
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Sedangkan dirumah, aludra, Mama ana, grace dan Zayn sedang adik di dapur menyiapkan makan siang.
Zayn, anak itu duduk di meja bar mini yang ada di dapur sambil memperhatikan tangan grace yang penuh lukisan. Saat dia bangun tidur dan turun kebawah, dia sudah melihat grace dan ini pertama kalinya bagi Zayn melihat tubuh orang yang digambar. dan itu cukup mengejutkan sekaligus asing baginya. Karena setahunnya, menggambar itu di buku gambar, bukan di tubuh.
"Zayn kenapa lihatin tante grace dari tadi, Nak?" tanya Aludra sambil mencuci sayuran yang sudah di potong oleh Grace. Sedangkan mama ana sibuk menggoreng ayam dan beberapa makanan frozen untuk Zayn. Kali ini Aludra memutuskan memasak bersama Grace dan Mama ana. sedangkan bibi diminta untuk melakukan pekerjaan lain seperti membersihkan halaman belakang.
"Mama," panggil Zayn dengan suara berbisik tanpa menjawab pertanyaan Aludra. Anak itu memberi pertanda pada Aludra agar mendekat padanya.
Aludra menurut. Dia mendekat pada Zayn dan mendekatkan telinganya pada anak itu. " Kenapa, Nak?" tanya Aludra pelan.
Grace yang melihat itu hanya tersenyum. Padahal saat mengetahui ada Zayn dia lansung mengganti baju yang tadinya lengan pendek kini menjadi lengan panjang agar anak itu tidak berpikir macam-macam. tapi tetap saja, yang namanya Zayn, anak penuh rasa penasaran itu tetap bertanya pada Aludra.
"Kok tangan tante glace di lukis-lukis? dan lukisnya pake pensil apa? itu kayaknya gak bisa hilang deh. Zayn takut tapi pengen juga lihatnya," ucap Zayn berbisik pada Aludra. anak itu katanya berbisik tapi suaranya masih bisa didengar oleh grace dan mama ana.
Mama ana sudah mengetahui mengenai cerita grace dari aludra. Mama ana ikut prihatin dan kasihan pada gadis itu. Ternyata besarnya masalah yang datang tidak memandang usia.
"Ini namanya tato, Zayn," jawab grace langsung mengangkat lengan bajunya dan memperlihatkan dengan jelas pada Zayn.
Zayn dan Aludra tersentak. Zayn tersenyum canggung begitu juga aludra. Anak itu merasa tidak enak karena sudah ketahuan membicarakan orang dibelakang.
"Maaf grace. Zayn memang begitu anaknya. keponya tinggi," ucap Audra tak enak.
Grace tersenyum. "Tidak apa-apa, Aludra. Aku mengerti," ucap Grace lembut.
"Ini namanya tato, Zayn. Dan ini di lukisnya pake jarum suntik yang sudah dipanaskan," jawab grace santai.
Zayn bergidik ngeri mendengar apa yang disampaikan Grace. Setahunya jarum suntik itu besi kecil, dan yang namanya besi kalau dipanaskan pasti bakal sakit saat menyentuh kulit. Begitulah hasil pemikiran Zayn.
"Apa itu tidak sakit, tante?" tanya Zayn yang kini berani untuk memegang tangan grace yang penuh tato.
"Memang sakit. Makanya kita dilarang membuat ini. Karena menyakiti diri itu dosa," ucap Grace menatap Zayn.
"Lalu kenapa tante buat?" tanya anak itu polos.
"Makanya tante menyesal sekarang. Nanti juga mau tante hapus."
"Grace."
__ADS_1
"Nak grace. "
Suara aludra dan mama ana serentak mendengar apa yang grace katakan. Menghilangkan tato itu akan lebih sakit lagi. apalagi di tubuh wanita itu tidak hanya satu tato.
"Aku merasa lebih baik jika menghilanhkannya nanti," ucap Grace tersenyum berbalik menatap Aludra.
Setelahnya wanita itu kembali menatap Zayn. "Jadi, zayn kalau sudah besar nanti jangan coba-coba buat ini, ya. Sakitnya melebihi dipanggang di neraka," ucap Grace yang membuat Zayn semakin bergidik ngeri.
"Iiihhh! Zayn gak mau!" ucap anak itu yakin..
Grace mengangguk sambil tersenyum dan tangannya terangkat mengusap lembut rambut Zayn. Berbeda dengan aludra dan Mama ana yang memandang sendu pada grace. wanita itu masih bisa bercanda dan meski hatinya dalam keadaan kacau saat ini.
.....
Zergan dan wira kembali ke rumah pukul dua siang. Kali ini mereka tidak hanya berdua, tapi ada Pak fredy yang duduk di kursi belakang.
"Mari, pak," ucap Zergan sopan meminta pak fredy untuk turun dan mengikuti langkahnya memasuki rumah.
"Grace disini?" tanya Pak fredy penuh kawatir.
Zergan dan wira mengangguk.
Langkah mereka terhenti di ambang pintu melihat grace yang duduk sendiri di ruang tamu rumah zergan. Entah kemana yang lain mereka tidak tahu.
Beberapa detik berdiri, suara lembut seorang wanita mengalihkan pandangan semuanya.
"Mas udah pulang?" tanya Aludra yang berjalan dari arah dapur sambil membawa nampan berisi cemilan dan minuman.
Grace yang mendengarnya ikut menoleh. Matanya membulat melihat seseorang yang teramat sangat dia kenal.
"Paman Fredy," ucap Grace pelan. Wanita itu sontak bangun dari duduknya dan berdiri menatap Fredy.
Tiba-tiba saja air matanya runtuh dan dengan segera dia berlari memeluk fredy. "Paman Fredy," ucap grace bergetar memeluk Fredy.
Fredy membalas pelukan ponakan angkatnya itu. "Maafkan paman, Nak," ucap fredy lirih.
mendengar perkataan Fredy semakin membuat tangis grace semakin menjadi. Grace yakin jika laki-laki itu pasti sudah mengetahui semuanya. grace hanya mengangguk. Wanita itu benar-benar menumpahkan tangis dipelukan lelaki yang begitu tulus sayang padanya. Meskipun hanya keponakan angkat, tapi Fredy selalu perhatian pada Grace layaknya keponakan kandung.
tapi meskipun begitu, tidak serta merta membuat grace bisa mengadukan semuanya.
"Apa benar yang paman dengar mengenai Hendro dan Sinta, Nak?" tanya Pak fredy menyebutkan nama adik beserta adik iparnya.
__ADS_1
Grace hanya mengangguk dalam tangisnya.
"Ayo kita duduk dulu. Tidak baik berdiri lama di pintu begini," ucap aludra yang dituruti mereka semua.
"Mas," panggil aludra berbisik memberi kode pada sang suami agar menceritakan semuanya.
"Nanti aku kasih tahu, Sayang," jawab Zergan pelan merangkup istrinya.
Kini mereka semua sudah duduk di sofa ruang tamu.. Tidak ada Zayn dan Mama ana karena mereka sudah istirahat siang.
"Kenapa kamu tidak pernah bercerita, Nak?" tanya Fredy lembut.
"Grace tidak punya kuasa, Paman," jawab grace bergetar.
"sekarang ikut paman, ya. Kita bebaskan kedua orang tua kamu. Kamu tidak bersalah dan semua berhak mendapat keadilan, Nak," ucap pak fredy yang membuat grace menatapnya.
"Grace takut," cicitnya pelan dengan pandangan sendu menatap Pak fredy.
"Apa kamu masih takut jika paman bersamamu?" tanya Pak Fredy tesenyum yang membut grace ikut tersenyum.
Grace berbalik menatap wira yang duduk dia belakangi. wanita tersenyum lembut yang dibalas senyum tulus lelaki itu.
"Kau ikut, ya?" tanya Grace lembut yang dianggukki wira.
"Tapi maaf, aku tidak bisa menemani. aku ingin bersama istriku," ucap zergan tak enak.
"Bantuan begini saja sudah sangat besar untuk saya, Pak. Terimakasih banyak," ucap Grace tulus yang membuat zergan dan Aludra tersenyum.
.....
"Sekarang mas makan dulu, ya. pasti belum makan, kan?" tanya Aludra lembut pada Zergan. kini mereka hanya berdua di ruang tamu karena grace, pak fredy dan wira telah pergi membebaskan kedua orang tua grace.
Zergan mengangguk. "Kamu tolong suapin, ya. Aku ke ruang kerja sebentar," ucap Zergan yang dianggukki aludea tanpa curiga.
Zergan berdiri dengan menopang tubuhnya untuk sampai ke ruang kerja. Lelaki itu melupakan obatnya hingga dia harus kambuh disaat yang tidak tepat seperti ini. "Hanya sampai ruang kerja, betahan lah!"
......................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!
__ADS_1