal menunggu hasil mengenai kesehatannya.
dua jam lebih lima belas menit, dokter David keluar dari ruangannya dan memanggil Zergan.
Zergan masuk dan ternyata disana sudah ada satu dokter lain yang dia ketahui dokter saraf yang tadi dibilang oleh dokter David.
"Bagaimana, Om?" tanya zergan menatap David.
"Biar dokter Rizal yang menjelaskan, Gan," ucap dokter David menjawab sambil menatap dokter saraf yang bernama Rizal itu.
"Bagaimana dokter?" tanya zergan tak sabar.
Dokter Rizal membuka amplop besar di depannya. terlihat seperti lembaran tipis menerawang yang memperlihatkan hasil pemeriksaan namun zergan sama sekali tidak mengerti.
"Langsung saja pada intinya, Dokter," ucap Zergan yakin. Mendengar nama-nama medis dari dokter Rizal hanya akan membuatnya semakin bingung. lebih baik jika dia mendengar langsung hasil akhir saja.
"Bacalah, Nak," ucap dokter Rizal memberikan kertas yang tadi juga ada dalam amplop besar itu.
Dengan ragu zergan menerima kertas tersebut. perlahan tangan zergan bergerak membuka lipatan kertas itu. Mata zergan terus bergerak membaca setiap huruf yang tersusun menjadi kalimat dalam kertas itu.
hingga pada kesimpulan, zergan dapat melihat dengan jelas hasil yang sejak tadi dia tunggu.
"ALS?" gumam zergan bertanya menatap dokter Rizal dan dokter David bergantian.
Dokter Rizal mengangguk.
"Saya kurang paham, dokter," ucap zergan lagi bingung.
"Amyotrophic lateral sclerosis (ALS). penyakitnya yang membuat saraf motorikmu melemah, Nak."
DEG
"Pe-penyakit saraf?"
......................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!
__ADS_1