
Ryzel tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Rapih Amat, kemudian dia menatap Rapih dan istrinya dengan mata yang penuh arti mendalam.
Mereka berdua menjadi lebih penasaran dengan sumber kekayaan Ryzel.
Menurut mereka, memiliki mansion ini tak hanya sebatas punya kekayaan yang banyak, tetapi juga hubungan dengan orang-orang hebat.
Paling tidak, kekayaan Ryzel ini sudah mencapai triliunan rupiah, sebanding dengan kekayaan Rapih.
Kalau itu benar, Rapih sangat menghargai Ryzel, salut dengan pencapaian Ryzel yang hebat di usai belum menyentuh 20 tahun.
Memegang tangan Abiella yang duduk di samping sofa, Ryzel mengungkapkan sumber kekayaan yang dia punya sekarang.
"Aku memiliki saham di LVHM ...."
"Sungguh?" Rapih tersentak mendengar ucapan Ryzel. Istrinya juga memiliki ekspresi terkejut yang sama.
Ryzel mengangguk kejam dan melanjutkan, "Saham Alfabets, saham perusahaan Apel, saham di perusahaan Akea, saham di H&R ...."
Setiap kali Ryzel menyebutkan kata saham, mereka berdua makin terkejut dengan mata yang terbelalak tak percaya.
Banyak sekali perusahaan besar yang Ryzel sebutkan, kulit kepala mereka terasa kesemutan dan runyam. Mulut mereka berdua terbuka lebar mengetahui semua sumber kekayaan Ryzel.
Akan tetapi, Ryzel tidak menyebutkan perusahaan investasi Zel inc, itu terlalu berlebihan untuk mereka.
"Cari saja di Gugel, ada namaku di sana di jajaran pemegang saham, kalau memang Bang Rapih dan Kak Gigita tidak percaya," ucap Ryzel kepada mereka yang tercengang.
Kepala Gigita mengangguk beberapa kali, tangannya mengambil ponsel di atas meja, kemudian mencari perusahaan-perusahaan yang disebutkan Ryzel untuk menemukan nama Ryzel di jajaran pemegang saham.
Begitu berhasil ditemukan, Gigita menatap pria muda di depan matanya dengan sorot mata yang takjub.
Apa yang disebutkan dan diungkapkan Ryzel adalah sebuah kebenaran.
Ada nama Ryzel Dicky di daftar pemegang saham perorangan. Tercantum juga persentase saham yang dipegang oleh Ryzel, dan itu cukup besar.
Rapih melihat ponsel Gigita untuk mengetahui berapa persen saham yang Ryzel punya di beberapa perusahaan besar tersebut.
Setelah mereka melihat buktinya di internet, tilikan mata mereka pada Ryzel terasa berbeda, tetapi tidak menghilangkan rasa akrab, hanya lebih menghormati Ryzel yang memiliki kekayaan jauh dari apa yang mereka punya.
"Anu, apakah aku boleh bertanya tentang berapa saldo rekening yang kamu punya?" tanya Rapih dengan keingintahuan yang besar. "Aku hanya mau tahu kekayaan seseorang ketika memiliki banyak saham perusahaan besar."
Alih-alih menjawab, Ryzel melirik Neha dan Mary yang ada di sofa lainnya untuk memberikan kode.
Neha dan Mary mengangguk mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ryzel.
Tatapan Mary tertuju ke Neha, kemudian Neha mengangguk kecil ke Mary sebagai tanggapannya.
Menoleh untuk melihat Rapih di sofa samping kanan, Neha membuka mulutnya menjawab pertanyaan Rapih, "Saldonya ada di kisaran seribu lima ratus triliun rupiah."
Bam!
Rapih menampar meja saking terkejut mendengar seberapa banyak saldo rekening yang dimiliki oleh Ryzel.
Saldo rekeningnya bahkan tidak 5% dari saldo rekening Ryzel. Itu terlalu banyak.
Tidak hanya Rapih yang terperanjat, Gigita saja hampir melompat. Untungnya, ingat dengan anaknya yang sedang ia timang di lengan.
Uang yang diungkapkan oleh Ryzel sangat luar biasa banyak.
Neha memberi tahu banyaknya saldo itu setelah dihitung bersama Mary. Total akumulasi dari banyaknya kartu debit yang dimiliki Ryzel.
Sengaja Ryzel buat banyak rekening dari berbagai bank untuk bisa digunakan di mana saja.
Sistem yang membuatkannya ketika hadiah uang diberikan. Uang dividen yang diberikan pun diminta untuk dikirim ke beberapa rekening sehingga banyak sekali kartu debit dan tabungan yang Ryzel punya.
"Sial, kamu telah mengalahkan kekayaan Keluarga Maryono!" Rapih berseru setelah mengingat orang terkaya di Indonesia.
Kekayaannya dilampaui oleh Ryzel dengan mudah, hampir 2 kali lipat dikalahkannya.
Keluarga Maryono memiliki kekayaan yang luar biasa, memiliki bisnis besar di Indonesia, bahkan memiliki gedung tinggi.
Nama keluarga itu memang sudah dikenal banyak orang Indonesia, khususnya para pebisnis.
Jelas, banyak dari warga Indonesia ingin memiliki kekayaan sebanyak Keluarga Maryono. Siapa yang tidak mau memiliki kekayaan yang menggunung seperti itu.
Ryzel tersenyum mendengar seruan Rapih. Tidak ada yang salah dengan ucapan Rapih. Memang pada kenyataannya dia memiliki kekayaan yang jauh di atas Keluarga Maryono.
Bisa dilihat di Gugel, kekayaan Keluarga Maryono hanya berkisar 700 triliun rupiah.
Benar, hanya 700 triliun rupiah. Dibandingkan dengan kekayaan Ryzel yang sebenarnya, nominal sebesar itu tidak banyak.
Ratusan kuadriliun rupiah dibandingkan ratusan triliun rupiah, itu sangat jauh perbedaannya.
"Omong-omong, aku kenal dengan Keluarga Maryono. Namun, aku belum memiliki saham dari perusahaan yang mereka kelola. Kalau Bapak Jhony Salam, aku kenal dengan beliau, bisa dibilang aku sangat dekat dengannya," jelas Ryzel kepada Rapih mengenai relasinya dengan orang-orang kaya.
Rapih kenal dengan Bapak Jhony Salam, beliau pemilik perusahaan Indoeat. Perusahaan yang memproduksi banyak sekali pangan, seperti mie instan dan banyak jajanan yang lainnya.
__ADS_1
Mengetahui ini, Rapih memiliki sebuah dugaan di kepalanya.
Memandang kedua mata Ryzel dengan serius, Rapih mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan dan bertanya, "Kamu juga memiliki saham perusahaan yang dipegang Bapak Jhony?"
"Benar, bagaimana kamu tahu? Aku belum saja memberi tahu kalian," jawab Ryzel dengan agak terkejut. Di dalam hatinya, Ryzel tahu Rapih akan menebaknya.
"Fak!"
Rapih benar-benar tidak mengerti bagaimana pria muda yang belum berusia genap 20 tahun sudah memiliki banyak sekali saham perusahaan besar.
Sebagai pria yang sudah memiliki umur yang jauh lebih tua dari Ryzel, punya dua orang anak dan satu istri, tentu dia iri sekaligus kagum dengan pencapaian Ryzel yang luar biasa.
Memang membingungkan tentang bagaimana Ryzel bisa mendapatkan uang sebanyak di usia yang sangat muda.
"Keluargamu berasal dari keluarga yang kaya?" Rapih mendadak bertanya ke Ryzel.
Ryzel menggelengkan kepalanya dan menjawab tegas, "Tidak. Keluargaku sama sekali tidak kaya. Kasus tentangku yang pernah terangkat naik adalah jawabannya. Bang Rapih bisa membaca tentang kasus itu."
"Kasus?"
"Benar, kasus memfitnah diriku di internet."
Jujur, Rapih dan Gigita baru tahu tentang berita yang menyangkut nama Ryzel ini. Dia baru tahu ada kasus yang menampilkan nama Ryzel.
Dengan rasa ingin tahu yang kian bertambah, pasangan suami-istri ini langsung mencari berita kasus yang diberitahukan oleh Ryzel.
Saat keduanya mencari dan membaca beritanya, tangan Abiella menggenggam erat tangan Ryzel.
Abiella tahu arti ucapan Ryzel, sedikit memahami bahasa Indonesia meski tidak terlalu baik.
Kasus yang dibicarakan Ryzel sangat diketahui Abiella, takut calon suaminya sedih mengingat peristiwa itu.
Merasakan tangannya digenggam kuat oleh Abiella, kepala Ryzel menoleh lalu mencium leher Abiella yang jenjang.
"Aku tidak apa-apa, Sayang." Senyuman ditampilkan di wajah Ryzel menandakan dirinya baik-baik saja.
Abiella mencium pipi Ryzel dan menggosok pipinya di pipi Ryzel. "Jangan sedih lagi, aku akan selalu ada untukmu."
Ekspresi Ryzel menjadi cerah, pupil matanya sempat bergetar memandang mata Abiella. "Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu."
"Aku sangat-sangat mencintaimu lebih dari apa pun."
Neha dan Mary tersenyum melihat aksi mesra keduanya. Sayang sekali, Ryzel tidak memperbolehkan mereka menampilkan asmara di depan Rapih dan Gigita.
Pasalnya, di negara asalnya jarang ada yang berpoligami, masih menjadi hal tabu.
Kedua wanita itu melirik Gigita dan Rapih, melihat mereka berdua masih fokus membaca kasus berita, Neha dan Mary mencium bibir Ryzel sekilas dan cepat.
Dengan begitu, rasa iri lenyap, diganti oleh perasaan hati yang berbunga-bunga.
Benar, mereka berdua sangat ingin bermesraan dengan Ryzel. Cinta dan sayang mereka bermekaran, sulit untuk ditahan.
"Ryzel, aku meminta maaf atas pertanyaan barusa dan aku turut berduka cita atas kepergian ibu tercinta kamu," ujar Rapih dengan wajah yang bersalah dan sedih.
Gigita saja sampai membasahi matanya, air mata membanjiri kelopak mata hingga tak bisa terbendung lagi.
Empati dan simpati Gigita sangat kuat, sempat merasakan bagaimana jadinya dia ada di posisi Ryzel.
Dikhianati oleh orang tua, kemudian ditinggal pergi selamanya. Kasus mengenai Ryzel sangat menyayat hati kecilnya.
Tidak tahu bagaimana perasaannya Apatar jika dirinya sendiri memiliki perbuatan yang sama dengan mendiang ibu Ryzel. Apatar bisa saja tidak kuat dan lebih memilih untuk menyerah pada dunia.
Ryzel hebat, dia bisa bertahan dan melompat menuju kesuksesan yang sangat tinggi. Sama sekali tidak menyerah dan memutuskan untuk berjuang.
Mereka masih tidak tahu bagaimana Ryzel bisa mencapai ke titik ini dengan jelas. Mengetahui berita ini, lebih baik tidak membahas tentang kedalaman perjalanan Ryzel di awal, itu pasti penuh kesakitan.
"Bagaimana kalau kita berenang bersama sekarang? Aku merasa ingin berenang sekarang," ajak Rapih yang mendadak ini.
Reaksi istri Rapih begitu cepat, tangannya bergerak mencubit paha Rapih setelah mendengar ajakan tersebut.
Gigita tahu apa maksud sebenarnya dari ajakan suaminya ini.
Sebetulnya, Rapih sendiri tidak bermaksud apa-apa. Dia hanya ingin mencairkan suasana dan membuat suasana di antara mereka menjadi lebih baik.
Ajakan Ryzel ditanggapi Ryzel, kebetulan dia juga ingin membasahi tubuh dan bersantai di waktu luang ini.
"Ayo kita berenang!" Ryzel mengangguk setuju. "Bang Rapih membawa baju ganti?"
"Sayang, kita bawa baju ganti berapa?" Rapih bertanya ke istrinya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Ryzel.
Ingatan seorang istri adalah ingatan terkuat di muka Bumi, kemudian Gigita menjawab hanya membawa dua pasang pakaian.
"Kalau memang kurang, aku akan membelikan baju untuk Bang Rapih dan tim," kata Ryzel dengan suara yang santai.
Rapih dan istrinya saling memandang. Mereka berdua menggelengkan kepalanya untuk menolak penawaran Ryzel.
__ADS_1
"Tidak perlu, kami akan membelinya nanti." Rapih melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Ryzel tak memaksa, dia mengangguk mengerti.
Berikutnya, mereka semua pergi ke kolam renang yang ada di lantai atas.
Kolam renang dalam ruangan yang cukup luas ukurannya, cukup untuk mereka semua berenang dan bermain air.
Omong-omong, Raffy dan Apatar juga ikut untuk berenang.
Rapih Amat tidak mengenakan pakaian atas, cuma celana pendek, beberapa pria di tim Rapih pun sama pakaiannya, sedangkan Gigita dan wanita yang lain mengenakan pakaian renang yang tertutup, bahkan Gigita memakai baju kaus lengan panjang untuk berenang.
Tidak ada Ryzel dan ketiga wanita di sana, mereka masih belum datang karena masih ada di ruang ganti.
"Haaa ... lama sekali Ryzel berganti pakaian," keluh sedikit Rapih yang sudah menunggu Ryzel dari beberapa menit yang lalu.
Gigita yang memegang anaknya yang masih berumur 2 tahun belajar berenang bersama timnya mendengar keluhan Rapih, kemudian membalas, "Sabar, mereka juga butuh waktu untuk mengenakan pakaian renang yang bagus dan rapi."
Perkataan Gigita membuat Rapih terdiam dan terus bersabar menunggu Ryzel keluar.
Di detik berikutnya, sosok Ryzel yang berotot dan tinggi keluar dari ruang ganti. Penampilannya sangat tampan dan panas bagi mata seorang wanita.
Wajah Gigita berubah, dia terpesona melihat tubuh Ryzel yang sangat seksi tanpa ada kejelekan pada tampilannya.
Rapih Amat pun ikut cemburu dengan penampilan gagah Ryzel.
Semua wanita yang melihat penampilan atas tubuh Ryzel tercengang tak bisa diucapkan. Tidak ada yang lebih tampan dan seksi dari Ryzel sekarang.
"Satu ... empat ... sepuluh! Sepuluh bungkus otot perut?!"
Rapih menghitung otot perut Ryzel saat sosoknya sudah dekat di kolam renang.
Mendengar ucapan Rapih, Ryzel mengangguk sebagai respons dan membenarkannya.
Sosok Gigita dan beberapa wanita yang lain mendekati Ryzel dengan wajah yang merah dan penasaran.
"Boleh aku memegang otot perut kamu?" tanya Gigita dengan hati-hati.
Mata Ryzel melirik Rapih sebagai suami Gigita, dan melihat Rapih menanggapi dengan anggukan.
"Silakan saja," jawab Ryzel yang tak keberatan.
Lagi pula, Gigita ini hanya ingin tahu rasanya menyentuh otot perut sepuluh bungkus, tidak lebih dari itu.
Wanita yang lain, termasuk asisten Rapih ikut menyentuh otot tubuh atas Ryzel lantaran ingin tahu perasaan menyentuh otot pria.
Rasanya begitu kokoh, lembut, dan nyaman ketika mereka menyentuh otot tubuh Ryzel.
Tepat ketika mereka sedang memperhatikan Ryzel, tiga wanita Ryzel keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang sangat cantik.
Tahan Rapih terjatuh ke bawah, mata semua pria hampir keluar begitu melihat tampilan mereka bertiga.
Abiella, Neha, dan Mary mengenakan pakaian renang tertutup yang ketat. Dengan begitu lekukan tubuh sampai ke buah melon besar dan roti kenyal mereka tercetak jelas.
Ketiga wanita ini sangat menggairahkan semua pria.
Di bawah tatapan mata mereka semua, ketiga wanita itu masuk ke dalam kolam dan berdiri di dekat Ryzel.
Saking dekatnya, Abiella sampai berani memeluk Ryzel di depan Rapih dan Gigita.
Itu membuat semua wanita dan pria menjadi iri juga cemburu.
Mereka juga ingin memeluk Ryzel dan dipeluk Abiella.
Begitulah orang muda yang sedang dalam fase cinta. Mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya menahan rasa iri di dalam hati mereka.
Ryzel yang lihai dalam berenang mulai mengajarkan Raffy dan Apatar berenang. Dengan ajaran Ryzel yang materi dan teorinya mudah dipahami, mereka berdua bisa berenang dalam beberapa menit diajarkan.
Para pria asyik berenang sambil mengobrol membicarakan sesuatu, sedangkan Gigita dan wanita yang lainnya mengobrol perihal kecantikan dan yang lainnya.
Mereka berenang tidak memakan waktu yang lama, hanya memakan 1 jam 30 menit di dalam kolam renang. Setelah itu, mereka pergi ke tempat perbelanjaan terdekat dan makan malam di malam hari.
Rapih amat dan timnya menginap di mansion Ryzel selama dua hari lamanya.
Keesokan harinya, Rapih Amat dan timnya masih di mansion Ryzel untuk jalan-jalan bersama ke tempat di area sekitar Menara Eiffel.
Mereka ingin pergi ke tempat yang lain karena tidak mau menyia-nyiakan waktu di sini.
Kebanyakan mereka pergi ke tempat makan restoran untuk mencicipi beberapa makanan khas Negara Perancis.
Hari itu dipenuhi oleh kebersamaan dengan Rapih Amat dan keluarganya.
Di hari berikutnya, Ryzel tidak bersama Rapih Amat dan kembali seperti biasa, yaitu sendiri tanpa ada orang lain. Tentu saja ada ketiga wanitanya dan adik Ryzel yang menemani Ryzel.
Mereka bertiga naik mobil untuk pergi ke sebuah tempat di Kota Paris, cukup terkenal karena daya tarik tersendiri.
__ADS_1
[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Museum Louvre, Kota Paris! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan ....]