
Ryzel melirik wanita muda yang berdiri di depannya secara tiba-tiba ini dengan mata yang menyipit. Wanita ini sangat tidak sopan muncul di depannya tanpa permisi dan sebagainya.
“Benar, itu aku.“
Suara Ryzel terdengar datar tampak sedang tidak memiliki suasana hati yang senang.
Hati Ryzel mengalami perubahan suasana drastis ketika melihat wanita ini. Ryzel sendiri tidak tahu mengapa hatinya langsung berubah begitu cepat seperti ini. Baru pertama kalinya Ryzel merasakan suasana yang buruk ketika bertemu seorang wanita.
Umumnya, dia tidak pernah mengalami suasana hati seperti ini.
“Kamu sangat tampan!“ Wanita yang terlihat muda, mirip dengan anak sekolahan ini menatapnya dengan mata yang menyala.
Di detik berikutnya, tanpa ada basa-basi sama sekali, wanita ini memeluk tubuh Ryzel di depan anak-anak dan Ibu Nuraini.
“Aku penggemar berat kamu! Akhirnya, aku bisa bertemu dan memelukmu!“
Wajah Ryzel yang tidak terlihat tidak suka ini hendak melepaskan tangan wanita ini dari tubuhnya, tetapi Ryzel tahan lantaran wanita ini mengungkapkan bahwa dirinya seorang penggemar.
Namun, ketika Ryzel menungggu wanita tersebut melepaskan pelukannya, sama sekali tak ada tanda-tanda dari orang ini ingin melepaskan diri dari tubuhnya, padahal sudah lebih dari 1 menit dia memeluknya.
Rasa risih dan tidak senang hati mendukung pilihan Ryzel untuk melepaskan pelukan wanita ini secara paksa. Maka dari itu, Ryzel mencoba melepaskan tangan wanita satu ini yang melingkar di tubuhnya dengan hati-hati.
Begitu Ryzel mencoba melepaskan tangan dari wanita yang memeluk tubuhnya, reaksi wanita ini adalah melawan. Dia tidak mau lepas dari tubuh Ryzel.
Melihat reaksi wanita yang enggan untuk membebaskan tubuhnya, Ryzel menjadi gusar. Wajah Ryzel menjadi seram dan tidak enak dipandang.
“Tolong lepaskan tanganmu dari tubuhku …. Kamu sudah terlalu lama memelukku.“
“Apakah kamu mendengarkan aku?“
“Bisakah kamu melepaskan pelukanmu padaku? Ini sudah terlalu lama.“
“…”
Tidak peduli seberapa banyak Ryzel berkata, wanita ini sama sekali tidak bergerak. Sebaliknya, wanita ini makin erat dalam memeluk tubuhnya.
Suara Ryzel yang terdengar biasa saja langsung berubah saat merasakan wanita ini mengencangkan pelukannya.
“Sekali lagi kukatakan padamu untuk segera melepaskan pelukanmu padaku. Jika tidak, kamu jangan menyalahkan aku setelah apa yang aku perbuat padamu.“ Nada suara Ryzel dingin dan dalam, membuat orang yang mendengar bisa ketakutan.
Kalimat yang agak mengancam ini sempat membuat lingkaran tangan wanita ini kendur, tetapi detik selanjutnya kembali erat.
Anak-anak yang melihat ini menjadi bingung harus apa, mereka hanya berdiri sambil menatap Ryzel yang merasa sangat tidak nyaman dengan seorang wanita yang memeluknya.
Sementara itu, Ibu Nuraini pun sama, dia juga tidak tahu harus bagaimana. Dia ingin membantu, tetapi tidak tahu caranya.
__ADS_1
Dengan perasaan yang jengkel di dalam hatinya, Ryzel mencengkeram kedua tangan wanita ini yang melekat pada tubuhnya, dari cengkeraman ini saja Ryzel dapat merasakan bahwa wanita yang memeluknya tidak mau melepas tubuhnya setengah mati. Ada reaksi perlawanan terhadap gerakannya.
Segera, Ryzel melepas paksa kedua tangan wanita tersebut dengan tenaga yang cukup.
Akan tetapi, begitu pelukan wanita itu terlepas dari tubuhnya, tak tahu mengapa wanita itu tiba-tiba tersungkur ke belakang tanpa alasan yang jelas.
“Aduh!“
Bokong wanita tersebut mendarat di atas tanah dengan keras. Wajahnya mengernyit dan terlihat kesakitan.
“Mengapa kamu kasar dengan penggemar kamu sendiri?!“ Wanita ini menatap Ryzel dengan wajah yang kecewa dan marah. Dia duduk di atas aspal jalan sambil menengadahkan kepalanya melihat Ryzel.
Tanda tanya muncul di atas kepala Ryzel, tidak, bukan hanya dia, Ibu Nuraini dan anak-anaknya pun keheranan.
Mereka melihat dengan jelas bahwa Ryzel tidak mendorong tubuh wanita ini sama sekali, dia hanya melepaskan tangan kedua wanita ini dari tubuhnya dan tidak ada gerakan tambahan yang lain. Tangan wanita tersebut dengan cepat tidak dipegang oleh Ryzel.
“Kukira kamu benaran baik, Ryzel! Aku benar-benar kecewa dengan sifat aslimu!“
Wanita itu perlahan bangkit dari jalan sembari menepuk celana jeans yang dipakainya.
Melirik wajah Ryzel dengan mata yang merah, dia berkata dengan nada suara yang ingin menangis. “Kamu palsu, kamu penipu, kamu hanya berpura-pura baik di depan kamera, hatimu sangat busuk ….“
Tetes demi tetes air mata keluar dari matanya, kemudian wanita itu berbalik dan meninggalkan Ryzel dan anak-anak sambil berjalan pincang.
Tidak ada yang menyangka dan menebak akan ada wanita yang aneh dan gila tiba-tiba mendekatinya, melakukan hal-hal yang tidak sopan kepadanya.
Peristiwa yang sungguh-sungguh membuat hari yang baik dan gembira ini tercemar.
“Abang, siapa kakak wanita tadi? Apakah dia penggemar Abang?“ Rani mendekati Ryzel dan mencubit celana Ryzel.
Ryzel berjongkok dan menatap Rani yang menghampirinya, wajahnya yang datar langsung berganti menjadi wajah yang ramah dan penuh kelembutan.
Kepala Ryzel mengangguk sekali. “Benar, kakak tadi penggemar Abang. Namun, ada salah dengan kakak wanita tadi, dia kelihatannya lupa minum obat.“
“Memangnya kakak itu sakit, Abang?“ tanya Rani dengan kepala yang dimiringkan.
“Iya, makanya kakak tadi tiba-tiba terjatuh karena angin, mungkin dia sedang migrain atau pusing.“
Mata Rani sedikit membesar, dia sedikit terkejut saat tahu kondisi kakak wanita yang memeluk Abang Ryzel.
“Oh, begitu. Semoga kakak itu cepat sembuh,” ucap Rani kecil dengan polos. Gadis kecil ini langsung mempercayai ucapan Ryzel karena Ryzel adalah orang yang sangat dia percaya setelah ibu dan kakak-kakaknya.
“Wanita tadi agak aneh,” kata Ibu Nuraini yang merasakan kejanggalan pada sikap wanita tersebut. Dia dan kedua anak laki-lakinya berjalan dan bergabung dengan Ryzel serta Rani.
“Benar, Gilang merasa aneh kepada kakak yang ke sini tadi. Terlihat sedang bermain film di televisi.“
__ADS_1
“Iya, aku setuju dengan Gilang! Kakak tadi tampak mirip dengan kakak wanita yang ada di televisi, ketika terjatuh terlihat disengaja.“
Bahkan anak kecil saja tahu dengan keanehan yang ditampilkan wanita tadi.
Usai mendengar ucapan mereka semua, Ryzel menjadi memiliki pikiran buruk tentang sosok wanita yang mendatangi dirinya barusan. Terasa mencurigakan karena sikapnya.
Ryzel menyingkirkan prasangka buruk ini. Dia harus berpikir positif. Kemungkinan wanita ini memang mempunyai sifat yang sensitif dan keras kepala yang tingkatannya sudah tinggi.
Begitu memikirkan hal ini, Ryzel dengan lekas mengajak anak-anak mencoba sepeda sewaan yang ada di sini sebelum matahari terbenam.
Mereka semua bersenang-senang ketika menaiki sepeda, seakan lupa dengan kejadian janggal yang terjadi pada mereka. Bersenang bersama-sama memang dapat melupakan segala kesedihan dan kegundahan hati.
Setelah puas bermain sepeda, Ryzel dan keluarga Ibu Nuraini meninggalkan area tempat wisata TMII dengan menggunakan mobil Gokar. Mereka keluar dari tempat wisata menuju sebuah restoran yang cukup terkenal di kalangan warga Kota Jakarta.
Restoran yang membuat makanan khas Indonesia dengan baik dan dimodifikasi agar masuk dengan zaman yang berkembang.
Di restoran, mereka semua memakan makanan yang dipesannya, terdiri dari sate ayam, sate sapi, sate buntal, ikan gurame bakar, dan masih banyak lain.
Ketiga anak ini makan begitu lahap dikarenakan memang sudah lapar.
Ryzel senang melihat nafsu makan dari ketiga anak ini begitu tinggi. Mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi saat pertumbuhan ini.
Mengingat mereka sudah beberapa tahun memakan makanan yang kurang berprotein dan bergizi lantaran tidak ada uang. Jadi, sekarang meraka bisa melengkapi semua kebutuhan gizi pada tubuh dengan baik dan mudah.
Semoga saja ketiga anak ini sehat seterusnya sehingga bisa mewujudkan semua keinginannya.
“Kamu tahu tidak? Aku bermimpi semalam. Mimpinya sangat indah, yaitu di dalam mimpi aku, kita mendapatkan karyawan baru yang tampan luar biasa. Pada awalnya, kita tidak tahu bahwa karyawan ini hanya tampan saja, tetapi ketika karyawan baru ini keluar atau resign dari restoran kita, dia mengungkapkan identitasnya!“
“Siapa identitas karyawan itu?“
“Karyawan itu ternyata seorang artis, dia adalah pria paling tampan di Indonesia, terkenal karena ketampanannya yang luar biasa, banyak wanita-wanita yang menjadi penggemarnya, bahkan di luar negeri banyak orang yang tahu dia! Keren sekali jika itu menjadi kenyataan!“
“Benar! Aku juga ingin jika mimpi kamu menjadi kenyataan, memiliki rekan kerja orang yang tampan dan terkenal. Aku malas melihat Ilham dan Burhan setiap hari!“
“Hahaha!“
Tak sengaja obrolan para pelayan ini terdengar di dalam telinganya. Ryzel menjadi tahu bahwa pendengarannya makin kuat. Dia berasumsi ini terjadi atas dasar peningkatan fisik dari hadiah tugas masuk tadi pagi.
Sehabis mereka makan malam di restoran, mereka langsung pergi untuk pulang ke rumah.
Ibu Nuraini dan anak-anaknya pulang ke rumah kos, Ryzel mengantarkan mereka sampai ke dalam rumah kos supaya aman. Ini sudah malam.
Usai mengantarkan mereka, Ryzel berjalan dan pergi ke hotelnya yang tidak begitu jauh, cukup ditempuh dengan berjalan kaki.
“Aku masih belum paham tentang wanita aneh itu.“
__ADS_1