Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 78: Kabar Tak Terduga


__ADS_3

“Sejak kapan Gina menikah?!“


Pesan yang ia terima memberi sebuah informasi bahwa Gina, wanita yang pernah ia temui di Bogor telah menikah dengan seseorang.


Informasi pesan ini dari orang random atau dari pengikut Ryzel di Tiktod. Ryzel tidak percaya dengan informasi ini. Pasalnya Gina sendiri tidak menginformasikan hal tersebut kepadanya, padahal mereka masih berkomunikasi dengan baik.


Namun, beberapa hari ini, Gina terasa berbeda, ia sudah jarang melakukan panggilan telepon ataupun video dengannya. Sebelumnya, mereka berdua sering kali bertelepon ria di malam hari, terasa sedang berpacaran.


Lantas, Ryzel dengan cepat membuka aplikasi Whatsupp untuk memeriksa pesan dengan Gina.


“Pesanku belum dibalas dari kemarin? Ada apa sebenarnya dengan dia?“


Pesan Ryzel sama sekali tidak dibuka oleh Gina dari kemarin. Jelas sekali ada perubahan pada Gina, beberapa hari terakhir ini dia lama sekali dalam membalas pesan.


Biasanya, ketika Ryzel membalas pesan, Gina akan membuka dan merespons sangat cepat, tak perlu Ryzel menunggu lama, kecuali Gina memang sedang ada jadwal kampus.


Jari-jari tangan Ryzel bergerak, matanya mengikuti di mana tombol huruf yang ia tekan sambil mengingat apa yang akan diketik.


“Semoga saja pesan satu ini dibalas oleh Gina secepatnya.“ Ryzel memandang riwayat pesan dirinya dan Gina yang sudah sangat jarang.


Perasaan sedih dirasakan oleh Ryzel saat ini, ia mengingat bagaimana serunya dia dan Gina mengobrol bersama di panggilan video, candaan Gina yang menyerempet ke arah 4no, dan pembahasan cerita yang ke mana-mana.


Sejak tanggal 13 Desember lalu, pesan mereka menjadi jarang dan tidak banyak layaknya dahulu, sebelum tanggal tersebut terlewati.


Gina yang selalu meminta melakukan panggilan, sekarang tidak seperti itu lagi, bahkan pesannya hanya sesekali dibalas. Saat itu, Ryzel berpikir bahwa Gina sedang sibuk, tetapi sekarang, adanya pesan dari orang acak tadi membuat dugaan dan tebakan Ryzel berbeda, lebih berprasangka buruk terhadap Gina.


Sebelum menutup aplikasi, Ryzel membalas chat Rina, Rani, Dea, Haimi, dan Yochi. Mereka masih sama respons kepadanya, tidak ada yang berbeda.


Mengetahui informasi acak tadi, membuat Ryzel menjadi takut. Ia takut temannya meninggalkannya juga. Dengan demikian, beberapa menit ini Ryzel membalas pesan Haimi dan lainnya secara intens.


Di rumah yang sederhana dengan fasilitas yang cukup, Haimi yang sedang berbaring tidur bermain ponsel untuk menonton cuplikan singkat dari siaran langsung Ryzel, dia terkejut ketika melihat pesan yang datang dari Ryzel secara bertubi-tubi.


Sontak, Haimi bangun dan duduk di atas kasur dengan tubuh yang terkejut. Kedua buah besar itu bergoyang dahsyat. Haimi saat ini hanya mengenakan baju tank top pink tanpa memakai wadah buah. Penampilan nya sederhana sekaligus mudah membuat tegang pria.


“Tumben? Ada apa dengan Ryzel?“ Haimi merasa heran dengan sikap Ryzel hari ini, tidak seperti biasanya.


Jari-jari ramping Haimi bergerak dan mengetik keyword ponsel untuk membalas pesan Ryzel.


Setelah beberapa saat saling bertukar pesan, wajah Haimi yang penasaran menjadi senang. Ternyata Ryzel sedang rindu kepadanya meski sebagai teman.


Hal ini tidak hanya berlaku kepada Haimi saja. Rina, Rani, Dea, Yochi, dan keluarga anak kecil dikirimi pesan oleh Ryzel atas dasar rindu.


Di antara mereka, khususnya para wanita yang kenal dengan Ryzel, mereka terlalu percaya diri dan menganggap Ryzel rindu kepadanya dan sebentar lagi dia akan menjadi pacar Ryzel. Kenyataannya, itu berbanding jauh dengan ekspektasi mereka semua.


“Ryzel sepertinya sedang merindukan aku. Ih, pria itu lucu sekali!“


Yochi yang ada di sebuah bar atau tempat mabuk dan berpesta terkejut melihat pesan yang masuk. Ryzel mengirim banyak pesan kepadanya layaknya pasangan yang sedang kangen atau merindukan dirinya.


Melihat wajah merah Yochi yang menunjukkan ekspresi senang, Tan yang ikut berpesta menjadi penasaran dengan apa yang terjadi dengan Yochi.


“Ada apa? Mengapa kamu senyum-senyum tanpa sebab begitu?“


Wajah Yochi yang senang seketika menghilang, dia memandang Tan yang berdiri di sebelahnya dengan bibir yang ditekuk. “Tidak ada apa-apa, hanya Ryzel yang sedang merindukan diriku!“


Tan tidak yakin dengan ucapan Yochi, kemudian bertanya lagi untuk memastikan, “Kamu yakin? Kupikir Ryzel tidak rindu kepadamu. Bukankah kita berdua masih berkomunikasi via pesan setiap hari?“


“Jangan tua kamu, ya! Ryzel memang sedang rindu padaku. Makanya dia mengirim pesan begitu banyak ke aku.“ Yochi memajukan tubuhnya dan memasang wajah yang tidak senang.


“Pesan yang banyak?“ Tan sepertinya mendengar beberapa nada dering pesan masuk dari teleponnya. Merasa aneh dengan ini, Tan langsung merogoh saku untuk mengambil ponsel lalu membukanya. “Aku juga mendapatkan pesan dari Ryzel, banyak juga. Lihatlah!“


Tangan Tan mendorong layar ponselnya ke arah depan muka Yochi.


Melihat layar ponsel milik Tan, ekspresi kecewa terbentuk di wajah Yochi.


Meremas ponselnya dengan kuat, Yochi berteriak dengan suara yang keras, “Tidak!!!“


Pada saat ini, Rina dan Rani saling memandang satu sama lain. Keduanya sedang makan malam di tempat mie ayam bakso yang pernah di datangi oleh Ryzel. Mereka duduk di tempat yang sama, bahkan ada kursi kosong yang sengaja tidak mereka duduki. Kursi tersebut adalah tempat di mana Ryzel duduk dan makan bersama dengan keduanya.


“Kamu mendapatkan pesan dari Ryzel juga, Rani?“ Rina bertanya kepada Rani yang sibuk makan nasi goreng sambil melihat ponsel.


Rani mengangguk dan menjawab, “Iya, aku menerima tujuh pesan dari Ryzel. Dia seperti sedang gelisah, tiba-tiba mengirim pesan dengan isi yang terkesan mengkhawatirkan aku.“


“Benaran? Aku juga dapat. Coba lihat pesannya.“

__ADS_1


Mendengar jawaban saudarinya, Rina menjadi penasaran dan ingin membandingkan pesan Ryzel di Rani dengan miliknya.


Ponsel Rani diserahkan kepada Rina. Pesan yang Ryzel kirimkan kepada saudari kembar ini sedang dibandingkan diamati lebih lanjut.


Walaupun kalimatnya berbeda, pesan Ryzel memiliki makna yang sama. Mereka berdua sepakat bahwa Ryzel ini sedang sedih dan khawatir tentang sesuatu. Pasalnya, mereka juga melakukan hal yang sama dengan sesuatu yang dilakukan Ryzel.


Ketika sedang panik dan khawatir, mereka mengirimkan pesan dengan maksud yang sama kepada teman atau orang terdekat.


“Semoga saja Ryzel di Kamboja baik-baik saja.“ Rina menatap gambar Ryzel yang berfoto bersama mereka berdua dengan tilikan mata yang cemas.


“Semoga saja tidak ada sesuatu yang buruk terjadi kepadanya,” kata Rani yang ikut berharap.


“Benar.“


Rina dan Rani memandang foto mereka bersama dan tersenyum.


“Ryzel!“


Sebuah suara yang terdengar keras muncul di telinga Ryzel. Kesadaran Ryzel yang sempat kabur kembali datang.


Ryzel menggelengkan kepalanya untuk memulihkan kesadarannya.


“Ryzel, kamu sakit?“ Maly memegang tangan Ryzel penuh khawatir dan rasa takut.


Sejak awal mereka makan malam, sikap dan perilaku Ryzel berbeda, lebih banyak bengong dan merenung.


Mulanya, Maly dan yang lain tidak mempermasalahkan ini, mungkin Ryzel iseng atau memang ada pikiran yang mengganjal.


Namun, setelah diperhatikan lebih lama, tindakan Ryzel ini makin sering ditunjukkan yang membuat mereka bertiga khawatir.


“Ryzel, jawab aku!“ Maly menyentuh wajah Ryzel yang tampan dengan mata yang lembut dan panik.


Ekspresi wajah Ryzel yang aneh dan rumit ini berubah. Dia menatap Maly dan tersenyum. “Aku tidak apa-apa, Maly.“


“Jangan berbohong, Ryzel. Ceritakan apa masalahmu, jangan diam seperti ini.“


Mereka bertiga memberi perlakuan hangat kepada Ryzel tanpa sadar. Suasana hati Ryzel yang gelisah menjadi sedikit lebih baik.


Sebuah senyuman yang hangat muncul di mulut Ryzel. “Terima kasih perhatiannya. Aku benar tidak ada masalah atau apa pun. Ini hanya pikiranku saja yang kacau, ada sesuatu yang aku pikirkan, dan itu tidak jelas.“


Berikutnya, mereka bertiga mencium pipi Ryzel secara bergantian.


“Kalau ada sesuatu pikiran yang memberatkan dirimu, kamu boleh menceritakan itu kepada kami bertiga. Jangan anggap kami orang asing lagi, oke.“


“Baiklah, aku mengerti.“


Bentuk senyum di wajah Ryzel makin melebar. Dia menganggukkan kepala dengan tegas.


“Anak yang baik.“


“…”


Setelah makan malam yang singkat ini. Ryzel diajak lagi oleh mereka bertiga untuk bermain bersama.


Jika sebelumnya dia tak memiliki kemampuan anti-penyakit, Ryzel akan menolak mentah-mentah ajakan ini. Namun, sekarang dia tidak perlu takut lagi terhadap penyakit Haipe.


Ryzel menerima ajakan mereka dan menganggap ini sebagai hiburan hati.


Pada kesempatan kali ini, mereka bertiga mencoba banyak gaya atau posisi.


Maly, Aruny, dan Putrea sudah menonton beberapa film dewasa untuk melihat gaya yang ingin mereka praktikkan dengan Ryzel.


Dengan demikian, Maly mencoba sebuah gaya miring di mana Ryzel akan memasukkan adik kecil dengan tidur posisi miring di atas kasur, tangan Ryzel akan mengangkat salah satu kaki Maly agar leluasa untuk memompa.


Gerakan ini sangat nikmat bagi Maly. Bukan dia yang bergerak, melainkan Ryzel, terlebih mereka posisi tidur yang terasa lebih santai.


Tusukan Ryzel sangat hebat, setiap dorongan kepada tubuh Maly selalu menyentuh bagian terdalam. Sampai-sampai Maly berteriak dan berkata Ryzel telah menyentuh ruang bayi.


Jikalau saja Ryzel lebih ditekankan tusukannya hingga 100% adik besar masuk ke dalam, Ryzel rasa itu akan menembus ruang bayi Maly.


Akan tetapi, Ryzel tidak mau membuat Maly sakit. Itu pasti akan sakit.


Berkali-kali Maly mengeluarkan cairan. Aruny dan Putrea kegirangan melihat Maly yang kewalahan melawan Ryzel.

__ADS_1


Keringat dan cairan bergabung membasahi sarung kasur dan teriakan Maly yang manis dan menggoda mengakhiri giliran Maly melawan Ryzel.


Tubuh Maly dibiarkan di atas kasur. Tubuhnya yang bergetar dan sedikit berkedut itu terlihat seksi dan panas. Keringat yang menempel di seluruh tubuh Maly menambah kesan yang luar biasa panas.


Sebelum lanjut ke giliran Aruny, Ryzel mengisap bola besar Maly sebagai hadiah.


Maly diam tak bergerak, dia menikmati bibir Ryzel yang bermain dengan puncak gunung kembar miliknya. Terlalu lemas untuk Maly bergerak.


Di detik berikutnya, Ryzel menggendong tubuh Aruny yang sedang duduk menatap Maly yang kelelahan.


Ryzel menggendong Aruny dan berjalan ke sisi tembok. Tubuh Aruny sengaja disandarkan pada tembok, kemudian Ryzel memasukkan adik besarnya ke lubang Aruny.


Gaya inilah yang ingin dicoba Aruny. Rasa dan sensasinya berbeda dengan posisi dirinya ada di atas. Aruny merasa sangat senang tiap Ryzel memompa.


Kedua kaki Aruny menjepit pinggang Ryzel dan kedua tangannya melingkari leher kuat Ryzel.


“Ahhh! Barang kamu mengacak-acak lubang milikku, Ryzel! Sangat menyenangkan!“


Celotehan aneh Aruny tidak digubris oleh Ryzel sama sekali. Dia fokus mempercepat pacuannya menggempur Aruny.


Aruny tidak tahan, dia membiarkan tubuhnya keluar setiap menit. Lubangnya itu terus-menerus menyemburkan cairan hangat berwarna bening, tetapi bukan air seni. Itu berbeda.


Giliran Aruny berlangsung selama 20 menit lebih. Aruny meminta istirahat karena ia sudah terlalu banyak keluar.


Adik kecil Ryzel sangat ajaib, setiap tusukannya sangat luar biasa, memanjakan lubangnya dengan baik.


Tubuh Aruny diletakkan di samping Maly. Begitu keduanya berbaring bersama, mereka saling menoleh dan tersenyum.


Putrea yang tahu bahwa gilirannya telah datang segera berdiri dan menghampiri Ryzel.


Tepat ketika berdiri di depan Ryzel, tubuhnya secara mendadak dipeluk oleh Ryzel dan keduanya jatuh di atas kasur yang lain dan kosong.


Berikutnya sebuah posisi Cowgirl dilakukan oleh keduanya. Gaya atau posisi ini sangat bagus. Mirip dengan yang kemarin, tetapi ini lebih tertutup.


Putrea bisa bergoyang sambil memberi Ryzel pengalaman meminum susu layaknya seorang bayi kecil.


Wajah Ryzel ditutupi oleh kedua bola besar puncak pink milik Putrea. Meskipun wanita ini memiliki pinggul ramping, buahnya lebih besar dari Maly maupun Aruny.


Tubuh Putrea, Malu, dan Aruny bukan tipe wanita berbuah besar karena faktor berisi atau sedikit gemuk. Ini memang gen keluarga, buah mereka besar. Bukan implantasi.


Goyangan Putrea makin mahir seiring waktu berjalan. Tidak kaku seperti kemarin, sekarang lebih lancar dan bebas tanpa ada rasa malu.


Tidak peduli siapa yang menggempur siapa, pasti wanita yang yang kalah. Putrea berkali-kali memeluk Ryzel karena telah keluar. Tubuhnya gemetar setiap kali keluar, Ryzel memeluknya agar bisa menahan perasaan dan rangsangan yang hebat.


“Ryzel, aku mau kamu menciumiku! Sebentar lagi aku akan keluar! Emmhh!“


Sebelum keluar, Putrea mengucapkan sebuah permintaan kepada Ryzel.


Permintaan yang sama sekali tidak membuat Ryzel keberatan. Dengan senang hati Ryzel mencium bibir kecil Putrea sambil meremas jari-jari Putrea.


Tak lama kemudian, sebuah cairan hangat terpancar kembali ke tubuhnya dan terjatuh ke atas kasur.


Setelah itu, Putrea tergeletak di atas tubuh Ryzel dengan keadaan adik besar Ryzel menancap di lubangnya.


Ryzel merasakan lubang Putrea berdenyut-denyut seakan mengisap adik kecil Ryzel untuk bergerak lebih dalam lagi.


Di dalam sana terasa sangat basah.


Ryzel yang merasa belum puas segera mengambil alis kursi pilot. Memeluk tubuh Putrea yang lemas. Ryzel mengganti posisi mereka berdua.


Sebuah gaya terbentuk, itu adalah gaya missionary. Di mana wanita terbaring di atas kasur atau lantai dengan kaki terangkat ke atas sampai menyentuh pundak pria yang sedang menindih dan memompa.


Hampir mirip dengan posisi The Deep Stick, bedanya missionary tangan wanita ini juga terbaring dan terulur di atas kasur, tidak bebas bergerak.


“Ahh … ahh … ahhh!“


Baru 1 menit posisi ini dilakukan, Putrea sudah keluar 2 kali.


Pada posisi ini memang lebih tinggi dampak yang dirasa. Adik besar Ryzel benar-benar menusuk sangat dalam. Sebelumnya lubang Putrea hanya bisa menelan 60% batang adik besar, di posisi ini lebih dari 70% adik besar Ryzel masuk ke dalam.


Sebuah rekor bagi Putrea pribadi.


Perasan dan sensasi yang Putrea alami lebih baik dari sebelumnya, membuat Putrea lebih mudah keluar saking luar biasa nikmatnya barang Ryzel.

__ADS_1


Kegiatan ini dimulai dari jam 10 malam sampai jam 3 malam tanpa henti. Ryzel tanpa henti menggempur dan membombardir mereka dengan tusukan, ketiga wanita ini secara bergantian melawan Ryzel. Sebenarnya, ini tidak adil bagi pihak pria. Untungnya, pihak pria adalah Ryzel. Kalau bukan, kegiatan ini akan berlangsung selama 1 jam, bisa jadi kurang dari itu.


__ADS_2