
Muka Ryzel membentuk ekspresi terkejut yang terlihat jelas, matanya yang terbuka lebar menandakan dirinya tidak percaya apa yang telah terjadi.
Baru kali ini dia ditolak, bahkan sebelum bisa melakukan percakapan inti.
Tidak tahu apa yang aneh pada tubuhnya sampai-sampai dia tak diberi kesempatan untuk berbicara.
Navor dan wanita yang lainnya menarik Ryzel yang mematung di tempat sampai ke dalam mansion.
Saat ini, Ryzel sungguhan trauma dengan sikap dua wanita itu.
Terasa dirinya bukan pria yang baik dan tidak pantas bagus seorang wanita, padahal semua wanitanya menganggap Ryzel adalah pria yang sulit untuk ditolak.
Dengan segala kelebihan dalam berbagai aspek, mustahil untuk wanita menolak Ryzel, kecuali ada sesuatu yang aneh pada diri dua wanita itu.
"Sudahlah, Sayang, mereka mungkin buta dan tidak bisa melihat ketampanan kamu," Neha mengelus punggung Ryzel mencoba menyadarkan Ryzel yang sedari tadi diam di sofa.
Bisa dilihat dengan jelas, wajah Ryzel menyimpan banyak sekali rasa terkejut, tidak percaya, dan keheranan.
Di dalam kepalanya terdapat banyak sekali pertanyaan tentang apa dan kenapa mereka berdua tidak mau diajak bicara sedikit pun dengannya.
Dipikir-pikir lagi, tidak ada tindakan merugikan yang Ryzel lakukan kepada mereka berdua, tetapi entah kenapa mereka tampak membenci Ryzel.
Mary mencium pipi Ryzel dan mencoba membuat pikiran Ryzel tidak lagi memikirkan tentang peristiwa yang terjadi barusan.
"Sayang, mereka memang berdua tidak layak untuk kamu. Sudah, jangan dipikirkan lagi, masih banyak wanita lain," Mary berkata dengan kelembutan pada nada suaranya.
Sebagai wanita Ryzel, tujuan yang sedang dicapai Ryzel diketahui dan dipahami Mary dengan baik.
Masih ada beberapa ruang untuk wanita lain menjadi wanita Ryzel. Batas wanita yang akan Ryzel jadikan wanitanya berjumlah 30 orang.
Tujuan awal Ryzel ialah memiliki 30 wanita di kelompok Harem yang dibuat. Masih ada 5 atau 4 wanita lagi yang bisa direkrut.
Kandidatnya tidak harus dua wanita yang mengabaikan Ryzel. Secara pribadi, Mary yakin ada banyak wanita yang layak untuk Ryzel, mungkin lebih layak dari dirinya sendiri.
Neha dan Mary mencoba membujuk Ryzel dengan kata-kata dan itu tidak berefek, sama sekali tidak berubah sifatnya dan tetap menatap kosong ke depan tanpa ada perasaan, seolah tak ada jiwa di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Sementara itu, Navor dan Zimey saling mengangguk usai diam-diam berdiskusi, kemudian mereka berdua berdiri tepat di dalam pandangan mata lurus Ryzel.
Di detik selanjutnya, mereka berdua membuka pakaiannya dan menampilkan sosok yang panas dan menggairahkan.
Tidak ada satu pria pun yang tak berdiri melihat sosok Navor dan Zimey.
Meski Navor memiliki tubuh pendek dan kecil, dua buah melonnya sangat ampuh untuk membuat pria tiba-tiba merasa haus dan ingin meminum susu yang banyak.
Sontak Ryzel yang termenung dalam diam sadar dengan pesona luar biasa ini dan tubuhnya tersentak karena kaget.
Pedang panjang Ryzel bertumbuh besar dengan bilahnya sangat kokoh dan keras.
Melirik Raffy sedang tidur di atas sofa yang lain, Ryzel bergegas mengambil Navor dan mulai melakukan penyerangan ganas.
Navor menutup mulutnya, dia berusaha menahan teriakannya karena perasaan tak terlukiskan melanda seluruh tubuhnya.
Ketiga wanita Ryzel hanya bisa menelan ludah sambil mempersiapkan pertempuran, bahkan Neha mencoba memindahkan Raffy ke kamarnya sendiri agar tidak terganggu akibat mereka bertempur di ruang keluarga.
Hal yang membuat mereka terkejut adalah Ryzel mengaktifkan satu portal dari robekan ruang, itu terhubung langsung dengan rumah yang ada di Bandung.
Sekarang di Moskow sudah jam 9 malam dan baru saja langit menjadi remang-remang. Benar, Ryzel diam seperti itu selama berjam-jam, bahkan di saat mereka makan malam pun Ryzel menunjukkan sikapnya yang diam, bagai orang yang dipenuhi banyak kehidupan.
Adanya robekan ruangan di ruang keluarga, Rina dan Rani yang sedang menonton film bersama terkejut.
Rasa ingin tahu di hati membuat mereka mendekati portal itu dan melihat apa yang ada di dalam.
Keduanya tercengang saat melihat di tempat seberang itu terdapat seorang pria yang tengah melakukan pertempuran ganas dengan gadis kecil.
tanda tanya besar muncul di atas kepala mereka berdua, bertanya-tanya tentang apa dan bagaiman bisa portal muncul di rumahnya.
Tepat ketika wanita kembar ini ragu-ragu dan lebihi memilih merenung, sebuah suara yang sangat familier dengannya terdengar di telinga.
"Rina, Rani, masuk ke dalam, ini aku suamimu, Ryzel!"
Suara Ryzel terdengar keluar dari dalam robekan ruang itu.
__ADS_1
Tanpa keraguan lagi, mereka berdua mematikan televisi, kemudian menyeberang ke dalam portal.
Mereka berdua terkejut begitu keluar dari portal dan melihat ada apa sebenarnya di dalam portal.
Di bawah mata mereka, sosok Ryzel sedang melakukan pertempuran brutal dengan gadis kecil.
Sulit untuk mereka percayai seorang gadis kecil punya buah pepaya yang sangat besar, keduanya merasa kurang percaya diri.
Namun, bukan itu yang menjadi masalah, melainkan perbuatan Ryzel yang sulit diterima.
"Kamu?!"
"Ryzel?!"
Sebelum mereka bisa menebak Ryzel sebagai pecinta anak kecil, Neha dan Mary yang tak mengenakan pakaian apa pun datang pada Rina dan Rani, kemudian menjelaskan apa yang terjadi dalam menggunakan bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Indonesia mereka masih kurang bagus.
Mendengarkan penjelasan mereka berdua, ditambah konfirmasi dari Ryzel sendiri, kesalahpahaman akhirnya dihindarkan.
Tidak menyangka bahwa Ryzel akan bertemu 2 naga sekaligus, lebih lagi mendapatkan kekuatan ruang yang membuat mereka berdua bisa ke Negara Rusia hanya dalam hitungan detik.
Masih tak bisa mereka mengerti dan percaya apa yang telah terjadi.
Portal yang menghubungkan ke rumah di Bandung tertutup, portal lain muncul satu per satu dan itu mengeluarkan semua wanita Ryzel dari berbagai negara.
Linh, Maly, Aruny, Putrea, Firda, Naura, Amanda, Laurel, Syifa, Keiko, Abiella, Milena, Alessia, Soomin, Elendra, Alaina, Natalia, Molana, dan bahkan Risa yang ada di hotel untuk menginap saat bekerja, semuanya dikirimkan oleh Ryzel untuk ke mansion ini.
Semua wanita Ryzel terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri, bagaimana mereka bisa sampai di sini hanya dengan melewati lorong aneh.
Ryzel menjelaskan tentang semua yang terjadi pada wanitanya, dan itu semua terhubung satu wanita yang satu dengan yang lain.
Mereka semua hanya bisa tersenyum sambil membuka pakaian masing-masing, kemudian duduk di sofa tanpa menggunakan busana apa pun.
Mau bagaimana lagi, di ruangan ini terasa begitu panas, mereka sudah terpancing untuk melakukan kegiatan itu dengan Ryzel, terlebih mereka langsung antusias ketika tahu bahwa Ryzel bisa mengendalikan ukuran pedang sesuai dengan mereka inginkan.
Di adegan selanjutnya, mereka semua bertempur menyerang Ryzel satu per satu dengan semangat yang tinggi.
__ADS_1
"Rasanya sangat hebat ...."
Ryzel melampiaskan kekesalannya dengan cara bertempur bersama semua wanita yang dimiliki.