Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 140


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPY READING🌹


Tidak mau ambil pusing, aludra iseng membuka amplop itu dan mengeluarkan kertas yang terlipat rapi di dalamnya.


Mata Aludra membaca setiap apa yang tertulis di kertas itu dengan tangan bergetar. Air matanya tiba-tiba saja menetes dengan sakit dan sesak di ulu hati melihat semua ini. "Mas zergan mengidap ALS?" ucapnya dengan suara bergetar.


"Ya Allah ini mimpikan?" monolog aludra lagi dengan tangis yang tak dapat dia sembunyikan.


Tubuh wanita itu terasa lunglain, badannya panas dingin dengan perasaan oenuh khawatir dan cemas akan kondisi zergan. "Aku membiarkan suamiku berjuang sendiri. maafkan aku, Ya Allah," ucap Aludra memeluk perutnya yang sudah membuncit itu.


"Mama ana juga harus tahu ini. Aku akan kasih tahu mama nanti. mas zergan gak boleh lalui ini semua sendiri," ucap aludra dengan keyakinannya.


"Ya Allah, Mas. Jadi kampung pingsan dan sedikit kurus itu karena penyakit ini? Ya Allah, sembuhkan suamiku," ucap aludra tulus dengan oenuh harapan akan kesembuhan zergan.


"Aku harus temui dokter David. Dia pasti tahu semua ini," ucap Aludra dan segera turun dari kasur dengan perlahan.


Aludra tahu bahwa dokter David adalah dokter pribadi suaminya. tidak mungkin jika dokter itu tidak tahu mengenai kondisi zergan.


"Bibi," panggil Aludra menghampiri bibi yang sibuk di dapur.


"Iya Nyonya," jawab bibi sopan.


"Alu titip zayn, ya Bi. Alu keluar sebentar," ucap aludra tergesa-gesa.


"Nyonya baik-baik saja?" tanya bibi khawatir melihat mata nyonya nya yang memerah karena habis menangis. Dan aludra juga nampak tergesa seperti mengkhatirkan sesuatu.


"Alu baik-baik saja, Bi. Alu pergi sebentar, ya Bi," ucap aludra dan segera pergi keluar rumah.


.....


Sedangkan di rumah sakit, Mama ana duduk dengan gelisah di kursi sebelah ranjang zergan. "Kenapa, Ma?" tanya Zergan melihat ibunya yang tidak tenang.


"Aludra telfon mama tiga kali, tapi gak mama angkat. ada apa, ya?" tanya mama ana menatap khawatir pada Zergan.


"Mama kasih alasan apa sama aludra?" tanya Zergan.

__ADS_1


"Mama bilang nginap di rumah dokter arumi," jawab mama ana.


Zergan menghela nafas pelan. "harusnya mama pulang aja kemarin," ucap zergan menatap lembut mamanya.


"Dan biarin kamu sendiri disini? Jangan gila, Zergan. mama udah turutin permintaan kamu buat gak cerita sama aludra. tapi mama gak bakal mau penuhi ucapan kamu yang minta mama tinggalin kamu sendiri," ucap mama ana sedikit kesal dengan anaknya.


Saat asik berdebat, pintu ruangan terbuka dan nampak lah wira masuk bersama dokter David dan dokter rizal.


Wira duduk di sofa sedangkan dokter David dan dokter rizal berjalan mendekati ranjang.


"Bagaimana Zergan?" tanya dokter rizal setelah tersenyum menyapa Mama ana.


"Masih sama saja, Dokter," jawab zergan pelan.


Dokter rizal menghela nafas pelan. Tangannya terulur membukamap besar yang tadi dia bawa. itu adalah hasil pemeriksaan zergan kemarin yang baru saja keluar hari ini.


"Ini hasil pemeriksaan kamu kemarin," ucap dokter rial lembut.


"Bacakan saja, Dokter. Saya tidak akan mengerti jika membaca sendiri," jawab Zergan yang tidak mau ribet. Lagian dia juga tidak mengerti mengenai segala. macam nama medis yang ada di kertas itu.


"Semuanya baik-baik saja kan, Dokter?" tanya mama ana khawatir menatap dokter rizal dan dokter David bergantian.


Zergan menoleh. "Bukankah dokter yang bilang kalau penyakit saya ini tidak bisa sembuh. dan kalaupun bisa itu mustahil. saya hanya bisa bertahan dengan obat-obatan. Dan saya sudah menjalankan perintah dokter untuk rutin minum obat," jawab Zergan yang membuat mereka semua diam.


Dokter David menghela nafas pelan. Sedangkan mama ana sudah berkaca-kaca di tempatnya. "Sebenarnya apa yang terjadi, Dokter?" tanya mama ana penuh khawatir.


Wira yang mendengar itu ikut bangun dan berjalan mendekati ranjang zergan. dia berdiri tepat di kaki zergan.


Dokter rizal menghela nafas pelan. "Tidak ada perkembangan. penyakit ini semakin menyerang syaraf yang menggerakkan otor pernafasanmu, Zergan," jawab Dokter rizal sambil melihat kertas yang tadi dia keluarkan dari map.


"Ya Allah, Nak," ucap mama ana menutup mulutnya tak percaya. Seburuk itukah kondisi anaknya sekarang ini? Tapi zergan masih bisa terlihat seperti lelaki sehat yang lelah hanya karena pekerjaan.


"Zergan," panggil Dokter David lembut.


Zergan yang tadinya menatap kosong ke depan kini menoleh pada dokter David.


"Bukan hanya obat, psikismu juga akan sangat menentukan u tuk kesembuhan, Nak. Bukankah aku sudah pernah bilang jika bukan hanya lelah fisik, tapi lelah psikis juga bisa memacu penyakit ini berkembang cepat atau kambuh dengan sering," ucap dokter David mengingatkan zergan.

__ADS_1


Zergan mengangguk. "Saya tahu itu, Dokter. mungkin memang sudah takdirnya sakit ini memang jadi penyebab kematian saya nanti," jawab Zergan dengan mata berair menatap jendela ruangannya.


"Bahkan sekarang lo kedengeran kayak orang putus asa, Gan. Ingat! ada aludra, ada zayn dan ada calon anak lo yang sangat butuh lo buat hidup," ucap wira memperingati Zergan.


"Iya, Nak. Jangan menyerah begitu. Mama juga bakal selalau nemenin kamu sampai sembuh. Jangan berpikir untuk tidak sembuh, Nak," ucap Mama ana iba menatap zergan.


"Bukan suami kayak zergan yang alidra butuhkanagi, Ma. Alidra dan zayn butuh sosok suami dan ayah yang kuat. bukan zergan yang penyekitan seperti ini. Bahkan untuk berdiri sendiri saja zergan gak mampu," jawab lelaki itu sendu.


"Semakin penyakit kamu bawa manja, maka semakin senang dia ditubuh kamu, Nak," ucap mama ana memperingati.


Zergan terkekeh sendu. "Manja atau tidak manja, yang namanya penyakit langka ini tidak akan bisa disembuhkan," jawab Zergan lagi.


"Jangan bicara begitu, Nak. Masih ada jalan untuk kamu agar penyakit ini tidak berkembang. bahkan ada sebagian kasus penderita penyakit ini bisa hilang dari tubuhnya," ucap Dokter rizal menyemangati.


"Dokter sendiri yang bilang sembuh itu mustahil," jawab Zergan.


"Itu hasil penelitian orang, Nak. bukan takdir Tuhan yang sudah pasti. Ada satu cara, Nak," ucap dokter rizal lagi.


"Apa dokter?" tanya Zergan menatap dokter rizal.


"Cara apa dokter?" tanya mama ana ikut senang.


"Saya ada teman dokter yang juga menangani penyakit ini di thailand. Aku bisa merujukmu kesana untuk sementara waktu jika kau mau, Nak. Biar dia yang akan mengobatimu," ucap dokter rizal yang membuat Zergan terdiam.


Pergi keluar negeri itu berarti dia akan meninggalkan anak dan istrinya. apalagi sekarang aludra sedang melahirkan, sangat tidak mungkin bagi zergan meninggalkan aludra. Alasan apa yang akan dia berikan nanti? Tentu berobat disana tidak akan sebentar, pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama.


"Nak?" panggil mama ana menyadarkan Zergan.


Zergan menoleh pada mama ana. Mama ana nampak mengangguk meminta zeegan untuk setuju atas apa yang diusulkan oleh Dokter Ryan.


"Urus keberangkatannya, Dokter." ucap sebuah suara dari arah pintu.


Semua menoleh dan betapa terkejutnya melihat siapa yang datang.


"Kakek."


......................

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2