
Ryzel tidak salah melihat, seorang wanita memakai cup dan rok masuk ke kamar mandi pria begitu saja tanpa ada yang menegurnya.
Namun, Ryzel teringat sesuatu hal. Ini adalah Thailand, ia seharusnya tidak perlu terkejut. Pasalnya, wanita yang Ryzel lihat bukan wanita sesungguhnya, melainkan Lady Boy.
Lady boy merupakan seorang pria yang hampir menyerupai wanita, perbedaannya adalah mereka masih memiliki belalai di tubuh bagian bawah meskipun tubuh bagian atas memiliki dada layaknya seorang wanita.
Begitu sadar dengan hal ini, Ryzel mengubah wajahnya menjadi seperti biasa, dan kemudian berjalan keluar dari kamar mandi, pergi kembali ke pantai untuk berenang.
Yochi dan Tan masih ada di pantai, mereka sedang bersenang-senang di dalam air sambil melakukan siaran langsung.
Melihat kedatangan Ryzel, mereka berdua langsung bertanya tentang ke mana dia pergi. Ryzel menjawab sejujurnya, dia bilang pergi ke kamar mandi tanpa memberi tahu tujuannya ke kamar mandi.
Mereka sudah tahu tujuan orang ke kamar mandi, yaitu buang air dan berganti baju.
Tak perlu ditanyakan.
“Ombaknya besar, ya?“ Yochi yang sudah ada di daratan lagi, memandang laut yang memiliki gulungan air yang cukup deras.
Oleh karena itu juga, mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sesaat sambil makan siang.
Ryzel yang tengah makan nasi goreng ala Thailand diam-diam melirik ke laut. Apa yang dikatakan oleh Yochi benar, ombak lautnya besar dibandingkan sebelumnya.
Angin yang menerpa mereka juga terasa sedikit lebih kuat.
Begitu melihat ini, Ryzel memiliki pikiran untuk menyewa papan selancar untuk dirinya berselancar.
Usai makan siang, mereka berniat untuk menyewa salah satu wahana atau permainan air laut di pantai ini.
Yochi dan Tan kecanduan dengan mengendarai jet ski air, mereka berdua akhirnya menyewa jet ski.
Sementara itu, Ryzel menyewa papan selancar dan berniat untuk berselancar.
Ryzel ingin membuktikan tentang kemampuannya, apakah kemampuan berselancar level 5 itu berfungsi atau tidak.
Pada awalnya, orang yang memberikan papan selancar kepada Ryzel untuk disewakan itu merasa skeptis dan meragukan Ryzel.
Orang itu tidak percaya Ryzel bisa berselancar meskipun memang memiliki potensi untuk bisa berselancar karena memiliki postur tubuh yang kuat.
Namun, mereka masih meragukan dan ingin melihat Ryzel bermain papan selancar.
Sebelumnya, dia sudah menawarkan jasa kepada Ryzel untuk mengajarinya berselancar, tetapi ditolak oleh Ryzel dengan alasan dirinya sudah bisa.
Berdiri di pantai, orang ini menonton Ryzel yang sedang berenang menunju ombak di kejauhan dengan wajah yang ragu.
Tak lama kemudian, Ryzel sudah hampir bertemu dengan ombak laut yang besar.
__ADS_1
Detik demi detik berlalu, akhirnya ombak besar menghantam Ryzel yang berbaring di atas papan selancar.
Di bawah tatapan matanya, Ryzel tiba-tiba berdiri di atas selancar tepat ketika papan selancarnya ditabrak oleh gulungan air yang besar.
Wajah orang yang meragukan Ryzel langsung berubah, ternyata dugaannya salah, Ryzel memang bisa berselancar dan terlebih lagi lebih hebat darinya.
Ryzel yang berada di atas papan selancar terlihat tengah menunggangi ombak besar. Semua gerakannya tampak lihai dan indah tanpa adanya kaku, bahkan kestabilan tubuh Ryzel sangat stabil dibandingkan dirinya sendiri.
Malu dengan sikapnya terhadap Ryzel tadi, orang tersebut balik badan dan pergi tak ingin dilihat Ryzel.
Orang-orang yang sedang bersantai dan sedang berenang di pinggir pantai takjub melihat Ryzel berselancar sangat lihai.
Sampai ombak menghilang, Ryzel masih ada di atas papan dan mengendalikan papan selancar hingga ke daratan.
Yochi dan Tan juga menonton aksi Ryzel dari jet ski yang dikendarai, mereka terpana saat tahu Ryzel pintar berselancar, bahkan terlihat lebih baik ketimbang peselancar yang ada di sini.
Dengan semangat yang tinggi, Yochi berhenti bermain jet ski dan berlari menuju Ryzel yang berhasil mendarat di pantai dengan selamat.
Di tangan Ryzel masih memegang gimbal serta ponselnya, siaran langsung masih terhubung dan masih bisa ditonton oleh orang-orang.
Para penggemar pun tidak menyangka Ryzel bisa berselancar. Ruang siaran langsung telah meledak oleh rentetan komentar orang-orang yang merasa kagum dan tercengang.
Puluhan tibu komentar dikirim secara bersamaan membuat kolom komentar bergulir sangat cepat sehingga sulit untuk dilihat dan dibaca.
“Sial! Keren sekali, bajingan! Jiwa mudaku membara!“
“Sudah ganteng, kaya, bisa banyak bahasa, perut ten pack, bisa berselancar lagi! Kapan aku bisa seperti dia, Zeus?!“
“Apakah ada yang merekam adegan tadi? Tolong kirimkan rekamannya kepadaku, aku ingin melihat ulang!“
“Sebagai seorang peselancar andal, saya mengakui bahwa teknik Ryzel saat berselancar sangat hebat, aku saja sulit bisa seperti itu selalu.“
“…”
Beberapa penonton yang mengaku sebagai seorang peselancar merasa kagum dengan keahlian Ryzel, itu melebihi kemampuan mereka dalam berselancar.
“Ryzel!“ panggil Yochi sambil berlari menuju Ryzel yang sedang memegangi papan selancar di pinggangnya.
“Ya, ada apa, Yochi?“ Ryzel berdiri sambil tersenyum.
“Ajari aku berselancar!“ ucap Yochi penuh semangat.
“Yakin?“ Ryzel menaikkan alis kanannya sambil memiringkan kepalanya. “Belajar berselancar tidak semudah yang kamu perkirakan, kamu sungguh-sungguh ingin belajar?“
“Iya! Aku mau bisa juga!“ Yochi mengangguk tegas dengan keyakinan yang bulat.
__ADS_1
“Baiklah, ikut aku …. Kita akan mulai sesi pelajarannya.“
“Baik, Guru!“
Keduanya pergi untuk menyewa papan selancar di orang yang sama dengan orang yang menyewakan papan selancar kepada Ryzel sebelumnya.
Sikap orang ini berubah, dia sedikit hormat dan sopan.
Setelahnya, mereka berdua masuk ke dalam air laut dan berenang perlahan menuju ombak yang berukuran sedang.
Dengan disaksikan 90.000 orang di ruang siaran langsung, Yochi berusaha untuk bisa berselancar.
Selama 30 menit kemudian Yochi sudah memiliki kemajuan, ia sudah bisa seimbang di atas papan selama beberapa detik sebelum jatuh ke air.
Mulanya, sosok Yochi langsung terjatuh begitu papannya digerakkan oleh ombak dari belakang, sekarang sudah ada perkembangan yang berarti.
Ajaran Ryzel cukup mudah dimengerti, bantuan yang diberikan Ryzel pun tepat di poinnya.
Melihat Ryzel yang mengajari Yochi sampai sedikit bisa membuat orang yang menyediakan jasa mengajar berselancar merasa terancam.
Benar saja, berikutnya banyak turis wanita yang cantik dan seksi menggerumuti Ryzel dan meminta untuk diajari berselancar olehnya.
Ruang siaran langsung menjadi heboh melihat banyak wajah orang barat yang mengerumuni Ryzel.
Banyak penggemar wanita yang mengirim komentar yang berisikan kemarahan terhadap wanita luar negeri ini.
“Hei, Lacur! Jangan berbuat modus kepada pangeran! Ryzel milikku!“
“Apa-apaan ini?! Jangan pegang suamiku! Dia punyaku!“
“Wanita berambut pirang sangat lancang! Lihat! Dia diam-diam membelai perut Ryzel! Aku iri, Sialan!“
“Tangan siapa itu yang menyentuh dada kuat Ryzel?! Bikin iri saja!“
“Kawan-kawan, lihatlah! Ada pemandangan gunung-gunung yang berdekatan satu sama lain!“
“Wanita rambut sebahu boleh juga, besar lagi!“
“…”
Rentetan komentar memiliki segalanya yang dikatakan, bahkan tidak sesuai konteks.
Wanita dan Pria berkomentar, tetapi laman komentar dikuasai oleh para penggemar Ryzel berjenis wanita.
Dalam sekejap mata, mereka semua para wanita menjadi ganas dan sensitif.
__ADS_1