Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah paham BAB 63


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Zergan mengangguk.


Ting.


Bunyi notifikasi pesan dari ponsel Zergan mengalihkan perhatian lelaki itu. Dia mengambil ponsel yang diletakkan diatas laptop yang tertutup dan langsung membuka pesan dari Aludra.


a picture


Ini laki-laki yang di video itu kan, Mas?"


Mata Zergan membola melihat pesan yang disampaikan oleh Aludra.


"Wir," panggil Zergan pada Wira yang duduk di sofa.


"Hem," jawab Wira masih sibuk dengan beberapa berkas.


Zergan berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Wira.


"Lo lihat ini," ucap Zergan memberikan ponselnya pada Wira.


"Kenapa?" tanya Wira bingung karena tak paham dengan maksud gambar yang diperlihatkan oleh Zergan.


"Lo lihat laki-laki itu dengan baik," ucap Zergan lagi.


Wira menajamkan penglihatannya. Tangannya bergerak memperbesar gambar tersebut agar lebih jelas melihat objek yang dimaksud Zergan.


"Ini..."


"Dia laki-laki yang di video itu," ucap Zergan cepat.


Dengan buru-buru Wira membuka laptopnya dan segera mencari video itu untuk memastikan semuanya.


"Iya benar, Gan. Lo dapat darimana?" tanya Wira.


"Aludra yang kirim," jawab Zergan pelan.

__ADS_1


"Aludra dapat darimana?" tanya Wira lagi.


Zergan menggeleng. "Sepulang kerja, kita ke rumah gue dulu," jawab Zergan. Zergan yang sibuk dengan segala pekerjaan dan urusannya membuat dia tidak tahu bagaimana keadaan sekitar komplek. Padahal itu adalah di komplek rumahnya sendiri.


Wira mengangguk mengiyakan perkataan Zergan. Ini adalah sebuah berita bagus karena dengan begitu mereka bisa mengungkap semuanya.


Saat sedang asik dengan kegiatannya, pintu ruangan Zergan terbuka dari luar.


"Kakek," ucap Zergan dan Wira berbarengan sambil berdiri menyambut kedatangan Fatih.


Fatih bersama asisten pribadinya berjalan memasuki ruangan Zergan dan langsung duduk di sofa seberang Zergan dan Wira. Lelaki tua itu nampak sangat berkarisma meskipun sudah berusia senja. Begitu juga dengan asisten pribadi Fatih. Ayah dari Wira itu nampak sangat tampan dengan wibawanya.


"Bagaimana?" tanya Fatih tanpa basa-basi.


Zergan berdecak malas. "Setidaknya tanya kabar cucumu ini, Kakek," ucap Zergan.


"Aku tahu kau selalu baik. Makanya aku tidak bertanya. Aku lebih khawatir nasib asistenmu itu," ucap Fatih menunjuk Wira dengan tongkatnya.


"Aku?" beo Wira menunjuk diri sendiri.


Fatih mengangguk. Sedangkan Anwar hanya tersenyum tipis.


"Aku kenapa, Kakek?" tanya Wira bingung.


"Ya begitu. Penolakan tiada henti," ucap Fatih yang membuat Wira dan Zergan kaget setengah mati.


"Jadi Ayah juga tahu?" tanya Wira pada Anwar yang dianggukki lelaki itu.


"Asal kau bisa membawanya menjadi seperti kita, maka aku akan merestui. Tapi jika tidak, jangan pernah mengejarnya lagi," ucap Anwar tegas yang membuat Wira menelan ludahnya susah payah. Meskipun mendapat restu dari ayahnya, tapi syaratnya sangat susah sekali. Itu berarti Wira harus berhasil membawa Grace masuk Agama mereka.


"Aku pasti bisa, Ayah," ucap Wira meskipun tidak yakin dengan dirinya sendiri.


Anwar hanya mengangguk. Sedangkan Zergan sudah tak bisa menahan tawanya melihat Wira yang seperti orang menanggung beban berat.


"Jadi?" tanya Fatih beralih menatap Zergan.


Zergan berdeham sebentar. "Kakek pasti sudah tahu bahwa perusahaanku sudah resmi lepas dari perusahan Bailey," ucap Zergan mulai serius.


Fatih mengangguk. "Lalu?" ucapnya bertanya lagi.


"Aku ingin menghancurkannya," ucap Zergan memandang lurus ke depan.


Fatih nampak terdiam mendengar perkataan Zergan. Lelaki itu hanya diam tanpa ekspresi. "Jangan sampai lupa bahwa dia adalah Ayah kandungmu hanya karena dendam, Zergan," ucap Fatih menatap Zergan.


"Apakah dia ingat bahwa aku anak kandungnya saat melakukan itu semua, Kakek?" tanya Zergan yang membuat Fatih terdiam.


"Apa dia juga ingat bahwa Mariana adalah istrinya saat melakukan kekerasan?" tanya Zergan lagi.

__ADS_1


"Tapi-"


"Apa Kakek khawatir dengan anak kandung kakek?" tanya Zergan cepat memotong perkataan Fatih.


Fatih menghela nafas pelan. Menunduk sebentar, kemudian dia mengangkat kepalanya menatap Zergan. "Bagaimanapun juga, dia anakku, Zergan," ucap Fatih.


"Tapi apa yang dia lakukan sangat keterlaluan, Kakek. Dia menghancurkan banyak hati dan kehidupan. Kakek mungkin hanya memandang dia sebagai anak. Tapi aku? Dia menghancurkan hatiku sebagai anaknya. Dia menghancurkan rumah tanggaku. Dia menyiksa ibuku. Dan secara tidak langsung, dia membuat anakku ikut terluka, Kakek," ucap Zergan tegas.


"Tapi-"


"Dengan atau tanpa persetujuan Kakek, aku akan tetap melakukannya!" ucap Zergan cepat memotong perkataan Fatih dan segera pergi meninggalkan ruangan sendiri tanpa menghiraukan Wira yang terus memanggilnya.


"Aku akan susul Zergan," ucap Wira ikut berdiri dan berlari menyusul Zergan sebelum lelaki hilang dari balik lift.


Fatih menghela nafas pelan. "Apa aku salah, Anwar?" tanya Fatih pilu.


Anwar menggeleng. "Itu adalah nurani anda sebagai seorang ayah, Tuan besar," jawab Anwar.


Fatih terdiam memandang lurus ke depan. Entah kesalahan apa yang dia lakukan sehingga anaknya bersikap begitu keras tak punya hati. Sifat mendiang istrinya benar-benar turun kepada Adam.


Dalam hal ini, bukan Fatih melainkan istrinya Almarhum Joana Bailey yang sepanjang pernikahan berselingkuh dari Fatih. Fatih mengetahui itu, tapi karena tetap ingin mempertahankan rumah tangganya, dia menyembunyikan semua itu. Dia diam seolah tidak tahu hingga menyimpan semua sakitnya sendiri.


"Jangan menyalahkan diri anda sendiri, Tuan besar. Nyonya Joana berselingkuh bukan kesalahan anda. Anda adalah suami yang baik, hanya mendiang Nyonya Joana yang kurang bersyukur," ucap Anwar tahu apa yang dipikirkan oleh Fatih.


"Aku hanya menyesal, Anwar. Kenapa karakter Joana harus turun kepada Adam?" tanya Fatih sendu.


"Semua sudah takdir, Tuan," jawab Anwar singkat yang dianggukki oleh Fatih.


"Kita kembali sekarang, Tuan?" tanya Anwar lagi.


Fatih menggeleng. "Aku akan menunggu disini sampai Zergan kembali. Aku tadi membuat dia kecewa. Jadi biar aku menunggunya disini," ucap Fatih.


Anwar hanya bisa diam dan menuruti apa yang dikatakan Fatih.


.....


"Lo kemana?" tanya Zergan yang baru keluar dari dapur khusus dirinya ketika melihat Wira akan memasuki lift.


Melihat itu cepat-cepat Wira keluar lift dan berjalan mendekati Zergan. "Gue kira lo ngambek terus kabur kemana," ucap Wira menghela nafas lega.


Zergan menggeleng. "Gue haus. Cuma mau ambil minum. Gue gak mungkin ninggalin Kakek. Dia pasti nungguin," ucap Zergan.


"Sekarang kita beritahu Kakek informasi yang kemarin kita dapatkan."


................


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2