
[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Museum Louvre! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan 100 Lukisan yang Hilang, Saham 20% Bank Sentral Asia, dan Melukis Lv.7!]
Di dalam Museum Louvre, Ryzel berdiri di samping lorong untuk tidak menghalangi jalan orang-orang. Dia dan rombongannya berhenti di sana, berpura-pura melihat lukisan-lukisan yang ada di dinding lorong museum.
Ketiga wanita Ryzel ikut berdiri diam tanpa curiga dengan Ryzel. Mereka melihat lukisan yang ada di dekat mereka ini sambil menjaga Raffy agar tidak ke mana-mana.
Tempat museum ini begitu luas, ditakutkan Raffy tersesat ketika berlarian ke sana kemari tanpa mengetahui mereka sudah berjalan pergi ke tempat lain.
Dengan begitu, mereka harus menjaga Raffy dengan baik, tidak boleh lengah sama sekali.
Saat mereka semua sedang menikmati seni pada lukisan di tempat berdiri di tepi lorong, calon suami mereka sedang diam untuk melakukan proses integrasi kemampuan baru.
Kemampuan baru yang didapatkan Ryzel adalah kemampuan yang memiliki tingkat keahlian cukup tinggi, Kemampuan Melukis Lv.7 yang di mana sudah mencapai tingkat master dunia.
Sekarang dia sudah bisa disebut pelukis profesional, dengan mudah menciptakan karya seni menggunakan tekni melukis apa pun yang ada di dunia ini. Semuanya Ryzel bisa lakukan dengan berbagai macam teknik khas orang lain atau teknik umum yang dijabarkan di internet.
Beri Ryzel kanvas, kuas, dan cat air, akan dia buat lukisan indah dengan nilai seni yang tinggi.
Sayangnya, Ryzel malas untuk melukis karena butuh waktu dan konsentrasi yang tinggi jika ingin mendapatkan hasil lukisan yang memiliki keindahan hebat.
Untuk saat ini, ada sesuatu yang ingin Ryzel tanyakan tentang salah satu hadiah selain saham 20% BSA, yakni 100 Lukisan yang Hilang .
Lukisan yang hilang, dari namanya saja membuat Ryzel bingung dengan apa sebenarnya hadiah tersebut.
'Sistem, tolong jelaskan hadiah Lukisan yang Hilang!' pinta Ryzel di dalam hati pada Sistem.
Segera suara mekanis yang kaku terdengar memasuki telinga Ryzel.
[100 Lukisan yang Hilang adalah Lukisan-lukisan luar biasa nilainya yang tidak diketahui di mana keberadaannya. Lukisan-lukisan tersebut dibuat oleh para seniman terkenal zaman dahulu dari berbagai ras dan negara, seperti Eugene Delacroix, Leonardo da Vinci, Caravaggio, dan seniman terkenal dari abad-abad terdahulu!]
[Memiliki nilai harga yang besar, diakumulasikan harga seluruh lukisan mencapai 900 triliun rupiah!]
Tubuh Ryzel sedikit tersentak mendengar harga dari semua lukisan yang didapatkan. Sebuah benda kotak yang terdapat sebuah gambar dibuat langsung oleh tangan manusia memiliki harga yang luar biasa tinggi.
Uang 900 triliun ini mengalahkan banyak sekali kekayaan milik orang-orang terkaya di dunia. Sayang sekali, Ryzel tidak berniat untuk mengonversikan lukisan-lukisan menakjubkan nilai sejarah dan seninya menjadi uang.
Lukisan-lukisan ini akan Ryzel pajang di beberapa mansion yang Ryzel punya. Tidak akan ada yang pernah dijual lukisan tersebut.
Dengan begitu, Ryzel akan menempatkan lukisan ini sendiri di tempat tinggalnya di berbagai dunia.
Sementara waktu disimpan oleh Sistem dan akan dikeluarkan sedikit demi sedikit.
Sangat menarik hadiah yang diberikan oleh Sistem kali ini.
Hadiah Saham 20% Bank Sentral Asia adalah perusahaan bank yang sempat dibicarakan oleh Ryzel dan Rapih kemarin lusa di mansion.
Tugas masuk kali ini memberikan Ryzel saham tersebut. Tidak akan Ryzel tolak saham ini. BSA merupakan bank terbesar di Indonesia dan memiliki laba bersih yang banyak.
Dengan banyaknya laba bersih, dividen yang didapatkan juga lebih besar.
Haiyaiya Bang Joni Tukang Ngejablay!
Sebuah suara nada dering panggilan telepon datang dari saku celana Ryzel, dengan refleks yang cepat Ryzel mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon.
"Halo?"
"Halo, selamat pagi, Tuan Ryzel! Maaf mengganggu waktu makan siangnya."
Suara pria yang rendah hati dan sopan terdengar dari lubang suara ponsel.
Wajah Ryzel menjadi aneh setelah mendengar ucapan pihak penelepon. Jelas-jelas Ryzel sedang di Museum Louvre di jam pukul 7 pagi. Ini belum waktunya makan siang.
Mulut Ryzel terbuka dan dia merespons panggilan.
"Saya belum makan siang, di sini masih jam delapan pagi. Ada apa, ya?"
Pihak lawan bicara terdiam sesaat tak mengeluarkan suara, kemudian ada suara sedikit tawa dari ponsel Ryzel.
"Di Indonesia sudah jam makan siang, Tuan Ryzel sedang tidak ada di Indonesia?"
"Benar, saya sedang berada di Kota Paris. Ada apa Anda menelepon saya?"
Jawaban Ryzel membuat sedikit kesalahpahaman ini selesai.
Perbedaan jam antara Indonesia dan Paris cukup jauh. Jika di Kota Paris jam 6 pagi, maka di Jakarta sudah jam 11 siang. Selisihnya 5 jam, lebih cepat Indonesia.
Ryzel memberikan isyarat kepada ketiga wanita Ryzel dan Raffy untuk berjalan perlahan sembari melihat-lihat lukisan yang bagus di sisi lorong.
Sementara itu, Ryzel mengobrol dengan suara yang tidak keras dan pelan, pas untuk di dalam kondisi keramaian ini.
__ADS_1
Pihak yang menelepon Ryzel adalah Direktur Utama BSA, memberi tahu tentang pembagian dividen dan juga ajakan untuk melihat kondisi perusahaan secara langsung sekaligus bertemu dengan para petinggi perusahaan.
Namun, Ryzel tidak bisa ke Indonesia sekarang dan itu sudah diberitahukan kepada Direktur Utama BSA bahwa dia tak bisa datang dalam waktu dekat ini. Mungkin sebulan atau beberapa bulan ke depan ada waktu pergi ke perusahaan untuk memeriksa performa perusahaan.
Pemberitahuan tentang uang 32 triliun rupiah atas dividen selama 4 tahun akan dikirimkan ketika Ryzel menelepon dengan Direktur Utama BSA.
Mereka berbincang cukup lama sehingga ketiga wanita Ryzel harus mengikuti Ryzel dengan hati-hati takut ketinggalan karena fokus dalam berbincang di telepon.
Ketiga wanita Ryzel asyik melihat-lihat lukisan terpajang di samping lorong museum tanpa memperhatikan ada sesuatu keganjalan di sekitar mereka semua.
Seorang anak gadis remaja berusia sekitar 12 tahun dari awal melirik Ryzel yang tampan.
Anehnya, gadis remaja ini tidak memperhatikan lukisan, fokus mengamati Ryzel dengan mata yang tajam.
Tepat ketika para pengunjung mengalihkan seluruh perhatiannya ke lukisan yang menarik bagi mereka sendiri.
Gadis remaja yang tampak abnormal tingkahnya itu bergerak.
Tangannya dengan cepat menyambar ponsel yang dipegang Ryzel sembari melompat tinggi.
Whoosh!
Jari-jari gadis remaja itu sudah menangkap tubuh ponsel dan hanya perlu menarik paksa dan lari.
Begitu tangan gadis remaja sudah melepaskan ponsel dari tangan Ryzel, senyuman muncul di wajah imut gadis tersebut, sudah bisa dipastikan aksinya berhasil.
Akan tetapi, saat Ryzel itu hendak mendarat dan berlari kabur, sebuah tangan yang jauh lebih besar dari tangan gadis remaja itu menyambar secepat kilat bajunya, menahan gadis remaja untuk kabur.
"Tidak menyangka akan ada penjambret kecil di sini," kata Ryzel dengan bahasa Perancis yang fasih.
Semua orang terkejut dengan gerakan besar tersebut. Perhatian mereka terpusat ke sosok Ryzel yang memegang kerah baju gadis remaja.
Mengetahui aksinya gagal, gadis remaja itu berbalik menghadap Ryzel dan berkata dalam bahasa Inggris, "Apa yang kamu lakukan?! Kamu ingin melecehkan aku?!"
Pada saat kata-kata gadis kecil itu keluar, semua para pengunjung museum di dekat Ryzel menatap Ryzel dengan wajah yang penuh kejutan.
Mereka tak menyangka pria tampan ini adalah seorang Pedofil yang suka anak kecil di bawah umur. Wibu banyak yang pedo.
Sangat disayangkan, pria setampan Ryzel suka dengan anak kecil yang bertubuh kecil dan ramping.
Ucapan gadis remaja yang memfitnah itu hanya ditanggapi dengan senyuman.
Sekejap mereka tahu apa yang terjadi.
Ketiga wanita Ryzel mendekati Ryzel, kemudian mereka bertiga mencium pipi Ryzel secara bergantian dan memeluk tubuh Ryzel dengan erat bisa dilihat tiga pasang bola besar tersebut menempel di tubuh Ryzel.
Pandangan mata gadis remaja tersebut bergerak ke ketiga wanita yang punya buah melon besar, terdapat rasa iri di dalam sorot matanya.
Namun, gadis remaja ini belum mengerti dengan Ryzel yang didekati tiga wanita cantik.
Berdiri di depan mata gadis penjambret kecil, Ryzel berkata dengan senyuman ramahnya, "Aku sudah memiliki tiga wanita cantik dan dewasa, tidak perlu menyukai kamu yang masih kecil. Ya, kecil dalam segala aspek, sedangkan aku punya tiga wanita yang besar. Sangat tidak masuk akal untuk aku melecehkan anak kecil yang minim fitur. Lebih baik kamu mengaku, Penjambret Kecil."
Deg!
Ada sesuatu yang terpukul dan merasakan sakit yang hebat.
Mata gadis remaja yang melirik Ryzel itu berubah menjadi kesedihan dan kekesalan yang mendalam.
Semua orang tertegun mendengar ucapan Ryzel, apa yang dikatakan Ryzel sangat masuk akal untuk membela diri bahwa dirinya tidak melecehkan gadis remaja.
Namun, ucapan Ryzel memang terdengar pedas. Mereka memandang gadis tersebut dengan kasihan, tetapi mendengar ucapan terakhir Ryzel, mereka tidak menjadi kasihan.
Beberapa petugas keamanan yang berjaga-jaga melihat keributan Ryzel dengan gadis remaja. Dengan gegasnya mereka menghampiri Ryzel dan bertanya tentang apa yang terjadi.
Kali ini, Ryzel memberi tahu tentang apa yang terjadi sebenarnya.
Orang-orang yang ada di sekitar Ryzel akhirnya tahu apa yang terjadi kepada Ryzel dan gadis remaja.
Gadis remaja ini menjambret ponsel Ryzel yang tengah menelepon.
Anehnya, gadis remaja ini terdiam, memulangkan ponsel Ryzel dengan wajah yang murung, mengakui bahwa dirinya menjambret ponsel Ryzel tanpa ada penyanggahan.
"Pak, aku pencopet, bukan penjambret," kata gadis remaja ini ketika sedang diborgol kedua tangannya.
Para petugas keamanan tidak peduli dengan ini. Mau itu pencopet, penjambret, mucikari, kalau sudah mengambil barang orang lain tanpa izin, itu termasuk kejahatan yang harus dihentikan dan ditangkap pelakunya.
Di bawah tatapan semua orang, gadis remaja itu dibawa ke suatu tempat untuk diamankan.
Ryzel menggelengkan kepalanya setelah mendapatkan peristiwa tak terduga ini. Beruntung, Ryzel memperhatikan gerak-gerik gadis remaja itu dari awal.
__ADS_1
Sebenarnya, Ryzel sudah tahu dengan keanehan gadis remaja tersebut yang selalu memantaunya dari jarak dekat.
Dikarenakan ingin tahu apa yang ingin gadis remaja itu lakukan, Ryzel terus berpura-pura telepon.
Panggilan Ryzel dengan Direktur Utama BSA sudah terputus saat itu.
Benar saja, ternyata gadis remaja tersebut adalah seorang penjahat kecil yang menargetkan dirinya sebagai korban.
Dua pengawal Ryzel ingin mencegah, tetapi Ryzel melirik mereka berdua ketika berpura-pura menelepon. Lirikan itu berisi kode yang mereka berdua mengerti.
Di Museum Louvre memang ada pencopet, ini yang menjadi keresahan para pengunjung, tetapi sekarang sudah sangat jarang.
Sialnya, kasus pencopetan terjadi kepada Ryzel. Seharusnya, ini baru pertama kali dalam 6 bulan terakhir ada pencopet yang melakukan aksi di sini.
Omong-omong, apa yang dilakukan gadis remaja itu bukan copet, melainkan jambret.
Copet mengambil barang orang lain diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik, sedangkan jambret adalah mengambil barang orang lain secara tiba-tiba, mengandalkan kecepatan untuk bisa lolos dari aksinya.
Cara beraksi pencopet di sini biasanya adalah menggunakan modus menabrakkan diri ke target, begitu tubuh menempel, tangan copet akan masuk ke dalam saku celana dan mengambil dompet serta barang berharga lainnya.
Selain itu, ada yang menggunakan modus akrab dan ramah, kemudian para pelaku ini akan menawarkan jasa yang kesannya memaksa.
Gadis remaja ini harus belajar ke Bandung, bertemu Kang Aep, guru para pencopet di sana. Ryzel sempat menonton film Preman Habis Kontrak di televisi.
Menggelengkan kepalanya, Ryzel mengajak ketiga wanita dan Raffy untuk kembali menikmati keindahan ribuan lukisan.
Tentu saja tidak dilihat dan dipandang lama semuanya karena terlalu banyak. Hanya memandang beberapa detik lalu bergerak melihat lukisan yang lain.
Selain lukisan, di museum ini ada banyak karya seni lain, barang antik, dan barang berharga yang punya nilai sejarah, berasal dari abad ke-6 SM hingga abad ke-19.
Ada sekitar 35 ribu koleksi yang ada di museum yang luas ini.
Di Museum Louvre ini hebatnya ada Lukisan Mona Lisa yang terkenal. Hampir semua orang di dunia ini tahu lukisan tersebut.
Lukisan yang dibuat oleh Leonardo da Vinci ini ada di museum ini, mereka melihat karya seni yang legendaris itu. Ternyata tidak besar ukurannya, sedikit besar dari kertas A2 yang digunakan untuk menggambar.
Bukan itu yang menjadi poin utama dari lukisan ini, keindahan dari teknik yang digunakan Leonardo da Vinci dalam membuat karya seni Mona Lisa.
Masih menjadi perdebatan tentang siapa wanita yang dilukis oleh Leonardo da Vinci. Masih belum dapat dipastikan identitasnya.
Banyak sekali sejarah di museum ini, bahkan museum ini sendiri punya sejarah panjang.
Dimulai dari bangunan ini dibangun sebagai benteng, digunakan untuk tempat tinggal seorang raja, pernah diganti namanya, dan masih banyak lagi.
Pada intinya, museum ini bernilai tinggi atas sejarah yang tersemat di dalamnya. Entah itu semua maha karya atau museum itu sendiri.
Puas berkunjung di museum ini, Ryzel dan rombongannya pergi keluar dari museum.
Akan tetapi, sosok gadis remaja yang masih diamankan oleh para petugas keamanan dapat dilihat di luar Museum Louvre.
Mereka tampaknya menunggu polisi datang untuk membawa beberapa pencopet, tidak hanya ada gadis remaja tersebut yang ditangkap.
Mata Ryzel menemukan perasaan sedih di wajah gadis remaja tersebut.
Gadis remaja ini tampak berbeda dengan beberapa wajah penjahat kecil di sana. Ada sesuatu yang salah dengan gadis remaja ini.
"Sayang, gadis remaja itu terlihat berbeda dengan yang lain, apakah kalian merasakannya?" Ryzel menoleh ke arah ketiga wanitanya meminta pendapat.
Ternyata, bukan Ryzel saja yang merasakan hal itu.
Abiella, Neha, dan Mary pun memiliki perasaan yang sama dengan Ryzel.
Mereka semua mengangguk menyetujui niat yang sama di dalam diri mereka sendiri.
Ryzel berjalan bersama Raffy dan ketiga wanitanya ke arah beberapa petugas yang berkumpul bersama para pencopet yang ditangkap.
Menghampiri salah satu petugas, Ryzel mengobrol beberapa patah kata dengan petugas yang kebetulan adalah ketua keamanan museum.
Setelah mengobrol dengan petugas keamanan, Ryzel diperbolehkan untuk bertemu gadis yang menjambret ponselnya tadi.
Kedatangan Ryzel telah diamati dan diwaspadai oleh gadis remaja ini dari jauh. Melihat Ryzel mendekat, wajah gadis remaja tersebut menjadi pucat karena takut.
Berjongkok di depan gadis remaja, Ryzel berniat bertanya dan mengetahui sesuatu pada kehidupan gadis remaja ini.
Namun, gadis remaja itu terlalu takut hingga dia meminta maaf kepada Ryzel berkali-kali, memohon keras agar dirinya tidak dipukul dan tidak mendapatkan bentakan kemarahan Ryzel.
Mengabaikan permohonan dan celotehan gadis remaja di hadapannya, sebuah cahaya putih melintas di kedua mata Ryzel, tatapan mata Ryzel berubah memandang wajah kecil gadis remaja ini, Kemampuan Eyes of Verity aktif.
Kejujuran akan dipertanyakan pada gadis remaja ini.
__ADS_1
"Jawab semua pertanyaanku dengan jujur, aku akan menolongmu dari kesulitan yang kamu alami."