Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setalah Salah Paham - BAB 60


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Tidur di sofa karena ngambek dengan sang istri membuat tubuh Zergan benar-benar sakit sampai ke tulangnya. Sangat berlebihan memang, tapi begitu lah Zergan. Ini pertama kali baginya tidur di sofa seumur hidup. Setelah sesi curhat dengan Wira semalam, kedua lelaki itu tidur di ruang tamu rumah Zergan.


Zergan berjalan memasuki kamarnya. Dia menatap jam dinding kamar yang masih menunjukan pukul lima pagi. Dan sepagi ini Wira sudah kembali ke rumahnya untuk bersiap-siap kerja.


"Hoaaam."


Zergan menatap sengit Aludra yang menguap sambil meregangkan tubuhnya. Aludra yang baru saja membuka mata langsung tersenyum dan melambaikan tangannya menyapa Zergan.


"Selamat pagi," ucap Aludra dengan semangat. Sungguh, wanita itu puas sekali telah mengerjai Zergan semalaman.


Zergan hanya diam tanpa minat untuk membalas sapaan Aludra.


Aludra turun dari kasurnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


Mata Zergan membulat sempurna dengan jakun naik turun melihat Aludra yang masih memakai pakaian tipis itu.


"Mandi dulu, ya," ucap Aludra menggoda Zergan dan mengedipkan sebelah matanya saat tepat di depan lelaki itu. Setelahnya dia kembali melanjutkan langkah untuk menuju kamar mandi.


Zergan mendesah frustasi. Pagi-pagi begini adalah waktu yang mudah bagi juniornya untuk bangun. Dan tadi, lagi-lagi Aludra mengganggu dan menggoda miliknya. Zergan sepertinya harus bersolo lagi untuk pagi ini.


"Seminggu lagi gue gempur," gumam Zergan sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


"Kasur memang tempat paling nyaman," gumam Zergan memejamkan matanya.


Tiga puluh menit, Aludra keluar dari kamar mandi dengan handuk kimononya. Wanita itu langsung berjalan menuju walk in closed untuk memakai baju. Selesai dengan kegiatannya, Aludra langsung mengambil baju kerja Zergan dan meletakkan di ujung kasur, baru setelah itu Aludra keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan.


.....


"Wajah Papa kenapa?" tanya Zayn heran melihat wajah Papanya yang nampak kusam pagi ini.


"Kurang tidur, Nak," jawab Zergan singkat.


"Pantas wajah Papa kusam banget," ucap Zayn dan melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


Reflek Zergan langsung memegang wajahnya ketika mendengar perkataan Zayn. Dia menatap memelas Aludra yang hanya diam sejak tadi.


"Apa?" tanya Aludra acuh sambil memakan roti panggang ditangannya.


"Sebentar aja, Sayang. Pake tangan," pinta Zergan sambil merengek.


"Uhuk, uhuk," reflek Aludra langsung terbatuk mendengar permintaan Zergan yang tidak pada tempatnya sama sekali. Padahal masih ada Zayn, tapi lelaki itu bicara tanpa disaring terlebih dahulu.


"Kasih aja, Ma," ucap Zayn yang membuat Aludra semakin melotot.


"Maksud kamu Nak?" tanya Aludra memastikan apa yang ditangkap oleh otaknya.


"Papa minta suapin nasi goreng pakai tangan. Iya kan Pa? Daripada wajah Papa kusam terus begitu," ucap Zayn dengan segala pemikirannya.


"Ngomong gak mikir dulu. Mana ada makan nasi goreng pakai tangan," ucap Aludra mengalihkan pembicaraan yang dimaksud Zergan.


"Ayo sayang. Please," rengek Zergan meminta.


Aludra terdiam. Melihat wajah Zergan yang sangat tersiksa karenanya membuat wanita itu sebenarnya tak tega. Tapi dia masih harus memberi pelajaran untuk Zergan.


"Tapi-"


"Ayo sayang," potong Zergan cepat dan langsung menarik tangan Aludra. "Zayn tunggu sebentar ya, Nak," ucap Zergan dan langsung melangkah tanpa menunggu jawaban Zayn.


Zayn hanya mengedikkan bahunya. Anak itu tetap melanjutkan sarapannya disaat Mama dan Papanya sedang sarapan pagi di kamar mereka.


.....


Aludra menatap tajam Zergan. Tanpa banyak bicara dia turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terkena sisa dari Zergan.


BRAK!


Zergan memegang dadanya terkejut mendebat suara pintu kamar mandi yang ditutup kasar oleh Aludra.


Lelaki itu hanya bisa menggeleng. Padahal tadi Aludra juga menahan nikmatnya permainan mereka. "Dan akhirnya Zergan menang lagi," gumam Zergan puas den beralih menatap kaca rias untuk merapikan rambutnya.


Setelah selesai, Zergan berjala keluar kamar untuk kembali menyusul Zayn yang sudah mereka tinggalkan selama empat puluh lima menit.


.....


Waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi, Aludra masih belum turun dari kamarnya sejak tiga puluh menit yang lalu.


"Papa pelgi kelja aja. Nanti Zayn sampaiin sama Mama," ucap Zayn melihat Papanya yang masih duduk di meja makan sambil memainkan ponsel.


Zergan menggeleng. "Papa nunggu Mama dulu, Nak. Sebentar lagi juga pasti Mama turun," ucap Zergan yang dianggukki oleh Zayn.

__ADS_1


"Itu Mama Pa," ucap Zayn melihat Aludra yang turun dari tangga.


"Kok Mama ganti baju?" tanya Zayn bingung melihat Aludra yang turun dengan baju yang berbeda.


"Baju Mama tadi kotor kena najis besar, Nak," jawab Aludra yang membuat Zergan membulatkan matanya tak percaya mendengar jawaban istrinya.


Tapi sedetik kemudian Zergan kembali tersenyum menatap Aludra. Manis sekali, sampai-sampai saking manisnya Aludra ingin sekali melempari Zergan dengan sandal yang dia pakai saat ini.


"Aku berangkat dulu ya, Sayang," ucap Zergan berdiri ketika Aludra sampai di meja makan.


"Hem," jawab Aludra singkat. Meskipun begitu dia tetap menyalami tangan Zergan dan dibalas kecupan singkat di dahi dan bibir Aludra. "Nanti kita main dengan najis besar lagi, ya sayang," ucap Zergan berbisik tepat di telinga Aludra.


Zergan langsung berlari keluar rumah untuk mengindari cubitan dari Aludra di perutnya. Tapi lelaki itu masih menyempatkan diri untuk mengecup dahi Zayn.


"Papa kayak anak kecil lali-lali," ucap Zayn geleng kepala.


"Papa kamu itu bayi besar, Nak."


.....


"Lo udah dapat semua?" tanya Zergan.


Saat ini Zergan dan Wira sedang berada di ruangan Zergan. Kedua lelaki itu nampak serius dengan laptop mereka masing-masing.


"Gue udah kirim ke email Lo," jawab Wira.


Zergan mengangguk. Lelaki itu segera membuka email dan melihat senjata file yang dikirim oleh Wira.


"Lo serius?" tanya Zergan tak percaya membaca file di depannya.


"Itu yang gue dapat. Berarti itu yang benar," ucap Wira yakin.


"Gila," gumam Zergan tak percaya.


Segalanya Zergan nampak tersenyum menyeringai dengan pandangan lurus ke depan. "Ini akan kita gunakan untuk kehancuran Adam Bailey. Tidak hanya kakinya, kita hancurkan kepalanya sampai tidak ada tempat untuk menguburkannya," ucap Zergan.


"Lo yakin, Gan?" tanya Wira sekali lagi.


Zergan mengangguk yakin.


"Adam Bailey Ayah kandung Lo sendiri, Gan," ucap Wira mengingatkan.


"Itu dulu sebelum dia melakukan ini semua. Dan sekarang, kehancuran dia adalah kebahagiaan buat semuanya."


......................

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2