Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 100: Mengobrol dengan Orang Sukses


__ADS_3

Banyak sekali ruangan yang Bapak Jhony tunjukkan, dimulai dari Ruang para pegawai bekerja, Ruang Rapat, Ruang Kerja Tim, Ruang Wawancara, Ruang Beberapa Individual Para Petinggi Perusahaan, seperti Kantor HRD, dan beberapa para petinggi perusahaan yang tentunya atas izin pemilik kantor, hingga akhirnya dia ditunjukkan ruang kantin tempat di mana para pegawai makan dan membeli makanan serta minuman.


Setelah itu, Ryzel dan yang lainnya berdiam di kantin untuk makan siang bersama dengan bos Indoapril ini. Bapak Jhony bukan hanya pemilik Perusahaan Indoeat, tetapi juga pemilik Perusahaan Indoapril.


Di sana mereka mengobrol santai membahas apa saja yang bisa dibahas. Meskipun demikian, Bapak Jhony selalu bisa memberikan ilmu di setiap pembahasan yang mereka lakukan sehingga Ryzel mendapatkan banyak ilmu kehidupan dan bisnis dari Bapak Jhony.


“Tidak harus membeli kopi delapan puluh ribu di hotel untuk menjadi orang yang sukses. Kamu cukup pergi ke penjual bubur yang kerap didatangi artis dan pebisnis lalu kamu lihat bagaimana mereka bekerja, kalau bisa kamu ajak obrol mereka dan kulik pola pikirnya. Nanti akan aku kasih tahu di mana tempat penjual bubur itu, kebetulan aku suka makan bubur di tempat tersebut.“ Bapak Jhony tersenyum kepada Ryzel. Sifat Bapak Jhony ini sangat hangat dan menganggap Ryzel seperti anaknya sendiri.


Nada suaranya terdengar lembut dan hangat, terasa begitu perhatian dan pengertian.


Mendengar ini, mata Ryzel terbelalak karena terkejut. Dia tidak menyangka bahwa ada tempat makan yang sederhana dengan harga makanan yang murah sering dikunjungi dan didatangi oleh orang-orang besar.


Ryzel mengangguk dan melanjutkan makannya lagi.


Amanda dan Laurel juga sama terkejutnya dengan Ryzel, mereka berdua juga baru tahu bahwa ada tempat seperti itu. Kalau begitu, dia tidak akan pergi ke hotel dan membeli kopi 80 ribu rupiah.


Kedua wanita ini mendengarkan dengan baik selama Ryzel dan Bapak Jhony mengobrol.


Sebenarnya, Ryzel agak merasa aneh dengan keduanya karena tingkah mereka yang berubah drastis sejak masuk ke dalam Gedung Indoeat ini.


Ingin sekali dia bertanya, tetapi tidak bisa sekarang. Harus menunggu sampai pulang agar bisa bertanya kepada mereka berdua.


“Terima kasih, Pak Jhony. Aku sangat senang kali bisa bertemu Anda.“ Ryzel memandang Bapak Jhony dengan sedikit hormat. Hormat lantaran umur, Ryzel adalah orang yang memiliki sopan santun.


Bapak Jhony tersenyum dan dia menepuk bahu kiri Ryzel. “Sama-sama, Nak. Aku juga senang bisa mengobrol denganmu. Selama aku mengobrol, aku tidak merasa sedang mengobrol dengan anak yang baru besar. Aku berharap kamu bisa membuat pencapaian yang lebih besar di masa depan.“


“Akan aku usahakan.“ Ryzel tersenyum dan mengangguk tegas dengan mata yang penuh tekad. “Terima kasih sekali lagi, Pak Jhony. Kami izin pamit dahulu.“


“Sama-sama. Hati-hati di jalan.“

__ADS_1


Ryzel dan kedua wanita yang ikut dengannya melambaikan tangan ke arah Pak Jhony, kemudian ketiganya menghilang di kejauhan karena terhalang oleh tembok gerbang yang mengelilingi menara.


Setelah melihat ketiganya pergi, Pak Jhony bergumam dengan wajah bertanya-tanya, “Tampaknya, aku pernah melihat kedua wanita yang datang bersama Ryzel. Di mana aku pernah melihat, ya?“


Beberapa detik mencoba untuk mengingat, Pak Jhony tak berhasil untuk mengingatnya. Dia menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam dengan beberapa orang di belakangnya.


Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi Pak Jhony karena bisa melihat secara langsung Ryzel.


Dugaannya benar, pemuda ini terasa berbeda dan memiliki potensi untuk menjadi orang yang lebih sukses darinya


Duduk di kursi kantor, Pak Jhony mengingat bagaimana tadi mereka berdua mengobrol.


“Anak ini sangat impresif. Kurasa aku harus membimbingnya.“


Di sisi lain, Ryzel dan dua wanita cantik ini masuk ke dalam mobil taksi sehabis keluar dari area Menara Indoeat.


Di dalam mobil, Ryzel langsung bertanya kepada mereka berdua dengan mata yang penasaran, “Mengapa kamu berdua terasa berbeda sejak masuk ke dalam menara? Ada apa sebenarnya?“


“Amanda lebih dahulu libur, sedangkan aku baru saja. Besok dia pergi ke kantor dan aku masih libur,” tambah Laurel sembari menahan rasa malunya.


Sontak Ryzel terkejut dengan jawaban mereka berdua. Wajar saja, mereka bertingkah seperti itu karena malu melihat bos besarnya secara langsung dan bahkan tampak sangat malu saat ditanya.


Ryzel menghembuskan napas dan merilekskan diri. Dia kira kedua wanita ini malu karena bertemu dengan orang yang hebat, seperti Pak Jhony, ternyata karena itu bos perusahaan. “Namun, mengapa Pak Jhony tidak kenal kalian?“


“Pak Jhony tidak mengenal kami berdua karena posisi kami yang ada di bawah, hanya pegawai biasa,” kata Amanda dengan pendapatnya.


“Benar, kami berdua saja baru pertama kali melihat Bapak Jhony. Dia belum pernah bertemu kami berdua secara langsung. Lagi pula untuk apa, kami tidak terlalu penting,” sambung Laurel yang tersenyum masam.


“Setidaknya, kalian sekarang bisa melihat beliau, kan? Bagaimana perasaan kalian berdua?“ Ryzel menoleh ke belakang untuk melihat langsung keduanya yang duduk di kursi mobil belakang.

__ADS_1


“Aku senang sekali! Pak Jhony sangat berwibawa, sangat hebat.“ Amanda tersenyum ceria. Dia akhirnya bisa melihat orang besar pemilik perusahaan mereka bekerja.


Laurel juga mengangguk setuju. “Namun, aku lebih salut pada kamu, Ryzel. Tak disangka kamu memiliki identitas yang luar biasa ….“


Setelah mengatakan ini, Laurel menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sangat merah karena malu.


Memuji seseorang yang disuka di depan orangnya adalah sesuatu perbuatan yang berani.


Amanda yang mendengar ucapan Laurel baru tersadar, dan dia pun menatap Ryzel dengan tatapan yang agak berbeda.


Ryzel mengalihkan matanya dari sosok Laurel yang menurunkan kepalanya ke Amanda yang menatapnya.


Mereka berdua bertatapan selama belasan detik, kemudian Amanda ikut menggerakkan kepalanya ke bawah untuk menyembunyikan rasa malu.


Sebuah senyuman terbentuk di wajah Ryzel, dia menggelengkan kepalanya dan kemudian kembali duduk normal menghadap ke depan.


Kurang dari setengah jam, mereka bertiga sampai di Mall GI tempat tujuan mereka.


Masih jam 2 siang, mereka masih ada waktu untuk bermain dan melakukan aktivitas yang sudah direncanakan.


Ryzel tidak tahu keseluruhan kegiatan yang akan dia ikuti. Selama di Mall ini Ryzel akan ikut apa yang dilakukan oleh kedua wanita ini.


Begitu masuk ke dalam Mall, Amanda dan Laurel mengajak Ryzel ke tempat bermain anak-anak, yaitu Pan World, mirip dengan Temzon hanya beda agensi dan namanya.


Di sana mereka bermain banyak permainan, kebanyakan mereka bermain permainan yang dapat dimainkan dua orang atau lebih.


Permainan tersebut, contohnya adalah lempar basket, pertarungan laga dua pemain, tembak-menembakan, hoki meja, balapan mobil, dan photo box, tidak lupa bermain capit boneka.


Ryzel berhasil meraih 4 boneka lucu, dan ia bagikan untuk kedua wanita ini, masing-masing 2 boneka.

__ADS_1


Namun, ketika Ryzel bermain basket sebelum pergi dari tempat ini, dia tiba-tiba diajak bermain bersama oleh gadis kecil.


“Abang tampan, boleh aku ikut bermain?“


__ADS_2