Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 127: Pemaksaan Risa


__ADS_3

Pergelangan tangan kiri Ryzel digenggam oleh Risa untuk menahannya agar tidak pindah dari kasur.


"Risa, aku sarankan lebih baik kamu melepas tanganku, biarkan aku tidur di bawah saja," kata Ryzel dengan canggung.


Ryzel tidak mau ada kejadian yang aneh terjadi di antara mereka berdua. Faktanya, dia telah merenggut banyak kehormatan wanita meski itu sudah diizinkan oleh yang punya.


Tetap saja, itu bukan suatu yang baik karena dia belum memiliki niat untuk menikahi salah satu dari mereka.


Seharusnya, dia menikahi semua wanita yang pernah ia cicipi, dan itu masih menjadi pertimbangannya saat ini.


Entah pertimbangan apa yang akan diputuskan olehnya di masa depan, terpenting dia tidak menambah wanita yang akan dia cicipi lagi.


Jujur saja, Ryzel merasa dirinya seorang bajingan yang hanya bisa membuat wanita merasakan kenikmatan dunia dan dia dibayar untuk itu.


Risa menggelengkan kepalanya dan menatap Ryzel dengan mata yang serius. "Tidak, aku tidak mau melepasnya."


"Risa, kumohon biarkan aku tidur di bawah, aku tidak mau peristiwa itu terjadi di antara kita." Ryzel melirik Risa dengan tatapan mata yang serius.


Dia menjadi serius karena situasi ini bukan bercanda. Mata Ryzel fokus memandang wajah Risa sambil mencoba melepaskan cengkeraman tangan Risa yang menahan tangan kirinya.


Alih-alih mendengarkan ucapan Ryzel, Risa mendekatkan diri dengan cepat ke Ryzel dan wajahnya berhenti di jarak 1 cm dari wajah Ryzel.


Berikutnya, Risa menutup matanya dan mengarahkan bibirnya ke arah mulut Ryzel.


Ryzel yang melihat ini bingung harus apa, dan dia hanya diam tak bergerak sambil menyaksikan wajah Risa yang kian mendekat hingga sesuatu menyentuh mulutnya.


Di detik selanjutnya, Ryzel dan Risa berciuman dengan gaya menyamping, mereka berdua tampak kaku pada awalnya, tetapi dengan kelihaian Ryzel yang aktif secara otomatis, membuat ciuman keduanya terasa natural.


Usai berciuman, mereka melanjutkan lagi kegiatan panas mereka dengan gerakan yang intensi.


Kedua tangan Ryzel bergerak ke mana-mana. Jari-jarinya menggerayangi ke sela-sela tubuh Risa yang sangat privasi, dan dia meremas dan memainkannya dengan cakap.


Saking cakapnya, Risa tidak menolak, melainkan membiarkan Ryzel bermain dengan tubuhnya.


Dua bola besar, tetapi tak sebesar milik Maly, diremas dan diusap oleh Ryzel dengan penuh kelembutan. Perasaan ini sangat berdampak besar bagi Risa yang baru pertama kali merasakan sensasi yang luar biasa ini.


Gerakan Ryzel tampak sangat andal, dia dengan mudah mencari titik lemah yang ada pada kedua bola milik Risa. Titik lemahnya ada di bagian katup yang dapat mengeluarkan air susu.

__ADS_1


Ketika katup itu dimainkan dengan jari atau lidah, itu akan membesar layaknya balon yang ditiup dan Risa mengeluarkan suara aneh yang sangat menggoda jiwa Ryzel.


Makin lama Ryzel mainkan, makin parah Risa dalam mengeluarkan suara aneh.


Tak hanya itu, Risa pun ikut melakukan hal yang sama, mencari titik lemah pada Ryzel yang ada di bagian adik kecilnya.


Saat Risa mengelus bagian celana yang me jadi tempat adik kecil Ryzel bersembunyi, Ryzel mengeluarkan reaksi.


Adik kecilnya berubah secara bertahap, ukurannya yang besar menjadi lebih besar hingga itu tercetak di atas permukaan celana.


Begitu Risa melihat benjolan besar yang ada di celana Ryzel, matanya menampilkan ekspresi yang tercengang.


Risa sama sekali tidak berekspektasi bahwa milik Ryzel akan begitu besar. Pasalnya, dia pernah mendengar ucapan dari teman wanitanya bahwa pria tampan biasanya memiliki adik kecil yang tidak terlalu besar.


Tidak tahu dari mana temannya ini mendapatkan informasi tersebut.


Faktanya, Ryzel memiliki adik kecil yang berukuran jumbo, dan secara otomatis mematahkan pernyataan temannya.


Setelah puas bermain dengan dua bola dengan tutup berwarna pink, Ryzel berniat untuk berhenti melakukan kegiatan ini.


Risa mencoba belajar bagaimana caranya mengisap es krim dengan baik dan benar.


Sebagai pemilik es krim, Ryzel memberi tahu sesuai dengan apa yang pernah dia lihat dari beberapa wanita yang pernah memanjakan es krim miliknya.


Dengan perlahan, Risa akhirnya bisa mengisap dan memegang sambil memijak batang es krim dengan enak.


Kegiatan mengisap es krim hanyalah bagian dark pemanasan, sama seperti Ryzel memeriksa lubang yang ada pada tubuh Risa dan itu terlihat sangat kecil dan rapat.


Sudah bisa dilihat bahwa Risa masihlah barang segel dan original, bukan barang bekas orang lain.


Ryzel memeriksa lubang Risa dengan penuh kelembutan dan sentuhan yang nikmat. Tak jarang Risa mengeluarkan suara yang menggoda dan manis.


Baru saja lima menit Ryzel mengamati lubangnya, Risa sudah kalah, lubangnya yang sempit mengeluarkan cairan bening yang hangat, mirip dengan air seni.


Adanya cairan tersebut, Ryzel berniat untuk memulai acara terpenting dari kegiatan yang sedang mereka jalani.


"Pelan-pelan, Pak Sopir. Aku baru pertama kali, jangan bermain kasar," ucap Risa dengan wajah yang agak takut.

__ADS_1


Mendengar ucapan Risa, Ryzel menjadi sadar bahwa kegiatan ini masih bisa diberhentikan.


Namun, tepat ketika Ryzel terdiam beberapa saat, suara Risa kembali terdengar.


"Ryzel, aku mohon, jangan berhenti di tengah jalan, aku sudah siap dengan semua konsekuensinya."


Risa menyentuh tangan Ryzel kembali, persis sama dengan tempat di mana Risa memegang tangan Ryzel.


Pupil mata Ryzel melirik pada kedua bola mata Risa, dan sebuah perasaan yang rumit tercermin di dalam pupilnya.


Seakan Risa tahu apa yang dipikirkan Ryzel, dia menyentuh pipi Ryzel yang tengah menindih tubuhnya, dan perlahan mengusapnya dengan penuh kelembutan, kemudian dia berkata, "Lakukanlah, aku tidak apa-apa, lakukan sesukamu, aku akan menuruti apa maumu."


Setelah mengatakan ini, Risa tersenyum lebar dan tampak begitu tulus.


Ryzel tertegun beberapa saat lalu ia membulatkan keputusannya untuk melanjutkan kegiatan ini.


Kepala adik besar Ryzel mencoba untuk mendobrak pintu yang ada di dalam lubang milik Risa, itu cukup sulit, tetapi karena adik besar Ryzel memiliki banyak pengalaman dalam mendobrak pintu lubang wanita, pintu Risa ditembus dengan mudah oleh kepala besar adik besarnya Ryzel.


Rasa nyeri dan aneh dirasakan oleh Risa, dia menjerit kesakitan sambil meremas seprai kasur dengan untuk menahan rasa sakitnya.


Ryzel yang berpengalaman langsung tahu apa yang harus dilakukan, cukup diam dan biarkan nyeri yang dialami Risa berangsur melemah.


Benar saja, ketika 1 menit Ryzel membiarkan adik besarnya di dalam lubang Risa, Risa memberikan komando untuk dirinya mulai memompa.


Satu gerakan pompa naik turun dilakukan oleh Ryzel dan lubang berdarah Risa masih terasa sakit.


Dengan begitu, Ryzel diminta untuk secara bertahap memompa lubang Risa.


Setelah beberapa menit mencoba beradaptasi, Risa akhirnya bisa merasakan betapa nikmatnya pompa yang dilakukan Ryzel kepadanya.


Walaupun masih ada rasa nyeri yang samar-samar muncul di dalam lubangnya, Risa tetap ingin Ryzel memompanya begitu dalam.


Sensasi ketika barang Ryzel masuk ke dalam itu terasa nikmat dan luar biasa.


Risa bahkan tak bisa mendeskripsikan kenikmatan yang sedang dirasakan olehnya sekarang.


"Mmhh, Ryzel!"

__ADS_1


__ADS_2