
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Adzan subuh berkumandang menandakan sudah bergantinya hari. hari baru telah datang tapi tetap dengan cinta yang semakin besar antara sepasang suami istri itu.
Aludra mengerjapkan matanya perlahan ketika telinganya menangkap suara adzan itu. Wanita itu langsung disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Wajah tampan sang suami yang tertidur nyenyak benar-benar manjadi nikmat indah yang selalu aludra syukuri.
Aludra bergerak mengecup seluruh bagian wajah sang suami. Siapa sangka, saat mengecup bibirnya sebuah tangan menahan tengkuk wanita itu dan semakin memperdalam kecupan itu menjadi sebuah ciuman.
"Morning kiss sayangku," ucap Zergan tersenyum membuka matanya.
Aludra tersenyum. "Maaf ya, Mas. kamu harus gendong aku kesini. soalnya aku gak kuat kalau angkat kamu dari bath up. jadinya aku ambil selimut dan kita tidur disana," ucap aludra menjelaskan.
Zergan mengangguk. "Gakpapa, Sayang. Kita sholat dulu, yuk," ajak zergan bangun dan langsung diikuti oleh aludra.
Setengah jam mereka selesai melakukan kegiatan wajib sebagai seorang muslim. Sepasang suami istri itu kembali tiduran di ranjang. Zergan rasanya ingin sekali bermalas-malasan saat dia mengambil libur seperti ini.
"Manjanya suamiku," ucap aludr mengusap kepala zergan yang kini sudah ada di dada wanita itu.
Zergan tersenyum. "Tempat ternyaman buat aku. dan akan selalu begitu," jawab Zergan lembut.
"Sayang," panggil Zergan lagi pada aludra.
"Iya Mas," jawab aludra pelan.
Zergan terdiam sesaat. Laki-laki itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap dalam mata sang istri. Senyum terbit di bibir laki-laki itu.
"Kenapa Mas?" tanya aludra bingung.
Zergan menggeleng dengan senyumnya. "Aku sangat bersyukur punya kamu, Sayang," ucap Zergan lembut.
"Kamu aja yang dapetin aku yang banyak kurangnya bersyukur, apalagi aku Mas. Rasa syukur aku melebihi luas bumi deh, Mas. Sampai penuh semua alam semesta karena rasa syukur aku punya kamu," ucap Aludra yang mengembangkan senyum di bibir Zergan. Senyum yang begitu merekah menandakan betapa berbunga hati lelaki itu mendapat gombal dipagi hari dari istrinya.
Aludra terkekeh. Wajah malu sang suami di pagi hari ini begitu menggemaskan baginya. "Mas," panggil aludra lembut.
"hem," jawab zergan bergumam.
"Aku mau ke bawah dulu, ya. Buatin sarapan," ucap aludra mengangkat kepala zergan dari dadanya.
Zergan berdecak malas. "Kan ada bibi, Sayang," jawab Zergan merajuk.
"Bibi yang akan bantu aku, tapi tetap tangan aku yang harus buatnya. Kan buat kamu sama Zayn dan mama juga," ucap aludra membujuk.
Zergan menghela nafas pelan. Dia menurunkan kepalanya dari dada aludra dan memindahkan ke bantal.
"Aku tidur lagi, ya. Rasanya males mau ngapa-ngapain, Sayang," ucap Zergan yang dianggukki aludra.
__ADS_1
Cup.
"Istirahat yang cukup sayangku," ucap aludra mengecup dahi zergan dan berlalu turun dari ranjang.
.....
"Selamat pagi, Pak wira," sapa Niko pada wira yang baru saja datang.
"Pagi Niko. Pak zergan sudah datang?" tanya Wira yang dibalas gelengan kepala.
"Tadi nyonya aludra kasih kabar kalau bapak zergan hari ini tidak masuk, Pak. Mungkin Pak Zergan masih kurang enak badan. Dan dia minta saya untuk menyampaikan sama bapak," ucao Niko menyampaikan pesan yang dia terima dari aludra pagi ini.
"Zergan sakit?" tanya wira sedikit kaget.
Niko mengangguk. "Kemarin setelah meeting sore, Pak Zergan pingsan di ruang meeting, Pak," jawab Niko memberitahu.
"Zergan pingsan?" tanya Wira benar-benar terkejut. Pasalnya, sebanyak apapun pekerjaan zergan, lelaki itu hanya akan kelelahan tapi tidak sampai pingsan seperti ini.
Niko mengangguk menjawab pertanyaan Wira.
Wira menghela nafas pelan. "Kalau begitu kamu siapkan materi meeting pagi ini. nanti selesai meeting saya keluar sebentar melihat zergan," ucap wira yang dianggukki dengan patuh oleh Niko.
.....
Sesuai dengan apa yang tadi dikatakan Wira, pria itu langsung keluar kantor begitu selesai melaksanakan meeting paginya.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam," jawab dari dalam rumah.
Aludra yang sedang sibuk di dapur membuat cemilan berjalan menuju pintu. "Kak Wira," sapa alidra begitu melihat Wira yang sudah berdiri di ruang tamu.
Wira berbalas tersenyum. "Zergan dimana, Alu?" tanya Wira langsung menanyakan keberadaan orang yang dia cari.
"Mas zergan di kamar, Kak. Kak wira gak bawa kerjaan kesini kan?" tanya Aludra memicing.
Wira terkekeh dan menggeleng. "aku kesini mau lihat zergan. Aku dapat kabar dari sekretarisnya kalau kemarin zergan pin-"
"WIR!"
Wira dan aludra langsung menoleh ke arah tangga begitu mendengar suara Zergan dari tangga. Laki-laki itu memilih menuruni tangga satu persatu satu ini dari pada menaiki lift.
"Mas kok turun?" tanya Aludra.
"Aku dengar suara wira, Sayang. Makanya turun," jawab Zergan pelan.
"Lo ngapain disini?" tanya zergan begitu sampai di depan wira.
__ADS_1
Wira menatap sahabatnya itu dalam. "Ada yang mau gue omongin, Gan," jawab Wira.
Zergan mengangguk. "Aku sama wira ke ruang kerja, ya sayang," ucap Zergan menatap aludra.
"Kan udah aku bilang gak boleh kerja, Mas," ucap aludra mengingatkan zergan.
"Ini bukan soal kerjaan, Alu. Curhat laki-laki," jawab Wira menatap Aludra.
"Bener, ya? kalau sampai bahas kerjaan aku bakar," ucao aludra mengancam yang dianggukki oleh kedua lelaki itu.
.....
"Lo kenapa?" tanya wira menatap Zergan yang kini duduk di sofa ruang kerjanya.
"Gue? gue gakpapa. kenapa emangnya?" tanya zergan heran.
"Gue tau lo pingsan kemarin. dan aludra pasti gak tau ini kan?" tanga Wira memicing menatap Zergan.
"Niko yang kasih tau?" tanya zergan balik tanpa menjawab pertanyaan Wira.
Wira mengangguk.
"Gak tau kenapa, akhir-akhir ini gue sering banget kelelahan. mungkin karena masalah yang akhir-akhir ini datang gak ada jedanya. Aludra tahu gue kelelahan, tapi gak tahu kalau gue pingsan. Sengaja gue gak kasih tahu aludra. gue gak mau aludra kepikiran dan berakibat buruk buat kandungannya," jawab Zergan menghela nafas pelan menatap wira.
"Lo mikirin apa? setahu gue, zergan sahabat gue gak selemah ini hanya karena kerjaan yang banyak," tanya Wira menatap dalam sahabatnya itu.
Zergan menggeleng. "Gue gak mikirin apa-apa, Wir," jawab Zergan.
Wira menghela nafas pelan. "Apapun itu, jangan sampai buat kesehatan lo drop begini, Gan. Berbagi kalau emang lo lagi gak baik-baik aja. Dan untuk urusan kerjaan, lo bisa percayain gue," ucap Wira.
Zergan mengangguk. "gue mungkin bakal istirahat dulu dua hari ini. gue serahin kantor sama lo," ucap Zergan.
"Lo bener gakpapa kan, gan?" tanya wira lagi.
Zergan mengangguk. "Gue baik, Wira. Mungkin emang butuh istirahat aja," jawab Zergan yakin. meskipun dalam hatinya sendiri laki-laki itu ragu dengan kesehatannya.
"Yaudah, kalau gitu gue balik kantor dulu. Jangan banyak pikiran, gan. Capek batin itu lebih buruk dampaknya dari capek fisik," ucap Wira yang dianggukki oleh Zergan.
"dan satu lagi, gue udah buat janji sama dokter. gak mau tau lo harus ke dokter besok. Gue pamit," ucap Wira yang langsung keluar dari ruang kerja Zergan tanpa mendengarkan panggilan zergan.
Zergan menghela nafas pelan. Mungkin dia menang barus memeriksa kesehatannya untuk memastikan kondisi tubuhnya.
Zergan menyandarkan punggung ke sandaran kursi. Kata-kata Wira terus terngiang dalam benaknya. Capek batin emang bikin letih banget. Karena mustahil seorang anak tidak kepikiran ayah kandungnya sendiri.
......................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
Selamat membaca!!!!!!!!