
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
"Bukankah tadi kita berdosa? lalu sekarang kamu sholat?" tanya grace mengingatkan wira akan apa yang baru saja mereka lakukan.
"menangkan mu adalah keinginanku. Tapi sholat? kewajiban yang tidak bisa aku tinggalkan, grace."
"Allah ku akan semakin marah nanti. Sudahlah berdosa meninggalkan kewajiban pula. Aku tidak mau dosaku doble nanti," lanjut wira terkekeh yang membuat grace ikut tertawa.
Kau cantik dengan wajah tertawa lepas seperti ini, grace. Batin wira menatap penuh kasih sayang pada grace.
Menyadari wira yang menatapnya, grace langsung menormalkan wajahnya dan berdeham.
Wira terkekeh pelan. ternyata grace masih memiliki sikap malu dan lucu begini yang tidak diketahui banyak orang. "tidurlah dengan nyenyak. Semua akan baik-baik saja," ucap wira berpesan dan berlalu pergi dari kamar grace.
Grace tersenyum menatap punggung wira yang menghilang serentak dengan pintu kamarnya yang tertutup. "Aku tidak mungkin membiarkan laki-laki baik sepertimu mendapatkan wanita seperti aku, Wira."
.....
Saat berjalan menaiki tangga, wira terkejut begitu pandangannya menangkap zergan yang juga sama terkejut dengan dirinya.
"Lo habis darimana?" tanya Zergan dengan alis terangkat.
"Dari tempat grace lah," jawab wira jujur.
"Tengah malam begini lo datengin kamar anak gadis orang?" tanya zergan dengan intonasi suara yang sedikit naik.
"Cuma nyamperin aja buat mastiin dia udah tidur atau belum," jawab Wira santai karena dia memang tidak melakukan apapun, kecuali silaturahmi bibir tadi, ya.
Wira memicing melihat zergan yang turun dengan telanjang dada. "Gede juga nyamuk di kamar, lo," ucap Wira menertawakan zergan.
Alis zergan terangkat. Dengan senyum bangga dia semakin memamerkan tubuhnya yang penuh bentol merah itu. "Nyamuk yang bisa buat nikmat ini. Emang lo, gak pernah dapat yang beginian," ucap zergan bangga.
"Awas gue mau turun ambil minum," lanjut zergan kembali berjalan menuruni tangga.
Wira berbalik menatap zergan yang sudah berjalan menjauh darinya. Pria itu menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat rumah tangga temannya yang kini sangat baik.
Sedangkan zergan, lelaki itu mengeluarkan wajah kesalnya saat menuangkan air di cangkir untuk dibawa ke kamar. "Kalau bukan karena ni air, udah masuk sempurna pedang gue. Dasar air putih sialan," umpat Zergan kesal meletakkan kasar gelas diatas nampan. untung gelasnya tidak pecah. kalau sampai pecah siap-siap saja kena omel oleh istri tercinta.
Tadi, saat selesai pemanasan dan akan masuk ke kegiatan intinya, aludra malah merasa haus dan meminta zergan untuk mengambilkannya air minum. Meskipun lagi tanggung-tanggungnya, tapi zergan tetap menuruti permintaan sang istri. jika tidak, bisa-bisa dia tidak jadi masuk ke acara inti.
__ADS_1
.....
Hari telah berganti, sesuai dengan apa yang mereka sepakati, pagi-pagi sekali Zergan dan wira saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah seseorang yang akan menjadi jadi kunci keselamatan Grace dan kedua orang tuanya.
Beruntung hari ini adalah minggu, jadi mereka bisa dengan leluasa bertindak tanpa harus memikirkan pekerjaan. "Lo udah siapin semuanya, Wir?" tanya Zergan mentap wira yang kini sedang menyetir mobil. sedangkan dia duduk di sebelah Wira.
Wira mengangguk. "Gue udah hubungi anak buah kita buat berjaga," jawab wira yakin.
"Lo udah minta mereka untuk menyamar jugakan?" tanya Zergan yang dianggukki oleh Wira.
"Yang kita hadapi ini bukan orang sembarangan. keamanannya juga gak main-main. Sekali aja kita lengah, maka semua selesai hari ini juga," ucap Zergan yang dianggukki wira.
Zergan kembali menatap ke depan. Memperhatikan mobil dari alah lawan dan juga sekitarnya.
Astaghfirullah, jangan sskarang. Batin Zergan saat pemandangannya buram tiba-tiba.
"Berapa lama kita akan sampai ke kediaman menteri itu, Wir?" tanya Zergan tanpa menoleh pada Wira.
Wira menatap sekilas pergelangan tangannya untuk melihat jam. "Kira-kira empat puluh lima menit lagi, Gan," jawab Wira.
Zergan mengangguk. "Kalau gitu gue tidur sebentar, ya. Bangunin gue kalau emang udah sampe," ucap Zergan dan langsung mengambil posisi untuk tidur agar lebih nyaman.
Zergan mengangguk dengan mata terpejam. "Ngantuk gue. Semalam benar-benar begadang sama Istri tercinta," ucap Zergan santai yang dibalas kekehan oleh wira.
Setelahnya mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan wira fokus menyetir dan Zergan nyang tidur agar tidak semakin memperburuk keadaannya.
.....
Seperti dugaan wira, empat puluh lima menit mobil mereka sampai di dekat sebuah rumah besar yang mewah. Wira sengaja memberhentikan mobilnya sedikit berjarak untuk berjaga-jaga.
"Gan," panggil Wira sambil mengguncang lengan Zergan untuk membangunkan sahabatnya itu.
Tidak sulit, Zergan langsung bangun dan membuka matanya. "Kita udah sampai?" tanya Zergan menatap sekeliling.
Zergan dan Wira juga melihat anak buah mereka yang sudah menyamar. Ada yang menjadi pemulung, tukang sapu jalan, tukan potong rumput, dan ada juga yang melakukan olahraga pagi.
Pandangan Zergan beralih menatap beberapa penjaga yang ada di depan pagar rumah itu. "Banyak juga," gumam Zergan yang masih bisa didengar oleh wira
Wira mengangguk. "Namanya juga pejabat. Jadi sekarang kita masuk?" tanya Wira yang dianggukki Zergan.
Wira kembali menjalankan mobilnya. tepat di depan pagar, mobil mereka dihentikan oleh beberapa penjaga untuk memastikan bahwa yang akan datang bertamu bukanlah orang jahat.
__ADS_1
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya penjaga saat Zergan menurunkan kaca mobilnya.
"Saya ingin bertemu dengan Pak Fredy," ucap Zergan penuh wibawa.
"Apa kalian sudah punya janji sebelumnya dengan Pak menteri?" tanya Penjaga dengan baju dinas hitam-hitam.
"Katakan pada Pak Menteri jika cucu Alfatih Bailey ingin bertemu," ucap Zergan menjual nama kakeknya.
"Siapa Alfatih Bailey?" tanya penjaga itu curiga.
"Tanyakan saja pada Pak Fredy. Cepatlah! ada pesan penting yang harus saya sampaikan," ucap zergan sedikit mendesak.
Penjaga itu memberi kode lewat mata dengan temannya. Tidak berapa lama salah seorang penjaga pergi memasuki rumah.
Selang beberapa menit, penjaga yang tadi memsuki rumah kembali datang dan membisikan sesuatu pada penjaga yang tadi menahan Zergan dan wira.
"Silahkan masuk," ucap penjaga itu dan langsung membuka pagar untuk memberi akses mobil wira dan zergan agar bisa masuk.
"Tidak sia-sia kita hubungi kakek tadi malam," ucap Zergan lega yang dianggukki oleh wira.
Semalam, Zergan tidak asing mendengar nama menteri yang akan dia kinjungi bersama wira hari ini. untuk memastikan dugaannya, zergan melakukan panggilan via telepon dengan Fatih. Dan ternyata benar jika menteri itu adalah salah satu sahabat kakeknya. Selain itu, Alfatih Bailey juga merupakan salah satu orang penting yang membuat usaha menteri ini menjadi berkembang. jadi bukan hanya seorang menteri, dia juga seorang pengusaha.
Turun dari mobil, wira dan Zergan langsung berjalan memasuki rumah. mereka sudah disambut oleh pelayanan di depan pintu. "Silahkan masuk, Tuan," ucap pelayan itu ramah.
"Gaji menteri berapa sih, gan? orang ini kaya banget anjir," ucap Wira berbisik pada zergan. lelaki itu dibuat takjub dengan rumah dan segala isinya yang sangat antik. dan juga penjaga serta pelayan yang tidak sedikit menurut wira.
"Diem! Masih kayaan gue. Tapi orang ini agak berlebihan aja," jawab Zergan penuh percaya diri.
Wira mendengus. Sahabatnya itu tetap saja sombong meski apa yang dia sampaikan memang benar.
Saat asik melihat sekeliling, suara langkah kaki terdengar memenuhi ruang tamu.
Zergan dan Wira serentak menoleh pada seorang lelaki paruh baya yang kini berjalan mendekati mereka.
"Selamat datang, Zergan."
..................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!
__ADS_1