Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 43


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


"Pasung ini tidak seberapa dengan semuanya, Zergan. Batin Mama lebih terluka," jawab Mama Ana.


"Tapi setidaknya fisik Mama tidak lagi mengalami sakit," ucap Zergan cepat.


"Ayo ikut Zergan ya, Ma," ucap Zergan lagi memohon dengan saat pada Mamanya.


Dengan keras hatinya Mama Ana menggeleng. "Mama memilih untuk disini, Nak," ucap Mama Ana kekeuh dengan pendiriannya.


"Ya Allah, Ma. Harus bagaimana lagi Zergan bicara agar Mama mau mengikuti Zergan," ucap Zergan tak habis pikir dengan pikiran Mamanya.


Zergan berdiri dan mengusap wajahnya. Lelaki itu memegang pelan tangan Ana yang tidak terluka dan mengajaknya keluar dari kamar.


Zergan membuka kunci kamar. Mereka keluar dan berdiri di pagar besi lantai dua kamar itu. "Mama lihat itu," ucap Zergan mengalihkan pandangannya.


Mama Ana hanya bisa menatap kosong dengan mata berair. Ini sudah menjadi pemandangan biasa untuknya. Melihat anak tiri dan suaminya memadu kasih di sofa ruang tamu, bukan lagi hal saling untuk Mama Ana.


Zergan masih mengalihkan pandangannya karena meras jijik dengan pemandangan tidak pantas ini. Tidak kuat lagi, Zergan Kemabli menarik lembut tangan Mama Ana dan membawanya ke kamar.


"Semakin Mama disini, semakin Mama terluka," ucap Zergan setelah mereka berdua berada di kamar.


Mama Ana menggeleng. "Kamu tahu, Nak. Untuk bercumbu seperti itu, Papa kamu yang lebih sering datang ke Indonesia dan meninggalkan Mama disini. Bukankah itu lebih baik? Mama tidak akan melihat secara langsung kegiatan mereka," ucap Mama Ana menyampaikan isi pikirannya.


"Tapi Zergan tidak bisa melihat Mama dipasung begini, Ma," ucap Zergan lagi.


"Mama dipasung hanya jika Rea yang datang kesini sendiri. Tapi jika datang bersama kamu, Mama akan baik-baik saja, Nak," ucap Mama Ana mencoba tersenyum sambil mengusap lembut pipi Zergan.


"Karena aman bersama Zergan, ayo ikut Zergan," ucap lelaki itu masih kekeuh mengajak Mama Ana untuk ikut dengannya.


Mama Ana terdiam. Wanita paruh baya itu duduk di sofa yang ada di kamar. Dia juga menepuk bagian sofa sebelahnya. "Duduk sini, Nak," ucap Mama Ana untuk mengajak Zergan agar ikut duduk.


Menurut. Zergan berjalan menuju sofa dan duduk ditempat yang tadi di katakan oleh Mama Ana.


"Sampaikan permintaan maaf Mama sama istri kamu, Nak," ucap Ana sendu.


"Kenapa, Ma? Permintaan maaf untuk apa?" tanya Zergan tak paham.


"Permintaan maaf karena sudah berprasangka buruk padanya," jawab Mama Ana.


"Maksud Mama?" tanya Zergan tak paham.

__ADS_1


"Maafkan Mama karena sempat menuduh bahwa Aludra adalah selingkuhan Papa kamu," jawab Mama Ana dengan kepala menunduk.


Zergan hanya diam. Dia sudah tahu semua ini. Tapi Zergan memang menunggu Mamanya untuk bicara sendiri. Zergan ingin Mamanya sendiri yang menyampaikan maaf itu pada Aludra.


"Dan maafkan juga sikap Mama yang sempat melarang kamu menikah dengan Aludra. Melihat kasih sayang Papa kamu pada Aludra, Mama pikir dia adalah wanita yang sudah mengganggu rumah tangga Mama. Tapi Mama salah, rasa sayang Papa kamu terhadap Aludra hanya untuk mengelabui kita agar hubungannya dengan adik tiri kamu tidak ketahuan," ucap Mama Aludra lagi melanjutkan perkataanya.


Zergan mendengar dengan seksama apa yang Mama Ana sampaikan. Disaat berjuta kesakitan sudah dia terima, tapi Mamanya masih menyebut Adam Bailey dengan sebuah Papa kamu, dan menyebut Aludra dengan panggilan adik tiri kamu. Ditengah kesakitan sekalipun, Mama Ana masih mempertahankan sikapnya sebagai ibu dan istri yang bijak.


"Aludra hanya dijadikan sebagai penutup kesalahannya, Nak," tambah Mama Ana.


"Dan sekarang istri Zergan dijadikan kambing hitam, Ma," ucap Zergan menatap lekat Mama Ana.


Dahi Mama Ana berkerut. "Kambing hitam? Apa maksud kamu?" tanya Mama Ana tak mengerti.


Zergan menghela nafas pelan. Lalu laki-laki itu menceritakan apa yang sudah terjadi. Mulai dari video, dan rencana yang sedang mereka jalankan untuk membongkar semua kejahatan Adam dan Rea.


Mama Ana terkejut mendengar cerita Zergan. Karena sungguh, wanita itu baru mendengar semua ini.


"Dan sekarang kamu masih bersikap begitu pada Aludra?" tanya Mama Ana.


Zergan mengangguk.


Lagi dan lagi helaan nafas terdengar dari mulut Mama Ana. "Cara kamu salah, Zergan," ucap Mama Ana yang membuat Zergan menatapnya.


"Bagaimanapun juga, kamu harus membicarakan semua ini pada Aludra. Kejujuran mungkin bisa membuat rencana kalian berjalan lancar," ucap Mama Ana memberikan pendapatnya.


"Zergan tidak bisa bicara, Ma. Ada kamera dimana-mana dan alat penyadap suara," jawab Zergan menunduk.


"Aludra masih bersabar dengan segala sikap Zergan yang berubah-ubah, Ma. Zergan bingung. Zergan tak tahan jika harus bersikap dingin pada Aludra, tapi Zergan harus melakukan itu," ucap Zergan.


"Apa kamu tahu siapa orang yang di video itu?" tanya Mama Ana menatap Zergan.


Zergan mengangguk. "Video itu adalah video editan yang dibuat sedemikian rupa agar menyamai hasil rekaman CCTV, Ma. Dan wanita di video itu adalah orang suruhan Papa yang dibuat sangat mirip dengan Aludra," jawab Zergan.


"Laki-lakinya?" tanya Mama Ana lagi.


"Sama seperti wanita itu, Ma. Suruhan Adam Bailey," jawab Zergan dengan tangan mengepal.


"Lalu dimana pelakunya sekarang? Apa sudah kamu temukan?" tanya Mama Ana.


"Semua sudah diurus oleh Wira, Ma," jawab Zergan yang dibalas anggukan kepala oleh Mama Ana.


"Kamu kesini ingin menjalankan rencana, bukan?" tanya Mama Ana menatap anaknya lekat.


Zergan mengangguk. "Semua akan dimulai dari rapat besok, Ma," jawab Zergan.


Mama Ana mengangguk. "Semoga berhasil dan cepat berbaikan dengan Aludra. Kasian Zayn harus menjadi korban dari semua ini. Mama tidak mau mantu dan cucu Mama harus terluka karena perlakuan jahat dua orang itu, Zergan," ucap Mama Ana tulus.


Zergan mengangguk yakin. "Mama ikut Zergan, ya," ucap Zergan yang masih kekeuh dengan pendiriannya.


Mama Ana terdiam sebentar. Lalu setelahnya wanita paruh baya yang cantik itu mengangguk dan tersenyum. "Mama percayakan pada kamu, Nak," ucap Mama Ana berdiri dan langsung berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Zergan menatap punggung Mamanya yang mengulang dari balik pintu. "Aku dikelilingi wanita hebat," gumamnya menguatkan tekad untuk apa yang akan dia lakukan.


.....


Sedangkan di kamar lain, Rea dan Adam sedan duduk di ranjang dengan Rea yang bersandar manja di dada bidang Adam. Setalah dari sofa, kedua insan manusia yang berbeda jenis itu berpindah ke kamar Rea yang ada di rumah itu.


"Aku tahu pasti akan ada sesuatu yang terjadi nanti," ucap Rea dengan bibir mengerucut kesal.


Adam nampak terkekeh pelan. "Itu pasti. Dan kitabyidka akan lengah. Bukankah kita sudah menyiapkan segalanya?" tanya Adam menatap Rea dari atas.


Rea menengadah. Wanita itu mengecup singkat bibir Adam dan tersenyum. "Jika Zergan melakukan itu, maka dia juga memilih untuk menghancurkan rumah tangganya," ucap Rea senang.


Adam mengangguk dengan tawa ringannya. "Kita akan melakukan itu. Dan kamu bisa segera berubah status menjadi menantu sekaligus simpanan Adam Bailey," ucap Adam mengusap lembut pipi Rea.


Rea mengangguk. "Tapi aku ragu untuk pernikahanku dengan Zergan. Aku rasa, Zergan tahu semuanya," ucap Rea pelan.


"Ancaman kita tidak akan membuat dia bisa bergerak," ucap Adam.


"Ancaman apa?" tanya Rea tak paham.


"Lihatlah nanti. Maka kamu akan tahu semuanya, Sayang," ucap Adam mengecup pelan bibir Rea. Sangat menjijikan!


"Tidak bisa menjadi istri Zergan, kamu tetap bisa menjadi simpanan ku," tambah Adam lagi. Cinta benar-benar membuatku lelaki paruh baya itu. Nafsu sangat menguasai dirinya saat ini.


Rea hanya tersenyum cantik. Wanita itu mengecup ringan bibir Adam. Tapi aku mencintai anakmu, yang tak lain Abang tirimu itu. Batin Rea menatap Adam masih dengan senyum terpatri di wajahnya.


"Aku lelah. Bisakah aku tidur?" tanya Rea manja.


Adam mengangguk. "Tentu. Kamu tidurlah. Karena nanti malam kamu tidak akan bisa tidur," ucap Adam.


"Apapun untukmu," jawab Rea lembut.


Adam turun dari kasur Rea dan membiarkan wanita itu untuk beristirahat. Setelah Adam keluar kamar Rea dan tak lupa memberikan kecupan singkat di bibir wanita itu sebelum keluar.


Saat baru kelar dari kamar Rea, Adam berpapasan dengan Zergan yang akan pergi ke dapur dengan botol minum di tangannya.


"Rea tidur?" tanya Zergan berhenti menatap Adam.


Adam mengangguk. Kedua lelaki itu benar-benar handal dalam melakukan perang dingin. Ayah dan Bapak ini sangat bertolak belakang.


"Apakah tidurnya nyenyak?" tanya Zergan.


"Ya. Mungkin karena dia kelelahan," jawab Adam.


Zergan mengangguk. Sambil berjalan lelaki itu berkata. "Lelah karena bermain di ranjang."


......................


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.

__ADS_1


__ADS_2